Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Apa Aku Bisa Kuat Dan Tetap Bertahan


__ADS_3

" Nak Apa Kamu Baik baik saja.?! "


Pertanyaan itu lolos dari bibir sang kakek saat Melihat Wanita hamil yang kini Didepannya tengah Rapuh, Entah kenapa Kakek Sigit merasa Tidak tega melihat Tiara bersedih seperti itu namun dia juga tidak punya pilihan Lain Jika harus membuat Cucunya seperti dulu Lagi.


Tiara Yang masih terdian dan merasa Dadanya yang masih begitu sakit itu tidak merespon Pertanyaan sang kakek, bahkan Airmatanya terus saja Lolos diringi oleh Rasa Sakit Hatinya yang terus menghujam tepat Didadanya.


" Nak, Apa kamu merasa baik baik saja, Apa kakek perlu Antar kamu ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanmu.?! " kakek sigit terus memborbardir pertanyaan pada tiara yang masih saja tidak bergeming.


" Baiklah mungkin kamu butuh waktu istrirahat, sekarang Kamu Kakek Antar kekamar mu ya. " Ujar sang kakek lalu mengantarkan Tiara masuk kedalam Kamarnya. .


Ya tiara terlihat pasrah dan mau tidak mau Dia menerima kakek sigit Mengantarkannya masuk kedalaam kamarnya. setelah memastikan Tiara masuk kedalam kamarnya lalu kakek sigit bergegas keluar dari rumah, rencananya hari ini dia Akan bertandang kerumah Putranya untuk menyelesaikan masalah Cucunya.


Dia menitip Pesan pada pembantunya untuk menyiapkan Semua kebutuhan Ketiga orang yang kini menghuni Rumahnya, karena Hari ini mungkin Dia Akan pulang ke rumah sedikit terlambat.


setelah semuanya Beres Kakek sigit pun Langsung masuk kedalam mobilnya dan menyetir sendiri melesatkan kendaraannya pergi dari Rumahnya.


.


.


.


Didalam Kamarnya Tiara masih berfikir keras Menerima Apa yang sedang Terjadi Menimpa suaminya kenapa suaminya menjadi berubah seperti dan sangat Asing, bahkan Dengan Entengnya Suaminya Tidak mengakuinya sebagai istri dan mengatakan tidak Mengingat dirinys dan Juga tidak mengenalnya apa maksud Dari semua ini.


" Apa mungkin Mas Nico Hilang Ingatan. " Tiba tiba Stimulus Otak tiara bisa Bekerja begitu Cepat Untuk menangkap kejadian yang Menimpa Suaminya itu.


" Ya Allah kalau memang Mas Nico hilang Ingatan, Maka seharusnya berusaha Membuatnya kembali mengingatku dan berusaha Menyadarkannya bahwa Aku ini istrinya. " Rancau tiara dengan Mengepalkan Erat tangannya sambil berjalan mondar mandir mencari jalan terbaik untuk keluar dari Masalah ini.


" Aku tidak boleh Diam, aku harus cari Cara untuk membawa mas Nico keluar dari Rumah Ini dan membawanya pergi dari wanita itu. "


Lalu tak lama kemudian Ditertidur Di tempat tidurnya Setelah seharian Penuh lelah memikirkan Hal itu, sampai sampai dia mengabaikan Rasa Lapar yang sedari tadi menggorotinya.


Hingga tidak Sadar Ternyata waktu sudah menunjukan pukul 02.00 Siang.


Gilang Dan Emira sudah Berada Di meja makan Untuk makan siang.


" Bik Sum, bisa Tolong Panggilkan Wanita itu untuk ikut keluar dari kamarnya dan makan siang bersama kami.?! " Seru Gilang pada Bi sum pembantu rumah disini


" Baik Tuan biar bibi panggilkan. " Jawab bi sum dan langsung pergi menuju kamar tiara.


" Gilang apa apaan sih kamu, kenapa kamu malah meminta wanita itu untuk makan siang bersama kita, dan kamu juga masih belum mengusirnya. " Ujar Emira dengan sedikit geram.


" Sayang kamu jangan Seperti itu, kasihan Dia Dia lagi Hamil emira, bagaimana kalau nanti terjadi apa apa pada Dia. " Seru Gilang.


" Bodo, Aku tidak peduli mau dia mati karena kelaparan Aku tidak peduli, yang jelas aku hanya mau wanita itu segera enyah dari rumah ini. " Suara emira begitu tegas dan menatap tajam pads gilang.


Gilang Hanya bisa menghela nafas kasarnya.


Lalu tak lama kemudian Tiara sudah datang menghampiri mereka.


Gilang yang melihat kehadiran tiara pun langsung mempersilahkan Tiara untuk duduk dan gabung bersams mereka.


" Ayo mbak silahkan Duduk kita makan siang bersama. " Ujar Gilang.


Perlahan Tiara mendaratkan bokongnya untuk duduk disalah satu Kursi yang berada Didepan suaminya itu yang Hanya Dibatasi meja makan. Namun Tiara tetap fokus dan Menatap Lamat lamat Kedua netra pria yang kini Sedang Duduk didepannya dan duduk bersebelahan Dengan wanita lain. Rasanya ingin sekali Tiara berteriak sekencang kencangnya meluapkan Rasa sakit dihatinya, namun sebisa Mungkin dia menahannya Supaya Bisa membawa suaminya untuk pulang kembali bersama.

__ADS_1


" Sini sayang Biar aku Suapin, Selama kamu masih sakit Kemarin Aku kan selalu suapin kamu, bahkan Aku juga yang mengurus dan merawatmu. " Seru Emira meraih piring yang sudah berisi makanan lalu Mengambil sendok makan yang sudah berisi makanan itu dan Dia sodorkan tepat dimulut gilang.


" ayo aaak sayang. " Emira sengaja memanas manasi Tiara yang kini sedang Duduk Didepan Mereka.


Walau awalnya Gilang nampak Ragu untuk meneriama suapan dari tangan Emira, namun dia terpaksa Mengulas senyum tipisnya tatkala Mendapat delikan mata tajam dari emira lalu menerima suapan Dari emira.


sambil sesekali melihat tiara yang masih tertegun didepannya melihat kemesraannya dengan Emira.


Lidah Tiara seakan kelu melihat pemandangan Didepannya yang Sangat menyakitkan, ingin sekali dia memuntahkan semua makanannya namun dia tidak boleh egois Ada calon bayi yang tengah dia kandung memerlukan Gizi.Dengan Susah payah dia menelan Makanan itu Kedalam kerongkongannya. sambil terus menatap suaminya yang tengah Bermesraan sedang Suap suapan makanan didepannya.


" Oiya Siapa nama kamu tadi saya Lupa.?! " Ujar Mira dengan senyum sarkasnya.


" Tiara. " Ucap Tiara singkat padat dan Jelas.


" Oh iya tiara, setelah Makan siang Kamu bisa kan Pergi dari rumah ini, saya tidak mau kamu lama lama numpang dirumah kakek saya. " ucap Mira dengan ketus


" Sayang jangan seperti itu. ------" Tutur Gilang dan langsung Membuat Hati tiara mencelos saat mendengar suaminya memanggil sayang pada wanita lain.


" Sayang Aku hanya tidak ingin wanita ini Mengganggu Kenyamanan kita saja.!"


" Iya tapi sayang kasian Dia, mungkin Nanti kita bisa suruh Untuk Menghubungi keluarganya dulu untuk menjemputnya. " Ujar Gilang sambil melirik kearah Tiara yang sudah mendaratkan Air matanya dipipi dan berulang kali Tiara menyerka nya.


" Pokoknya Aku nggak mau tau, kamu Harus usir Wanita ini dari sini, atau aku tidak akan memaafkanmu gilang.! "


Dengan Cepat Emira bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi menuju kamarnya.


" Emm tiara, aku tinggal dulu sebentar ya, kamu bisa Lanjutkan lagi makanmu. "


tanpa mendapat Anggukan kepala Gilang langsung mengejar Emira yang masuk kedalam kamarnya.


dia kembali memejamkan kedua matanya dan meloloskan kembali air matanya.


"Ya Allah kuatkan Hamba kuatkan hamba, tolong bantu mama ya dek. " batin tiara sambil mengelus ngelus perutnya.


.


.


Hari sudah sangat Larut malam namun Tiara masih tetap tidak bisa memejamkan kedua matanya, Dia masih memikirkan Apa yang sedang dilakukan suaminya pada wanita itu didalam kamar wanita itu, meski sempat berpapasan saat dia tadi habis mandi di kamar mandi Utama karena memang kamar tamu Tidak ada kamar mandinys jadi dia terpaksa Mandi dikamar mandi utama.


dan dia juga tengah berpapasan Dengan suaminya masuk kembali kekamar wanita itu.


Hatinya kini sedang gelisah, berulang kali Tapi tubuhnya membolak balik tidur miring untuk memposisikan tubuhnya supaya nyaman, namun tetap matanya ini tidak bisa diajak kompromi Dan masih tetap terjaga. hingga dia memutuskan untuk pergi keluar dari kamarnya untuk mengambil minum didapur.


Namun langkahnya terhenti saat melintasi kamar Emira yang letak nya tepat Didepan kamarnya itu.


sayup sayup dia mendengar suara wanita sedang Mengerang dan Mendesah dibalik kamar itu.


dengan Langkah Kaki yang sedikit tertatih tatih dan Gugup tiara Melangkahkan Kakinya Untuk mendekat kearah kamar tersebut.


emhhhh hmmmmhh haaahhh


sayup sayup suara erangan dan desahan itu semakin jelas Ditelinga tiara, dengan Modal Nekat dan Hati yang Sudah Dimantapkan Akhirnya Tiara Membuka pintu kamar tersebut yang memang kebetulan tidak terkunci


Ceklek.

__ADS_1


Lalu


Duaaaarrrrrr


Kedua mata tiara terbelalak saat melihat Tubuh polos Suaminya sedang menindih Wanita lain Ditempat Tidur yang tak lain adalah Emira terlihat Gilang sedang bercinta dengan Emira.


Tubuh Tiara seakan gemetar saat melihat Gilang masih memompa Maju mundur Inti milik Emira sambil menatap dirinya yang kini tengah berdiri diambang Pintu. kedua mata mereka saling terkunci saat Gilang tanpa sengaja Menatapnys dengan Wajah Gusarnya.


" Astagfirullahalazim Ya Allah. " Pekik tiara sambil menekan dadanya yang Teras sakit luar biasa melihat suaminya yang masih tengah Bercinta dengan wanita lain.


" Tiaraaaaa. ----" Desah Gilang Disela sela bercintanya, lalu dengan Cepat Gilang menghentikan permainan panasnya Dia langsung Menarik tubuhnya dan langsung memakai celana pendeknya dan langsung mengejar Tiara yang Sudah Lari meninggalkan Kamar tersebut.


lalu dengan Cepat Gilang merengkuh Tubuh Tiara Dari Belakang dan memeluknya Erat. entah kenapa Rasa bersalah begitu menyeruak begitu saja didalam hati gilang saat melihat Tiara tengah menangis dan berlari meninggalkannya saat melihatnya sedang bercinta dengan kekasihnya meskipun Dia belum mengingat tiara namun kenala dia merasa tidak rela jika harus melihat Tiara salah paham dengannya.


Greppp


Kini Gilang telah berhasil menghentikan tubuh tiara yang sudah Berada diambang pintu dengan Dirinya yang masih bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendeknya


" Lepasin aku mas kamu benar benar sudah kelewatan.! "sentak tiara disela sela isak tangisnya dan berusaha melepaskan rengkuhan dari gilang


" Tidak tiara tolong kamu jangan pergi. "


Gilang masih tetap memeluk tubuh Tiara dari belakang.


" apa aku masih bisa kuat dan bertahan mas Setelah melihatmu bercinta dengan wanita lain didepan mata kepalaku sendiri. " Ujar Tiara dengan suara lirihnya namun terdengar penuh dengan Penakanan dan sangat dalam sehingga mampu menghujam Jantung Gilang.


" Tolong Bantu Aku mengingat semuanya mutiara. ------" Lirih Gilang


keduanya sama sama menangisi Apa yang sedang terjadi saat ini. Dad tiara seakan engap hatinya seakan ditusuk oleh ribuan belati yang mencabik cabik hatinya.


" Tolong lepaskan Tangan kotormu ini mas.!"


.


.


_ bersambung. _


Hayo hayo silahkan kasih kritik dan sarannya ya, Author dengan senang Hati menerima kritikan kalian.


Tapi please Tolong hargai Tulisan Author Ya supaya Author lebih semangat Lanjutin Nulisnya.


dan terimakasih juga buart para readers yang masih setia mau membaca cerita Author. Tapi jika sudah bosan Dengan jalan cerita author author tidak memaksa Buat lanjutin baca cerita author kok. karena ini memang Alur Author Yang Author pilih.


Karena Author tidak kepingin jalan cerita author Monoton dan begitu saja saja, karena ini memang Konflik terberat Yang author Pilih untuk menguji Keutuhan mahligai rumah Tangga Mutiara dan Nico sebelum Akhirnya mereka Mendapat kebahagiaan mereka masing masing entah itu dengan jalan saling Mempertahankan Atau saling melepaskan.


Semoga syuka ya.


Jangan Jahat ya Kalau Ngehujat Author nanti Author bisa nangis bombai kalau Terlalu sadis ngehujatnya. 😂😂😂😂


.


.


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2