
Setelah Menuruni anak tangga ,Nico langsung membawa Tiara untuk ke ruang tengah Ruang keluar dimana untuk berkumpul satu sama lain.
Terlihat disana Ada seorang pria bertubuh tinggi dan tegap sama seperti Nico namun usianya sudah tidak muda lagi. pria itulah papa Ardan papanya Nico.
sedang di sebelahnya sudah ada wanita cantik dengan penampilan Elegant dan terlihat glamour meskipun sudah tidak muda lagi seperti papa ardan. Wanita cantik tersebut Adalah mama Yasinta, atau biasa disapa mami sinta, mama nya nico nora dan juga Aliya.
Sedang disebelahnya sudah ada dua gadis cantik yang tak lain adalah adik adik nico atau adik ipar tiara.
" Pagi , Pah. Mih. !!" sapa Nico pada kedua orang tuanya tersebut.
" Pagi Son, ayo duduk sini. " ujar Papa Ardan
Lalu Nico dan Tiara menyalami papa ardan dan mami Sinta secara bergantian.
" assalamualaikum Om tante, " sapa Tiara dengan sopan.
seketika langsung membuat papa ardan mengulas senyum pada sosok gadis cantik yang tengah menyalaminya itu.
berbeda dengan mami Sinta, sikapnya terkesan cuek dan angkuh membalas uluran Tangan dari Tiara, Lalu mengipatkan tangan kanan yang tadi dicium Oleh tiara sambil bergidik jijik dan sinis menatap menatunya itu
" Hiiiiiiiii... " ujar mami sinta dengan geli membuat papa Ardan menghela nafas panjangnya.
"Ma, Jangan Gitu ah. !" protes Ardan karena sikap keterlaluan istrinya itu.
Nico nampak mengerutkan keningnya tak suka dengan sikap maminya itu.
Lalu Papa ardan kembali menatap putra sulungnya itu dan beralih menatap menantunya secara bergantian.
" Oiya Ko, Siapa gadis cantik ini..? " tanya papa Ardan sambil mengulas senyumnya terlihat sangat ramah dan hangat
" Kenalin Pah, Mih, namanya Tiara, Dia istri Nico, Mih Pah. --" jawab Nico
" Apa..? " pekik Mama sinta kaget mendengar putra sulungnya itu, lalu beralih menatap tiara Dari atas sampai dan menelisik penampilan tiara yang cukup sederhana dikalangan konglomerat seperti keluarga Wijaya.
Tiara yang terlihat gugup dan takut lalu menundukan pandangannya kala mamj sinta menatapnya dengan sinis dan tak ada keramahan sama sekali itu.
" Pah, yang Bener dia itu menantu kita. " ujar Sinta dengan terdengar mengejek, lalu beralih menatap Putra sulungnya itu yang juga menatapnya dengan tajam. " Nico kamu yakin Menikahi gadis model beginian sebagai Istrimu.? " tanya Mami sinta dengan selidik membuat Nico sedikit geram.
" Memang apa salahnya Mih, Tiara Cantik baik lembut, dia juga wanita baik baik, dan pastinya Nico sangat mencintai tiara Mih. --" Timpal Nico dengan raut wajah penegesan.
" Nggak salah kamu bilang gadis ini cantik, lihat penampilannya saja Gak ada berkelasnya sama sekali, Beda jauh sama Sella, Cantik anggun Baik dan. ------
" Cukup Mih, Jangan Pernah membanding bandingkan Tiara dengan wanita lain ,karena Dia lebih baik dari wanita siapun yang mami bilang tadi, Tiara Istriku Dan aku sangat mencintainya. " Potong Nico dengan tegas
" Sudah sudah Mih, kamu juga seharusnya jaga sikap mami, apapun keputusan Nico kita harus menghargainya mi sebagai orang tua kita akan ikut bahagia Jika melihat anak anak kita bahagia bersama orang yang di cintai mami. --" Seruu ardan yang mengandung Nasehat pada Istrinya tersebut.
" Tapi mami gak suka pah, Lagian Nico juga salah kenapa dia tidak minta ijin dulu sama kita kalau mau menikah dengan wanita kampung dan gak jelas asal usulnya ini pah. -"
" Mami, Papa bilang Diam.!!! " Bentak ardan yang juga ikut mulai geram melihat sikap Istrinya itu.
Nico hanya menghela nafas panjangnya dan memijit pelipisnya itu. sedang Tiara sedari tadi menunduk menahan Air matanya supaya tidak jatuh sekarang. hatinya terasa sakit atas penolakan dari mami mertuanya itu.
__ADS_1
Papa Ardan mencoba mencairkan kembali suasana. Lalu kembali melanjutkan percakapannya tadi.
" Tiara.. " panggil papa ardan sembari menatap menantunya tersebut. seketika itu pula Tiara mengangkat wajahnya dan beralil menatap papa mertuanya yang tadi barusan memanggilnya
" Iya pah, " jawaban Tiara sedikit bergetar karena dia masih gugup atas penolakan mama mertuanya tersebut.
" Maafkan Ucapan mami tadi ya nak, mami kalau Belum kenal sikapnya memang seperti itu. " ujar papa ardan sambil tersenyum hangat pada menantunya tersebut.
" Iya pah, nggak apa apa. " jawab Tiara
" Huh dasar Gadis kampung,Pintar sekali caro muka.---" gumam Mami sinta namun masih bisa didengar oleh semua orang yang berada disitu.
" Betul banget Mih, Nora juga gak suka sama cewek sok polos tapi keliatan banget hatinya itu busuk. ----
Timpal tiara sedikit berbisik namun masih bisa terdengar jelas juga oleg yang Lainya.
" Mami, Nora.. Jaga ucapan kalian, Kalian bisa diam tidak.? " Sentak papa ardan dengan sudah menampilkan wajah garangnya
" Iya Pah. " Ujar Nora langsung Diam namun Mami sinta bersikap cuek saja tanpa membalas teguran dari suaminya tersebut.
" Oiya Nak, apa kamu masih kuliah, keliatannya Kamu seumuran dengan Aliya.? " tanya papa Ardan yang mengira umur Tiara sama dengan Usia putri bungsunya itu
Nico terkekeh dan tersenyum kecil Mendengar Ucapan papanya yang mengira istrinya usianya jauh lebih muda dibandingkan dirinya padahal kalau papanya tau pasti sangat syok kalau umur tiara malah lebih muda darinya dua tahun.
membuat ide jahil melintas di fikiran Nico.
" Iya Pah, Istriku memang sangatlah Muda, Dia baru saja Tamat dari Lulu SMA pah. --" timpal Nico dengan terkekeh kecil
lalu dengan cemas Tiara mencubit paha suaminya itu
" Aduh duh Sayang, kok dicubit sakit Yang. --" Pekik Nico serasa mengelus pahanya yang tadi mendapat cubitan kecil dari istrinya tersebut.
" Bener mbak, Mbak baru Lulus SMA.? " tanya Aliya dengan sedikit tak percaya. " Aku kira mbak seumuran denganku eh nggak taunya malah lebih muda dariku, ya emang sih mbak terlihat Cantik dan imut juga wajar aja baru Lulusan tamatan SM. ---
" Nggak Aliya Semua itu nggak benar, " ujar tiara lalu menatap tajam suaminya yang hanya menyeringai itu, lalu kembali fokus kemereka lagi. " Nico bohong.! "
" Maksudnya.? ".
pertanya itu Terlontar dari bibir papa ardan dan Aliya yang nampak antusias. sedangkan Mami sinta dan Nora hanya menanggipannya malas seakan tak tertarik oleh bahan obrolnan ini.
" Usia saya sebenarnya Suda Dua puluh enam tahun Pah, mih, Nora dan juga Aliya.! "
" Apa????? " pekik mereka bersamaan.
" Jadi kamu menikah sama Perawan Tua nico.?" tukas Mami Shinta tak suka.
" Gila Lo ko, Elo kok sukanya sama yang udah tuwir tuwir sih, nggak nyangka gue Selera Lo rendah banget, gak ngebayangin deh kalau sampai temen temen kita tau apalagi kalau sella tau, wah Bakal abis Lo.!? " Cicit Nora
" Wah bagus dong, berarti mbak tiara itu tandanya awet muda, Mukanya baby Face gitu kalau menurutku sih gak tua juga kali kak, " Ujar Aliya memberi pembelaan oleh Tiara dari serangan mami dan kakaknya. "malahan bagus kak nico Lebih bisa belajar tanggung jawab lagi karena punya pasangan yang dewasa iya kan Pah.? " tanya Aliya. pada papanya mencari dukungan
" Betul itu, Papa juga nggak masalah dengan masalah umur, yang penting kalian sama sama saling mengerti dan saling mencintai itu rasa udah cukup baik buat papa. " celetuk Papa ardan. membuat Senyum Nico kembali berkembang mendapat pembelaan dari Sang papa dan adik bontotnya itu.
__ADS_1
" Lagian ya Pah, daripada Umurnya masih muda tapi wajahnya boros terus keliatan tante tante, mending umurnya tua tapi wajahnya masih terlihat unyu unyu tanpa ada embel embel make up tebal, itu baru oke pah, ya seperti mbak tiara ini. Iya kan iya kan.? " Ujar Aliya sambil meledek dan terkesan menyindir Nora kakak perempuannya yang terkesan dengan wajah judesnya itu.
Nico hanya tersenyum lalu memajukan tubuhnya untuk mengacak acak rambut adiknya itu yang berada duduk didepannya dengan gemas.
" Betulkan Kan Nico, Pasti kak Nico sangat beruntung banget bisa dapetin istri kayak mbak tiara ini.! " Cicit aliya.
" Iya dong Dek, Kak Nico Cinta banget sama Istri kakak ini, dan sangat beruntung sekali mendapatkan Istri seperti tiara. " ujar Nico sambil beralih menatap istrinya dan menggenggam tangan Tiara yang sudah keringat dingin.
" Terimakasih ya Pah ,Dek Sudah mau menerima Tiara Dikeluarga ini. " tambah nico lagi.
papap Ardan hanya mengulas senyum terbaiknya. Lalu Aliya
" Sama sama kakaku tersayang. " Ujar Aliya dengan wajah senangnya.
Sialan, ini gak bisa dibiarin aku harus cepat cari tau siapa perempuan ini sebenarnya, dia sudah berhasil mempengaruhi suamiku dan juga Nico dan Aliya, jangan sampai Nora juga ikut terpengaruh oleh tampang polosnya itu, ini benar benar sangat mengancam kedudukanku, bisa gagal rencanaku buat ngejodohi Nico dan sella. gak bisa di biarin ini.
seperti itulah batin mami Shinta yang sangat terang terangan tak suka dan menolak tiara sebagai menantunya karena ternyata sudah berencanakan Nico dengan wanita pilihannya.
Sedangkan Nora menatap kesal pada kedua saudara nya dan juga papanya itu yang jelas jelas membela wanita asing yang sekararang jadi saudara iparnya itu.
semoga saja Nasib buruk tak menimpa biduk rumah tangga Tiara daan juga Nico, yang baru saja terjalin untuk melanjutkan lembaran baru pernikahan mereka.
semoga saja.
.
.
.
_ bersambung. _
NOTES.!!!!!!!
Hari ini aku udah UP yang ke-tiga kalinya ya. jadi kalau nanti nanti aku nggak bisa up lagi itu karena ada beberapa aktivitasku yang gak bisa aku tinggal.
aku juga berusaha merampungin novel novelku yang lainnya.
kalian tetap sabar ya karena aku Updatenya jarang Rutin.
Terimakasih bagi readers semua yang masih setia membaca karya novelku yang jauh dari kata sempurna, maaf author bukan penulis yang handal kaya penulis penulis yang lain. jadi harap dimaklumin ya kalau masih banyak Typo bertebaran melalang buana ditulisan author.
.
.
.
jangan Lupa kasih Like komen dan vote nya jika kalian Suka.
Terimakasih.
__ADS_1