Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Asisten Arya


__ADS_3

Seperti Ucapannya kemarin Arya Akan berusaha membatu Nico untuk Membuat Perhitungan pada Wanita Licik, Arya Meminta Supaya Nico tidak Ikut turun tangan Mengurusi Urusan yang menurut arya Enteng dan bisa diatasi.


Namun tetap Saja Nico tetap Harus tau Apa yang Dilakukan Arya Pada Mami sambung dan juga Wanita yang sedari dulu Mengejar ngejar Nico.


Sebagai Langkah Awal pertama Arya mendatangi Rumah Wanita Cantik yang Berprofesi sebagai majalah Dewasa itu


Tok tok tok.


Ceklek


" Selamat Sora Nona Sella.?! " Ucap Arya yang Kini Berdiri Diambang Pintu Rumah sella


Sella menatap Arya dengan Heran Untuk Apa Dia Datang Ke rumahnya, Sella Fikir selama ini tidak punya Urusan Pribadi Dengan Asisten pribadi mantan kekasihnya itu.


" Ada perlu Apa anda Datang ke rumah saya.?!" Jawab sella dengan ketus


" Boleh kah saya masuk terlebih dulu.?"


Jawaban Arya membuat Sella mengeryit dengan tatapan Heran, Arya Tau betul Maksud Dari Wanita Cantik tapi berhati Licik ini


" Saya Akan menjelaskan maksud kedatangan saya ke sini jika Anda mengijinkan saya untuk masuk terlebih dahulu.! " Jawab Arya dengan Lugas dan tegas


Kedua bola mata Sella memutar Jengah, dengan sangat terpaksa Sella akhirnya mengijinkan Arya untuk masuk kedalam rumahnya


" Ya sudah Buruan Masuk.! "


Wajah Arya Hanya menampilkan wajah datar lalu berjalan melewati Sella dan masuk terlebih dahulu sedangkan sella menutup kembali pintunya.


" Cepat katakan Apa maksud dan tujuanmu datang Ke rumah saya.? "


Sella Langsung Melayangkan pertanyaannya Tanpa Menyuruh Arya sebagai tamu untuk mempersilahkan duduk terlebih dahulu.


" Apa Nona Tidak ingin mempersilahkan saya Untuk Duduk terlebih Dahulu.? " Tanya Arya sambil menyungginkan bibirnya dan masih dalam keadaan berdiri


" Bawel sekali, yasudah Silahkan Duduk.! " Seru Sella dengan Nada Kesalnya


" Cepat katakan, saya tidak punya Banyak waktu Untuk meladeni anda jika Memang Anda datang kesini hanya untuk hal yang tidak penting.! "


Arya Langsung Mendaratkan Bokongnya Di Soffa single, untuk duduk berhadapan langsung pada sang pemilik Rumah.


Arya Memandang Sella dengan Tatapan Remeh, dan Senyum penuh Misterius.


" Heh Lo Dengar nggak sih tadi Gue ngomong Apaan.?!" sella sudah mulai geram dengan tingkah Arya yang mulai menyebalkan


" Nona sepertinya sudah tidak sabaran sekali, mendengar Apa tujuan saya kemari.? "


" jangan banyak basa basi. " Selak Sella


Arya Tersenyum Penuh Kelicikan, lalu Mengambil Sesuatu Di Dalam saku jass nya.


Sebuah Amplop Kecil berwarna cokelat Dia keluarkan dan menaruhnya diatas meja


" Apa ini.? "


" Buka saja Nona.! "


Arya mengulas senyumnya Sebelum Akhirnya Sella membuka isi Amplop kecil berwarna Cokleat Itu.


Kedua Bola mata Sella melotot dan Hampir keluar Dari Tempatnya, saat Mulai Melihat Beberapa lembar Kertas dari dalam Amplop berwarna Coklet, sedangkan Arya Hanya Menahan Tawanya dan tersenyum puas penuh kemenangan


" Apa maksud Dari Semua Ini.? " Sentak Sella dengan tatapan Marah dan Melempar isi dari Amplom cokelat yang Ternyata Adalah beberapa Lembar Foto.


Foto Telanjangnya diatas ranjang Sedang Melayani Beberapa Macam pengusaha Yang Usianya jauh lebih Tua darinya, bahkan Ada yang Sudah kelihatan Seperti Bapak bapak dan lebih pantas sebagai papanya bukan Pria yang Dikencaninya.

__ADS_1


" Kenapa Anda terkejut Nona, bukankah Semua itu Sudah Menjadi Hal yang Biasa Dikehidupan Nona,? " Tanya Arya dengan senyum ejeknya membuat Sella tambah geram


" Dari mana kau mendapatkan Foto foto itu semua.? " Teriaknya dengan Wajah Gusar


" Bahkan saya Tau Siapa Anda yang Sebenarnya, Dan juga Hubungan Anda dengan Nyonya besar pun saya tau itu. "


" Maksud kamu.? !"


Sella menaikan Satu Oktav Suaranya membuat Arya tersenyum puas karena sudah membuat Wanita cantik itu tersulut Emosi


" Anda bisa bayangkan jika seandaianya Berita Skandal Anda Tidur Dari Pria satu ke pria Lain Menyebar Di kabar Berita, emm tidak bisa dibayangkan Betapa malunya Keluarga Wijaya mengenal Anda, terlebih nyonya besar Pasti Akan. marah besar pada Anda dan langsung Mendepak Anda dari daftar Calon menantunya. " Ucap Arya dengan Sengaja menekankan Kata calon menantunya di akhir kalimatnya


Kuping Sella Seakan panas mendengar Penuturan Arya yang Semakin menyulut Emosinya


" Brengsek, kamu Mau menjebak saya.?"


" No. tepatnya Ingin membuat Anda Untuk berhenti Mengganggu rumah tangga Tuan Muda Nico dan Juga nyonya Muda Tiara. " Jawab Arya dengan Tegas dan Lugas


Sella langsung Tertawa terbahak bahak menertawakan Ucapan Arya Yang Cukup konyol Untuknya


" Oh itu tidak Akan mungkin terjadi, Gue Akan Tetap mati. matian Memperjuangkan Hak gue kembali, gue Akan tetap merebut Nico dari Wanita ****** Itu. " Ucap Sella


Lalu dengan kasar Tangan kekar Milik Arya langsung Menarik Dagu Sella dan mencengkram Dagu Lancip Milik sella dengan tatapan Menghunus seperti Pedang pada Sella


" Yang Lajang Itu Anda bukan Nyonya Muda saya, mengerti Anda.! " Ujar Arya lalu langsung melepaskan Cengkramannya


Sella Sedikit meringis dan Memegang Dagunya yang Tadi di cengkram kuat Oleh Arya. sedangkan Arya Sedikit menarik jasnya dan. merapikan jasnya yanh masih tetap rapi itu.


" Selagi Masih Ada saya, Saya pastikan Anda Tidak Akan Berhasil menghancurkan Rumah tangga Tuan. muda saya, jika Anda tetap kekeh pada tujuan Anda, maka saya tidak akan segan segan Membuat hidup Anda lebih Sengsara dan Menyesali Perbuatan Anda. "


" Kau pikir siapa berani mengancamku.? !"


Sella Berucap penuh Berapi api. Sedangkan Arya Hanya tersenyum remeh Padanya.


" Ingat Nona, saya tidak pernah Main main dengan Ucapan saya, Jika Anda Ingin masih tetap hidup dengan tenang, dan Satu Lagi ini Hanya Awal permulaan Jika Anda Masih tidak menghiraukan perkataan saya, maka bersiaplah untuk menyesal dikemudian Hari. "


" Permisi. selamat sore Nona Sella. "


Setelah mengucapkan itu Arya langsung Bergegas keluar an menggunakan kembali kaca mata hitamnya dan bergegas menuju Mobilnya yang Terpakir dihalaman rumah milik Sella, setelah itu Arya langsung melesatkan Kendaraannya untuk pergi dari Rumah Sella.


" Sialan. berani Sekali Si brengsek itu Mengancamku, oke kita lihat Saja nanti Arya, siapa yang akan Menang nanti, tunggu saja Tanggal permainannya. " Gumam Sella dengan sejuta pikiran Liciknya.


******


" Pagi kesayangan Daddy. " Sapa Nico dengan Mencium Pipi Gembul milik Baby Vier Yang sedang Berceloteh Ria di Kereta dorong bayi milik baby Vier


Mendengar Ucapan Nico membuat Tiara, memberengut Kesal, Nico yang melihat raut Wajah Istrinya yang Sudah ditekuk berlipat lipat itu membuat Nico harus cepat Cepat meminta maaf pada sang Istri.


" Sa sayang maksud Aku tadi mau bilang kesayangan Pap.--------"


" Aku udah tau kok. " Potong Tiara Cepat Dengan tanganya masih mengoles Selai Kacang Pada roti milik suaminya


" Yang Nggak gitu maksudku. "


Tiara Hanya mendiamkan Nico yang berusaha Menjelaskan supaya dia tidak salah paham. Tante Diana Memutar Bola matanya Jengah menatap drama Apalagi yang Dipamerkan oleh kedua keponakannya itu


Tante Diana masih dengan Santai Mengunyah Roti Miliknya sambil terus melihat Tiara dan Nico bergantian yang sedang mulai Adu mulut itu


" Yang sumpah yang, papa nggak Ada maksud untuk membuatmu marah. "


" Sudah berapa kali mama tegaskan Pah berhenti Melatih baby Vier untuk memanggilmu daddy, Karena dia bukan Cyla putrimu dengan. mendiang Claudia. "


Ya karena kecelakaan Itu Tiara sempat hilang Ingatan Tentang perkataan claudia Waktu itu yang mengatakan kalau Cyla Anaknya papa Ardan papa mertuanya dengan claudia dan claudia sengaja menjebak Nico Untuk menjadi Papa cyla karena Claudia sudah lama menyimpan perasaan Pada Nico suaminya hingga terjadilah Drama itu.

__ADS_1


Tiara Hanya tau Kalau Cyla bukan Anak nico karena memang Nico sendiri yang menceritakannya sehabis dia sadar Dari komanya dan nico sendiri membuktikan dengan melakukan test DNA dengan Cyla dan ternyata memang Benar Cyla dinyatakan bukan Anak kandung Nico dengan Claudia, melainkan Anaknya claudia dengan pria lain yang masih sampai sekarang Nico belum Berhasil menemukan Ayah biologis Cyla yang sesungguhnya .


" Kamu ngomong Apa sih ra, kok Kamu Mulai menyudutkan Suamimu lagi. " Kini Tante mulai angkat Bicara berharap menengahi Perdebatan pagi Diantara kedua ponakanya


" Memang begitu bukan? "


" Ya bukan lah, sudah jelas jelas kamu tau Kalau Cyla Bukan anak kandungku Dengan Claudia tapi kenapa kamu masih saja mengungkit kesalahanku lagi tiara.? !"


Suara Nico sudah mulai Meninggi dan Berat Karena sudah terpancing Emosi.


" iya aku tau, tapi aku tidak suka jika Kau menyamakan Panggilan Untuk Anakku dengan Anak Claudia. Aku juga tidak pernah melarangmu. membiarkan Cyla memanggilmu dengan Sebutan Daddy bahkan Aku Sudah berusaha Menerimanya dan Menjadi Ibu sambung yang baik untuknya meskipun Cyla sampai saat ini belum bisa menerimaku sebagai pengganti mamanya, aku ikhlas Tapi aku nggak ingin Anaku ikut ikutan memanggilmu dengan sebutan Daddy karena itu akan. mengingatkanku pada luka lama. "


Buliran Bening Dari Kedua mata Tiara sudah mulai pecah dan Runtuh Dari pertahananya.


entah kenapa mengingat semua Perlakuan Claudia Padanya membuatnya sakit hati, namun meski begitu Tiara tidak mau membenci cyla karena memang Cyla masih terlalu kecil dalam masalah ini. bahkan tiara bersedia merawat Cyla meskipun Anak itu masih menolaknya sebagai Mama sambungnya dan memilih tinggal sementara waktu dengan kakek neneknya dari Orang Tua Claudia.


Nico Yang Melihat Istrinya sedih dan Air mata tiara Jatuh berlinang dipipinya membuat Nico iba dan Merasa bersalah karena sudah membentak istrinya walaupun nico tak punya niatan sedikipun melakukannya


" Sayang. maafin aku. " Nico langsung menarik Tiara kedalam pelukannya.


Tante Diana Hanya bisa meneguk ludahnya dengan susah. Benar Benar Bocah Bocah labil pikirnya.


Tiara Melepaskan Pelukan Nico dan Beralih menatap Tante diana yang berusaha mengalihkan pandanganya kearah baby Vier membuat Tiara tak enak hati


dengan Cepat Tiara menghapus Air matanya dan kembali menampilkan wajah cerianya.


" Ya sudah Kamu sarapan Dulu ya Pah, Nanti kesiangan lo berangkat Kekantornya. " Tiara mengulas senyum tipisnya sambil memberikan Roti yang sudah di taburi Selai kacang itu pada Nico


" Terimakasih ya istriku. -----"


Uhuk Uhuk Uhukkk


" Haoredang Haoredang. " Celetuk Tanta diana Meneguk segelas Air putih Digelasnya


Nico hanya Menggelengkan Kepalanya tapi tidak dengan Tiara Malah menanyakan sesuatu Pada tantenya Yang membuatnya Lebih haoredang Lagi. Hahaha


" Tante kenapa .?"


" Panaa Ra panas.! " Jawab Spontan tante diana membuat Tiara mengeryitkan Dahinya


" Panas, mana Panas tante ac nya aja masih Nyala semua. " Ucap Tiara dengan polos


Tante Diana hanyq mampu menghela nafasnya karena sikap polos keponakanya itu sedangkan Nico Hanya terkekeh melihat kelakuan Tante dan keponakan itu.


.


.


.


_ Bersambung. _


Notes.!


Sengaja Author Up tengah Malam takut Besok tidak bisa Up karena Lagi Ada Urusan Kerjaan Mohon dimaklumi Ye Jika telat Up nya. tapi Author bakal tetap usahain Up kok jika memang Sempet Waktunya.


Mohon bersabar Ya. Disini Author Juga tidak dikasih bayaran Atau Minta bayaran.


Author hanya minta Apresiasi Author Saja Supaya kasih Dukungan Author Agar tetap bisa ngelanjutin cerita author Yang Satu ini sampek tamat dan jadi Hiatus seperti Novel Author Yang Lainnya. dan Endingnya tidak dapat Feelnya.


Mohon di maklumi ya Author Masih penulis recehan dan masih tahap Belajar dan jauh dari kata sempurna.


Terimakasi Pada Readers yang masih tetap. mau lanjut membaca Author.

__ADS_1


yang Masih receh Ini.


Happy Reading.. 😊😊


__ADS_2