
Kedua Mata Nico Masih Terbelalak ketika Sella Tubuhnya telah Tumbang Dan Tersungkur Di Tanah
Nico Langsung Mengalihkan Pandanganya Pada Siapa Yang Telah Menancapkan Timah panas pada Punggung milik Wanita Sexy Itu.
" Kau. --------" Pekik Nico saat mengetahui Siapa pemilik Timah panas tersebut.
" Apa Anda Baik baik saja Tuan Nico.? "
Suara keluar Dari Bibir Seorang Pria berwajah Oriental dan Memiliki Jambang Dan Perawakan yang Tak kalah Tingginya dengan Nico.
Nico masih Tercengang Saat mengetahui pria yang Kini Sudah Ada didepannya.
Tak lama kemudian Sejumlah Polisi pun datang tak lupa Juga Aliya pun Sudah Ikut Dibelakang Menghampiri Nico.
" Maaf pak polisi Saya Tadi terpaksa melumpuhkan wanita Itu, karena Akan Menyerang Tuan Tersebut. " Ucap Pria tersebut.
" Baik, kasus Ini Akan kami tindak Lanjutin tapi Kami Akan Tetap meminta Anda keterangan Dikantor guna untuk Penyelidikan."
" Siap Pak, saya bersedia. "
" Cepat panggil Ambulance dan Bawa pemuda tersebut. "
" Siap komandan. "
Lalu Tak Lama ambulance pun tiba dan Langsung Mengangkat Tubuh Sella yang Sudah bersimbah darah Dan membawanya ke rumah sakit, sedangkan Sandy Pria yang Tadi dipukuli oleh Nico kini Sudah Diamankan oleh pertugas keamanan dan membawanya pergi.
Tinggal menyisakan Arya Aliya Nico tiara dan Juga Pria yang Tadi menolongnya.
" Terimakasih Atas pertolongannya. "
Pria itu pun menganggukan kepalanya dan tersenyum." Itu sudah Menjadi kewajiban saya membantu Anda Tuan Nico, Lagia kita sekarang Ini Adalah Patner Kerja, jadi saya juga punya kewajiban Menolong Anda yang Sedang Dalam Bahaya. "
" Terimaksih Sekali Lagi Tuan SAMMY, Semoga Tidak Ada Hal yang Tidak diingankan Terjadi kedepannya. " Ucap Nico Dengan Wajah sedikit Dingin
Ya Ternyata pria yang Sudah Menolong Nico Adalah Sammy Pria yang Kini sedang Menjalin Kerja Sama Antar perusahaannya. Sekaligus Orang Yang Masih Tetap Dicurigai Oleh Nico, karena Nico Tau Sammy Adalah Pria yang Sudah Mengambil Kehormatan Istrinya dulu sekaligus mantan Kekasih Istrinya Dia sendiri Terpaksa Bekerja Sama Dengan Sammy Namun Dia berjanji Akan Memutus kerja sama tersebut Jika Proyek Yang Kini Ditanganinya Bersama perusahaan Sammy Selesai.
" Kakak, Sepertinya Kak Tiara tidak sedang Baik baik saja. " Ucap Aliya sambil menggendong Baby Vier
" Iya Tuan sebaiknya Kita segera membawa Nona Tiara kerumah sakit. " Timpal Arya
" Ayo cepat Bantu Aku. Kita harus Membawa Tiara ke rumah sakit. " Seru Nico sambil mengangkat Tubuh Tiara kedalam gendongannnya dan Berjalan Keluar Dari Tempat Itu Diikuti Oleh Aliya dan Juga Arya.
Sedangkan Sammy Masih Tidak Bergeming Dari Tempatnyaa, tampaknya Ada Sesuatu Yang Dia Pikirkan, Seulas Garis Senyumnya Tertarik keatas,Dan Akhirnya Mengikuti Nico bersama Yang Lainya keluar Dari Tempat itu
****
Nico Masih Mengelus Surai Panjang Milik Tiara saat Sang pemiliknya Kini Sudah Terlelap Di Tempat Tidurnya. Setelah Kejadian Yang Tidak mengenakan Tadi Nico Membawa Pulang Ke rumahnya dan memanggil Dokter Pribadinya.
Setelah Diperiksa Dokter Memberikan Obat Penenang,Dokter Menyatakan Kalau Tiara Kali ini mengalami Shock Berat, Jadi Butuh Waktu Istirahat Yang Cukup.
Baby Vier Kini Ditemani Aliya dan Juga tante Diana karena memang tants Diana Diberitahu Oleh Arya Tentang Kondisi Tiara saat ini. jadi tante Diana memutuskan Untuk menginap malam Ini. untuk mengurus Baby Vier Sementara Waktu
" Sayang, maafkan Aku. " Nico Masih dengan Posisi Duduk Didepan Tepi Ranjang Tempat tidurnya sambil menggenggam Erat Tangan Tiara yang Kini masih Memejamkan mata karena Efek pengaruh Obat penenang Yang Diberikan Dokter Tadi.
__ADS_1
Nico Merasa sangat Bersalah Karena Sudah Mengajak Istrinya untuk Menghadari Acara Reuni Laknat Itu. Dia Tidak mengira kalau Bakal Terjadi Seperti ini
Drrrtttt Drttttt Drrrt
Suara ponsel Nico Bergetar dan menampilkan Nama Arya
( Hallo Tuan.! "
" Apa kau Sudah Mencari tau tentang Siapa Otak Dibalik Acara Reuni Sialan itu. ?"
Tanpa Basa basi Nico langsung Menanyakan Tujuan Awal Nico memerintahkan Asisten Pribadinya untuk menyelidiki Acara Reuni Tersebut.
( Sudah Bos, Nona sella Dibalik Acara Reuni Tersebut.)
Tangan Nico langsung Mengepal Erat Saat Tau Siapa Otak Dibalik Semua.
" Setelah Wanita Licik Itu sadar, pastikan Dia membusuk Dipenjara dan Juga Semua Teman temannya jangan Sampai Ada yang Tersisa Seekorpun.! " Ujar Nico Dengan Tegas Dan Dingin.
Tut Tut Tut.
Tanpa menunggu Balasan Dari Arya, Nico langsung Mematikan Sambungan Teleponnya.
Tatapannya kini Sangat Tajam, emosinya kembali Memuncak kala mengetahui Siapa Dalang dibalik Semuanya.
" Akan Ku pastikan Kau merasakan Sakit Yang Lebih Dalam sella, berani Sekali Kau Menyakiti Istriku Dan juga menjebakku,Kali Ini kesabaranku Sudah Habis, aku Akan buat Perhitungan, tunggu saja." Ucap Nico Menyeringai Licik.
*******
Kini Nico bersama Arya Sedang Menuju Ruang Inap Sella, setelah mendapatkan Informasi Kalau Wanita cantik Itu sadar Nico Langsung Memutuskan Untuk menemui Wanita Yang kemarin Menjebaknya.
Namun Langkah mereka berdua saat Tak Sengaja Melihat Sosok Laki laki yang Tak Asing Keluar Dari Ruangan Sella.
Arya Akan Mengejar Sosok laki Laki yang Berpakaian Jaket Hodie warna hitam dan Memakai Masker Juga topi. Namun Nico Menahannya
" Jangan Dikejar.! "
" Kenapa Tuan, Bukan kah Pria tadi Sangat Mencurigakan. ?" Tanya Arya saat Langkah kakinya tertahan karena Nico melarangnya Untuk mengejar Sosok laki laki tadi.
" Kita Selesaikan Dulu Urusan Kita dengan Wanita licik Itu, aku Sudah tidak Sabar membuat Perhitungan Dengan Wanita Licik itu. " Lalu Nico langsung Masuk kedalam Ruangan Sella. dan Arya pun mengekorinya dari belakang.
.
.
.
" Untuk Apa kau datang Kemari.? " seru Wanita cantik yang Kini masih Lemah Diatas Brankar Rumah sakit Dan Wajahnya kini nampak Pucat Disertai Beberapa Selang Infus di telapak tangannya.
" Kau pasti Tau maksud kedatanganku
bukan.?" tanya Nico.
Sella mengulas Senyum setipis Mungkin.
__ADS_1
" Aku tau, kau pasti datang ke sini karena Ingin segera menjebloskan ku kedalam penjara bukan.? "
" Tentu saja, Tapi Sebelumnya Aku akan memberi perhitungan dulu kepadamu wanita licik. " Ujar Nico dengan Nada penuh Tekanan karena Sudah Diselemuti Hawa panas karena sudah Terpancing Emosi.
Hahahahaha
Wanita Cantik itu malah Tertawa Terbahak bahak Seolah Tawa itu Itu penuh Ejekan, membuat Nico semakin Erat mengepalkan tangannya, sedangkan Kening Arya berkerut Seketika saat Mendapati Wanita Bernama sella itu malah tertawa mengejek.
" Diam. " Geram Nico sambil menatap Sella dengan tatapan penuh kebencian
" Kalau Ingin Segera Memasukan ku Di dalam penjara silahkan Nico, tapi Akan Aku pastikan, kau akan Menyesal Suatu Saat Nanti, karena Kau telah Telah Salah Orang." Ujar Sella dengan Bibir tersungging Seakan penuh dengan kelicikan.
Nico memicingkan Kedua matanya, menatap sella Dengan penuh Curiga.
" Apa maksudMu Sella.? "
Sella tak mengindahkan Perkataan Nico dia beralih Menatap Arya. " Arya Cepat Panggil Polisi Untuk menangkapku Juga saat Ini, Aku Sudah Ingin Menemani Kawan kawanku Disana. "
Nico dan Arya Saling melempar pandangan Seakan Tidak mengerti Jalan Fikiran Sella, kenapa Dia malah Sekarang Kekeuh Ingin Segera Di masukan Di balik jeruji Besi.
" Apa maksud Sella, Sepertinya Ada Yang Dia sembunyikan, Aku Harus waspada, dan tidak boleh Lengah oleh wanita Licik Ini, tidak akan kubiarkan Dia mempermainkanku lagi. " Batin Nico
" Arya. "
" Ya Tuan.?!"
" Cepat Kau kabulkan Permintaan Wanita Licik ini, dan pastikan Dia bakal membusuk Dipenjara. " Ucap Nico dengan tegas dan penuh penekanan Di Akhir kalimatnya.
" Baik Tuan.! "
Setelah Itu Nico Berjalan Duluan Pergi Dari Ruangan sella, tanpa sepatah katapun. Disusul Dengan Arya yang Mengekorinya Dari belakang.
" Apa Tuan Muda Tidak merasa Curiga Dengan Nona sella.? " Tanya Arya Saat Sudah Berada Dibalik Kursi kemudi.
NiCo Melirik Kearah Arya Dibalik Kursi penumpang.
" Menurutmu Apa yang Seharusnya Apa yang kita Lakukan.? " tanyanya dengan Angkuh
" Saya Curiga Dengan Pria yang Tadi Keluar Dari Ruangan Nona Sella tadi Tuan. "
" Ya benar Katamu, Aku Juga Merasakan ada yang Ganjil Sama Wanita Licik Itu dengan Sosok Pria tadi. "
" Arya. " Lanjutnya Lagi
" Ya tuan. ?!"
" Segera Kau selidiki Tentang Sella dan Teman Temannya, Aku tidak Mau mereka membahayakan Nyawa Istriku Dan Juga Putraku. "
" Siap Tuan. " Seru Arya lalu menambah kecepatan Mobilnya untuk segera Menuju Kekantor.
.
.
__ADS_1
.
_ Bersambung. _