
Semenjak Kepergian Suaminya terus saja mondar Mandir, Baby Vier Sudah Tertidur Diatas Ranjang Tempat Tidurnya, sedangkan Cylla Hari ini Berada Dirumah Papa Ardan dan Juga Aliya karena Tadi pagi papa Ardan meminta ijin untuk mengajak Cylla Jalan Jalan ditempat Bermain Anak anak, sebenarnya Papa Ardan juga mengajak Tiara, namun Tiara menolak dengan Halus, karena sengaja Ingin membiarkan Cylla dan papa Ardan Lebih Dekat Lagi. mumpung Masih Libur Sekolah.jadi dia memutuskan Untuk Berdiam diri saja Dirumah Sambil menanti Kabar Dari suaminya.
" Ya Allah Kenapa Perasaanku Tiba tiba Jadi Tidak Enak gini Ya, Kenapa Mas Nico belum Juga kasih Kabar, kira kira Dia sekarang Sudah Sampai Apa belum ya. " Gumam Tiara dengan Rasa Gelisah Yang begitu Menyeruak Dibatinnya, sedang tangannya tak henti Henti Mengelus Perutnya memberi rasa Tenang Kepada Calon Bayinya, Bukankah Jika Sang Ibu merasa Gelisah dan Stres maka Calon bayi Yang Berada Didalam kandungan Juga ikut merasakan.
Sedang Disisi lain Nico Terpaksa Memberhentikan Mobilnya saat melihat Didepan Sana sedang Ada perbaikan Jalan. Nico menurunkan Kaca mobilnya untuk bertanya sama Seorang Pengedara yang juga ikut lewat dan berhenti Di Jalan itu.
" Maaf pak, didepan sana Ada Apa ya kok tumben Macet.?! " Tanya Nico Pada bapak bapak pengendara motor yang Ikut Berhenti disebelah Mobil Nico.
" Oh Itu nak, didepan Sana Ada perbaikan Jalan, makanya sedikit Macet. " Jawab bapak bapak sipengendara motor sambil membuka kaca helmnya
" Emm kira kira lama nggak Ya pak? "
" Sepertinya sih Agak lama Nak, karena Jalanan Rusak parah jadi sedikit mengantri dan bergantian Untuk lewat karena Cuma pakai satu Jalur. " tutur bapak itu
" Yach Bisa Telat nih Aku " Gumam Nico namun masih tetap bisa didengar Oleh Si pengendara itu
" Kalau Anda Buru buru lebih baik ambil jalan pintas saja Nak, Anda Tujuannya mau kemana.? " tanya si bapak itu
" Saya Mau bandung pak, kira kira ada jalan Alternatif Lain gak ya pak.?" ujar Nico
" Ada Nak sebaiknya anda putar Balik saja, nanti ada perempatan Belok Kiri disana ada jalur yang menghubungkan tol Yang menuju Jakarta Bandung " Ujar sang Bapak memberi pengarah pada Nico
Nico pun Tersenyum lalu membuka dompet Dan Mengambil Tiga lembar Uang Seratus ribuan dan diberikan pada sipengendara itu.
" Tidak Usah Nak, Bapak ikhlas. " Bapak bapak itu Merentangkan Tangan kanannya saat Nico menyodorkan Uang pecahan seratus ribuan itu padanya
" Tidak apa Apa pak, ini Sebagai Rasa terimakasih saya karena bapak sudah membantu saya memberi Informasi Jalan alternatif. " Nico masih keukeh menyerahkan uang itu dan menyelipkan disaku baju bapak itu.
" Kalau begitu saya putar Balik sekarang ya pak, terimakasih Atas Bantuannya. " Ujarnya lalu Segera memutar Stir kemudinya dan Berbalik lawan Arah seperti jalan yang Ditunjukan pada bapak bapak tadi
saat Mobil Nico sudah pergi, si bapak bapak itu Tadi merogoh Saku Celanannya dan mengambil ponsel miliknya untu menghubungi seseorang.
" Hallo, Target Sudah Dalam Perjalanan, segera kalian Mengambil posisi masing masing. "
Si bapak bapak itu Menutup ponselnya dan Melesatkan Motornya untuk mengikuti kemana Arah Mobil Nico pergi.
---------
" Auhkkkkkhh. " Pekik tiara Saat tak sengaja tangannya teriris Oleh Sebilah pisau yang Dia gunakan untuk mengupas Buah Apel untuk dibuat Cemilan baby Vier.
" Nyonya, kenapa nyonya.?! " Tanya Bi Tatik yang Tiba tiba menghampiri tiara dari belakang.
" nggak Apa Apa bi, Cuma Luka dikit Saja. " Ujar Tiara sambil mengibaskan tanganya pelan sambil meniup niup jari jempolnya.
" Tapi Jari nyonya Berdarah, biar Bibi Ambilkan kotak obat Ya nyonya. "
" Iya bi terimakasih ya bi. "
Bi Tatik pun segera mengambil kota obat Dan langsung Diberikannya pada Tiara.
" ini nyonya kotak obatnya, biar Bibi bantu ya nyonya.?! ".
" Tidak usah bi, bibi Lanjutin saja pekerjaan Bibi, saya bisa obatin Luka saya sendiri. "
" Baik nyonya bibi permisi kedapur Dulu. "
Lalu bi tatik pun meninggalkan Tiara Diruang tengah sambil mengobati lukanya.
" Ya Allah Ada apa ini kenapa perasaanku tiba tiba benar benar Tidak enak dan kacau, tolong lindungi suamiku berada Ya Allah. "
-------------
Nico semakin Bingung Karena tiba tiba Jalan yang Dilewatinya kini Nampak Buntu Dan sepi Hanya Ada Beberapa tuang Tuang pepohonan yang Lebat Disisi kanan kiri jalan, membuatnya semakin Was was dan Perlahan memelankan Mobilnya.
__ADS_1
" Kok Jalannya sepi Kayak Gini, Apa Aku salah Jalur Ya. " Gumamnya saat Mobilnya Berhenti tepat Disebuah Bibir Jurang Yang yang Sangat Terjal sedang Disebelahnya pun Ada banyak pohon Poho lebat Dan Jalanan tersebut juga terlalu lebar Hanya bisa dimasuki Oleh satu Mobil dan motor saja.
" Kok Didepan Ada Jurang, berarti Fiks gue salah Jalur Ini. " Ucap Nico Namun saat akaan memundurkan Mobilnya ke belakang Tiba tiba Ada beberapa sekolompok pengendara Motor berhenti Tepat Disebelah Mobil nya yang Kini Hanya berjarak beberapa meter dari bibir Jurang
Tok tok tok
" Keluar Lo. "
.Seorang Seorang Pria bertopeng menggedor Gedor Kaca mobilnya.
" b*ngsat.Gue dijebak. "
Lalu dengan Cepat Nico membuka pintu mobilnya dengan kasar Hingga membuat Pria tersebut Tersungkur.
sedangkan Disana sudah Ada 7 orang Pria bertubuh Besar Sama pria yang tadi mengetuk pintu mobilnya dan juga menggunakan topeng.
Nico menatap Nyalang Pada ke tujuh pria bertubuh besar dan memakai Topeng, terlihat mereka semua membawa senjata tajam masing masing.
" Siapa kalian Dan Mau apa kalian.?! " Seru Nico dengan Lantang dan penuh Kewaspadaan.
Hahahahaha
ke tujuh Pria tersebut Tertawa mendengar Ucapan Nico
" Kami ditugaskan Untuk melenyapkan Anda, Jadi kami mohon Anda Bisa bekerja sama sama kami, supaya kami tidak terlalu kejam untuk menyiksa dan melenyapkan nyawa Anda. " Seru salah satu Pria yang diyakini ketua nya.
" B*ngsat siapa yang menyuruh kalian.?! " sentak Nico yang sudah diliputi oleh amarah.
" Jangan Banyak Omong, Hajar Pria itu. " Perintah sang ketua pada anak buahnya
Lalu dengan Gerakan Cepat Nico mampu menyeimbangi Serangan Dari keenam pria tersebut bahkan Salah satu Pria tersebut tanganya terpelintir saat tangan nico memilintir tangan pria itu saat akan menyerang Nico dan pisau Yang Dibawanya pun Jatuh ke tanah.
Ternyata Beladiri Nico cukup mumpuni untuk menandingi keenam Tenaga Pria tersebut hingga Akhirnya Nico mendapat serangan dari Arah belakang saat.
sebuah Balok Kayu Besar Menghantam tengkuk Kepalanya hingga sedikit mengeluarkan Darah segar.
satu Hantaman balok itu mampu menghuyung Tubuh Nico lalu Disaat Tubuh Nico tidak seimbang salah satu dari pria itu menendang Perut Nico hingga terjerembab Ke tanah.
BUGH
BUGH
Dua Bogeman Mentah Mendarat Di pipi kanan kiri Nico dari Salah satu Ketua Geng ketujuh pria tersebut.
dan
JREEB. .
Sebilah pisau Tajam Menancap Di Perut Nico yang Sudah Tidak sadar Diri dan Sudah tidak berdaya tersebut.
Hahahaha
Ketujuh Pria tersebut Tertawa Keras melihat keberhasilan Tugasnya.
" ****** Lo. "
" Sok jagoan, Ternyata Cuma segitu Kemampuannya. "
Umpatan dan Makian keluar dari Bibir dari ke Tujuh Pria tersebut.
" Sudah sudah sekarang Cepat Bereskan Mayat Pria ini dan buang ke jurang." Perintah Ketua geng itu
" Lalu Bagaimana dengan Mobilnya bos.?! " tanya salah satu Anak buahnya.
__ADS_1
" Kau Bawa ke sebuah Jembatan dan Tabrakan disana seolah Olah Terjadi kecelakaan, dan Ambil dompet dan Ponsel Pria itu lalu lempar Ke sungai jembatan itu. "
" Ide yang Bagus bos. "
" Ayo cepat Laksanakan. "
" Baik bos. "
Seperti Apa kata si ketua Pria bertubuh besar Itu tubuh Nico yang Dipenuhi Luka luka dan wajah lebam serta pisau yang masih tertancap itu segara dilempar kedalam Jurang.
Ponsel dan Dompet Yang Ada disaku Baju dan Celana Nico pun diambil. lalu Dari salah satu pria tersebut Masuk kedalam mobil nico dan. membawa pergi kearah Jembatan yang tidak jauh dari tempat lokasi kejadian diikuti oleh Keenam Pria yang menggunak Motor.
BRUK. .
Mobil Pajero Hitam milik Nico yang Tadi dikendarai oleh Pria tersebut langsung Ditabrakan Ke pembatas Jalan, dan Langsung membuang Ponsel dan Dompet Di tepi Sungai yang Berada Di bawah Jembatan tersebut. supaya Saat polisi melacak hanya menemukan Dompet dan ponsel saja dan mengira bahwa sipemilik Hanyut oleh Derasnya Arus Sungai.
Hahahaha.
" Ayo kita cabut Dari Sini. "
Lalu Ke tujuh pria tersebut meninggalkan Tempat Lokasi kejadian itu.
----------
Kring Kring Kring.
" Hallo dengan kediaman Nico Wijaya. " Seru Bi tatik saat Mengangkat Telepon
" bisa Berbicara dengan Nyonya Nico wijaya. "
" Iya sebentar saya panggilkan. "
Lalu Tepat sekali Saat ini Tiara sedang menuruni Anak tangga dan Segera menghampiri Bi tatik
" Telpon Dari siapa bi? " Tanya Tiara saat sudah Berdiri Tepat Di depan Bi tatik.
" Tidak tau nyonya Tapi Suaranya laki laki dan ingin Bicara sama nyonya. "
" biar saya saja bi yang bicara. "
Lalu Bi Tatik menyerah telpon tersebut pada tiara
" Iya Hallo maaf ini dengan siapa ya.? " tanya Tiara pada sipenelpon.
" Apa benar ini dengan Nyonya Nico wijaya? "
" iya benar Saya istrinya, ada apa dengan suami saya. " Suara Tiara terlihat Gemetar saat sipenelpon tersebut menyebut nama suaminya.
" Kami dari pihak kepolisian Bahwa Ingin mengatakan, saat ini Suami anda sedang Mengalami kecelekaan mobil yang Ditumpangi suami anda menabrak Pembatas Jembatan, dan Nyawa Suami Anda belum kami temukan, Segera Anda Datang Ke tempat Lokasi kejadian, kami akan Menshare lokasi Kejadian lewat ponsel suami anda yang Berhasil kami temukan. "
Dengan Tubuh gemetar Tiara langsung Menjatuhkan gagang Telepon tersebut.
Tubuh mungilnga kini langsung Mendelosor Di lantai dengan Tubuhnya yang Lemas seketika.
Air matanya sudah Banjir Membasahi Pipi putihnya.
" Tidakkkkkk. " Teriak Tiara disela sela isak tangisnya
" Nyonya kenapa nyonya Apa yang terjadi pada tuan. " Kini bi tatik tidak kalah cemasnya melihat Tiara menangis
" Nico bi Nico, Suamiku Kecelakaan Bi Huaaaa hiks hiks hiks. "
" Astagfirullahaladzim, Sabar Nyonya sabar. " Bi tatik langsung Memeluk Tubuh Tiara yang Gemetar dan terus menangis.
__ADS_1
Ya Allah Kuatkan aku ya Allah kuatkan aku, selamatkan Suamiku, Aku harus kuat Aku yakin suamiku pasti selamat . .
_ Bersambung. _