Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Salah paham


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang kerumah, Nico dan Tiara Hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Tiara terus menatap kearah jendala Mobil, sedangkan Nico terus fokus dengan Mengemudinya. Namun terlihat sekali keduanya sama sama gusar dan tak tenang mengingat Mama Sarah tadi Tergolek Lemah dan Anfal, entah bagaimana nasibnya selanjutnya.


Berungkali Nico melirik Istrinya dengan ekor matanya, sedangkan tiara tetap taj bergeming mengalihkan pandangannya menatap kaca jendela mobil.


Nico benar benar Bingung, dan merasa sudah mengingkari janjinya untuk tidak memberitahu yang sebenarnya pada mama sarah karena itu salah satu permintaan Tiara sebelum Nico berhasil menikahi istrinya tersebut.


" Ra. ------?"


Ucapan Yang keluar dari bibir suaminya tak lantas membuat Tiara bergeming dan menoleh ke arah suaminya.


Nico menghela nafasnya kasar melihat Istrinya masih saja mendiamkanya sungguh membuat dadanya sesak.


" Aku minta maaf. ----


Tiga kata yang keluar dari Nico masih tetap tak membuat tiara membalas ucapanya. terlihat Tiara tetap saja membisu sambil meletakan tangannya untuk menopang dagunnya sedangkan wajahnya dia palingkan menatap jendela mobil.


" Ra, Kamu dengar aku nggak sih.? "


Kini Nads suara Nico sedikit meninggi karena merasa geram telah diabaikan oleh tiara, padahal menurutnya dia hanya ingin membuat mantan mama mertua istrinya itu sadar bahsa sepenuhnya bukan salah tiara, tetapi apa yang dia lakukan malah membuat sikap istrinya berubah drastis dan mendiamkannya.


Lalu.


Citttttttttt Srakkkkkkkk.


Nico tiba tiba mengerem mobilnya dengan sangat mendadak dan itu membuat tubuh tiara sedikit terguncang.


Hingga kening tiara terbentur disboard mobil


Dug.


" Aduh. ----------? "pekik tiara.


Nico hanya melirik dengan ekor matanya, tanpa memperdulikan istrinya yang merintih kesakitan.


" Kenapa berhenti mendadak.? ----" Gerutu tiara


"Aku tidak suka Diabaikan.!!!!! "


jawaban Nico terkesan dingin dan tegas


" Ya kenapa tidak pelan pelan berhentinya. " kesal tiara, ----" bahaya tau.! "

__ADS_1


Nico melirik tajam kearah Tiara, sungguh dia merasa sangat kecewa sama istrinya itu, mati matian dia membelanya, malah wanita yang disampingnya itu malah membela mantan suaminya didepannya, Ditambah lagi sedari tadi mendiamkannya dan padahal dia sudah menekan egonya untuk tidak marah kepada istrinya tersebut dia sudah mengutarakan maafnya tetapi tiara malah mengabaikannya.


"Kenapa kau dari tadi Diam saja, apa kau sudah Tuli atau sudah mulai Bisu.? "


Nada bicara Nico sudah tak ramah seperti biasanya lagi, terlihat jelas kilatan marah dibalik netra hitam mata elangnya itu. membuat tiara beringsut dari dadi duduknya dan meringis karena mendapat tatapan mata tajam dari suaminya itu.


" JAWAB. Apa kau sudah mulai BISU.!!?"


" A aku mau Pulang. ------" jawab Tiara dengan nada bergetar dan terbata bata


Nico mengusap wajahnya kasar lalu melajukan kembali mobilnya, dia tidak mau terjadi sesuatu saat mengenderai mobil dengan keadaan marah, Dia berusaha menekan emosinya sebisa mungkin namun akal sehatnya sudah tertutup oleh kabut amarah sehingga dia mengemudikan mobilnya dengan diatas rata rata, menyelip satu persatu kendaraan lainya membuat Tiara merasa ketakutan setengah mati.


" Nico pelan pelan, jangan Ngebut. --" Cicit tiara namun Nico tak mengindahkannya dan terus menancapkan gas mobilnya dengan sangat kencang.


Hingga Jarak yang ditempuh dari rumah sakit ke rumahnya hanya memakan waktu 25 Menit. padahal tadi berangkat dari rumah kerumah sakit jarak tempuhnya sekitar satu jam. itu berarti nico mengendari mobilnya dengan cukup memacu adrenalin.


Dengan nafas terengah engah Tiara membuang nafas kasarnya lalu menghembuskan nafasnya dan mengelus dadanya karena merasa lega akhirnya sampai tujan dengan selamat.


Nico langsung keluar dari dalam mobilnya tanpa menunggu Tiara, dia langsung masuk kedalam rumah dan langsung menaiki anak tangga dan menuju kamarnya.


" Kenapa dia begitu marah sekali seharusnya aku yang marah padanya sudah membuat masalah dan keributan, bagaimana tadi keadaan mama sarah, semoga tidak terjadi apa apa. " batin tiara dia pun segera menyusul suaminya masuk kedalam kamarnya.


Setelah masuk kedalak kamarnya ternyata tiara tak mendapati suaminya namun samar samar terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi, mungkin suaminya sedang mandi begitu pikir tiara. Lalu dia segera meletakan tas jinjingnya diatas nakas dan melepas sepatunya, dan Menuju ruang ganti mengambil beberapa potong baju untuk ganti suaminya.


Ceklek


Terlihat Suaminya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh kekarnya dan menampilkan dada bidangnya yang atletis itu.dan rambutnya yang basah menetes di pundak kekarnya


Tiara tersenyum saat pandangan mereka bertemu dari pantulan cermin riasnya. namun Nico malah memalingkan wajahnya membuat Senyum tiara redum seketika


Nico langsung menuju di ruang ganti dan mengambil satu stel celana pendeng dan kaos oblog berwarna maroon yang tadi disiapkan oleh tiara lalu segera memakainya.


melihat suaminya berubah menjadi dingin dan terlihat marah membuat tiara merasa bersalah dan mencoba mendekati suaminya yang kini tengah menyambar Kunci mobil dan ponselnya.


" Kau mau kemana.? " tanya tiara.


" Bukan urusanmu.! "


" Tapi aku harus tau kau mau pergi kemana.? "


" Itu tidak penting, urus saja urusanmu sendiri. ----"


Jawaban Nico terdengar angkuh dan dingin lalu melangkah untuk keluar namun dengan cepat tiara menahannya saat nico akan membuka pintu.

__ADS_1


" Kau tidak boleh pergi dalam kondisi marah.?"


Nico menatap tajam istrinya..


" Terserah, dan jangan ikut campur.! "


"Tapi aku istrimu. ---"


" Oh ya,,? " Nico tersenyum mengejek dan menyunggingkan bibirnya. " Seorang istri tidak akan tega menjatuhkan harga diri suaminya didepan Pri Lain apa itu yang disebut seorang istri. hah.? " sentak Nico dengan nada sedikit pelan namun penuh penekanan.


" Aku tidak bermaksud seperti itu, tapi aku juga tidak bisa membenarkan sikapmu yang sudah sedikit keterlaluan nico. ----" Elak tiara


" Keterlaluan Katamu, aku bahkan membela mati matian supaya wanita itu tak menghinamu kamu malah balik menyalahkanku, lalu membiarkan mantan suamimu itu memukul suamimu ini, ini yang kamu bilang keterlaluan, Istri macam apa kamu.? " -----


perkataan Nico diakhir kalimat membuat hati tiara sakit, sungguh dia tidak pernah mendapati perkataan kasar Suaminya beberapa waktu setelah suaminya tau kalau dirinya gadis masa kecilnya, lalu sekarang Nico berubah kasar lagi seperti diawal pernikahan mereka sungguh membuat dada tiara semakin sesak. mengingat selama ini suaminya terus bersikap manis dan lembut padanya


" Minggir. -----" Nico menyentak tangan tiara yang tadi mencekal lengannya dengan kasar.


" Aku minta kalau aku salah tapi aku mohon kamu jangan pergi dalam keadaan emosi.! " Cicit tiara dan kini dia sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.


" Terserah, aku muak denganmu, kau selalu saja terus membela mantan suamimu yang brengsek itu, kenapa hem kau menyesal telah bercerai dengannya apa kau masih mencintainya Hah.????---"


" Bukan bukan seperti itu maksudku. -------" potong tiara cepat.


" Sudahlah Tidak ada gunanya berdebat denganmu, Karena kamu tidak pernah menghargai perasaan suamimu ini.!! "


Nico menyentak tubuh Tiara hingga sedikit terguncang kebelakang lalu segera membuka pintu dan pergi meninggalkan tiara dengan rasa bersalah.


.Maafkan aku nico maafkan aku.


.


.


semoga saja mereka sama sama bisa menyelesaikan masalah kesalahpahaman ini dengan kepala dingin dan bersikap dewasa karena sejatinya Pertengakarn dan perselisihan Didalam rumah tangga adalah sudah menjadi bumbu bumbu sebuah pernikahan didalam mengarungi mahligai rumah tangga. semoga mereka bisa saling mengintropeksi diri sendiri.


.


_bersambung. _


Hai guys hari ini aku udah Up ya, Semoga kalian suka.


jangan lupa kasih dukungannya supaya author tambah semangat nulisnya

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2