
" Apa Ini Arya.? " Tanya Nico saat Arya meletakan Sebuah Kartu undangan pernikahan pada Nico yang Tengah dikursi putarnya.
" Maaf Tuan, Itu Kartu undangan Pernikahan Dari Tuan Rival Jordiansyah, pemilik Jordiansyah Grup. " Ujar Arya
Nico tersenyum menyeringai mendengar Rekan bisnis Sekaligus Rival beratnya akhirnya menikah dengan gadis simpananya yang tak Lain adalah Kekasih dari rival.
" Akhirnya Si keparat itu, Menikah Juga. !!"
Terdengar suara angkuh keluar dari bibir Nico yang tengah tersenyum kecut.
" Apa tuan berniat untuk hadir memenuhj Undangan mereka tuan.? " tanya Arya
" Tentu saja,aku akan hadir menghadiri pesta sikeparat itu. " ujar Nico dengan angkuh
" Apa anda juga Mengajak Nyonya muda juga Tuan.?? ----
Nico berdecak kesal mendapat pertanyaan asisten pribadinya secara bertubi tubi.
" Ckkkkk, kau Cerewet sekali, Ya tentu Pastinya aku mengajak Ratuku Tiara Siapa lagi. ---" ujar Nico dengan menatap kesal Arya
"Ma maaf tuan Jika saya sudah berkata sedikit lancang.!! " Ujar Arya merasa bersalah.
" Hm.!! "
" Kalau begitu saya pamit permisi dulu tuan. "
" Iya Pergilah sana Hus hus.! " Usir Nico
Setelah kepergian Arya Nico kembali berkutat pada Laptopnya tersebut, lalu beralih Pada kartu Undangan tadi yang berada diatas mejanya.
Hem, Ternyata kamu benar benar Laki laki bodoh Rival, Aku pastikan suatu saat kamu akan menyesal karena sudah membuat gadis kecilku menderita.
Brakkkkk
Lamunan Nico buyar Saat seseorang menerebos pintu ruanganya dengan Langkah Lebar Lebar menghampirinya sambil tersenyum Lebar terhadapnya.
" Hay Brother, Apa kabar Bro..?" sapa seorang Pria tampan Yang usianya juga kisaran Usia Nico..
Pria Tersebut Adalah Elang Yoga Bagaskara atau disapa dengan ELang, Pria yang usianya setahun diatas Nico adalah sahabat Karib Nico yang selama ini tinggal dan menetap Dijerman, karena mengurus beberapa anak Perusahaan milik papanya bagaskara.
" Eh, Lo Punya sopan santun Dulu nggak buat ketok pintu dulu.? " Ketus Nico namun tak diambil Hati oleh Elang, karena Hal itu sudah biasa dalam hubungan pertemanaannya dengan Nico.
" Yaelah Bro, Biasa kale, galak bener tuh Mulut. hahaha. " ujar Elang dan diselingi oleg gelak tawa mereka berdua.
Blasss
Mereka saling berpelukan dan dan dan juga merangkul, sebagai tanda salam persahabatan yang sudah Lama tak jumpa.
" Gimana Kabar Lo Lang? " tanya Nico sambil menepuk nepuk pundak bahu sahabatnya
" Baik Bro, Lo sendiri gimana, Tampan Tampan saja ya nggak.? " Goda Elang dengan genit mengedipkan sebelah mata pada sahabatnya itu.
" Sialan Lo, Lo pikir Gue suka sama gagang Gayam. " Nico berdecak malas pada sahabatnya itu.
" Test bro, Gue pikir ELo Minat sama yang Bengkok bengkok, ---" Ujar Elang sambil terus menggoda sahabatnya itu
" Sialan Lo, Gue masih normal kali.-----" Gerutu Nico
" Hahahaha, Bercanda bro habisnya, Gue tuh heran deh sama ELo, ELo tu ganteng tajir melintir masih muda Tapi gak pernah gue Lihat Lo jalan sama Cewek, padahal Banyak juga Cewek cewek waktu Lo kuliah dijerman pada ngejar ngajar Lo, kaya Si Patricia, Luxxi, Alexxa, Moraza, Jenifer, kamila, Zhavia, soraya Katty, Lalu siapa Lagi ya Hemmm.-----,"
" Udah Deh nggak usah bahas yang macem macem. ----" potong Nico dengan cepat.
" Oiya gue Inget Sella, ya Cewek indo yang Dulu ngejar ngejar sampek nyusulin Lo ke jerman, Gimana tuh kabarnya tuh Cewek.? " Ujar ELang dengan senyum usilnya
Nico memutar bola matanya jengah dan menatap malas pada sosok sahabatnya itu.
" Udah Deh Lo, gak usah kebanyakan ngomong, Lo kesini ada perlu apa,? buruan Gue gak punya banyak waktu buat ngladenin orang bedebah kayak Lo. " Ketus Nico
" Nyaelah bro santai dikit kenapa, Sadis banget sih sama sohib sendiri. " ujar Elang
" Yaudah buruan. ----"
__ADS_1
" Eh ngomong ngomong Lo masih Ngebet banget ya nunggu gadis kecil masalalu Lo sampek saat ini Lo nggak mau jalin hubungan serius sama wanita ha? " pertanyaaan Elang mendapat pukulan keras dari Nico diperutnya tapi tidak juga membuatnya sakit."
"Sekali lagi Lo bertanya yang macem macem gue timpuk Lo.! " tegas Nico
" Ampun ampun. "
Lalu keduanya saling berbincang bincang satu sama lain, membahas maksud kedatangannya kalau akan ada proyek disini untuk beberapa bulan kedepan, bahkan mereka juga membahas tentang perkawainan Rekan bisnis mereka yaitu Rival. ternyata mereka bertiga terlibat kerja sama antar perusahaan, sehingga memutuskan untuk hadir diacara Pesta perkawinan Rekan bisnisnya itu .sangking serunya perbincangan mereka Elang lupa tak menanyakan status sahabatnya saat ini apa sudah menikah atau belum, karena Nico juga terlihat santai dan tak memberj sanggahan kala dia menggodanya tadi.
" Oke sampek ketemu Lusa depan Bro, Jangan Lupa bawa cewek cantik supaya Hati Lo nggak panas iya gak Men. ---" Goda Elang saat dia akan beranjak pergi dari duduknya dan meninggalkan Ruangan Nico.
" Sialan Lo udah pergi sana. ----" usir Nico lalu seketika Elang keluar dari ruangannya.
Kehilangan wanita Licik seperti dia bukan sesuatu hal yang merugikan bukan.
Nico Mengulas senyum simpulnya saat mengingat siapa wanita yang ada dalam lamunannya..
***********
Matahari kini sudah berada di ufuk barat menandakan bahwa Langit akan segera petang dan berubah menjadi malam.
Nico keluar dari mobilnya bersama langkah Arya yang mengikutinya dari bbelakang.
bi Lastri segera membukakan pintunya ketika tuanya sudah datang.
Namun Langkah Nico dan juga Arya terhenti saat ada seruan suara menahan mereka.
" Kak Arya ya.? " tanya gadis cantik itu ternyata adalah Aliya adik bungsu Nico.
" No Nona Aliya.!! ???" tanya Arys dengan raut wajah senang
" Hum, kakak masih ingat denganku.? "
Ada hingar bingar disorot mata Aliya saat Nico menangkap kedua bolamata adiknya itu. sepertinya sibontot menyukai Arya
" Iya nona, nona Aliya semakin tambah cantik sekali... --"
Apa dia sedang memujiku
"Terimaksih kak Arya, Biasa wanita juga terlihat cantik. --" ujar Aliya dengan tersipu malu.
"Iya dan kau salah satunya Nona. ------
"Ehem,! Aliya Sekarang masuk kekamar. " perintah Nico diselingi dengan suara deheman.
Lalu dengan sedikit kesal dan bibir manyun Akhirnya Aliya pergi masuk kedalam kamarnya.
" Kau jangan Coba kurang Ajar untuk menggodanya.----" ujar Nico
" Kalau Tuan tidak keberatan, saya akan lebih serius dengannya tuan.! "
"kau mau mati atau ku pecat.? "
" Ampun tuan tidak dua duanya. " ujar Arya dengan mengulas senyum
--------
Setelah Acara makan Malam bersama akhirnya mereka semua kembali ke kamarnya masing masing, Arya pun juga langsung pulang kerumahnya. begitu juga Nico mengekori istrinya masuk kedalam kamar.
Tiara yang saat ini sedang menyisir rambutnya didepan Cermin tiba tiba dikagetkan oleh tangan kekar suaminya yang melingkar diperut ratanya, dengan sudah meletakan kepalanya diceruk Leher tiara.
" Ko.. ----"
" Kenapa sayang kamu nggak suka,? ujar Nico dengan suara sensualnya hingga tiara bisa mencium bau aroma mint dari nafas suaminya itu.
" Aku geli ko, --
terlihat Tiara menjadi gusar saat Suaminya tengah mengendus endus ceruk lehernya.
Nico pun terkekeh saat melihat Tingkah Istrinya yang menggeliat karena ulah jahilnya dari pantulan cermin didepannya.
" Malam Ini aku Minta Lagi ya..? "
__ADS_1
" Hah.? "
Tanpa pikir panjang Nico langsung menggendong Tubuh istrinya menggiring ke ranjang kingsize nya tempat dimana mereka akan menyatukan asanya kembali dalam pergumulan mereka, setelah itu mereka kembali menyecap Surga duniawinya kembali.
*******
Terlihat Tiara masih mengerjab ngerjab matanya untuk menyesuakan pandanganya. sedangkan Nico ternyata sudah bangun terlebih dahulu dan sudah rapi dengan pakaian kerjanya, sontak membuat tiara kaget karena bangun kesiangan. Namun suaminya itu nampaknya hanya tersenyum karena dia memang sengaja tak Membangunkan istrinya karena terlihat kelelahan setelah pergumulan mereka semalam.
" Pagi sayang .......--" Sapaan pagi dari Nico membuat tiara tersenyum saat suaminya menderatkan kecupan paginya dikening tiara.
Cup
"Bagaimana, tidurnya nyenyak semalam.? " Goda Nico
" Kamu kok gak banguna aku sih Ko, jadi kesiangan kan bangunya aku. " Gerutu Tiara
Namun Nico hanya terkekeh pelan dan mengusap kepala istrinya dengan Lembut.
" Aku tau kamu pasti capek sayang, makanya aku nggak tega bangunin kamu. "
" Iya itu karena Ulah kamu tuh. --" Tiara menyebikan bibirnya
" Mau nambah Lagi, mumpung aku belum berangkat nih, aku Siap kok. -----" Goda nico dengan senyum jenakanya
" Ih kamu Nakal ya, --"
" Aukhh.! "
Nico meringis saat Tiara mencubit perut ratanya. " Iya sayang maaf maaf. "
" Yasudah aku siapin sarapan kamu ya,? " tiara lekas berdiri namun nico menahannya.
" Nggak usah sayang, lagian aku buru buru soalnya ada rapat penting ." ujarnya
" Maaf ya ko aku bangunya kesiangan. " ujar Tiara dengan raut wajah bersalah.
" Oiya Ra, Lusa depan kamu mau kan, menemaniku datang ke acara pesta perkawinan.? " tanya nico
Pesta perkawinan,? perkawinan siapa? "
Tatapan Tiara seakan Nico mengerti maksudnya apa yang sedang difikirkan oleh istrinya itu. dan nico pun tersenyum.
" Mantan Suami kamu mengundangku untuk hadir diacara Pesta perkawinannya Ra. " Ujar Nico dengan mengulas sedikit senyum
Deg
Tentu membuat Tiara menjadi syok dan sedikit kaget, hatinga terasa sedikit ngilu namun tiara tak mau mengambil pusing toh dia sudah tak mau perduli lagi dengan mantan suaminya itu, dia harus fokus pada tujuan pertama untuk menjadi istri yang baik buat suaminya dan belajar Move On. mengubur dalam dalam masa lalu dan menatap kedapan masadepan.
" Apa kamu keberatan Ra.? " tanya Nico dengan menatap dingin istrinya
" Ah nggak kok ko, aku sama sekali tidak keberatan, kamu jangan pikir aneh aneh, aku pasti datang menemanimu hadir diacara itu. " ujar Tiara
Nico pun tersenyum dan meraih kedua tangan tiara lalu diciumnya.
" Terimakasih ya sayang, aku yakin kamu akan cepat bisa Melupakan masalalumu. " ujar Nico dengan menatap istrinya itu dengan Cinta.
" Iya ko, aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu. "
" Iya Ra, aku percaya itu. Aku Mencintaimu istriku.? "
" Aku juga Mencintamu Suamiku.! "
.
.
.
.
_bersambung_
__ADS_1