
" KAMU.? " Ujar mereka bersamaan keduanya saling bersitatap.
Kedua mata pria tersebut tak hentinya memandangi Tiara dari atas sampai bawah hingga tiara reflek memundurkan langkahnya dan menundukan pandangan.
" Em maaf Nona saya tadi tidak sengaja.Nona tida apa apa? apa ada yang Luka.? " reflek pria itu menyentuh pergelangan tangan tiara. membuat tiara kaget dan tidak bergeming ketika pris itu menyentuh pergelangan tanganya
" Aku tidak apa apa.! "
Belum sempat tiara menarik tangannya dari cekalan pria itu tiba tiba ada suara yang memanggil nama pria itu dari belakang.
" ELANG. --------------?"
Sontak membuat pria tersebut menoleh kebelakang untuk mencari sumber suara yang memanggilnya begitu pun tiara juga ikut melihat siapa tadi yang memanggil pria itu
Seorang gadis cantik yang tak lain adalah saudara kembar suami tiara kini tengah berjalan mendekat kearah Tiara dan elang yang kini masih tetap posisi sama memegang pergelangan tangan tiara.
Wanita cantik yang bernama Nora itu melirik tajam kearah calon suaminya yang kini tengah menggenggam tangan istri saudara kembarnys itu sehingga membuat reflek tiara menarik tangannya untuk terlepas dari genggaman tangan elang.
" Oh maaf Nona, saya tidak sengaja. "
Tiara hanya membalas dengan anggukan kepala dan senyum tipis lalu memalingkan wajahnya kearah adik iparnya itu
" Nora, sedang apa kamu kesini, -----?" tanya Tiara dengan suara lembut
" Menurut Lo. ----?" Ketus nora dengan menatap tiara tak suka
" Emm saya bertanya saja Nora, apa kamu sedang ada perlu dengan suamiku.? "
Nora memutar bola matanya jengah mendengar ucapan ramah dari sang kakak ipar.
" Gue kesini Nemenin CALON SUAMI gue buat ketemu sama Nico, Lo lupa Lusa depan Hari pertunangan gue dengan Elang.? "
Terdengar nada bicara Nora tak ramah dan bahkan terkesan ketus.
" Apa dia cemburu ya melihat calon suaminya tadi pegang tangankh, astaga pasti dia salah paham lagi sama aku. " batin tiara sambil meringis melihat air muka adik iparnya yang menatapnya dengan sebal.
" Oh gitu maaf ya nora, saya nggak lupa kok, silahkan masuk aja kedalam ruangan kakakmu, dia ads diruanganya. ---"
Tiara mencoba mencairkan suasana supaya tidak terkesan canggung dan tak terlalu menanggapi sikap adik iparnya itu
" Nggak usah kamu suruh aku juga bakalan masuk ke ruangan nico, --" Nora melirik kearah ELang yang sedari tadi masih mematung.
" Yuk Lang, kita keruangan Nico. " ajak Nora sambil menarik tangan elang untuk mengikuti langkahnya
" Aku ketempat ruangan suamimu dulu ya Nona tiara.?? "
" akhirnya aku jumpa kembali denganmu "batin elang
" Iya. ----"
Lalu Elang melemparkan senyum manisnya sebelum melangkahkan kakinya untuk mengimbangi langkah nora.
" Hemm ada ada saja. " Gumam tiara sambil berlalu meninggalkan gedung kantor suaminya.
----------------
" Kamu jadikan Si wanita murahan itu sebagai sekretaris pribadimu ko.? " tanya dengan wajah geram
"pelankan bicaramu aku ini kakakmu jadi kamu harus sopan sedikit. "
__ADS_1
" Cih, gak sudi aku sopan sama kamu ko, kamu tu nggak jelas, bisa bisanya masukin wanita itu dalam kehidupanmu. " sentak nora
Nico tak ambil pusing dan lebih mengabaikan ucapan nora dan kini beralih menatap sahabatnya itu yang sedari tadi melamun karena terus mengingat wajah tiara yang tadi tak sengaja dia tabrak di loby.
" Woy, Bengong aja Lo, kesambet setan baru tau rasa. " Nico menyentak bahu elang yang sedari tadi melamun.
" Emang bener nih kayaknya aku udah kesambet setan cantik tapi sayang sudah ada yang ngemilikin. " Cicit Elang dengan polos karena tidak sadar akan ucapannya.
Dahi Nico dan nora mengeryit mencoba mencerna ucapan dari Elang yang begitu aneh. menyadari dirinya salah bicara segera Elang melayangkan jurus mengeles untuk mengelabuhi kakak beradik itu.
" Maksud kamu gimana ya Lang.? " tanya Nora dengan kebingungan dan alisnya terangkat keatas
" Ehm i itu maksudku setan cantiknya itu kamu, kan kamu masih dimilikin papa kamu nanti kalau aku sudah jadi suamimu, baru kamu jadi miliku seutuhnya. ------" ucap Elang dengan segala kebodohanya dia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" Oh gitu. ----?" celetuk nora
Lalu beda lagi dengan Nico, Elang lupa kalau sahabatnya itu tidak bisa mudah dia kelabui. Nico memicingkan matanya untuk menatap elang dengan Tatapan menyelidik membuat Elang jadi gugup dan salah tingkah takut kalau nico curiga dengan ucapanya tadi.
" Kamu tidak sedang membohongi kami kan?tanya nico dengan tatapan seledik.
"Eh mati aku, Nico pasti curiga nih. " batin Elang
" Kamu tidak lagi menyembunyikan sesuatu dari kami kan lang.? "
" Maksudmu ko, gue nggak paham.! ' jawab elang sok polos.
" Kamu tidak lagi menyukai seorang wanita beristri kan, apalagi istri sahabatmu ini kan.? "
Glek.
dengan susah payah Elang menelan salivanya yang tercekat dikerongkongannya, sungguh dia salah besar jika harus mengelabui sahabatnya itu.
" Ma mana mungkin sih ko, aku menyukai istrimu, udah gila apa aku.? " jawab elang dengan nada gugup dan gelanggapan
" Bhuahahahaha. sabar men jangan terlalu gegabah kalau kamu membunuhmu nanti saudara kembarmu yang cantik jelita pasti bakal galau sampek 7 turunan lo. " timpal Elang disilingi nada candaan. dan merangkul pundak Nico supaya suasana tak menjadi tegang..
" idih pede banget Sih Lo Lang, --" nora menyebikan bibirnya dan dibalas elang dengan gelak tawanya.
" Ya ya ya gue percaya sama Lo, Lo kan sohib gue yang baik jadi gak mungkin lah ELo tega nusuk gue dari belakang. " kini nada bicara Nico sudah sedikit rendah dan tak setegang tadi
" Oke men, yasudah kalau gitu gue cabut dulu ya, yuk ra kita pulang. "
"Oke, jangan Lupa lusa Lo harus tetap dateng ke acara pertunangan gue sama elang. " ujar Nora pada saudara kembarnya itu
" Iya. -----"
Lalu merekapun segera keluar dari ruangan nico dan pergi. sedangkan nico melanjutkan aktivitas kerjanya kembali
-------------------
Disisi lain Tiara sedang terburu buru keluar dari sebuah apotik dan tidak sengaja menabrak seorang wanita paruh baya yang tak asing baginya.
Brukkk
" maaf maaf Bu saya tidak sengaja. "
Tiara mencoba meminta maaf pada wanita yang kini tengah ditabraknya.
Namun ketika wanita paruh baya itu mendongakan kepalanya dan menatap tiara dengan tatapan terkejut, begitupun sebaliknya.
__ADS_1
" Kamu,? kamu bukannya istrinya Nico ya.? "
tanya Wanita itu yang tak lain adalah luna ibu dari elang.
" I iya tante saya tiara istrinya nico maaf tante tadi saya buru tidak sengaja. " ujar Tiara dengan nada bersalah
" Iya nggak apa apa, lagian tante juga baik baik saja kok. ---!"
" terimaksih tante. "
" Kamu mau kemana.? " tanya tante luna
" saya habis nebus obat di apotik tante, sekarang mau pulang. ---"
" Kamu naik apa, mau tante anterin.? " tawar tante luna
" Nggak usah tante, tiara bisa jalan sendiri lagian jarak dari rumah deket kok hanya beda kompleks saja. " Tolak tiara dengan nada halus.
" Nggak apa apa, biar tante anterin kamu ya, tuh lihat wajah kamu pucat, mana lagi cuacananya panas lagi. " desak tante luna
" Ta tapi tante. -----?"
belum sempat tiara melanjutkan ucapannya tiba tiba kepala tiara mulai pusing dan berat. lalu tiba tiba. setetes darah segar keluar dari hidungnya
Tess
Sontak membuat Tante luna panik karena melihat hidung tiara mimisan dan pandangan tiara menjadi buram.
lalu.
Bruk..
Tubuh Tiara langsung lemah lunglai dan ambruk di tanah pavingan itu sontak membuat Tante luna menjerit histeris.
" Tiara kamu kenapa nak, ayo bangun.? " Tante luna terus menepuk nepuk pipi tiara sambil berteriak minta tolong pada supirnya
" Tolong pak tolong. ---"?
Lalu supirnya pun keluar dari mobil dan menghampiri tante luna dan tiara yang sudah jatuh pingsan itu
" Ada apa ini bu.?"
" Cepat pak bantu saya membawa gadis ini masuk kedalam mobil kita harus segera membawanya ke rumah sakit "
" Baik bu. "
tanpa pikir panjang lagi akhirnya Tante luna membawa pergi Tiara kerumah sakit.
.
.
entah apa yang akan terjadi selanjutnya semoga tiara dalam keadaan baik baik saja dan segera lekas sembuh dari penyakitnya.
.
.
._bersambung_
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungannya ya gaes dengan cara Like dan komen buat author supaya author nambah semangat ngetiknya.
terimakasih.