
Usia pernikahan Nico dan Tiara sudah menginjak enam bulan, papa Ardan Semakin mendesak Nico untuk segera menggelar Pesta pernikahan tersebut, walau sebenarnya Tiara sendiri beberapa kali menolak namun dia harus cukup sadar Bahwa Titah sang papa mertua mengingat keluarga besar suaminya adalah seorang pembisnis jadi mau tidak mau Nico dan tiara tetap akan melangsungkan pesta pernikahan.
Acara Resepsi pernikahan Nico dan Tiara akan digelar pada malam hari disebuah Gedung Mewah.Pengantin Pria dan Wanita sudah berjalan memasuki ball room, dengan Iringan Lagu khas pernikahan. Semua tamu undangan sudah memenuhi Tempat tersebut. . .
Gaun Mewah berwarna Putih Tulang dengan berbagai aksen Renda telah melekat ditubuh Tiara, Terdapat mahkota kecil khas kerajaan menempel Di atas kepalanya, Rambutnya disanggul Rapi khas pengantin. Senyumnya terus mengembang kala dia mengandeng lengan Suaminya yang menggenakan busana sama sepertinya.
Mc dari acara itu memandu Setiap langkah yang harus diambil oleh Tiara dan juga Nico hingga tiba diatas pelaminan
terlihat papa Ardan sudah memberi sambutan sambutaj kecil kepada tamu undangan yang hadir, terlihat tamu tamu penting dari kalangan bisnis dan teman teman nico juga Hadir, namun dari pihak tiara hanya beberapa saja yang hadir termasuk Melly dan juga Tante diana yang kini tengah tersenyum lebar menghampiri kedua mempelai untuk mengucapkan selamat.
" Selamat ya sayang, semoga dipernikahanmu yang Ini langgeng sampek maut yang memisahkan, dak lekas di beri momongan yang Lucu Lucu. " Ucap Tante Diana sambil tersenyum hangat.
"Terimaksih tante Doanya, Terimaksih karena tante selalu mendukung tiara dalam suka maupun duka tante, tiara sayang sama tante." Tiara sudah tidak bisa membendug lagi tangisan haru dan memeluk sang tante.
Nico pun tersenyum melihat istrinya yang terlihat bahagia walaupun tak bisa membendung air mata kebahagiaan.
" Sudah sayang jangan nangis nanti jelek Lo, riasanya Luntur, Nanti bisa bisa suami kamu berpaling sama yang Lain Lo, udah Ih kok jadi kayak anak kecil. " Goda Tante diana sambil menarik tubuh Tiara lepas dari pelukannya. terilihat tiara beberapa kali menyerkanya.
" Tenang tante, walaupun banyak wanita cantik selain tiara, tapi Cintaku hanya milik istriku seorang te selamanya. " Ujar Nico sambil menggengam erat tangan tiara dan tiara pun tersipu malu.
" Ciye ciye........., Segitunya nih pak Nico bisa dipegang nggak tuh ucapannya." Goda Melly yang kini mulai angkat bicara. " Yakin itu pak. ?"
"Seratus Ribu perseen Yakin, nona melly, "
" Gombal. " potong Tiara cepat
dan disambut gelak tawa oleh Nico dan juga melly dan tante tiara.
" Tapi kamu suka kan.? " Nico menoel Hidung Tiara dengan mengedipkan matanya, membuat Wajah tiara bersemu merah.
" Ya sudah Tante titip Keponakan tante yang bawel ini ya nak Nico kalau dia nakal kasih hukuman apa saja dari nak Nico biar gak nakal nakal lagi. " Goda sang tante. membuat Tiara mencebikan Bibirnya
" Pasti dong tante, pastinya Hukuman dari Nico tidak akan pernah tiara lupakan seumur hidupnya. " Nico mendekat dan setengah berbisik. " Hukuman Diranjang pastinya. Hahaha"
Ucapa Nico mendapat Cubitan kecil diperutnya dari tiara membuatnya meeringis sedangkan tiara wajahnya sudah seperti kepiting rebus, tante dan sahabatnya terkekeh melihat tingkah kekonyol kedua mempelai pengantin tersebut. Sumpah demi apapaun Tiara seakan ingin segera acara ini berakhir dan menyumpal mulut suaminya yang jahil itu dengan tumpukan bantal.
Namun Gelak tawa mereka tak berangsung Lama saat ada Tiga wanita cantik Sedang menghampiria acara cengkrama mereka.
" Wah wah wah, ada sekumpulan manusia kampungan dan udik lagi Reunian nih, pasti Seneng sekali nih karena salah satu dari mereka berhasil menjadi nyonya Muda di keluarga Wijaya. " Ejek Mama sinta dengan menatap sinis
" MaMi -----" Potong Nico cepat dengan wajah geram
" mami bicara kenyataanya Kok Nico, Lihatlah apa yang kau Lihat dari keluarga miskin itu, sangat tidak pantas untukmu, dan dikeluarga Wijaya, Haya Sella lah yang sebanding dan pantas bersanding denganmu Nico. " Ujar mami sinta dengan merangkul Lembut kedua bahu Sella, sella pun tersenyum manis menmpilkan wajah anggunya
" Cukup Mi, Cukup,! Jangan pernah menjelek jelekan Tiara karena dia Istriku. -----
__ADS_1
Suara bariton Milik Nico menyita beberapa keluarga Lainya seperti Kerabat Jauh papa Ardan pun ikut mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara tersebut.
dengan emosi yang meletup letup Nico dengan Lantang membentak Mami sinta.
" Jaga Ucapanmu ya nico, kamu udah berani bentak mami kamu sendiri demi wanita ini ha" Ujar Nora sambil menunjuk nunjuk jarinya ke wajah Tiara.
" Cukup Nora, hentikan mulut sampahmu itu.!"
" Ada apa ini.? "
Papa Ardan datang disela sela sengitnya perdebatan anak dan istrinya itu.
" Nico sudah kurang Ajar pah, dia udah berani bentak bentak mami demi wanita kampung itu. " Cetus Nora
" Istri papa sudah bertindak kurang ajar pah, dia tidak berhak menghina istriku didepan orang banyak dan aku juga tidak terima istri papah merendahkan istriku dan juga keluarga istriku pah. " Dengan kesal Nico membantah semua tuduhan saudara kembarnya
" Dia Bohong pah. -------- " Potong Nora
" DIAM. " teriak papa ardan sambil menggertakan giginya karena menahan kesal. lalu melirik tajam kearah Istrinya" Mami ayo kita pulang sekarang, dan kamu Nora ikut pulang sama papah. " Ujarnya lalu berlalu meninggalkan Gedung acara pernikahan nico tersebut.
Mami Sinta dengan sinis menatap Tiara dan juga tante diana dengan sinis begitupun juga Nora, Sedangkan sella hanya tersenyum simpul menikmati perseteruan Keluarga ini.
" Awas kamu. " Ancam Nora sambil menabrak bahu tiara dengan kasar namun Nico sigap menahannya dan milirik tajam pada saudara kembarnya yang telah berlalu menyusul kedua orang tuanya pergi
" Sayang kamu nggak apa apa kan.? tanya Nico.
Lalu Nico mengalihkan pandangannya pada tante diana dan melly yang sedari tadi menahan kesal oleh ulah mami Nico dan saudara kembarnya itu
" Tante saya minta maaf atas kejadian yang kurang mengenakan ini tante, maafkan mami dan saudara saya. ----"
" Sepertinya keluargamu tidak bisa menerima tiara dengan baik. ---" Ucap tante diana dengan datar
" Saya benar benar minta maaf tante. ---
" Sepertinya tante tidak bisa mengijinkan Kamu membawa keponakan tante ke rumah kamu, saya takut tiara terluka dan tante gak mau mereka menyakiti keponakan tante. "
kali ini ultimatum Tante diana cukup serius dan tegas dia menatap suami keponakannya itu dengan tatapan tajam, membuat Nico tersentak tenggorokan nya tercekat begitu saja mendengat ucapan dari tante mertuanya itu.
" Maksud tante apa tante.? " tanya nico
"Tante akan bawa tiara pulanh kerumah malam ini juga, tante gak mengijinkan kamu membawa pulang tiara ke rumahmu. "
" Tapi tante, tiara sekarang sudah menjadi Istriku tan, jadi nico berhak atas tiara., ----"
" Kamu bisa membawa Tiara pergi kemanapun jika kamu masih tinggal satu atap dengan mami kamu yang jahat itu. !" tegas Diana
__ADS_1
" Tante, -------" Desah Tiara mencoba menenangkan tantenye
" Kamu diam tiara,selama ini tante sudah cukup sabar melihat kamu ditindas dan menderita karena orang lain, tante tidak kamu disakiti orang Lain termasuk keluarga suamimu. "
" Tapi tan tiara harus tetap ikut Suami tiara. ----
" Stop tiara, Mau tidak mau kamu harus tetap dengerin kata tante, karena kedua orang tua sudah memberi amanah kepadaku untuk menjagamu, ayo sekarang kamu pulang sama tante, " Ajak diana sambil menarik lengan tiara untuk segera pergi meninggalkan gedung itu. " Ayo mel kita pergi sekarang. "
" Baik tante. --" jawab melly
" Tante Lepasin tanganku. ---" Tiara berusaha melepaskan tangan tante diana yang sedikit menariknya berjalan berdampingan.
Terlihat wajah Nico gusar dan frustasi mau tidak mau dia harus tetap mengurungkan niat tante diana yang akan membawa istrinya pergi
" Tunggu tante, ----" Seru Nico dari arah belakang.
Lalu tante diana dan juga tiara berbalik badan kearah Nico yang berdiri dibelakang mereka
" Apa Lagi.? " tanya tante diana tak ramah
" Baik Malam ini saya akan menbawa Tiara sementara menginap diapartemenku. " Ujar Nico lalu mengintrupsi Arya yang kini sedang berdiri disampingnya. " Dan kamu Arya, besok pagi saya tidak mau tau kau harus mendapatkan Mension baru dan megah untuk tempat tinggal istriku. " Ucap nico tidak bisa diganggu gugat.
" Ba Baik Tuan...."
Busett dah beli rumah kayak beli kacang goreng aja, asal jiplak aja tuh suam berondongnya tiara, udah tajir berkuasa lagi beruntung banget sih tiara. batin Melly yang melongo mendengar ucapan Nico
" baik aku pegang kata katamu, Tapi aku sendiri yang akan memastikan Tiara pulang ke apartemenmu bukan Rumahmu. "
" Silahkan tante, tante bisa ikut dengan kami. "
Terdengar Suara Nico tak kalah tegasnya dengan tante diana, namun senyum samarnya dia perlihatkan tatkala Tiara menatapnya dengan tatapan sendu.
Sampai kapanpun aku tidak akan melepas mutiara lagi dariku apapun itu.
.
.
.
.
_ bersambung. _
Hai readers maaf ya baru Up soalnya kemarin kemarin lagi Banyak Urusan. semoga kalian tetep suka ya sama ceritaku, author juga mau selesaikan novel author yang satunya berjudul AISYAH jangan Lupa mampir ya kalau ada waktu senggang.
__ADS_1
Jangan Lupa kasih Like dan juga komennya jika kalian suka.
Terimakasih