Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Cerai


__ADS_3

Rival Masih menatap Langit Langit disudut Ruang kerjanya.


beberapa kali dia membuang nafas kasarnya mengingat penawaran sekaligus permintaan Client pentingnya itu. nafasnya memburu dengan cepat saat dia mengingat betapa hancurnya dia kala mendapat kenyataan tentang masalalu sang istri yang diam diam tengah mencuri hatinya.


Padahal niat Awal menikahi Tiara hanya untuk menutupi hubungannya dengan sang kekasih yang ditentang Oleh kedua orang tuanya. Sungguh benar benar rumit, dia Harus terjebak sendiri dengan permainannya.


Tok tok tok.....


" Masuk...." ucap Rival tanpa membuka kedua matanya


" maaf bos, Ada nyonya muda Ingin bertemu dengan bos. " Jawab damar diambang pintu.


" Suruh masuk.! "


Lalu damar menutup pintu ruang kerja bosnya dan menemui Tiara yang duduk diruang tunggu.


" Silahkan nyonya Bos sudah menunggu didalam. " ucap damar


" Terimaksih ya.! " ujar Tiara dengan sopan dan tersenyum lembut membuat semua orang akan terpana melihat senyum manisnya.


Ya Ampun cantik sekali senyumnya, apa si bos tega ya menukar istri cantiknya dengan Uang. Astaga mikir apa sih kamu dam.....


Damar menepuk jidadnya kala fikirannya membayangkan yang tidak tidak, Lalu dia kembali ke ruangannya sendiri.


sedangkan Tiara kini sudah masuk diruangan suaminya tersebut sambil membawa sebuah rantang, yang di isi oleh beberapa makanan untuk makan siang Rival.


" Assalamualaikum mas. "


" Walaikumsalam.! "


terlihat jawaban Rival yang sangat dingin tanpa menatap Tiara karena masih sibuk memejamkan matanya


" Ma maaf mas, kalau Aku kesinj ganggu pekerjaan mas, Aku cuma mau mengantarkan makan siang untuk mas saja.! " Jawab Tiara dengan sedikit gugup


Rival mulai membuka kedua matanya dan memutar kursi kebesarannya itu sehingga berhadapan langsung dengan tiara yang masih berdiri didepannya.


Rival menatap tajam Tiara dengan lekat lekat dan menembus kedua bola mata tiara yang berwarna cokleat dan bulu mata yang lentik itu. Entah apa yang sedang dia fikirkan saat ini


Tiara yang merasa ditatap Rival dengan sorot mata yang sulit diartikan itu merasa risih dan langsung menundukan kepalanya.


" Ma maaf mas, Kalau begitu aku balik pulang dulu ya.....!" Ucap tiara dengan terbata bata dan membalikan badanya untuk melangkah meninggalkan ruangan suaminya.

__ADS_1


namun Langkahnya terhenti saat terdengar Suara serak dan basah memanggilnya.


" Mutiara, Tunggu.....! "


Tiara tersentak saat mendengar sang suami memanggil nama lengkapnya tersebut, karena ini pertama kalinya Rival memanggil namanya setelah Kejadian Dua bulan yang lalu setelah insiden resepsi pernikahannya.


Tiara Lalu membalikan badannya dan kini berhadapan dengan Rival yang ternyata sudah berdiri.


" Iya mas...! "


" Saya mau bicara sama kamu, Duduklah.! " tegas Rival dengan nada bicara dingin.


Lalu dengan ragu ragu Tiara Perlahan duduk dikursi depan meja Rival sehingga kini mereka sedang duduk saling berhadapan hanya ada meja sebagai pembatas mereka.


" ma ma mau bicara tentang apa mas.? "


tanya Tiara dengan gugup


" Tentang Hubungan pernikahan kita.! "


Deg


Jantung Tiara seakan berdegub kencang saat Rival mengatakan akan membahas tentang hubungan pernikahan mereka. sungguh membuat jantungnya berdetak tak karuan.


batin tiara pun terus menyeruak lalu menerka nerka kalau Rival akan mengajak dia berdamai dan mau memulai lembaran baru lagi dengan Dirinya.


" A a apa mas sudah bisa memaafkan kesalahanku....? " Tanya Tiara dengan gugup dam menggigit bibir bawahnya. menunggu reaksi dari sang suami.


" Saya sudah bisa memaafkan kesalahanmu, Tapi.. ---


ucapan Rival menggantung diudara dan itu membuat tiara sedikit kaget.


" Tapi Apa mas..? " tanya Tiara dengan rasa khawatir.


Rival menarik nafas panjangnya dalam dalam


Lalu.


" Maaf, Saya Nggak bisa lagi mempertahankan Lagi pernikahan kita, dan saya Harap kamu mau menerima satu permintaan dariku....! "


" Ma maksud mas Apa..? " Cicit Tiara dengan Mata yang sudah berkaca kaca.

__ADS_1


" Aku mau kita Cerai dan menikah dengan client bisnisku...! " Tegas Rival dengan wajah datar namun terlihat frustasi itu.


" Apa..??????? " Cerai..? " Teriak Tiara dan tak dapat lagi membendung Air matanya


" Ya. kita Cerai Dan kamu harus menikah dengan Nico Cornelius seorang pengusaha muda yang kini menjadi rekan bisnisku.! " Tegas Rival dan sorot mata tajamnya.


Sontak membuat Tiara berdiri dari tempat duduknya.


" Aku tidak mau mas... " Sentak Tiara dengan raut wajah penuh kekecewaan.


" HARUS MAU...!! "


" Kalau kamu mau menceraikanku silahkan tapi maaf Aku BUKAN BARANG mas yang dengan seenaknya bisa kamu tukar dengan uang. Aku ini ISTRIMU mas Istri... ----


plakkkkkk


Ucapan Tiara terpotong saat tangan Kekar Rival mendarat di pipi kanannya membuat pipi kanannya merah seketika saat Rival dengan reflek menampar Tiara.


Tiara menatap mata Rival dengan tatapan sendu dan penuh kekecewaan Air matanya sudah mengalir terus dikedua pipinya sambil dia memegang pipi kanannya itu.


" Tiara. ma maafkan aku..! " Lirih Rival setelah menampar Tiara dan terlihat penuh dengan penyesalan.


" Aku Benci kamu mas sangat MEMBENCIMU.....!!!! " ucap Tiara dengan penuh penekanan dan terdengar sangat Lirih.


Lalu tiara pergi meninggalkan ruangan Rival dengan posisi Rival yang masih berdiri mematung melihat punggung tiara yang mulai perlahan hilang dari Pandangannya.


" Bodoh bodoh bodoh.. Aku benar benar Bodoh..! " Umpat Rival dengan menjambak rambutnya terlihat sangat frustasi.


"kenapa aku jadi Lemah seperti ini melihat dia menangis seperti tadi, Apa aku sudah benar benar jatuh cinta dengannya. " batin Rival.


" Arghhhhhhhh....!! "


Pranggg.....


Brakkkkk.....


Rival membanting semua benda yang ada didepannya dia benar benar sangat frustasi menghadapi masalah ini..


mungkinkah ini sebuah balasan Ataukan teguran untuk dirinya lebih memperbaiki dirinya lagi.....


.

__ADS_1


.


_ bersambung___


__ADS_2