Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Ektra Part 10


__ADS_3

" Dimana Istriku.? " Tanyaa Nico dengan Suara Baritonnya pada Petugas Resepsionis diiringi oleh langkah Aliya dan Juga Arya


" Tadi Nyonya Muda dibawa ke rumah sakit oleh Pak Rival Presdir. "


" Rival.? " Nico mengulang Nama yang Disebutkan Resepsionis dengan Wajah sedikit Tidak suka


" Iya presdir, tadi Nyonya muda Pingsan Dan Sudah mengeluarkan Air ketuban, mungkin Nyonya muda akan segera melahirkan. "


Tanpa pikir panjang Nico langsung melangkah kan kakinya beranjak meninggalkan kantornya dan mengabaikan Ucapan Resepsionis tadi


" Arya Cepat batalkan semua Rapat penting Kita bersama Klien, aku akan Ke rumah sakit Sekarang Juga menyusul Istriku. " Suara bariton Milik Nico mengintrupsi semuanya


" Baik Tuan. "


" Kakak Aku ikut. " Aliya pun Ikut mengejar langkah kaki kakaknya dan juga kakak iparnya itu. karena takut Terjadi Apa Apa Antara kakaknya Nico dan mantan Suami kakak iparnya.


Lalu mereka bertiga Akhirnya masuk kedalam Mobil dan langsung Melesatkan Kendaraan mobilnya ke rumah sakit.


" Kak pelan pelan kak. " Desis Aliya pada Nico yang Kebetulan Nico yang mengambil alih Menyetir Mobil karena Tidak sabar Untuk segera sampai Di rumah sakit sedangkan Arya Duduk dikursi penumpang Samping kemudi


" Iya Tuan, Jangan Terlalu ngebut, ini terlalu berbahaya, pelan pelan Tuan. " Timpal Arya


" Kalian Diamlah, kakak lagi konsentrasi penuh Nyetirnya ini. " Ujar Nico Dengan Geram karena kedua Adiknya Itu terlalu Cerewet


Lalu mereka pun Akhirnya Diam, dan Nico semakin Melajukan kendaraanya dengan kecepatan Diatas Rata rata, entahlah yang difikirkan saat ini adalah keadaan Istri dan Calon Kedua bayinya dia tidak memifikirkan keselamatanya saat ini, yang terpenting Dia segera Tiba dirumah sakit secepat mungkin


****


Sedang Disisi Lain, Pria yang Tak lain Adalah Rival yang tadi membawa Tiara ke rumah sakit, Tiara sekarang Sempat sadar dari pingsannya Namun Dia Nampak kesakitan


dengan Langkah Lebar Rival yang baru saja Tiba Di rumah sakit itu langsung Membopong tubuh Mantan istrinya yang tengah kesakitan Itu dalam gendongannya dan Keluar dari mobil


" Sssssshhh hahhhhhh mass sakitt, " Rancau Tiara sambil Memegangi perutnya


" Tahan Ra tahan, " Ujar Rival yang mengambil ancang Ancang Akan menggendong tubuh Tiara lagi


" Mau apa kamu mas, mana suamiku ahhh sakittt.?" Sentak Tiara saat Rival akan menggendongnya


" Maaf Ra maaf, kali ini aku benar benar minta Maaf aku nggak ada pilihan Lain, kamu butuh Pertolongan Ra, suamimu Masih menyusul Dibelakang. " Ujar Rival dengan Wajah Gusarnya


" ahhhh sakit. " Pekik Tiara dan Rival pun langsung Menggendong Tubuh Tiara Tanpa memperdulikan Protes dari Tiara, yang kini Juga Sudah Pasrah karna terus merasakan sakit Diarea Perutnya


Rival pun langsung Melangkahkan kakinya dengan Langkah Lebar sambil Menggendong Tiara. lalu Beberapa perawat pun sudah menghampirinya dan membawa Brankar Rumah sakit Itu. karena Rumah sakit tersebut Rumah sakit Wijaya yang Berarti Rumah sakit Yang Berada dalam Naungan Keluarga wijays jadi Para medis disana pun Sudah mengenal Sosok Tiara


Terlihat Dokter Melda Dokter kandungan Yang menangani Tiara pun ikut Menghampiri Tiara yang sudah Berada Diatas brankar dan Di dorong oleh beberapa Suster dan Rival


" Tiara, kenapa Dia apa yang terjadi.? "Tanya Dokter Melda yang sedikit Bingung, karena Memang Tiara belum waktunya melahirkan


" Air ketuban Pasien Pecah Dok, mau tidak mau pasien Harus melahirkan sekarang. " Jawab salah satu Suster tersebut


membuat Wajah Dokter Melda semakin panik dan Tegang


" Apa? kok Bisa.? " Dokter Melda Setengah berteriak


" Sshhhh Sakit adok sakit. " terus kesakitan

__ADS_1


" Tahan Ra Tahan, kamu ambil Nafas Dalam Dalam Ya. suster Cepat kamu siapkan ruang persalinan. " seru Dokter melda


" Baik dokter. "


" Bapak Tunggu Diluar Ya. " Ujar Dokter Melda saat Kereta Dorong Milik Tiara sudah masuk ke ruang persalinan


" Baik Dok. "


lalu Pintu ruangan pun Ditutup dan Rival pun Kini sedang dalam kebingungan mondar mandir didepan Ruang persalinan Tiara.


" Maafkan Aku Nico maafkan Aku, aku Terpaksa membawa Istrimu kerumah sakit terlebih dahulu. " Gumam Rival dengan Wajah Gusarnya dan Terus saja Mengusap wajahnya yang sudah Dipenuhi keringat Dingin Dengan kasar


Lalu Tak begitu Lama terdengar Derap Langkah beberapa kaki milik seseorang menghampiri Rival


Ya terlihat Nico dan Juga kedua adiknya menghampirinya dengan Wajah Yang sulit terbaca, Rival pun bisa Bernafas Lega karena kehadiran Nico, namun senyum bibirnya menyurut saat Nico Menarik kerah baju miliknya ketika tepat sudah berada Didepannya.


" Ko sabar Ko sabar Aku bisa Jelasin Semua." Ujar Rival mencoba menahan Emosi Nico yang kini tengah menarik Kerah baju miliknya


" Lancang sekali kau membawa Lari istriku kerumah sakit tanpa menungguku hah.? " Sentak Nico yang kini sudah mulai tersulut Emosi


" Sabar Kak Sabar. " Arya mulai menengahi perdebatan Kakak iparnya itu


" Kak Nico, kamu tenang, jangan kayak gini, Pak Rival Nggak salah dia hanya berusaha menolong Kak tiara. " Aliya pun mulai menarik tangan Kakaknya supaya melepaskan cengkramannya pada Kerah baju Rival


" Lepas jangan Ikut Campur Kalian, ini urusanku Dengan Si penghianat ini. " Sentak Nico dengan wajah penuh Amarah yang seakan Ingin meledak


" Kak. --" Desah Aliya dengan wajah Cemasnya melihat Nico yang Masih tetap tidak Bergeming Mencengkram Kerah baju milik Rival


sedangkan Rival lebih memilih untul bungkam dan menetralkan Emosinya supaya tidak Terpancing, Rival Sadar Bahwa Pria yang usianya Terpaut 3 tahun lebih muda darinya itu hanya terpancing Emosi sesaat dan salah paham terhadap Dirinya


" Diam Lo brengsek, Kalau sampai terjadi apa apa sama Anak dan Istriku, Lo orang yang pertama bakal Aku Cari. " Sentak Nico


" Ko Dengerin Aku dulu. "


" Gue gak butuh Penjelasan Lo.! " Sentak Nico dan Kali ini sambil mencengkram Erat leher Rival hingga Rival merasa tercekik. lalu dengan Sisa tenaganya Rival pun mendaratkan tanganya tepat diwajah Nico hingga Melepaskan cengkramannya dan tersungkur Dilantai


BUGH


" B*ngsat." Ujar Nico Sambil berdiri dan akan menyerang Rival namun Arya langsung mencegahnya


" STOP kak berhenti bersikap kekanak kanakan, ini Rumah sakit, kalian Tidak pantas Bertengkar seperti ini. " Teriak Aliya sambil membantu Rival Yang Tengah terengah engah Nafasnya


" Uhuk uhuk uhuk. " Rival terbatuk batuk dan berupaya mengambil nafasnya yang tadi sesak


" Tau apa kamu Aliya, kamu tidak usah ikut Campur. "Nico menatap Adiknya dengan tatapan Tajam, sedang Tubuhnya masih Ditahan Oleh Adik iparnya supaya tidak Ganti balik menyerang rival


" Apa kakak pikir Jika Harus Menunggu kakak Terlebih Dahulu membawa mbak tiara Kerumah sakit apa keadaan mbak tiara akan baik baik saja.? " Ujar Aliya. " please kak Jangan Egois. disana mbak tiara lagi berjuang Untuk mempertaruhkan Nyawanya untuk kedua calon bayimu. " Lanjut Aliya lagi


Nico pun Akhirnya terdiam dan merenungi Ucapan Adik bontotnya yang Dia fikirkan Ada benarnya itu


" Seharusnya Kakak itu berterimakasih sama pak Rival karena langsung membawa Istri kakak Ke rumah sakit supaya mendapat pertolongan, bukan malah bertindak bodoh seperti ini kak, kasihan pak Rival. "


Akhirnya Dengan Tingkat Kesadaran Nico yang mulai terkumpul akhirnya emosinya pun mulai meredam dan merenungi kesalahannya.


" Maafin Gue Rival. " Cicit Nico dengan Wajah Yang mulai bersalah

__ADS_1


Rival hanya bisa Mengulas senyum Tipisnya lalu


Blasss


Rival pun Memeluk Nico Dan menepuk nepuk punggung Nico


" Aku Ngerti Gimana Posisimu Saat ini Ko, Karena Aku pernah Ngalamin Diposisi sepertimu saat Putriku Lahir, tapi Percayalah Aku tidak punya Niat sedikitpun untuk ngerebut Istrimu, aku Tadi kebawa Panik dan Langsung membawa Istrimu Ke rumah sakit, hanya itu saja. yang ku pikirkan Hanya keselamatan Istrimu dan juga calon Bayimu." Ujar Rival setelah menarik Tubuhnya dari pelukan Nico sambil tersenyum Menjelaskan Kesalahfahaman Ini


"Maafin Aku val, maafin Aku, aku tadi kepancing Emosi, sungguh Aku benar benar panik tadi, aku takut terjadi sesuatu sama istriku dan juga calon Anakku. " Ucap Nico dengan Wajah penuh penyesalan


" Iya Nico,nggak apa apa, sekarang Kamu Harus tenang, dan kendalikan emosimu, Saat ini Anak dan Istrimu lagi Membutuhkan Dukunganmu."


" Terimakasih val terimakasih. "


lalu tak lama kemudian Dokter melda Pun Keluar dari Ruang Persalinan


"Bapak Nico.? " Seru Dokter Melda Yang baru saja keluar dari Ambang pintu


" Saya Dokter gimana keadaan istri saya Dok.?" Tanya Nico sambil menghampiri dokter Melda


" Silahkan masuk kedalam pak, Istri Anda Sedang menunggu Anda, istri anda ingin melahirkan Secara Normal dan tidak mau Di operasi, "


" Lalu bagaimana Dok.? apa bisa Istri saya lahiran Normal.? " Tanya Nico dengan wajah bingung


" Alhmdulilah bisa pak, Sekarang Sudah Tahap Pembukaan Ke Lima, Anda Diminta untuk Menemani Istri Anda didalam, supaya mempercepat Proses persalinan. " Jawab dokter melda. " Ayo cepat mari masuk kedalam pak. " Ajak dokter melda


" Baik dokter. "


" Kakak semangat. " Ujar Aliya


" Semangat Kakak ipar. " Timpal Arya


" Semangat Kawan, aku yakin Kalian pasti Bisa. " Ujar Rival


" Doain semuanya lancar. aku masuk dulu. "


" Amin ya robbalamin. " Jawab Arya Aliya dan Rival bersamaan dan memberi semangat Untuk Nico.


Lalu Nico pun Masuk kedalam ruang bersalin, bersama dokter Melda..


.


.


.


_Bersambung_


TAMAT


Tapi Bentar Bentar nggak Jadi Dulu ya.


masih Ada Dua Part Lagi Setelah Itu bakal Tamat Beneran 😊😊😊


jangan Lupa kasih Dukungannya Ya Jika suka

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2