Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Tidak Percaya Diri


__ADS_3

" Kak Tiara Tunggu. "


Aliya Mencoba mengejar Kakak iparnya yang berlari Keluar Dari Gedung Tersebut.


" Kakkk. ----"


" Lepasin Kakak Al. " Tiara Mencoba Menepis tangan Aliya yang Mencekal Lengannya. sedangkan Baby Vier Nampak Terlihat Bingung sambil memainkan Jari jarinya.


" Kak, Kakak Kenapa Harus pergi Ninggalin kak Nico sendirian Disana. " Ucap Aliya


" Kamu Dengar Sendiri kan Al, mereka tadi Bilang Apa, kakak Tidak Tahan mendengarnya Al." Tiara sudah Tidak bisa membendung Airmatanya yang Kini Sudah Terjatuh Di pipinya.


" Kak, dengerin Aliya, Mereka itu Sengaja Buat Kompor komprin Kakak, Kak Sella dan teman temannya itu Sengaja membuat Kak Tiara dan kak nico Tengkar, Percaya Deh sama Aliya. "


" Tapi Benar Yang Dikatakan Sella Al, Kakak ini Gak pantas Buat kakakmu, kakak ini Janda Dan Usia kakak lebih Tua Dari Nico, pasti lambat laun kakakmu itu juga bakalan nyesel sudah Nikah sama kakak, dan Bakal berpaling Dari Kakak. " Jawab Tiara dengan Airmata yang Sudah mengalir Bertumpah Ruah.


Aliya menggeleng Cepat " Enggak kak enggak itu tidak benar kak Nico bukan Tipe pria seperti Itu. "


" Lihat Al, wajah kakak Juga mungkin Sekarang Sudah Keliatan Tua, kamu dengar Sendiri kan mereka bilang Wajah kak keriput. "


Tiara masih tetap keukeh pada Pendiriannya.


Aliyya mencubit Gemas pipi Kakak iparnya.


" Apa kakak sedang Tidak Percaya Diri.? " tanya Aliyya dengan Lembut.


Tiara Mengangguk dengan Wajah Gusar.


" Sebelumnya kakak sudah pernah katakan sama Kakakmu Al, Kalau Mungkin suatu saat Kakak Akan Pada Fase Seperti Ini, mengingat Pergaulan Kakakmu yang Temanya Rata orang Berkelas, bukan seperti kakak, yang Hanya Orang Biasa dan Derajatnya Rendah dari Keluarga Kalian. "


Tiara Sudah Tidak bisa Lagi Menyembunyikan perasaannya selama Ini, mengingat Mami Sinta yang Sampai saat ini masih belun bisa menerimanya membuat Dia semakin yakin kalau dia tidak akan pernah Merasa pantas berada ditengah tengah keluarga Suaminya. belum Lagi nanti Kalau Mama mertuanya tau Masa lalunya Bisa Habis Sudah Tiara. meskipun suaminya Bisa menerima segala kekurangannya namun Tiara terkadang masih was was jika Masalalunya Diketahui oleh Keluarga Nico.


" Kak dengarkan Aliya ya, Semua manusia itu sama Saja Derajatnya mata Tuhan kak, Yang membedakan hanya Satu kak, Akhlaknya dan juga budi pekertinya, dan Aliya pikir Kakak adalah wanita yang Pantas Untuk mendampingi kak Nico kak. " Aliyya menghentikan ucapanya sebentar.


" Tapi Al. -----?"


" Kak, percayalah sama Aliya, kak Nico itu sangat Mencintai kakak tidak perduli masalalu kakak, Kakak tau dulu Waktu kakak menghilang Dari kehidupan kak nico dia Hampir Gila Hidupnya benar Benat kacau dan Berantakan dia seperti kehilangan Salah satu Hilang Dari nyawanya kak. " Aliyya masih tetap mencoba meyakinkan kakak iparnya itu.


" Terimakasih Al, kamu Sudah mengingatkan Kakak. "


Aliya mengangguk. " Sama sama kak. "


" Apa kakak mau menyusul kak Nico kembali ke tempat itu? Aliya khawatir Kak sella berbuat Licik pada Kak Nico kak. " Aliya menggenggam tangan Tiara supaya Tiara mau kembali menyusul Kakaknya tadi.


Mendengar Ucapan Aliya membuat dada Tiara bergemuruh Bayangan Nico yang masih berada Muncul berbarengan Dengan bayangan Sella. tiba tiba Hatinya tidak Rela jika terjadi sesuatu pada Suaminya itu


Dengan Cepat Tiara menyuruh Aliya untuk menggendong Baby Vier dan Akan menyusul Nico disana.


" Al Kakak Harus Jemput Suami kakak Al. " Ucapnya dengan wajah Gusar


Mendengar Ucapan Tiara Bibir Aliya Terangkat dan tersenyun senang Ternyata dia Berhasil meyakinkan kakak iparnya itu.


" Iya Kak, ayo cepat Kakak susul kak Nico. "


" Kakak Titip baby Vier Dulu Ya Al. " Tiara Menyerahkan Baby vier Pada Adik iparnya.


" Ya kak, sini biar Baby Vier Al yang gendong kak. " Ujar Aliya sambil meraih tubuh mungil baby Vier kedalam Gendongannya. " Yuk sini sayang Sama Aunty. "


" Makasih Ya Al, kakak Susul kakakmu dulu. "


" Iya, kak Hati hati. "


Dengan langkah kaki cepat Tiara berjalan Menuju gedung Itu kembali. Saat ini pikirannya benar Benar kacau, Bersyukur Dia mempunyai Adik Ipar seperti Aliya yang Mau menasehatinya Untuk tetap terus mempertahankan Miliknya. Ya Nico Adalah suaminya suami sah nya, dia tidak Akan membiarkan Seseorang Merebut Ayah Dari Anaknya tersebut, Dia tidak ingin Pernikahannya Hancur Pada Orang orang Yang Ingin Menghancurkan pernikahanya apapun Rintangannya Dia Akan tetap mempertahankan Rumah tangganya.


---------

__ADS_1


Sedangkan Ditempat Lain, Nico masih saja Dicekokin Minuman keras Oleh Teman temanya, Ada Willy sandy Firman Jordi dan Juga Daniel yang Masih Menahan Nico Disana.


sedangkan Elang Yang. melihat Nico dari Meja Lain Hanya menatap mantan Sahabatnya itu dengan Ekspresi Datar.


Melihat Nico kini yang Masih Setengah sadar Dikelilingi kelima teman Prianya dan juga Kelima teman Wanitanya membuat Elang Merasa Tak tega. saat Dia Akan bangkit Dari sana Tiba Tiba Ada Seorang Perempuan yang mencekal Lengannya perempuan itu Adalah Nora saudara kembar Nico mantan tunangannya.


" Mau kemana.? " Tanya Nora yang Ternyata juga Sudah Setengah Mabuk.


Entah Siapa yang Membuat Acara Reuni Seperti Ini.


" Ra,Lepasin Gue mau bantu Kakak Lo. "sentak Elang


Nora Hanya terkekeh Melihat Elang yang Nampak gugup Dipegangannya.


" Udah Gak usah Lo fikirin, Istrinya Aja Pergi Entah kemana, Mending Lo Selesain Dulu Urusan Lo sama Gue.. ---" ucap Nora Dengan Paraunya


" Lo mabuk Ra.? " tanya Elang menatap tajam pada mantan tunanganya


Nora mengangguk cepat. " Gue kayak gini itu juga Gara Lo sayang " Nora mengelus Pipi Elang Namun Elang segera menepis tangab Nora dengan Lembut.


" Ra sadar Ra, ELo nggak Boleh seperti Ini. " Elang Kini khawatir pada Nora dan sejenak Lupa pada Niat awalnya.


" Hehehe. Lo tau lang, gue itu Cintaaaaaaaaaaa banget Sama Lo, tapi Kenapa Lo tega ninggalin Gue Demi Ngejar Istri saudara gue Sahabat Lo sendiri Lang. " Nora Semakin Tidak sadar Dan masih Dalam keadaan paraunya. sesekali badanya Terhuyung karena pengaruh Minuman berakohol.


Elang Merasa Bersalah karena sudah membuat Wanita ini Frustasi Karena Sudah membatalkan Pertunangan sekaligus pernikahannya Pada Nora, tapi Dia sendiri tidak bisa Menyembunyikan perasaanya kalau Dia sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun pada Nora.


Dengan terpaksa Dia menolong Nora Duluan Dia tidak bisa membiarka wanita ini Dalam keadaan mabuk terus, Lagian Nico Cowok pasti Bisa jaga Diri, akhirnya Elang memutuskan untuk membawa Nora pergi dari Tempat ini dan mengantarkanya pulang. karena malam juga Sudah semakin larut Dia takut Akan terjadi Apa apa pada Nora. sedangkan Nanti dia akan kembali menjemput Nico seusai mengantarkan Nora pulang.


" Udah gue Mau Pu pulang, anak is istri gue Udah Nungguin. " Ucap Nico dengan Parau dan Setengah sadar. karena terlalu banyak minum


Semua teman temanya terkekeh melihat Nico Sudah tidak berdaya dan Kesadaranya mulai berkurang.


Sella tersenyum Puas. lalu menyuruh Salah seorang Temannya Untuk membawanya ke Kamar Hotel yang berada Di gedung Ini juga


" Cepat Antarkan Nico ke kamar. " Pinta Sella


" Nih Bayaran Untuk kalian, Ingat Kalau Istrinya datang kesini lagi, gue gak mau tau Caranya kalian Harus Menghalingannya jangan sampai dia masuk ke kamar. " ucap Sella sambil menyerah kan Sebuah Amplop coklat yang Sudah berisi Segepok Uang.


" Emuachhh Senang Bekerja dengan mu sayang. " Willy Akan mencium pipi sella namun Dengan Cepat Sella Menghidar.


" Sudah pergi sana dan jangan Biarakan Ada yang Masuk dan menganggu kesenanganku. " tegas Sella lalu segera masuk kedalam kamar yang sudah Ada Nico didalamnya.


Sedangkan Willy dan Juga kedua temannya tadi kembali Ke tempat Acara Semula.


.


.


.


.


Dengan Langkah kaki Lebar Tiara menjejakan kakinya Ditempat Dimana Acara Reuni tadi.


" Dimana Suamiku.?? " Teriak Tiara sehingga membuat Beberapa pasang Mata disana menoleh kearahnya.


Tiara terus mengedarkan Pandanganya, untuk mencari cari Keberadaan Suaminya, namun Tiara tak menemukan Suaminya didalam Ruangan itu.


" Ada Apa baby, kok tiba tiba Datang kesini lagi. kamu Ingin ikut Bersenang Senang Bersama kita ya.? " Ujar Willy dengan mengerlingkan matanya dan mendekat Kearah Tiara yang terus mundur langkahnya.


" Jangan Mendekat.! " Sentak Tiara Sambil merentangkan Tangannya supaya teman suaminya itu tak Menyentuhnya


Hahahaha.


" Dasar Sok suci Lo, Palingan Lo di ***** ***** sama Willy Juga keenakan, secara Lo kan Sukanya sama berondong. "

__ADS_1


Hahahaha


Mendengar Ucapan Gita membuat Teman temanya Menertawakan Tiara.


Keringat Dingin Sudah menjalar Di Tubuh Tiara, sumpah Demi apapun saat ini Tiara benar Benar takut.


" Suttt sutttt. " Willy Memberi Arahan pada jordi Untuk menutup Ruangan tersebut dan menguncinya dari dalam.


Kedua mata tiara membulat seketika saat Dirinya telah terkunci didalam bersama Pemuda pemudi laknat Seperti mereka.


" jangan mendekat kalian mau apa.? " sentak Tiara sambil beringsut mundur.


sedangkan Willi Daniel dan juga Sandy Sudah berjalan mendekat kearahnya dengan menampilkan Wajah mesumnya.


" Ayolah Cantik main main dulu sama kami. " Seru Willy


" Iya kami siap kok Memuaskanmu, bukankah Kau Lebih Suka berondong dan perjaka seperti Kami, kami dengan Suka rela kok, memberikan keperjakaan kami padamu. " kini ucapan laknat Itu Terucap dari Bibir Daniel dengan. mengerlingkan matanya membuat Tiara semakin ketakutan


" Tidak jangan sentuh Aku, pergu kalian. ---" Teriak tiara


" Ayolah Sayang kami sama kok seperti suamimu. " Ucap Sandy yang Sudah Dengan berani menarik Tubuh Tiara lebih mendekat kearahnya membuat Tiara Histeris


" TIDAAAAAAAK.!!!!!! "


--------


Sedang Ditempat Lain Kini Sella perlahan membuka kancing kemeja Milik Nico, Nico Masih dalam keadaan setengah sadar dan memejamkan matanya sambil memegang kepalanya karena Pusing.


" Dimana Aku. " Ucap Nico Dengan Suara paraunya.


" Tenang Sayang, saat ini kamu sedang Bersamaku, kita Akan menikmati Malam ini dengan malam yang sangat panjang sekali. " Ucap Sella dengan diselingi dengan Suara mendesah


Dengan mata hampir Terbuka Nico kaget bukan kepalang saat sella mencium Bibirnya dengan sangat Agresif.


Lalu Denga Cepat Nico mendorong Tubuh Sella terjatuh Diatas Tempat tidur.


Nico pun Langsung Berdiri dan kembali Mengancingkan Kemeja yang tadi sudah Terbuka oleh tangan sella.


" Apa yang kau Lakukan Sella. " Sentak Nico dengan Menatap tajam kearah Sella yang Kini sedang Menggeliat Meliuk liukan badan proposionalnya.


" Emmm sayang, Malam ini aku ingin kita Bercinta Seperti apa yang pernah kau Inginkan Dulu. " Ucap Sella dengan nada menggoda.


" Dasar ****** tutup mulutmu, Aku Tidak Sudi menyentuh Wanita Murahan sepertimu. "


Nico berbalik dan menuju pintu Kamar itu namun ternyata Sella telah menguncinya terlebih Dulu.


" Kau sedang Mencari Ini sayang. -----?" ucap sella sambil menggoyang goyangkan kunci kamar dari tangannya. dan menampilkan wajah nakalnya


Nico dengan cepat membalikan badanya dan menatap nyalang Pada Wanita yang Kini tengah Duduk diatas Ranjang Sambil Memakai baju Transparan


" Dasar Wanita Licik, Cepat Buka pintunya. " Teriak nico dengan Tatapan Membunuh


" Hehehe tidak semudah Itu sayang. "


" Apa maumu, Dan dimana Anak dan Istriku. " Bentak Nico dengan Emosi yang Meluap luap.


" Kalau Ingin Aku membuka pintu Itu, Maka Penuhi Permintaanku. " Ucap Sella dengan Seringai Licik


" Apa.? " Tegas Nico sambil mengepalkan tangannya erat Erat karna menahan emosi


" TIDURLAH DENGANKU MALAM INI. ". .


.


.

__ADS_1


_ Bersambung. _


__ADS_2