
Hai Aku balik Lagi ya.
Hayukkk dibaca Lagi. _______>>>>>>>>>
.
.
.
.
Dengan Langkah Lebar Dendy Menerobis Tubuh Nico yang Tadi mencoba menghadang Langkahnya Untuk kembali ke mobilnya. Dengan sekuat tenaga Dendy mendorong Tubuh Nico yang tak siap itu hingga Sedikit terjungkal kebelakang.
Nico segera Bangkit Dan berlari mengejar Dendy yang kini sudah berhasil masuk kedalam mobilnya dan Mulai menyalakan mesin mobilnya dan Langsung Melesatkan kendaraannya dengan sangat kencang Hingga Menimbulkan Sedikit Asam Hitam keluar Hingga Menghalangi pandangan Nico yang Kini tengah melontarkan Kata kata sumpah serapah pada sosok pria yang Dia yakini tengah membawa sang Istri tercinta.
" Bangs*t Sialan, Bedebah,******** Tengik itu Berani Sekali Berurusan denganku,akan ku bunuh Dia kalau sampai terbukti menyembunyikan Tiara dariku. "
Lalu dengan Lengkah cepat dia Menghubungi seseorang yang tak lain adalah Arya asisten pribadinya. karena tidak mungkin dia bisa mengejar Mobil Dendy, Untung saja tadi dia sempat plat nomor mobil Dendy.
" Ya Hallo tuan. " jawab seseorang diseberang sana
" Cepat kamu cari keberadaan Plat mobil yang membawa Lari istriku. "
" Apa tuan, jadi Nona muda sudah diketahui keberadaannya. "
" Jangan banyak tanya lagi, Lakukan segera perintahku, aku akan mengirimi No plat mobil itu Lewat Pesan, sementara aku akan mengejar Mobil itu. "
Tut tut tut.
Belut Juga Mendapat jawaban Dari Arya, Nico Sudah Mematikan Sambungan Telponnya dan Langsung mengirim pesan Ke pada Arya.
Setelah itu Dia kembali Berjalan ke mobilnya lagi.
" Nico Apa yang terjadi.?" Tanya sella yang berjalan beriringan Menyamakan langkah Nico yang hendak masuk mobil
" Jangan banyak Omong, atau aku Tinggal kamu disini. " Ujar Nico dengan Datar dan terus melangkahkan kakinya masuk mobil
" Nico tunggu aku. "
Sella pun dengan langkah cepat masuk kedalam Mobil setelah itu Nico langsung melesatkan kendaraannya untuk mengejar Mobil Dendy.
*********
RUMAH SAKIT WiJAYA
Terlihat Dendy dan beberapa perawat sedang mendorong Brankar Yang Kini sudah Ada Indah berbaring Menggaduh kesakitan.
" Sus bagaimana dengan istri saya
sus?" tanya Dendy sambil terus ikut mendorong brankar dan tangannya terus menggenggam Erat tangan kanan Indah yang terus menahan kesakitan
Dendy terpaksa mengakui Indah sebagai Istrinya supaya tak menaruh curiga pada pihak rumah sakit toh pada Akhirnya Dia juga akan menikahi Indah setelah Anak itu Lahir
" Sepertinya Istri bapak akan segera melahirkan. "
" Apa Sus.? "
" Mohon Bapak Menunggunya diluar Dokter akan segera memberi tindakan pada Pasien. "
Tanpa Basi basi Lagi Suster itu langsung menutup Pintu Ruang Oprasi, Ya melihat Kondisi Indah saat ini sangat tidak memungkinkan Untuk melahirkan Normal jadi terpaksa Indah Harus melakukan Operasi Ceasar untuk mengangkat Bayinya.
Terlihat Dokter Ibra masuk kedalam Ruangan Oprasi bersama dokter lainnya. Namun betapa tercengangnya dia saat melihat Pasien yang kini tengah menggaduh kesakitan.
" Nona Tiara. " Seru dokter Ibrahim dokter yang beberapa waktu lalu menangani penyakit Wanita yang kini tengah tergolek menahan sakit itu
"Maaf Dok, Dari data yang kami terima Pasien Terdaftar Atas nama Ny. Indah Permata Rahardian istri dari saudara Dendy Rahardian"
" Apa.? " Pekik dokter Ibrahim yang sangat kaget mendengar penjelasan susternya itu.
" Aukhh sakit suss perutku sakittt. "
Lalu Dokter Ibrahim dan Dokter lainnya memusatkan Perhatiannya lagi pada wanita yang bernama indah itu.
" Apa aku tidak salah lihat, jelas jelas wanita ini adalah Mutiara istri dari tuan muda Nico. " Batin nico
__ADS_1
" Sudah lah nyawa pasien lebih penting saat ini, segera Siapkan semuanya, kita akan melakukan Oprasi Ceasar malam ini juga. " Seru dokter Ibra
Lalu Beberapa suster dan dokter menyuntikan Cairan Untuk Membius dan mulai menyayat perut pasien lapis demi Lapis untuk mengeluarkan Janin yang Ada diperut pasian. Oprasi ini termasuk oprasi besar jadi ada sekitar 5 sampai 6 Dokter dan 3 perawat yang berada diruang oprasi tersebut termasuk Dokter ibrahim yang ikut menangani Jalannya proses Oprasi Ceasar tersebut.
*****
Tidak susah bagi Arya menemukan keberadaan Mobil yang Nomor platnya sudah didapat dari Tuan mudanya itu.
Hanya butuh waktu Sekitar kurang lebih 20 menit kini Arya sudah mengetahui keberadaan mobil itu berada.
" Hallo tuan.? "
" Ayo cepat katakan dimana lokasi mobil itu sekarang.?" tanya seseorang diseberang sana
" Mobil mendarat sempurna disebuah Rumah sakit Milik Keluarga Wijaya tuan. "
Tut tut tut
seperti biasa Sambungan telpon langsung ditutup oleh pihak tuan mudanya itu.
Dengan kecepatan Diatas rata rata Nico melesatkan mobilnya menuju Rumah sakit Milik salah satu keluarganya.
Dan Hanya butuh waktu 15 menit Nico sudah Memasuki Area Rumah sakit itu, padahal jarak tempuh sesungguhnya yang harua dia tempuh tadi memerlukan waktu kurang lebih 45 menit, bisa dibayangkan kan Nico mengendari mobilnya seperti Apa.
Terlihat Sella mengatur Nafasnya sejenak setelah mobil sudah berhenti di depan rumaj sakit dan Nico langsung keluar dari mobil dengan langkah setengah berlari memasuki Rumah sakit tersebut.
" Huh, bener Gila si nico, hampir saja jantungku mau copot. " Gerutu sella sambil mengatur Ritme nafasnya yang tersengal sengal itu.
Ditempat Lain Nico langsung Menuju ke bagian Resepsionis
" Dimana Istri saya.? "
" Maaf Tuan maksud tuan istri Anda yang mana yang tuan cari. " jawab resepsionis
Brakk
Nico menggebrak Meja resepsionis itu dan menatap tajam kearah Mbak mbak resepsionis itu.
" Cepat katakan,! Atau Kalian semuanya Saya pecat. " Ujar Nico dengan Nada dingin dan marah
" Maksud tuan muda Nico, apa tadi ada seseorang yang membawa wanita Akan melahirkan masuk di rumah sakit ini.? " tanya Arya pada resepsionis
" A ada tuan, atas nama Bapak Dendy Rahardian membawa Istrinya yang akan melahirkan. "
Kening Arya dan Nico berkerut mendengar ucapan resepsionis itu.
" kalau boleh tau pasien atas nama siapa ya.?tanya Arya tak memberi celah sedikit pun pada Nico untuk angkat bicara karena masih dirundung Emosi.
" Di sini tertulis Atas Nama Ny. Indah permata istri dari Bapak Dendy Rahardian tua. "
" APA.? " Pekik Nico dengan suara melengking sampai kedaun telinga.
" Sabar tuan. " Ujar arya menenangkan tuan mudanya itu. " Lalu dimana Wanita itu sekarang dirawat.? "
" Saat ini Dokter Sudah melakukan Penanganan dan dibawa ke ruang oprasi. "
" Apa Oprasi. ?" tanya Nico dan Arya bersamaan.
Dengan cepat Nico langsung berlari dimana Letak Ruang oprasi itu berada dan Arya pun ikut mengejar Tuan mudanya itu.
.
.
.
.
Bug. Bug. Bug
Dengan membabi Buta Nico kini Memukul Seorang pria yang ia yakini pria yang tadi membawa Istrinya lari, Entah kenapa dia begitu Yakin bahwa suara Wanita yang berteriak minta tolong dimobil itu adalah Mutiara Adzalika Wanita yang selama ini dia Rindukan, istri yang selama Ini dia cari.
" Berhenti. " Teriak Wanita paruh baya yang tak lain Adalah bi Asih wanita yang kini merawat Indah yang tak lain adalah Tiara istri Dari Nico Wijaya.
sedangkan Dendy kini dengan sudah payah berdiri dan dibantu oleh bi Asih.
__ADS_1
" Apa yang Anda lakukan pada Keponakan saya.? " Tanya bi asih sambil menggerang penuh dengan amarah
" Dia sudah membawa lari Istri saya.! "
Terdengar suara Nico penuh penegasan dan Amarah.
" Sabar tuan sabar. " Arya mencoba melerai pertengkaran itu dengan merangkul pundak tuan mudanya supaya tidak melayangkan pukulannya itu lagi pada pemuda Yang berusia 4 Tahun Lebih muda Darinya.
Ya Dendy Rahardian Pria Berumur 30 tahun dan masih berstatus Lajang, Dia seorang pengusaha Retail yang bergerak di bidang pertenakan dan pangan dan kini juga menjabat sebagai Seorang Ceo diperusahaan Rahardian Gruop.
" Tunggu Wanita siapa yang anda maksud, sungguh saya tidak mengerti. " Sentak Dendy dengan wajah yang tak kalah garangnya.
" Wanita Yang tadi dimobil rongsokanmu itu adalah Wanitaku dan Dia istriku." Ucap Nico dengan Nada dingan namun penuh penekanan.
" Hahahaha. kenapa anda begitu yakin bahwa itu istri Anda, hanya karena Mendengar Suaranya saja. " Ujar Dendy dengan senyum mengejeknya.
Lalu tiba tiba pintu Ruangan oprasi terbuka dan Nampak seorang perawat membawa seorang Bayi Laki laki keluar dari ruangan itu sehingga membuat keempat pasang mata itu beralih Kearah sang perawat.
" Maaf Suami dari Ibu Indah permata.? "
Tanya seorang Perawat
Tanpa pikir panjang Kedua pria yang tak lain adalah Nico dan Dendy pun langsung Menjawab mantap pertanyaan perawat tersebut.
" Saya sus. "
" Saya Sus. "
Perawat itu pun bergantian menatap dua pria berparas tampan dan bertubuh tegap itu secara bergantian, pikirnya bagaimana bisa Kedua pria itu Mengakui ayah dari Bayi mungil yang kini tengah digendongnya.
Ditengah kebingungannya Terlihat Beberapa dokter yang tadi ikut memberi penanganan di ruang oprasi tersebut ikut keluar tak terkecuali Dokter Ibrahim dokter Yang sangat dikenali oleh Nico
" Dokter Ibra. "
" Tuan Nico. "
" Bagaimana keadaan tiara dok apa dia selamat dok, dan apa bayi ini adalah putraku Dok, tolong cepat katakan. " Nico mendesak dokter Ibra yang sedikit memijat Pelipisnya karena Pusing dan melirik lelaki yang berada disamping Nico dengan tatapan bingung.
" Benar Tuan, bayi Ini adalah Putra tuan dan Untuk nyonya Tiara masih belum sadarkan Diri." Ujar Dokter Ibra.
Terpancar Sorot Mata kebahagiaan dimata Nico kala menatap bayi mungil dan merah itu dalam gendongan Perawat.
" Jadi ini bayi saya Dok.? " tanya Nico dengan mata berbinar binar.
dan meraih Bayi itu dari gendongan perawat
" Boleh saya menggendongnya sus.? "
" silahkan Pak. "
Nico pun langsung Mengangkat bayi mungil yang terbalut Kain Berwarna pink itu dan digendongnya.
" Sekarang Anda bisa Mengadzani putra anda Dulu tuan. " Seru Arya mengingatkan Nico
Nico pun tersenyum. " Iya arya, aku hampir Lupa. " Lalu Nico pun mengangkat tubuh bayi mungil itu Bibirnya dia arahkan tepat ditelinga sang bayi.
Namun belum Sempat Nico Mengadzani bayi mungil nan tampan itu tiba tiba terdengar Suara melengking keluar dari sosok pria yang kini menatapnya dengan tatapan tajam dan tidak terima.
" Jangan Sentuh Bayiku. "
Nico pun menoleh pada sosok pria yang kini tengah menatapnya dengan tatapan tajam ingin membunuh.
" Siapa Bilang ini bayimu. " Sentak Nico tak kalah sengit menatap pria yang bernama Dendy itu
" Kau. ------------"
" DIA PUTRAKU, PUTRA NICO WIJAYA. ".
" Jangan sekali kali kau mengakui yang bukan Milik hakmu. " Ulang Nico dengan nada penuh penekanan.
.
.
.
__ADS_1
._ Bersambung. _