Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Menutup Diri


__ADS_3

" Maukah Kamu menikah Denganku Lagi.?!"


Pernyataan itu Terucap Dari Bibir Nico, seketika membuat Tiara Tersenyum Tipis setipis Benang Sutra.


" Kamu Niat Ngebantuin Aku nggak sih mas.?!" Ujar Tiara dengan Wajah yang sudah tidak Ramah sama sekali. membuat Nico tersentak mendengar kata yang keluar dari Bibir Tiara.


" A aku. . .?!" Nico menunjuk Dirinya sendiri.


" Udah deh siniin kuncinya, nggak usah sok Mau ngebantuin kalau nggak niat. " Sungut Tiara l, dia berusaha mengambil Kunci motor Tersebut Dari tangan Nico, malah Nico Menarik Tangannya.


Seketika membuat Tiara Salah tingkah Saat Tubuhnya semakin Mendekat, saat Tangan Nico Tiba tiba merengkuh Pinggang Rampingnya, sontak membuat Kedua bola mata Tiara membulat sempurna.


" Nggak Usah Gugup Ra, Aku Ngerti Pasti kamu Sulit Buat Jawab Pertanyaanku kan.?! " Seulas Senyum Lembut terlihat Dibibir Nico. membuat Wajah Tiara tambah pias bercampur Kesal.


" Lepaskan Tanganmu mas, jangan bertindak Kurang Ajar.!" Tiara menatap Tajam Nico, membuat Nico perlahan menurunkan Tangannya yang merengkuh pinggang Ramping Milik mantan istrinya itu..


" Ma maaf Ra. ----" suara Nico terdengar Lirih Namun Terlihat Sedikit Takut Tiara Marah besar padanya, Jujur Rasanya Dia Tidak bisa menahan Diri Jika sedang Bertatap langsung Dengan sang mantan Istri, Rasa ingin memiliki lagi itu sangat lah besar, mengingat betapa Dirinya sangat memuja wanita yang Sedari kecil mampu menggetarkan Hatinya, wanita yang Masih bertahta dihatinya sampai saat ini, wanita yang tanpa dia sengaja Lukai Hati Dan Jiwanya, dan Itu membuatnya sangat menyesal mengingat sampai saat ini dia belum bisa meluluhkan hati wanita tersebut.


Tiara segera menarik Tubuhnya untu jauh dari Jangkauan Nico setelah berhasil lepas.


" Lebih baik kamu pergi dari sini mas, aku Tidak membutuhkan bantuanmu, Aku masih bisa berdiri sendiri tanpa bantuanmu, " Ujar Tiara dengan nada penuh penekanan.


" Dan tolong jangan pernah Campuri Urusan pribadiku, Kamu Hanya boleh Ikut campur jika berkaitan dengan Anak anak, Selain Itu kamu nggak boleh Ikut Campur. " Lanjutnya Lagi.


" Nih Jas Milik kamu, dan kembalikan Kunci motor sama Helm. nya. "


" Tapi Ra. -----"


" kembalikan Kunci motor sama helm atau aku tidak akan pernah mengijinkanmu untuk menemui anak anak mas.! "sentak Tiara dengan Nada penuh Ancaman namun tetap dalam suara Sesopan mungkin


Kalau sudah seperti itu Nico hanya bisa Pasrah dan menuruti semua keinginan sang mantan Istri yang Sangat Keras kepala dan Sulit untuk Dibantah.


" Oke kalau itu mau kamu Ra, Aku Tidak akan mencampuri lagi urusanmu tapi Kamu Harus Tau Ra. ------" Nico menjeda ucapnya Dan menatap Dalam manik mata tiara dengan tatapan sendunya.


" Apa, , ?"


" Biarkan Aku Saja yang Berjuang untuk Mendapatkan Cintamu Lagi Ra.! " Suara Lirih Nico namun penuh dengan keseriusan


Tiara meraih kembali Kunci motornya dari tangan Nico dan mengembalikan Jas milik Nico kembali.


" Terserah Kamu mas, Tapi Aku Tidak Menjamin Jika kamu sendiri nantinya yang akan Terluka. " Balas Tiara


Nico pun Terdiam, membuat Suasana menjadi Hening beberapa saat Sebelum Akhirya Nico memecah keheningan itu


" Aku tidak peduli jika nantinya perasaanku Akan terluka, yang Jelas aku akan tetap memperjuangkanmu demi masa depan Anak Anak.! " Tutur Nico denga mantap


Tiara mengulas Senyum masamnya,Dia merasa kesal sendiri harus dengan cara apa untuk membuat Pria ini mengerti bahwa Sampai Kapanpun dia tidak akan pernah membuka hati Untuk pria manapun termasuk pria didepannya yang sudah menjadi mantan suaminya. bagi Tiara sudah Cukup dia merasa Disakiti dan Dibuat kecewa Oleh laki laki, seakan Hatinya serasa mati dan beku untuk membuka hati lagi, Baginya masa depan Anak Anaknya lebih penting sekarang, Sehingga dia memutuskan untuk menutup Diri Dulu Sampai saat ini sampai Hatinya benar Benar Siap menerima Kehadiran orang lain, Dan Entah sampai kapan itu, biarlah waktu yang Akan menjawabnya.

__ADS_1


" Kamu masih Muda, Tampan dan juga kaya mas, masih banyak Gadis diluaran sana yang lebih muda dan lebih muda dari Aku, jadi Aku harap Berhentilah melakukan Hal yang sia sia seperti ini, karena sampai kapanpun aku tidak Akan pernah mengubah keputusanku.! "


" Tapi Aku hanya Yakin Pada satu wanita yang menurutku baik untukku, wanita itu hanya kamu Mutiara, Ibu Dari Anak Anakku.!! " Jawan Nico dengan tegas dan Lugas membuat Tiara Diam seribu bahasa.


.


.


.


.


.


Semenjak Pertemuannya Kemarin Dengan Nico, membuat Tiara enggan Lagi Bertemu dengan mantan suaminya itu, meskipun Nico Terus saja berusaha menemuinya,terkadang harus melibatkan anak Anaknya pun Nico Jabani, tapi tetap Tiara masih berpegang teguh pada pendiriannya, dia tidak sedikitpun memberi Celah pada Nico untuk mendekatinya lagi. Tiara takut Tidak bisa mengendalikan perasaannya Dan terlena oleh Bujukan dari sang mantan suaminya itu.


" Mama kok diam sih kenapa.?! " Tanya Cylla disela sela makan Malam bersama sang mama dan Adiknya di ruang makan


" iya sayang kenapa.?! " Tiara tersentak saat suara Putri sulungnya itu membuyarkan lamunannya.


" mama lagi mikirin Apa sih mah, kok bengong, makanannya juga Dari tadi Masih utuh dan cuma aduk aduk saja.?! " Putri sulungnya itu memanglah sangat peka dengan suasana mama sambungnya yang sudah Memberinya cinta kasih yang tulus padanya itu, Remaja Dua belas tahun itu menatap sang mama dengan penuh Curiga.


" Enggak sayang, mama tidak memikirkan sesuatu. " Bohong tiara yang tidak ingin membuat kedua Anaknya ini curiga dengannya


" Yang bener mah,? Mama tidak sedang memikirkan papa kan.?! " Tanya Cylla dengan Selidik


" Betul itu. " Timpal Javier Disela sela mengunyah makannanya.


" Baik mah. " Jawab Cyll dan Javier bersamaan.


.


.


Setelah Acara pengajian yang Dihadiri oleh beberapa wali murid selesai, semua pada membubarkan Diri hanya tersisa beberapa Guru/ ustadz ustadzah Disana.


sedangkan Hari ini jam pelajaran sekolah memang Diliburkan dan Akaj Diisi dengan Jam mengaji Saja nanti sore harinya.


Langkah Tiara bersama kedua Anaknya terhenti saat melihat Seorang Pria tampan yang kini berjalan dengan Kyai Hasyim yang berjalan berlawanan Dengannya dan mulai mendekat kearahnya.


Pandangan mata Mereka berdua bertemu saat Nico dan Kyai Hasyim kini sudah berhenti didepannya


" Assalamualaikum pak kyai. " Ucap salam Dari Tiara beserta kedua Anaknya. tak lupa Kedua Anaknya itu meraih punggung tangan pak kyai dan juga papa mereka untuk salaminya. sedangkan Tiara mengatupkan kedua telapak tangannya untuk memberi salam pada Dua pria beda usia tersebut.


" Walaikumsalam " Seru Kyai Hasyim dan Nico bersamaan


" Belum pulang nak Tiara.?! " Tanya pak kyai

__ADS_1


" Belum Pak kyai, tadi sedikit Ada Urusan dengan bu nyai. " Jawab Tiara sambil menundukan pandangannya dari pria didepannya yang Masih terus menatapnya


" Iya nak Tiara apa sudah Bertemu dengan Bu nyai.?! "


" Alhamdulilah sudah Pak kyai, dan sekarang kami akan berpamit untuk pulang. " Jawab tiara." Kalau begitu kami pamit pulang Dulu pak kyai. " Lanjutnya lagi sambil memberi salam


" Iya nak tiara Kalian Hati hati di jalan. "


" Enjeh Paka kyai. Assalamualaikum "


" *w*alaikumsalam. "


Tanpa pikir panjang lagi Tiara langsung menggandeng tangan Kedua anaknya tersebut untuk pergi.


" Papa kami pamit pulang dulu ya. " Cicit Cylla dan Javier yang Beralih menatap sang papa


Nico pun mengulas senyumnya. " Iya sayang Hati dijalan. "


Cylla dan Javier pun mengangguk dan Ikut pergi bersama sang mama sedangkan Nico masih menatap kepergian Mereka dengan raut wajah sedihnya.


" Sabar Nak Nico, Teruslah Tetap berusaha untuk mendapatkan Hati nak Tiara kembali mintalah sama Allah, Karena Hanya Allahlah sang Pemilik Hati Umatnya dan Mampu membolak balikan Hati umatnya. " Tutur pak kyai dan menepuk punggung Nico dari belakamg Untuk memberi Semangat pada Nico


" Insyallah Pak kyai, saya Akan Tetap berusaha untuk mengembalikan keluarga kecil saya kembali. "


" Mintalah pada Allah, insyaallah Allah Akan mengabulkan Doa seseorang yang bersungguh Sungguh dengan Niatnya. " Tutur pak kyai." Semoga Allah Segera mempersatukan Nak Nico kembali dengan Nak tiara bersama anak anak dan menjalin keluarga yang Utuh."


" Amin Amin yarobal alamin injih pak kyai, terimakasih kasih doanya, kalau begitu saya permisi pamit pulang dulu pak kyai. Assalamualaikum "


" Walaikumsalam "


setelah itu Nico langsung Pamit untuk pulang dan Berjalan keluar kearah Pintu gerbang Sekolah yang masih diarea pesantren tersebut.


Namun Langkahnya berhenti saat Melihat Tiara dan Juga Kedua Anaknya sedang Berbincang Bincang Bersama seorang pemuda yang kelihatannya lebih muda darinya, pemuda tersebut sepertinya seorang Ustadz muda, terlihat jelas dengan Penampilamnya yang memakai baju Koko dan Sarung serta memakai songkok dikepalanya membuatnya Nyali Nico sedikit menciut. . .


Nico terlihat meremas remas telapak tangannya, saat melihat Tiara tersenyum lembut dan menampilkan wajah Ramahnya pads pemuda tersebut. membuat Dada Nico seakan Engap dan sesak melihat pemandangan didepannya yang begitu Menyakitkan Untuknya.


" *kenapa sesakit ini ketika melihatmu Tersenyum pada Pria lain Ra, Apa kali ini Aku Bisa Bersaing Dengan pemuda itu, kenapa kamu begitu kejam memberi Satu orang saingan yang begitu Berat untukku Tiara. "


" *Haruskah Aku tetap berjuang untuk mendapatkanmu lagi, atau Haruskah aku menyerah saat ini Juga. -------"


" Tidak, sampai matipun Aku tidak Akan berjuang untuk mendapatkanmu lagi Ra,Aku akan Coba membuat aku memantaskan Diri untuk bisa bersamamu lagi, Kamu tidak boleh menyerah Ko, kamu Harus memperjuangkan Tiara kembali dan juga Anak Anakmu**. "


Begitulah Batin Nico terus menyeruak dan Berperang Dalam Hatinya.


Lalu Apakah Nico akan Tetap berjuang Atau Akan menyerah Begitu Saja.??????


_Bersambung. _

__ADS_1


Semoga syuka. . . .


Happy Reading


__ADS_2