
Seminggu setelah kejadian dimana Tiara harus mendapatkan kenyataan pahitnya, apapun yang terjadi dia tetap bersikukuh untuk mempertahankan Calon bayinya apapub yang terjadi dia akan melahirkan anak yanh selama ini kurang lebih hampir 2 tahun Pernikahannya tersebut.
Hingga kabar kehamilanya pun kini sudah terdengar oleh keluarga Wijaya, Papa mertuanya sangat senang sekali mendapatkan kabat tentang Cucu pertamanya, tak terkecuali Nora dan Aliya sangat senang mendapatkan kabar berita bahagia tersebut, namun Beda halnya dengan Mami sinta dia merasa kehamilan Tiara merupakan berita terburuknya sehingga dia akan memikirkan segala cara untuk menyingkirkan tiara dan juga bayinya.
Malam Ini tepat dihari weekend Tiara dan Juga Nico mendapat undangan untuk ikut makan malam bersama Di rumah utama kediaman papa dan maminya tersebut. karena Hari ini papanya akan mengadakan pertemuan dengan Calon besanya.
Ya salah satu dari putri Papa ardan akan dijodohkan dengan salah satu dari anak sahabat karibnya. Yang tak lain adalah Sahabat Nico sendiri yang merupakan salah satu koleganya juga. membuat Nico cukup terkejut sekalipun senang.
" Papa bersyukur Akhirnya papa akan segera menimang Cucu. ----"
" Yes, bentar Lagi aku akan dipanggil Aunty Al, uwuwuh senenangnya... ----" Aliya mengoceh tak jelas membayangkan keponakannya nanti yang Lucu Lucu.
Tuk. .
Nora menepuk jidat Aliya hingga membuat Aliya menggaduh dan sontak membuat semua pasang mata mereka menertawakan kekonyolan mereka.
" Enak aja Lo bilang, Gue ini Juga calon ****Aunty**** nya kale, nggak Lo doang.! " sungut Nora tak terima
" Ye sejak kapan kak nora mengakui mbak tiara saudara. ------?" timpal Aliya dengan nada ejek
" Bodoh amat yang penting nanti tu bayi juga keponakan gue dan pastinya harus mirip juga sama gue. titik.!! '
" Yee Egois banget sih kak nora. ---" Aliya mengerucutkan bibirnya
" Bodo amat.! ' Jawab ketus nora.
" Sudah sudah kalian kok malah pada ngerubutin Calon keponakan kalian sih, Nora Aliya cepat kalian siap siap sebentar Lagi tamu papa akan segera datang, kalian harus menampilkan wajah yang manis dan tidak bertingkah supaya calon suami kalian bisa memilih salah satu diantara kalian. ---"
papa Ardan memberikan ultimatum.
" Papa Aliya nggak mau dijodohin kak Elang pah, kak nora aja ya, kan kak nora yang dari dulu ngebet sama kak elanh pah.? "
ucapan Aliya sontak membuat Kedua bola mata Nora mendelik dan melotit tajam kearah adiknya tersebut supaya adiknya itu tak nyerocos terus.
Papa Ardan tersenyum penuh Arti mendengar pengakuan dari salah satu putrinya, baginya toh tidak masalah jika harus dijodohkan dengan Aliya atau pun Nora.
" Semoga nanti kak Elang berjodohnya sama Kak Nora Amin.! " seru Aliya yang langsung mendapat jeweran dari kakak perempuannya itu.
" Ampun kak ampun. -----"
" mangkanya jangan Asal nyablak aja kalau ngomong.! " sungut Nora
" Tapi kakak suka kan.? Ciye ciyeeeee. " Goda Aliya sambil mengedipkan matanya.
"Udah udah kalian ini seperti anak kecil saja, " Cetus mami sinta terlihat jelas di wajahnya seakan tak menyukai keakraban kakak beradik itu.
" Oh ya mi, dari tadi mami diam saja, sebentar Lagi kita bakal dipanggil oma dan opah Lo mih.? " timpal papa Ardan.
" Heehehe Mami seneng banget Kok pah, ternyata memang kenyataanya menantu Kita tidak Mandul dan bisa kasih kita keturunan. --" ujar Mami sinta mengulas senyum paksa dan sejurus mengeluarkan kata kata sengit itu membuat semua pasang mata disana terperangah.
Hati tiara mencelos mendengar kata kata pedas dari sang mertua, bahkan disaat dia sudah berhasil mengandung cucu mereka tega teganya mami sinta masih tetap menghinanya.
" Mih, jangan seperti Itulah kalau ngomong. --" protes papa Ardan sambil melirik anak dan menantunya.
" Loh memangnya salah mami ngomong seperti itu pah, itu kan sesuai kenyataan, selama mereka menikah hampir mau dua tahun Lo baru punya anak, Mami malah nyangkanya mereka memang Mandul beneran. ---" Mami sinta menekan Kata 'Mandul ' membuat Nico semakin geram.
" Tutup Mulut Anda.---------" Sentak Nico yang kini sudah beranjak berdiri menatap maminya dengan tatapan dingin. sedangkan Tiara mencoba menarik kemeja suaminya itu supaya duduk kembali dan bisa mengendalikan emosinya.
" Mas, tenangkan Dirimu.! "
" Sudah kak sudah. --"
Tiara dan Aliya segera menenangkan Nico supaya tak terpancing emosi. Tak lama kemudian Bi Inah datang untuk memberitahukan bahwa tamu mereka sudah datang.
" Kenapa bi.? " tanya papa Ardan yang terlihat sedang memijit mijit pelipisnya karena terlalu pusing mendengar perselisihan istri dan juga putranya tersebut.
__ADS_1
" Maaf tuan Tamu nya sudah datang. "
" Iya bi, segera persilahkan mereka masuk kami akan segera menemuinya. -"
" Baik tuan.! "
Setelah itu bi inah undur diri dan Langsung mempersilahkan masuk tamu Papa Ardan.
"Kalian, papa mohon jaga sikap kalian didepan keluarga Bagaskara. papa tidak ingin kalian membuat malu papa, Paham kalian.! "
sebuah ultimatum terdengar dari mulut papa ardan sebelum menemui Tamu mereka.
" Baik pah...! " seru mereka bersamaan lalu mengekori papa ardan.
Namun sebelumnya Mami sinta Membisikan sesuatu ditelinga Tiara saat melewatinya.
" Awas kamu Jangan Harap kamu bisa tenang setelah ini. ----" terdengar suara penuh Ancama di telinga tiara setelah itu mami tiara menyusul papa ardan dan diikuti oleh nora dan Aliya.
"Ya Allah cobaan apalagi ini, lindungilah aku dan calon bayiku Ya Allah. " batin tiara
" Kenapa sayang.? " tanya Nico
" Oh nggak apa apa mas, ya udah kita ikut kedepan ya.!"
Nico mengangguk dan tersenyum lalu menggenggam erat jemari istrinya itu dan berjalan kearah ruang tamu dimana disana sudah ada tamu dari keluarga Bastian.
Nico dan Tiara segera menyalami Om bastian dan juga Tante Luna. secara bergantian.
" Apa kabar Om.? " tanya Nico basa basi sambil berjabat tangan.
" Kabar Om Baik Nico. wah semakin tampan aja ini keponakan Om.! " Goda om bastian
" Bisa Aja om.! "
Lalu Tiara kini menyalami dan mencium tangan wanita paruh baya istrinya Om bastian, meskipun usianya sudah tidak muda lagi namun wanita itu masih terlihat cantik.
" Baik Nak, Kamu juga semakin terlihat cantik sekali, ------" Puji tante Luna namun pandangannya terpatri pada manik mata Tiara
"kenapa setiap kali aku melihat wajah gadis ini, perasaanku terasa hangat, dan wajahnya mengingatkanku pada seseorang, siapa sebenarnya gadis ini. " batin tante Luna sambil menatap lekat lekat mata tiara yang kini terus mengulas senyum.
dan tanpa sengaja Ada sepasang mata yang kini tengah Menatap kagum pada sosok tiara, Melihat ada sepasang mata yang menatap istrinya dengan tatapan Menggoda itu membuat Nico tersengut kesal. ingin sekali dia memberi Hadia Bogeman tepat di muka wajah Sialan sahabatnya itu.siapa Lagi sahabat Nico yang terkenal seorang badboy dikampusnya itu kalau bukan
" Elang Yoga Bagaskara. " putra dari Bastian Bagaskara, lelaki yang akan dijodohkan oleh satu dari kedua adik perempuanya itu.
" Jadi ini istrimu Ko.? " Pertanyaan Elang membuyarkan Lamunan Nico.
" Ya.! " jawab Nico dengan datar dan Dingin
" Pantes saja ELo bisa sebucin Itu sama Istri Lo nggak taunya emang Istri Lo Cantik banget. ------"
Mendengar Sang istri mendapat pujian dari sahabatnya membuat seketika mata Nico mendelik tajam dan memicingkan matanya kearah ELang. sedangkan Elang hanya melempar Senyum polosnya dengan santai tanpa ada rasa bersalah.
Lalu mereka semua melanjutkan acara jamuan makan malam mereka, sedari tadi Elang Selalu mencuri curi Pandang pada tiara yanh kini tengah duduk didepannya tanpa memperdulikan suami tiara yang kini juga duduk didepannya dan duduk berdampingan dengan tiara. mereka kembali menikmati makan malam mereka hingga selesai.
setelah itu mereka sudah memutuskan bahwa Elang akan dijodohkan dengan Nora sesuai kesepakatan. yang Awalnya Elang Menolak namun dengan berbagai Alasan dan pertimbangan akhirnya Elang terpaksa menyutujuinya. Toh bagi Elang semua wanita sama saja makhluk yang merepotkan, yang terpenting saat ini dia harus tetap memenuhi permintaan mama dan papanya Dulu, karena kalau Elang menolak acara perjodohan ini maka papa bastian akan Mencabut semua fasilitas yang elang miliki dan akan mencoret dari daftar Harta warisan. jadi terpaksa Elang menyetujuinya.
" Baik kalau begitu Acara pertunangan Nora dan Elang kita adakan minggu depan. bagiamana.? " tanya papa ardan memulai percakapan
" Saya setuju saja Dan, kalau begitu. demi kebaikan anak anak kita lebih cepat lebaik baik begitu bukan.? " timpal papa bastian
" Bagaimana Nora.? " tanya papa Ardan
" Nora terserah kak elang saja pah, baiknya gimana Nora nurut saja.! " Ucap Nora dengan mimik wajah Malu malu. beda sekali dengan Elang yang nampaknya masih terlihat bungkam dan raut wajahnya terlihat datar tanpa eksperesi.
" Nah gimana Elang,? Nora sudah setuju dan nurut apa katamu,Kalau kamu gimana.? "
__ADS_1
tanya papa bastian pada putranya
" Terserah papa saja. ---?!" ujar Elang tanpa menoleh kearah papanya malah pandangannya masih tertuju pada istri Sahabatnya dan menatap dalam sosok tiara yang kini sedang duduk disebelah Nico.
" Gadis ini kenapa aku merasa menyukai gadis ini, argh apa aku sudah gila menyukai istri dari sahabatku sendiri. nggak nggak boleh, itu tidak boleh terjadi, tapi kenapa tiap aku menatap wajahnya ada perasaan hangat argh siapa istri nico sebenarnya. "
batin Elang.
" Lang setelah ini Lo bisa ikut gue Keruangan kerja gue Dulu...? "--------
Suara Nico seketika membuyarkan Lamunannya. Wajah Nico sudah benar benar menegang, terlihat rahang kokohnya sudah mengeras ingin segera menghajar habis habis wajah sahabatnya yang sedari menatap Istrinya dengan tatapan mendamba.
" Eh kenapa Ko.? " tanya Elang dengan sedikit bingung.
" Ikut Gue. -------" Seru Nico sambil berlalu meninggalkan ruang makan dan berjalan duluan menuju ruang kerjanya dulu. dan di ikuti oleh Elang yang menyusulnya dari belakang.
" Kalau begitu saya pamit nyusul Nico dulu Om tante, semuanya. ---" Pamit elang dan diangguki kepala oleh semuanya.
Baru saja Elang masuk kedalam ruangan Kerja Nico dan menutup pintunya.tiba tiba Sudah dihadiahi sebuah satu bogeman yang mendarat di pipi kanan Elang.membuatnya terkejut dan kaget
Bughh. .
" Maksudnya Apa ni bro.? " Tanya Elang sambil mengusap Sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah.
" GUE NGGAK SUKA CARA LO MENATAP ISTRI GUE SEPERTI TADI SIALAN.! "
" Pffpfffppffpppp." Elang mengulum tawanya sambil memegangi perutnya. menahan tawanya.
" Kenapa Lo ketawa Brengsek.? " tanya Nici berapi api.
" Hahahaha. " Tawa Elang pecah seketika melihat mimik wajah sahabatnya yang sudah menegang itu.
" Brengsek Lo. " umpat Nico namu nadanya kini sudah turun satu oktav
sedang Elanh masih terkekeh dan menertawakan kekonyolan sahabatnya itu.
" Jadi Elo nyuruh gue nemuin Lo disini Cuma gara gara ELo cemburu sama gue Ko.? " goda Elang dengan nada sedikit mengejek.
" Sialan Lo, awas kalau ELo macam macam sama istri gue, apalagi ELo bentar lagi jadi adik ipar gue, awas saja kalau Lo sampek nyakitin nora Gue bunuh Lo.? " ujar Nico namun kini diselingi nada candaan.
" Nico Nico ELo tu Lucu banget, Lo cemburu sama istri. Lo gara gara gue, Lo takut kesaing bro. ha.? " Goda Elang sambil merangkul sahabatnya itu.
" Sorry bro gue emang terlalu cemburuan sama tiara. gue gak bisa kalau ada orang yang menatap istri gue seperti Lo tadi. ----"
" Santai bro woles, Inget bentar Lagi gue bakal jadi Saudara Lo....!"
" Awas Lo kalau sampek mainin perasaan saudara kembar gue. " ancam Nico dengan serius.
" Tenang bro, gue gak bakal macam macam Sama. Lo, lagian sejak kapan Lo tiba tiba jadi peduli sama Nora.? " tanya Elang seakan ingin tau alasannya karena selama yang dia tau hubungan sahabatnya dengan calon istrinya itu merenggang dan tidak begitu dekat.
Tatapan Nico kini menjadi sendu dan serius menatap Elang.
"Bagaimanapun Gue ini abangnya Lang, gue juga gak mau ada orang yang menyakitinya, meskipun sikapnya selama ini selalu membuatku naik darah, namun gue tetaplah abangnya seburuk apapun sikapnya gue tetap sayang sama Nora Lang, karena dia adik gue saudara kembar gue. jadi gue harap ELo bisa membahagiakannya, dia sebenarnya gadis yang baik dan lembut, cuma karena dikendalikan sama seseorang merubahnya jauh dari gue, gue harap Lo bisa jaga Adik gue Lang dan merubah sikapnya lebih baik. "
Perkataan Nico membuat Hati ELang seakan tertusuk dan menyayat hatinya sungguh dia bisa tau sebenarnya kakak beradik ini saling menyayangi namun karena suatu alasan membuat jarak mereka semakin menjauh. Hati Elang seakan terenyum mendapat sebuah peringatan dari sahabatnya itu.
" Pasti Ko, aku akan berusaha untuk menjaga Adikmu. ------" ujar Elang dengan mengulas senyum.
" Thanks bro. " . . .
.
.
.
__ADS_1
_ bersambung. _