Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Ektra Part 9


__ADS_3

Kini usia Kehamilan Tiara Sudah memasuki Trimester Akhir tiga atau Trimester Akhir, atau dalam Jangka kurang lebiihnya satu bulan Lagi dia akan melahirkan Karena Usia kandunganya kini sudah menginjak Delapan Bulan lebih tentu, Semakin membatasi aktivitasnya untuk bergerak karena Perutnya yang sudah semakin membunciit itu, hal itu membuat Nico semakin Ekstra ketat menjaga sang istri.


Sedangkan Di sisi lain Nampak seorang Pria yang Sudah berpakaian Rapi, sedang Membenahi beberapa berkas miliknya, pria tersebut tak lain Adalah Rival jordiansyah.


Ya semenjak terakhir pertemuannya dengan Nico dan Tiara akhirnya Rival mendatangi Kantor milik Nico dan melamar kerja disana sebagai Menager Keuangan Di perusahaan Nico. dan satu Divisi dengan Aliya adik bungsu Nico dan menjabat Sekretaris Dari Rival, atas Perintah Nico.


" Aliya.? " Suara Rival masih Mrnggema begitu saja saat memanggil sekretaris pribadinya yang tak lain Adalah Aliya adik Nico


Namun Lagi lagi Gadis canti Berusia Dua puluh tujuh Tahun itu hanya terdiam dan bergeming dari Lamunannya.


Rival mencoba mendongakan wajahnya untuk melihat keberadaan sosok gadis tersebut masih disana atau Sudah pergi dan ternyata aliya pun masih tetap berdiri mematung didepannya. Dahi Rival Langsung berkerut saat mendapati Aliya yanh ternyata sedari tadi Tidak fokus.


Ya pria berusia Tiga puluh tiga tahun itu memang kini sangat Terlihat tampan karena sebelum melamar kerja disini, dia lebih dulu memperbaiki penampilannya, apalagi Nico Juga memberi Dukungan penuh pada rival untuk memperbaiki penampilnnya, tepat sehari sebelum Masuk kerja Nico sendiri yang langsung mengajak Rival kesalon dan membelikan beberapa baju dan kebutuhan lainya seperti Kemeja sepatu Jas Dasy dan lain lain, tentu semua itu mendapat dukungan Penuh Dari Sang istri, meski awalnya Tiara Nampak canggung dan Risih ketika Nico meminta LangsungTiara untuk ikut membantu Rival untuk Mengubah penampilannya. dan Kini Rival sudah seperti Dulu Tampan Wibawa dan Tubuh tegap yang Proposional Membuat Semua Wanita siapa saja iku mengagumi sosok Rival jordiansyah.


Bahkan Saat Nico dan Rival Berjalan Beriringan Seperti layaknya Adik dan Kakak karena terlihat Akran dan Wajah mereka juga sekilas hampir mirip karena mempunyai Wajah yang sama sama tampan dan Tinggi yang sama, Membuat Semua karyawan karyawan disana mendapat angin segar saat melihat dua sosok atasan dan bawahan yang sama sama tampan. hingga banyak Para wanita yang jatuh hati pada sosok dua Pria yang Sudah Punya anak itu, tak terkecuali Sosok gadis cantik bernama Aliya adik bungsu Nico yang Diam diam mengagumi Akan Peringai Rival yang terkesan Dewasa Ramah dan Juga Tampan itu.


" Aliya. ." Rival mengulang katanya lagi untuk membuat Aliya terbuyar dari lamunannya


" I iya pak kenapa.? " Tanya Aliya dengan Gugup dia merasa Malu karena Mendapat tatapan Intens dari Duda satu anak ini.


" Kamu baik baik saja kan.? kamu sakit.? " Tanya Rival dengan Lembut


" Ma maaf pak tadi says kurang fokus.! " Terlihat aliya menggigit bibir bawahnya Erat erat karena malu Menyadari dirinya tadi tidak fokus.


" Oh ya nggak Apa apa, kalau kamu sakit kamu bisa ijin pulang cepat Al, Nanti biar Aku yang bilang sama pak Nico kalau kamu Ijin pulang Cepat karena lagi tidak enak badan. " Ya Di lingkungan Kantor Rival akan bersikap formal pada Nico layaknya Seorang Atasan pada Bawahanya selaiin diluar pekerjaan mereka akan menjadi teman kembali, seperti Arya dan juga Elang.


" Tidak perlu pak, saya baik baik saja, tadi bapak Panggip saya ada apa ya pak.? " Tanya Aliya dengan sedikit kikuk dan menolak halua niat baik pria yang kini jadi Atasanya itu


Rival pun Mengulas senyum manisnya membuat degub jantung Aliya berdetak tak karuan, entah perasaan apa ini, mungkinkah Dia sudah bisa move on dari cinta pertamanya yaitu Arya yang sekarang menjadi suami kakaknya tepatnya lagi menjadi Kakak iparnya


Astaga, senyumnya manis banget ya, duh kenapa pikiranku jadi ngelantur gini sih, terus tadi dia Panggil aku Al, kenapa aku seneng banget ya dia panggil namaku dengan nama singkat itu, padahal kan itu terkesan biasa biasa saja, semua kakak kakakku juga memanggilku Al saja tapi kenapa aku merasa beda ya saat mendengarnya keluar dari bibirnya.


dan sudah dipastikan Kini Aliya terdiam lagi dan melamun.


Membuat Rival menatap Aliya dengan tatapan Aneh dan heran kenapa Gadis ini Bisa bersikap aneh seperti ini dan sangat tidak jelas sama sekali tingkahnya dipagi ini


" Al, Aliya kamu beneran tidak apa apa.? " Tanya rival memastikan ulang


Hingga membuat Aliya gelanggapan dan tersadar Dari Lamunannya lagi.


Bodoh bodoh gue jadi keki gini sih dihadapan dia.


Aliya terus mengumpat dirinya sendiri didalam hatinya.


" Iya pak maaf kenapa.? " Ujarnya dengan Tersenyum kikuk. membuar Rival terkekeh pelan


" Kamu kenapa sih Al, dari tadi Bengong terus diajal bicara juga nggak nyambung, Ada yang mengganggu fikiranmu hari ini hm.? " Tanya Rival sambil meletakan kedua tanganya untuk menopang dagunya dan menatap Luruh pada Aliya yang Wajahnya kini sudah merah karena malu seperti kepeting rebus


" Nggak pak maaf, saya kurang Fokus, sekali lagi Saya minta maaf pak. " Cicitnya pelan


" Lain kali, jangan kebanyakan melamun Al, nggak baik buat seorang Gadis, " Ujar Rival dengan diiringi Senyuman manisnya membuat Hati Aliya semakin meleleh seperti Air es yang.mencair

__ADS_1


Duh Pak Rival nggak senyum Senyum gitu sih, bikin Jantungku tidak karuan gini tauk.


Lalu Rival pun menyodorkan Berkas berkas pada aliya. " Tolong kamu Antarkan berkas bekas ini pada pak Arya ya, karena harus segera Ditanda tangani Oleh Pak Nico. "


" Ba baik pak.! " Cicit Aliya sambil menerima Berkas tersebut dan masih juga belum beranjak dari sana membuat Rival tersenyum Tipis kepadanya


" Aliya. "


" Iya pak.! "


" Sudah, kamu sekarang Bisa Segera antar Berkas Itu pada Pak Arya ya. " Titah Rival yang tanpa sadar untuk menyuruh Aliya Keluar dari ruangannya


" Baik pak kalau begitu saya permisi dulu. " pamit Aliya sambil menundukan Kepalanya menyembunyikan Wajahnya yang Sudah malu itu


" Iya. " Jawab Rival


Dug


" Aukhh. " Pekik Aliya saat Tanpa sadar Keningnya terbentur oleh pintu Ruangan yang masih tertutup didepanya, karena Aliya jalan sambil menunduk dan tidak menyadari jika sudah dekat dengan pintu ruangan Tersebut


Rival pun langsung berdiri dari kursinya dan menghampiri Aliya yang sedang mengelus elus keningnya karena kejedot pintu tersebut


" Aliya kamu tidak apa apa.? " Tanya Rival sambil mencoba melihat kening Aliya yang sedikit membenjol karena benturan dengan pintu tadi, sehingga reflek Aliya menutupi Keningnya dengan poni rambutnya supaya rival tidak. melihatnya


" Nggak apa apa pak, saya permisi dulu " Dengan langkah Cepat Aliya langsung Beranjak keluar dari ruangan Rival dengan wajah gugup membuar Rival tersenyum dan menggelengkan kepalanya


" Dasar Gadis Aneh. . " Gumam Rival diiringi Seulas senyum nya. " Tapi Lucu sih cantik juga Adiknya Nico. " Gumamnya lagi lalu dengan Cepat Rival menepis pikirannya itu.


.


.


.


" Bi Semua bekal Buat suami saya Apa sudah siap.? " Tanya Tiara pada Bi tatik, ya karena Hari ini tiara akan mengantarkan makan siang Untuk suaminya entah kenapa Hari ini dia ingin sekali Makan bersama dengan Suaminya sambil disuapin, mungkin bawakan Orok kali ya yang membuatnya tidak ingin jauh jauh dari suaminya


"Sudah Non, semua sudah bibi siapin. dan sudaah bibi masukan didalam paperbag. "


" Ya sudah kalau begitu saya berangkay sekarang ya bi, mang dana sudah siap dengan mobilnya kan bi. ?" Tanya Tiara sambil terus mengelus elus Perutnya


" Sudah Non, mari bibi antar kedepan Non. " Ujar Bi tatik sambil membawakan paperbag yang berisi bekal makanan untuk Nico


" Iya bi makasih ya. " Tutur Tiara sambil melangkahkan kakinya keluar dari Rumah dan masuk kedalam Mobil yang Sudah terpakir Diteras rumahnya, sambil mang dana membuka pintu penumpang bagian belakang untuknya


" Saya Berangkat dulu ya Bi Assalamualikum." Seru Tiara saat mang dana akan menutup pintu Mobil itu


" Iya Nyonya muda, waliaikumsalam hati hati dijalan."


Lalu tak lama kemudian mobil tersebut pun Melaju dan menuju dikantor Nico.


Tepat pukul Satu Siang mobil yang Ditumpangi tiara sudah sampai di gedung perkantoran milik suaminya itu.

__ADS_1


Mang dana pun langsung Memakirkan Mobilnya, Tiara sudah Bergegas Keluar Dari mobil untuk. masuk kedalam Kantor Nico.


Dengan Langkah kaki yang sedikit Lambat Karena perut Buncitnya yang sudah semakin membesar Membuat Nafas Tiara tersengal sengal dengan menenteng paperbag


" Selamat siang Nyonya muda ada yang Bisa saya Bantu.? " tanya salah satu resepsionis yang. mengetahui kehadiran Istri Atasannya itu


" Siang Juga mbak, Bapak Nico nya Apa ada diruangannya Mbak. " Cicit Tiara dengan Nafas yang Masih tersengal sengal.


" Ada Nyonya mari saya Antar. "


Belum sempat resepsionis itu beranjak dari tempat duduknya tiba tiba Pandangan Tiara mulai Buram, Dan semua menjadi Gelap dan Akhirnya Tumbuh Tiara menjadi Limbung dan Tumbang.


Beruntung saja Ada tangan Kekar yang Menopang Tubuh tiara sehingga tidak jatuh kelantai karena sudah tak sadar Diri


" Tiara bangun Ra. " Ujar Sosok Pria yang tadi menangkap Tubuh Tiara yang sudah Pingsan itu


Semua Orang Disana Menjadi panik melihat Istri atasanya jatuh pingsan tak sadarkan diri


" Nyonya bangun nyonya duh gimana ini. " desah Sang Resepsionis.


" Cepat kamu beritahu pak Nico kalau Istrinya sedang pingsan Dibawah. " Ujar salah satu orang disana


" Tiara bangun Ra. " Pria yang tadi menopang Tubuh Tiara masih menepuk nepuk pelan pipi tiara yang Terbalut jilbab instanya dia nampak ikut panik melihat Tiara tak sadarkan diri


Lalu Ekor matanya Melirik Bagian Gamis bawah tiara yang Terlihat sedikit Basah.


"Air apa itu.? " cicitnya


Lalu salah satu Karyawati disana ikut melihat air yang merembes keluar dari Gamis Milik Tiara


" Wah pak, ini kayaknya Air ketubannya Nyonya Tiara pecah, mungkin Nyonya tiara akan segera melahirkan. " ucap salah satu karyawati disana


" Kalau begitu cepat Hubungi pak Nico segera, saya akan. membawa Nyonya tiara ke rumah sakit sekarang juga. " Ucap pria itu


" Baik pak. "


Lalu Pria itu langsung membopong Tubuh Tiara dan segera membawanya ke rumah sakit karena tidak punya pilihan Lain, terlalu Lama Jika harus menunggu suami Tiara yang kini masih ada Meeting Dengan beberapa Klien diruang meeting.


.


.


_ Bersambung. _


aku udah Up ya Hari ini, jangan Lupa kasih dukungannya.


Semoga suka


jangan lupa mampir ke cerita baruku yang tidak kalah seru


AKIBAT HUBUNGAN TERLARANG

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2