
Dengan Langkah Cepat Dang blingsatan Nico turun dari Mobil dan Berlari Menuju TKP. ( Tempat kejadian perkara) Keringat Dingin tengah bercucuran Di dahinya menandakan bahwa saat ini Dirinya tengah panik.
Didepannya sudah Ada Mobil Ambulance yang baru saja Berjalan setelah mengangkut korban Kedua Wanita yang tadi barusan saja mengalami kecelakaan Tunggal.
" Dimana Istri saya. "
Begitulah kata kata yang keluar dari Mulut Nico saat Dirinya kini sudah Berhadapan oleh beberapa Anggota kepolisian.
sedangkan Arya dan Elang masih mengekorinya dari belakang.
" Maaf, kami barusan saja menyuruh mobil Ambulance Untuk mengangkut Kedua Jenazah. " Ujar salah satu Polisi
" Brengsek, Anda lancang sekali, tanpa menunggu Kedatangan saya menyuruh Mobil ambulance untuk membawa istri saya pergi. "
Dengan Geram dan satu tarikan saja Nico berhasil mencengkram kerah baju Milik satu polisi tersebut sehingga menimbulkan sedikit kekacauan.
" Sabar Tuan muda, anda jangan bertindak Gegabah. " Seru Arya sambil menarik tangan Nico supaya melepaskan cengkraman dikerah Baju polisi
" Anda Jangan bertindak Kurang ajar pada Aparat kepolisian, Anda bisa kami tindak pidana nanti. " Seru Polisi yang Berpangkat Letnal itu.
" Saya tidak Peduli, yang saya Pedulikan Hanya istri saya, dimana Kalian membawa Istri saya pergi. "
" Tenang tuan tenang. " Ucap Arya Menenangkan Nico yang sudah tersulut emosi itu, dan Akhirnya Nico melepaskan cengkramannya.
" Kami mohon Anda Tenang, kami Akan mengantarkan Anda Dimana Rumah sakit yang membawa Jenazah Istri Anda "
" Jangan Pernah berkata seperti itu, istri saya Masih hidup karena saya yakin itu. " Sentak Nico dengan Nada geram dan menatap nyalang pada Beberapa Polisi itu, seakan dia tidak takut sekali oleh aparat kepolisian itu. rasa khawatir terhadap istrinya mengalahkan semua ketakutannya.
Lalu Akhirnya Pihak kepolisian memberitahukan Dimana Mobil ambulance itu membawa ke dua jenazah tersebut.
**************
Dengan Langkah gontai Nico Ditemani Arya dan Juga Elang Menuju kamar Jenazah.
Krekkkkkk.
pintu Ruang mayat itu terbuka, Nico langsung kedalam diikuti oleh Arya dan Elang.
Dengan sangat Hati Hati Tangannya membuka Kain berwarna putih Yang menutupi seluruh tubuh Jenazah itu.
Dan Akhirnya kain berwana putih itu berhasil dia Buka dan memperlihatkan seorang Wajah Perempuan yang sebagian Wajahnya sedikit Hancur dipenuhi oleh lebam lebam dan. Luka sobek di bagian pelipisnya dan Bibir yang sudah berwarna biru memucat.
" Claudia. ----------?" Ucapnya dengan Nada Lirih, seakan Timbul rasa kasihan dan penyesalan melihat wanita yang masih berstatuskan sebagai istri sirinya sudah terbujur kaku tak bernyawa. " Maafkan Aku Clau maafkan aku. "
Arya menepuk pundak Nico untuk memberi kekuatan supaya Pria itu bisa tegar menghadapi kenyataan ini.
" Sabar tuan, ini sudah Kehendak Takdir. " Ujar Arya.
" Sabar Bro gue turut berduka cita atas.----" Elang menjeda ucapannya. " Meninggalnya istri Lo yang satunya juga. " Lanjutnya dengan suara ragu ragu namun Nico hanya melirik Sinis kearah Elang.
" Mari Tuan kita Lihat Jenazah Nyonya tiara. "
Mendengar Ucapan Arya membuat Hati Nico seakan Tersayat dan tercabik cabik sungguh Tubuhnya tiba tiba menjadi Lemas dan tidak berdaya, dengan langkah gontai dan sedikit terpaksa Akhirnya Nico beralih kearah Tubuh Jenazah yang sudah terbujur kaku disamping Jenazah Istri sirinya itu.
Dan akhirnya Nico berhasil Membuka kain penutup itu dengan kedua mata yang dia pejamkan, sedangkan Kedua tangannya masih memegang kain putih itu.
" Tuaannn. -----?" seru Arya
" Bukan Tiara, Arya. " Seru Elang
Kedua mata kedua pria tersebut membulat sempurna setelah mengetahui Bahwa tubuh wanita yang kini tengah tergolek dan terbujur Kaku Diatas ranjang rumah sakit itu bukan Sosok yang mereka cari.
sedangkan Nico masih pada posisinya belum sama sekali membuka kedua matanya.
" Ko, Dia bukan Istrimu ko, Bukan Tiara ko,Lihatlah...." Seru Elang dengan heboh ada kelegaan tersendiri saat mengetahui kalau tubuh wanita itu bukan milik Wanita yang baru beberapa jam Lalu dia Utarakan perasaanya dengan wanita yang menjadi Istri dari sahabatnya itu.
Dengan Cepat Nico membuka lebar lebar kedua matanya dan mendapati bahwa jenazah tersebut bukan tubuh milik istrinya.
" Arya Dia bukan istriku. " Garis bibir Nico sedikit terangkat menandakan ada kelegaan yang amat dalam dari hatinya.
" Benar tuan. "
__ADS_1
" Itu tandanya.? "
" Besar Kemungkinan Nonaa tiara masih hidup tuan.! "
" CEPAT ARYA CARI ISTRIKU SAMPAI DAPAT."
Dengan Erat Nico mencengkram Leher Milik Arya sehingga membuat Arya sedikit kesusahan untuk bernafas.
" Ma maaf tuan to tolong le lepasin tangan tuan, " Ucap Arya dengan terbata bata karena Nico mencekik Lehernya
" Ko, lepasin Arya, dia bisa Mati ko, bagaimana dia bisa mencari istrimu jika kau Akan membuatnya mati. " Elang mencoba melepaskan cengkraman tangan Nico
" Uhuk huk huk. saya kesulitan nafaas tu tuan"
Lalu setelah terdiam Nico akhirnya sadar dari tindakannya, sangking terkejut dan senangnya melihat Jenazah itu bukan milik Tiara istrinya sampai dia tidak sadar Sudah mencekik lehet Asisten pribadinya itu.
" So sory ar, Aku tadi Kelepasan. " Ucapnya sambil melepaskan cengkramannya.
" Uhuk, ti tidak masalah tuan, "
" Saya ingin kamu Segera Cari istriku sampai dapat gimanapun caranya. " Tegas Nico dengan Ucapan yang tak bisa dibantah
" Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu. "
" Ya. "
" Sayang, kamu dimana tiara, ku mohon jangan tinggalkan aku, maafkan aku sudah melukai perasaanmu, aku mohon kembalilah sayang. " Batin Nico
.
.
.
.
****
" Kamu menemukan wanita ini dimana Le.? " Ujarnya sambil menyesap Nginang dimulutnya.
" Tadi saya niatnya Mau mancing Bi, eh nggak taunya saya dikejutkan oleh seorang wanita ini tengah mengambang Di Tengah sungai nek. " Ujar pemuda itu
" Lalu.? "
" Saya langsung Mencebur ke sungai Bi dan membawanya ke tepi sungai, saya priksa denyut nadinya ternyata masih terasa, akhirnya saya putuskan untuk membawanya kesini. "
" Baik, kelihatannya wanita ini sedang Hamil. "
" Hamil bi.? " tanyanya dengan Tercengang
" Iya mungkin kandunganya masih sangat Muda, Dilihat dari Perutnya yang sedikit membuncit. "
" Lalu apa yang harus kita lakukan nek. aku sendiri bahkan tidak tau Dimana keluarganya. "
"Untuk sementara waktu biarkan dia disini, aku akan merawatnya dan membuatkan obat obatan Herbal untuknya, supaya Dia bisa segera lekas sadar. " Ujar Wanita Paruh baya itu.
" Baik Bi "
setelah itu Wanita paruh baya tadi pergi kedapur dan akan meracik beberapa Ramuan Obat yang akan digunakan untuk menyembukan luka luka dalam pada wanita yang kini masih tergolek Lemah tak berdaya itu.
" Wanita ini sungguh sangat Cantik, Tapi apa benar dia sedang Hamil, Lalu dimana suaminya, kenapa dia bisa hanyut disungai sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya. " Batin pemuda itu dengan terus menata tubuh Wanita yang Barusan Dia temukan Itu.
Namun Tiba Tiba kedua kelopak mata Wanita itu perlahan Membuka, Dia memicingkan matanya guna mengatur pencahayaan dari kedua matanya.
" Si si siapa kamu. ?"
pemuda itu tersenyum. "Alhamdulilah kamu sudah sadar.? " Tanyanya dengan senyum mengembang. namun Wanita itu tetap terdiam dan terlihat linglung.
" Bi Bi Asih cepat kesini bi.? " Teriaknya.
" Ada apa sih Le teriak teriak. " Ujar Wanita paruh baya itu keluar dari dapur dan menghampiri pemuda itu.
__ADS_1
" Bi, Dia sudah sadar bi. "
" Alhamdulilah. syukurlah kalau begitu, " Ujar Bi Asih. " Ayo cepetan tanyain Namanya dan dimana Alamat rumahnya. "sambungnya
Pemuda itu mengangguk dan kembali menatap Wanita itu yang nampaknya sedang menatap keseluruh sudut Ruangan kamar tersebut.
" Oiya Namamu siapa, Bolehkan saya tau dimana Alamat Rumahmu.? " tanya pemuda itu dengan Lembut.
Wanita itu menggelengkan kepalanya membuat kening wanita paru baya dan pemuda itu mengeryit dan saling pandang.
" gimana ni bi.? "
" Sepertinya wanita ini mengalami Hilang ingatan. " Jawab wanita paruh baya yang bernama bi Asih
" Hilang ingatan bi.? " Tanyanya ulang.
" Iya, coba kamu dekatin dia dengan lembut siapa tau dia bisa sedikit mengingat sesuatu."
Pemuda itu mengangguk. " Baik bi.! "
" Hai, Kenalkan Namaku Dendy, bisakah kamu sedikit dikit mengingat namamu.? " Ucap pemuda itu yang memperkenalkan namanya sebagai Dendy.
Wanita menggelengkan kepalanya dengan kedua mata yang polos dan tatapan penuh mengiba.
" Aku tidak ingat siapa namaku. "
dendy beralih menatap Bi Asih sejenak Lalu menatap Mata polos itu lagi.
" Emm kalau begitu Gimana kalau mulai sekarang aku panggil nama kamu dengan sebutan INDAH, " Ujarnya. " Ya Nama yang Indah seindah wajahmu yang cantik dan Polos itu. " batin dendy"
Wanita itu nampak berpikir sejenak.
" Bagaimana menurutmu, apa kamu bersedia, untuk sementara saja sambil menunggu kamu mengingat kembali namamu. ?"
Akhirnya dengan sedikit ragu Wanita itu menganggukan kepalanya.
" Ya, saya Mau. "
Dendy pun tersenyum Lebar saat Wanita Itu menyambutnya dengan Ide pemberian nama yang dia pilihkan.
" Oke mulai sekarang kita berteman, panggil aku Dendy dan aku akan memanggilmu dengan Nama Indah,. "
" Ya saya setuju. "
.
.
.
.
_ Bersambung. _
Maaf Author akhir akhir ini Lagi banyak kerjaan dan Aku sempetin buat Up lagi. Besok kalau sempet Author akan Update lagi.
jangan Lupa juga di karya Author yang baru berjudul.
- Terjebak Dua Hati. -
Dengan Genre Teen dan Romantis ala anak remaja.
jangan Lupa kasih Author like komen dan kasih bintang 5 ya kalau suka.
Krisan Para Readers sangat Membantu Author untuk tetap semangat Dalam menulis cerita.
maaf kalau masih banyak Typonya ya Harap dimaklumin.
Terimakasih
Happy Reading. 😀😀😀
__ADS_1