
Dengan Sangat Terpaksa Acara Tersebut Terpaksa Dihentikan. terlihat Semua para tamu Undanganpun Sudah Meninggalkan Rumah Nico Kini Hanya menyisakan Beberapa Orang saja.
Hening
Hening
Hening
Semuanya menjadi Hening, setelah terungkapnya Kebenaran Tersebut.
Terlihat Kedua pria beda Usia Antara Anak dan Ayah Tersebut saling menatap Dalam Diam. mereka Duduk saling Berhadapan Didua sofa Yang Saling Terpisah, Tiara masih tetap setiap Menemani Suaminya tersebut. sedangkan Tante Diana dan Melly membawa Anak Anak masuk kedalam Kamar, guna menghindar Hal hal yang tidak diinginkan.
Terlihat Aliya Sedang Menangis Sesenggukan ditenangkan Oleh Tante Luna, sedangkan Om bastian masih Setia duduk disamping Rekan bisnisnya sekaligus sahabat Karibnya itu, papa Ardan.
Sedangkan Nora Masih setia duduk Disamping Adik Bontotnya yang Sedang menangis sesenggukan. Arya dan Elang Berjaga Jaga Supaya tidak Terjadi keributan Antara Anak dan Ayah Tersebut.
mengingat Betapa kerasnya Sifat Nico selama ini.
" Apa Anda Tidak ingin menjelaskan sesuatu Pada Anakmu Ini.?! " Ucapan Nico yang Begitu Dingin mampu membuat semua orang Tercengang Papa Ardan pun Langsung menatap Putranya dengan Tatapan sendu.
" Mas, pelankan nada bicaramu mas. " Tiara mencoba Menasehati Suaminya supaya tidak Berbicara Kasar Seperti itu pada papa mertuanya.
" Diamlah Jangan ikut campur.! " ujar Nico Dingin tanpa menoleh Kearah Istrinya dan masih dengan menatap papanya dengan Kilatan mata yang Menyalang.
" Mas, Tapi Kamu Harus tetap Sopan, Dia papamu sendiri, Jangan Berlaku kasar Sama papa Mas, -------"
" DIAM.!!! " Teriak Nico lalu menggebrak Meja yang Dilapisi Kaca didepannya itu hingga Pecah.
BRAKKK.
Semua Orang Kaget Melihat Nico seperti Itu. Bahu Tiara Membidik Terangkan Keatas menandakan Betapa kaget dan Terkejutnya Atas tindakan Nico, tangannya pun Terlihat Gemetar Sehingga Airmatanya pun sudah Lolos membasahi Pipinya. Entah Kenapa Mendengar Suaminya Membentak seperti Itu membuat Tiara Ketakutan.
Aliya Langsung Berhambur Memeluk kakak Iparnya yang Tengah Gemetar,keduanya saling menangis dalam Dekapan Satu sama Lain. disusul dengan Tante Luna yang Juga ikut Mendekap Tubuh Tiara, Posisi Tiara Kini Diapit Oleh Kedua wanita tersebut.
Elang Yang Notabenya masih mempunyai Perasaan pada Tiara pun Seakan tak terima dan ingin Menyerang Nico namun dengan Cepat Arya menehannya.
Papa Ardan Terlihat menghela Nafas beratnya Sungguh Dia benar Benar tidak menyangka bahwa Putranya Mempunyai Sifat yang Tak kerasnya Darinya.
" Lo Keterlaluan Ko, Tega Lo bentak istri Lo seperti itu.!" Sentak Elang Yang Sudah ikut Kepancing Emosi.
" Jangan Banyak Bacot Lo B*ngsat. "
" Lo Yang B*ngsat. "
Kedua pemilik Tubuh Tersebut saling Menantang Dan Saling Menyerang.
__ADS_1
Om bastian Segera Menahan Putranya sedangkan Arya menahan Tuan mudanya.
Kedua mata Nico dan Elang Menatap penuh Nyalang Amarah mereka saling membara.
" Dasar Laki laki tidak punya Otak bisanya Cuma membuat Menyakiti saja, kalau Lo terus Sakitin istri Lo lebih Baik Lepasin Istri Lo, masih Banyak Yang Mau membahagiakan Istri Lo. " ucap Elang Penuh Berapi Api.
Nico menyeringai Dan Tersenyum Remeh pada Mantan Sahabatnya.
" Lo maksudnya.??! "
" Tentu saja! " Saut Elang
" B*ngsat."
BUGH.
satu Bogeman Mentah Langsung Mendarat Di pipi Elang.
"Lo jangan Ikut campur Dengan Urusan Rumah tangga gue...!" Sentak Nico
" DIAM..! "
Kali Ini Suara Papa Ardan Memeking Memenuhi Sudut Ruangan Rumah tersebut.
Terdengar Suara Papa Ardan mengintrupsi pada Putranya tersebut. Nico Terdiam Tiba tiba rasa bersalah Menyelimutinya Dia sadar bahwa dia sudah Kelewatan membentak istrinya karena terpancing Dengan Emosinya sendiri.
Dia Beranjak mendekati Istrinya, dan Menarik Tubuh Tiara yang Sudah terlepas dari Dekapan Tante Luna dan Adik bungsunya itu kedalam pelukannya.
" Sayang maafin aku. " Lirih Nico merengkuh Tubuh Istrinya yang masih gemetar Hebat Itu diapun Menghujani Kecupan Kecupan Kecil pada Pucuk Kepala Tiara yang menangis didalam Dada bidangnya.
Elang Mencoba Menetralkan Dadanya yang Sudah Bergemuruh Itu melihat Nico memeluk Tiara membuatnya sangat Cemburu Dia tidak menampik kalau Masih menyimpan Perasaan Pada Wanita yang Sudah menjadi Istri Dari Mantan sahabatnya itu.
Nora yang Bisa menangkap Tingkah Elang Yang Diliputi Cemburu itu menatap Pria yang Sudah Lama Dicintainya dengan Tatapan Sendu.
" Elang, kenapa kamu Masih saja Menyimpan perasaan pada Istri saudara kembarku, tak bisakah kau melihat Diriku lang, Aku selalu mencintaimu tapi kamu sama sekali tidak melihat keberadaanku dan Terus mengabaikanku. " batin Nora dengan Lirih.
" Papa Yang Salah Nak, semua salah Papa, papa yang Sudah membawa Wanita Licik itu dikehidupan keluarga kita, sehingga berhasil memporak porandakan keluarga kita, tapi sungguh Nak papa tidak tau Jika yang papa Perkosa Waktu Itu Adalah Claudia Waktu itu Papa dalam keadaan Tidak sadar. " Tutur Papa Ardan, pria paruh Baya Itu terisak Dalam sebuah Penyesalan Yang mendalam.
" Semua salah Papa Nak, mungkin Ini karma buat Papa karena dulu pernah menyakiti Almh mamamu, setelah kepergian Mamamu, papa tidak bisa Lepas dari bayang bayang mamamu, bahkan saat Papa melakukan perbuatan Bejat Itu, papa Kira itu mamamu Bukan Claudia Istrimu. --------"
Lanjut Papa Ardan Tenggorokannya seakan Tercekat Dikerongkongannanya saat Mengatakan Itu.
Nico Semakin Murka Mendengar pengakuan Dari papanya emosinya kembali memuncak.
" Asal papa tau Akibat Dari perbuatan Bejad papa, Nico yang Jadi korbannya,Nico Harus terpaksa Menikahi Claudia, meskipun Nico tau Kalau Claudia Juga menjebak Nico tapi Seharusnya papa bertindak Tegas, tidak percaya begitu saja Percaya Pada claudia yang Waktu itu Menjebak nico dan menuruti Apa kata Istri Licikmu yang Menyuruh papa untuk menikahkanku Dengan Claudia, padahal waktu Itu Usiaku masih sangat Muda untuk menanggung Perbuatan bejad Papa." Teriak Nico nafasnya kini seakan memburu oleh Luapan Emosi yang masih tetap menyelimutinya. Tiara semakin mendekap erat Tubuh Suaminya itu.
__ADS_1
"bertahun Tahun Nico menanggung Beban Nico dengan Menikahi wanita yang Sama sekali tidak Nico cintai pah, itu semua ulah papa, Dan Gara gara Ulah Bejat papa Nico harus Bertanggung Jawab Atas kehamilan Claudia Darah Daging papa. " Nico terus meluapkan Emosinya.
Papa Ardan Dan Laiinya terkejut, selama ini papa Ardan mengira kalau Nicolah yang menghamili Claudia tapi ternyata salah ternyata Dia pelakunya.
" Ja jadi Ga Gadis kecil itu.?! " Ucap papa Ardan dengan Terbata bata.
" Ya itu tandanya Cylla Anak kandung Papa, Adik kandung Nico Pah, papa PUAS.!!! "
Duaaaaaaar
bagai Petir Disiang Bolong, mengetahui Kenyataan Itu, Tubuh Ardan Seakan Lemas pria paruh baya itu Tubuhnya Terhuyung seketika dadanya terasa sakit mengetahui Kenyataan Pahit itu. untung Ada Om bastian yang Menahan Tubuhnya supaya tidak jatuh kelantai.
" Tidak mas Cylla, tetap Anak kita mas Cylla tetap Putri kita, Aku tidak mau kehilangan Cylla mas, tolong Jangan bicara seperti itu. " Ujar Tiara dengan Isak tangisnya Nico Hanya bisa Terdiam dan semakin Mengeratkan pelukannya, seakan memberi Kekuatan Pada dirinya sendiri dan juga istrinya.
" Ja jadi, Claudia Mengandung Anakku. " Lirih Papa Ardan tanpa terasa menitikan Air matanya Dia merasa Bersalah sangat bersalah bahkan dia tidak Tau hal ini sampai Claudia meninggal.
" Besok kita Lakukan Test DNA Antara papa dan Cylla Guna memastikan Kebenarannya bahwa Cylla Benar Benar Anak kandung Papa"
" Mas Cukup mas,Cylla Anak kita. "
Nico tetap tidak mendengarkan Rancauan Istrinya dan terus mendekap erat tiara.
Tanpa mereka ketahui sudah Ada Sosok Gadis Kecil yang Tengah berdiri diatas Tangga dan Menatap kearah mereka.
" Jadi Sebenarnya Cylla Anak siapa,?Anak Daddy Apa Anak Kakek.?! "
Suara itu keluar Dari Bibir Mungil Cylla yang tengah Berdiri Tidak jauh Dari mereka. sontak membuat Mereka terbelalak Akan Kehadiran sosok Gadis Kecil, yang Terlihat dengan wajah Sedihnya.
" Cylla mas. ------" Lirih Tiara
" Cylla.?! " Ujar Nico dan papa Ardan bersamaan.
Entah Apa yang Akan terjadi Setelah ini, semoga Saja Nico dan yang Lainnya mampu Memberikan Jawaban yang memuaskan Pada Cylla gadis kecil yang Baru saja Berusia 7 tahun Itu tanpa menyakiti perasaannya. kita doakan saja.
.
.
.
_ Bersambung _
Jangan Lupa Kasih Dukungannya ya buat Author supaya makin Bersemangat Nulisnya
Happy Reading.
__ADS_1