
Usaha bisnis Online Tiara semakin maju. Lapak nya selalu Ramai akan pesanan Kue kue brownies miliknya.
bahkan tak jarang juga ada pesanan Kue Ulang tahun pernah dia terima.
pastinya bisnis online Tiara ini masih dia tutup Rapat rapat dari suaminya.
karena dia rasa belum siap untuk memberitahukan usaha bisnisnya yang dirintih 3 bulan terakhir ini lewat Aplikasi media sosialnya.
Hingga tanpa sengaja Dia bertemun dengan mantan suaminya Rival sedang berbelanjaan dipusat keramaian Mall.
tiara yang Kala itu tengah melakukan transaksi usai membeli beberapa bahan makanan tiba tiba dikejutkan dengan sesorang disampingnya tengah mengulurkan kredit Card kepada Kasir.
" Pakai ini saja mbak. --" ujar lelaki yang tak asing disampingnya, sontak membuat tiara yang tadi Sibuk mencari dompet didalam tasnya berhenti.
"Rival. ----"
Rival pun tersenyum kearah Tiara yang kini menatapnya dengan tatapan tak suka....
" Nggak usah mbak,saya bayarnya pakai tunai saja, " Selak Tiara cepat. " berapa mbak totalnya.? "
tiara tak mengindahkan Rival yang kini juga menyodorkan kredit card nya tersebut.
" jangan mbak, pakai ini saja.... ---" potong rival membuat kasir tersebut karena dua orang ini saling debat dan menambah daftar antrian customer lainnya untuk bertransaksi.
" Mas.. --"
" Udah mbak pakai ini saja. "
Rival masih tetap Kekeh pada pendiriannya.
membuat tiara semakin geram.
" Mas, jangan Lancang deh, Lihat tuh masih banyak orang yang mengantri mau transaksi mas. --" sentak tiara sambil melihati Sisi belakang dirinya.
*woeyy cepetan dong lama amat sih bayarnya
iya kami buru buru nih.
Lama amat sih, kita udah antri panjang nih*.
begitulah seruan para customer lainya yang tengah menunggu perdebatan Tiara dan nico didepan kasir.
" Mbakk cepat mbak, totalnya berapa.? " desak tiara pada sang kasir
" Totalnya semua Tiga ratus tujuh puluh enam ribu kak. " jawab sang kasir.
cepat cepat Tiara mengambil uang cashnya dan langsung menyodorkan pada mbak mbak kasir. setelah transaksi selesai tiara segera cepat cepat menenteng kantong belanjaannya dengan cepat dan berjalan melewati Mantan suaminya.
menuju pintu keluar. Rival tak menyerah begitu saja dia terus mengejar Mantan istriya tersebut dan berhenti didepan Resort mewah yang ada dipusat perbelanjaan Mall tersebut.
Rival mencekal tangan Tiara dengan cepat.
" Apa'an sih mas, Lepass gak..! " Sentak tiara menatap rival dengan kesal
" Ra, Please maafin aku. --
" Udah nggak usah bahas itu lagi mas, itu sudah nggak penting..! " ujar Tiara sambil menepis tangan Rival
Rival dengan susah payah menelan salivinya tenggorokannya tercekat mendengar ucapan yang keluar dari bibir tiara.
" Ra, Aku mohon dengerin penjelasan aku dulu ra.? ---
" Penjalasan untuk apa mas, semuanya sudah jelas.! " Cetus tiara
__ADS_1
" Enggak Ra, kamu ikut aku bentar ya, aku akan jelasin semuanya sama kamu. "
" Nggak bisa mas, aku sudah bukan istrimu Lagi, jadi kamu nggak perlu lagi ngejelasin apapun sama aku. --
mata tiara sudah berkaca kaca mengucapkan kata kata itu, sungguh membuat dadanya semakin sesak. karena bagaimana pun juga tiara masih sangat kecewa pada Rival mantan suaminya yang tega membohonginya selama mereka masih menjadi sepasang suami istri
Ketegangan Diantara mereka menyita beberapa banyak orang yang berlalu lalang dipusat perbelanjaan tersebut.
tak terkecuali pria yang kini tengah berada didalam sebuah resort yang tak jauh dari Rival dan Tiara berdebat.
Pria itu menatap tajam Kearah Istrinya yang tengah berdebat dengan mantan suaminya.
Tangannya sudah mengepal, dan tak menghiraukan arah pembicaraan dari Client penting didepannya itu.
Arya yang menyadari sikap tuan mudanya itu mengikut arah pandangan Tuan mudanya tersebut yang tertuju pada seorang wanita yang tengah berdebat dengan seorang pria didepan resort tersebut.
" Maaf, pak Nico, bagaimana penjelasan presentasi saya apa sudah jelas.? "
pertanyaan dari Client nya pun tak diindahkan oleh nico. membuat pria didepan Nico menatap heran pada pengusaha muda tersebut.
Terlihat Rival mencoba menarik tangan tiara untuk dibawannya keluar,membuat Nico semakin geram.
Brakkkk
" Bangs*t......!!!!!"
Nico menggebrak meja tersebut lalu berdiri membuat semua orang client pentingnya kaget melihat sikap tidak profesionalnnya nico.
Dengan tergesa gesa dan langkah lebar nico beranjak dari duduk nya dan melangkah keluar dari resort lalu menghampiri Rival yang tengah berusaha menarik tangan tiara.
Bughh
" Lepasin dia bangs*t....!!!" sentak Nico saat tepat menarik Tubuh Rival dari belakang dan melayangkan tinjuannya tepat diwajah rival hingga menjauh dari tubuh Tiara.
" Nico..!! " pekik tiara sambil mengatupkan bibirnya dengan kedua telapak tangannya.
" Lo yang bangs*t.------ " ujar Rival tak trima dan selangkah lebih maju untuk membalas pukulan Nico. namun dengan cepat Arya menghadang tubuh Rival.
" sabar tuan sabar, Ini dipusat keramaian. " ujar Arya diantara dua lelaki yang tengah mengobarkan api amarahnya.
sedangkan tiara terlihat menahan tubuh Nico dengan isak tangisnya.
" Persetan dengan semua orang.!!!! " Ujar nico.
" Minggir Lo, gue mau mampusin Bocah ingusan yang udah ngerebut istriku.. " ucap Rival dengan berapi api.
" Hahahahaha Istriku Lo bilang hah. ?????" perkataan Rival mendapat gelak tawa dan ejekan dari Nico. " Lo Lupa udah Ngejual ISTRI Lo untuk menebus Hutang Hutang Lo itu Hah.!!!! " sentak Nico dengan emosi yang meletup letup.
" Sialan Lo...!!! "
Rival kembali ingin menyerang Nico namun Arya tetap menahannya.
" Dasar bajiangan,sekali lagi aku peringatkan,
Jangan pernah menyentuh milikku lagi. atau aku akan membunuhmu dan juga menghancurkan keluargamu sampai hancur. Camkan itu. ------!!!!!!" sentak Nico dengan nada tegasnya.
lalu segera menarik tangan Tiara dan membawanya keluar dari mall tersebut.
meninggalkan Rival yang masih menahan kesal.
Arya pun segera menyusul tuan dan nyonya mudanya itu di tempat parkiran mobil.
" Masuk....!!! " sentak Nico saat membukakan pintu mobil bagian penumpang pada tiara.
__ADS_1
tubuh tiara bergetar melihat tatapan mata dingin dari suaminya tersebut dan beringsut masuk kedalam mobil.setelah itu nico juga ikut masuk dan duduk disebelah tiara.
sedang Arya sudah berada dibalik kursi kemudi.
" Cepat jalan.. " Titah Nico
" Baik tuan... ---"
Arya segera menancapkan mobilnya meninggalkan pusat keramaian tersebut.
*******
Brukkk
tubuh Tiara dihempaskan begitu saja diatas ranjang kingsize miliknya.
karna sesampai dirumah Nico langsung menyeret tubuh Tiara masuk kedalam kamarnya.
" Kalian Diam diam masih menjalin hubungan dengan pria brengsek itu hah.!! " Sentak nico dengan Wajah garangnya.
Jass yang tadi dipakaianya itu sudah dilempar kesembarangan tempat. sambil melonggarkan dasinya yang bertengger dikerah kemeja kerjanya.
Tiara hanya menggelengkan kepalanya disela isak tangisnya.
" jawab Aku tiara. apa kau Tuli Hah. -----" Bentak Nico.
Entah kenapa melihat istrinya bersama pria lain Membuatnya murka dan emosinya memuncak seketika...
" Nggak nico, kami tadi tidak sengaja bertemu. ----
" BOHONG.. !!!!" Potong Nico cepat.
" Sungguh aku tidak berbohong nico. Hiks hiks hiks. "
Nico menindih tubuh tiara dan mengungkungnya diatas ranjang tersebut membuat mata tiara membelalak mendapat perlakuan suaminya yang begitu kasar.
" Dengar, mulai sekarang aku tidak akan pernah mengiijinkanmu keluar Rumah tanoa seijinku. paham kamu.....!!!!!! "
ujar nico dengan mencengkram rahang kedua pipi tiara yang tengah basah oleh buliran air matanya.
" Me mengerti Nico..!!? jawab Tiara dengan terbata bata.
Lalu nico menghempaskan kembali tubuh tiara. lalu dia beranjak berdiri dengan perasaan frustasi.
" Sekarang Kamu keluar dari sini
KELUAR....!!! .Sentak nico dengan Lantang.
membuat Tubuh tiara beringsut berdiri dan Melangkahnkan kakinya yang tengah gemetar itu keluar dari kamar nico.
Bruakkkkkkkk.
Nico menendang Pintu kamarnya dengan keras saat pintu kamarnya sudah tertutup kembali karena tiara sudah keluar dari kamarnya.
Ada apa dengan perasaanku, kenapa melihat Dia disentuh pria lain membuat aliran darahku mendidih seketika, argggh sialan brengsek.
umpatan demi umpatan menyeruak dibatin Nico. sedangkan diluar Pintu kamar nico. tiara masih berdiri lemas sambil memegangi dadanya yang tengah menahan sakit atas sikap kasar suaminya tadi.
Ya allah kuatkan hamba untuk menjalani ini semua, ayah ibu peluk aku, bawa aku pergi dari sini. aku sudah kuat lagi.
.
.
__ADS_1
.
bersambung.