Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Ekstra part 3


__ADS_3

Saat Ini Nico masih Memutar mutar stir mobilnya menyusuri Sepanjang Jalanan dan Menerjang Hawa dinginnya malam, karena sampai saat ini Nico masih belum menemukan Kedai Penjual sate khas madura seperti Pesenan Ratu sang ibu Ratunya itu.


Ingin Sekali dia mengumpat kasar, Namun Rasanya tidak mungkin Karena kata sang istri Ini murni keinginan Kedua calon bayinya, ditambah lagi Rasa bersalahnya dulu yang Tidak Pernah Selalu hadir dan menemani masa masa kehamilan pertama sang istri waktu mengandung Javier dan Kedua Bayi kembarnya dulu, membuatnya merasa bersalah bahkan Gara gara ulah kebodohannya yang tidak sengaja Dia lakukan hingga membuat Nyawa bayi kembarnya dulu tidak bisa Bertahan Hidup dan Akhirnya meninggal pasca sejam Setelah dilahirkan. hal itu membuat Nico menjadi Was was dan sebisa mungkin Menjaga Ekstra ketat.


" Ingat Ko ini semua Demi Anak Lo yang Ada diperut istri Lo , Lo nggak boleh Ngeluh." Gumam Nico melapangkan Hatinya sendiri


sambil sesekali dia Melihat kanan kiri jendela Luarnya mencari keberadaan Penjual sate khas madura pesanan sang Istri tercinta


Sudah Hampir Satu Jam Nico memutar mutar Stir mobilnya mencari keberadaan si penjual sate, hingga tak lama Akhirnya ada satu titik Harapan Ketika melihat sebuah Gerobak sate yang bertuliskan Sate Khas Madura


Senyum mengembang Dibalik wajah tampannya Sekilas, terasa ada Hembusan Nafas Lega dan senang akhirnya Usahanya malam ini tidak sia sia dan Istrinya pun pasti senang Jika Dia berhasil membawa pulang pesanan sang istri.


Dengan Cepat Dia menepikan Mobilnya lalu keluar dan Menghampiri Tukang Sate tersebut


" Permisi pak satenya masih Ada.?!" Tanya Nico pada Si penjual sate tersebut


" Maaf Tuan, satenya baru saja Habis, dan Ini Sudah Dipesan Sama Ibu ibu itu. " Ujar sang Penjual sate, sambil menunjuk pada Sosok Ibu ibu kompleks berbadan Gemuk sambil tersenyum genit kearah Nico.


Sial.


Nico berdecak kesal, saat Nasib benar Benar tidak berpihak kepadanya, sudah ketemu Sama Tukang penjual satenya eh malah habis, dan Terakhir dia ketemu sama emak emak Nenek sihir Yang genit Sekali.


" Kenapa Bang? Tanya Buibu Berbadan gemuk tadi saat beranjak dari Tempat duduknya dan menghampiri penjual sate yang Disebelahnya masih ada Nico disampingnya.


" Ini bu, Tuan Ini Tanya Satenya masih ada Apa nggak, ya saya jawab Sudah habis karena ini sate terakhir pesenan milik Ibu. " Seru penjual sate sambil mengipas kipas satenya.


" Ehm, Mas nya yang ganteng ini cari sate ya.?" Tanya buibu gemuk itu sambil Menggeser mendekat Kearah Nico, membuat Nico sejenak menjauh namun buibu itu terus mendekati si Nico membuatnya jadi bergidik Ngeri.


" i iya saya Cari sate buat istri saya." Mendadak Suara Nico terdengar Gugup saat Si buibu gemuk tadi terus menggeser langkahnya kearah Nico dan sesekali mencolek Genit bahu Nico, membuat NiCo Tersentak kaget dan sangat tidak suka


" Oh buat Istrinya toh. " Ujar Buibu itu dengan Wajah sengat dan Terlihat sinis, mendengar Nico mengucapkan Kata istri. " Kirain masih bujang ternyata eh ternyata Sudah beristri. " Lanjutnya dengan mengulas Senyum tipisnya


" i iya, istri saya lagi Nyidam Bu, makanya saya cari malam malam gini. " Tutur Nico dengam meringis


" Oh, Kok nyusahin sekali sih istrinya masak nyidam Malam malam gini, kan kasihan mas ganteng ini. " Sambil mencolek bahu Nico kembali sontak membuat Nico menjengit keatas karena Reflek


" Sialan, apes banget sih gue, ketemu sama ibu ibu monster genit kayak gini. " Batin Nico dalam Hati, dalam hatinya dia tidak berhenti mengumpat kesal. buibu Bertubuh gemuk itu.


" Tidak masalah buatku, karena Semua demi Istri dan calon Bayiku, jadi saya juga tidak merasa kerepotan kok bu. " Seru Nico disela sela kekesalannya dia tetap tidak terima jika ada orang lain yang berbicara buruk pada sang istri tercinta meskipun sang istri sekarang terkadang menyebalkan tapi tetap dia tidak rela jika ada yang berbicara buruk tentang istriya dan dia akan tetap membela sang istri


" Duh So suwet Banget punya suami kayak mas ganteng ini, ih jadi gemes deh pengen Cubit saja. " Nico segera Menipis tangan Buibu itu saat akan mendarat dipipi kanannya


" Ma maaf saya permisu dulu. " Pamitnya dia tidak ingin berlama lama Berada ditengah tengah Buibu gemuk nan genit itu


" Eh tunggu mau kemana? Kamu bisa kok Ambil jatah sate pesenan saya. " Seru buibu Itu sambil menahan langkah nico


" Tidak usah bu Terimasih saya akan mencoba tempat lain saja. " Dalam Hati Nico dimana lagi dia Harus mencari sate Tersebut sedangkan sudah muter muter selama Sejam dia baru saja Menemukan penjual sate ini

__ADS_1


" Ayolah tidak usah sungkan, saya ikhlas kok kasihnya, dari pada nanti masnya Muter muter gak nemuin ditempat lain, mending punya saya saja, Ini sudah malam lo da paling sudah tidak ada Penjual sate lagi. " Buibu genit Itu terus mencoba merayu Nico


Nico Tidak bisa Menolak Lagi tubuhnya sudah merasa lelah, matanya sudah ngantuk jadi dia langsung saja Mengiyakan Tawaran buibu itu.


" Baik lah kalau ibu memaksa saya akan ganti Rugi pesanann ibu. " Nico langsung mengeluarkan Beberapa uang lembar Pecahan Seratus dari Dompetnya dan memberikannya pada buibu itu.


" Segini Cukup bu. " Lanjut Nico menyerahkan Uang Lima ratus ribu untuk Harga Sepuluh tusuk sate.


Kedua mata buibu itu langsung membulat sempurna dan langsung Menyaut itu dari tangan Nico


" Wao banyak sekali, ini mah lebih dari Cukup, terimakasih ya mas ganteng.? Muacchhh. " Ujar Buibu itu sambil memberikan ciuman jarah Jauk pada Nico lalu Melangkahkan kakinya pergi dari sana. membuat Nico langsung Mengelus dadanya


" Amit amit amit. " Gumamnya


" Bagaimana ini tuan, apa sate nya jadi.?! " tanya Penjual sate


" Jadi pak, ada Berapa tusuk satenya.? "


" 10 tusuk Tuan.! "


dan seketika kedua mata Nico tercengang, jadi 10 Tusuk sate dia Hargai dengan Uang Lima ratus untuk ganti Rugi pada buibu yang tadi. tapi Nico tidak ambil pusing dengan Uang segitu, yang penting Dia bisa mendapatkan pesanan Sang istri tercinta, jadi Tidak masalah sekali baginya


" ya sudah pak saya ambil satenya, Tapi boleh saya minta tolong.? "


"Minta tolong Apa tuan. "


" Biarkan saya sebentar Membakar sebentar lalu minta tolong untuk Videoin saya pakai ponsel saya.untuk bukti pada Istri saya. " Ujar Nico dengan Penuh terpaksa.


Lalu setelah itu, Nico mulai Melanjutkan menggantikan posisi Penjual itu lalu mulai membakar dan mengipas ngipas sate yang Ternyata sebentar Lagi sudah matang


.


.


********


Dengan langkah penug Kegembiraan Nico pun Akhirnya pulang dengan membawa sebungkus sate special untuk sang istri kenapa special karena Mendapatkannya penuh dengan Perjuangan bukan.?


Ceklek


Tiba didalam kamarnya Nico pun sudah mendapati sang istri tertidur pulas, membuat Nico mendesah frustasi dan mengacak acak Rambutnya.


namun ternyata sang istri pun tiba tiba membuka matanya dan bangun dari tidurnya


" Sudah Pulang.?! " Tanya Tiara dengan sedikit menguap


Seketika membuat Wajah Nico sumringah lagi mendapati sang istri terbangun dari tidurnya. karena dia tadi sengaja tidak membangunkan istrinya, melihat Wajah polos istrinya Tidur. namun Akhirnya istrinya terbangun, jadi usahanya benar tidak sia sia

__ADS_1


" Ini aku bawakan Sate khas madura Khusus untukmu seorang. " Ucap Nico dengan sangat gembira


" Kamu sendiri kan yang langsung bakar Satenya. " tanya tiara dengan selidik


" Pasti dong sesuai pesanan Doro Ratu. " Ujar Nico dengan senyum Sarkastiknya


" Mana videonya.? "


Nico menoel hidung Mancung milik istrinya dengan gemas, pasti sang istri belum membuka pesan video yang dia kirimkan tadi lewat Whatsup


" Sudah Aku kirim tadi sayang, belum dibuka ya....?" Ujar Nico dengan Suara lembutnya


" Hehe belum sih, tadi udah keburu tidur Duluan. " balas Tiara dengan menyengir


" Ya sudah, aku siapin Makan mu dulu ya sayang, aku ambil piring dulu "


lalu Nico pun berlalu Turun kearah dapur dan Tiara pun Membuka pesan Isi suaminya yang tadi memperlihatkan video sang suami tengah membakar sate pesanan miliknya.


" Ayo sini sayang Aku suapin kamu makan. " Seru Nico sambil menepul nepuk sofa menyuruh Tiara duduk disampingnya


" Ayo aak buka mulutnya yang Aku suapin. " Seru Nico sambil menyodorkan satu tusuk sate itu pada Tiara


Tiara pun raut wajahnya sudah berubah drasis dia pun juga menggelengka kepalanya tanda dia tidak ingin menerima suapan sang suami


" Loh kenapa sayang, ayo dimakan dulu. " Tutur Nico


" Tapi aku sudah kepingin lagi mas, mas saja ya yang ngehabiisin, aku Akan temenin Kamu makan ya atau mau aku suapin.?! "


Tiara berceloteh Ria sedangkan Nico terlihat nampak Frutasi menghadapi sifat absurd sang istri,


" Lhoh tadi katanya Minta dibeliin sate kok sekarang malah nggak mau makan. "Ujar Nico


" Hehe maaf sayang sekarang udah nggak pengen Lagi, kamu aja ya yang makan, aku suapin. "


Astaga istrinya ini benar benar sangat Membuatnya kesal, susah payah dia mencarikannya setelah dapat malah Bilang udah gak pingin dan malah minta dirinya yang memakannya. benar benar ngeselin istrinya itu sejak Hamil.


" Tapi yang Kan Tadi Kamu yang menang minta dibelikan kok sekarang gak mau Makan."


" Yasudah kalau nggak mau aku bakak nangis, biar biarin nanti kedua calon anakmu Ileran karena Nyidam emaknya nggak kesampaian. "


kalau Sudah Berkata itu, Nico sudah tidak Bisa membantah lagi terpaksa Nico menuruti kemauan sang Suami, dan diapun terpaksa Memakan sate itu.


Huh, untung Cinta, dan jadi mamanya Anak anak kalau nggak ampun deh gue bisa bisa nyerah dalam peperangan duluan. hihihi.


_bersambung _


Maaf ya di chapter Ini Cuma sedikit karena mata author sangat Ngantuk dan lelah sekali

__ADS_1


semoga syuka


" happy reading. "


__ADS_2