
Tubuh Tiara seakan Gemetar saat Gilang Terus saja merengkuhnya entah Sudah Berapa Lama Gilang yang Tak lain dan tak bukan adalah Nico itu masih tetap setia memeluk Tubuh Tiara dari belakang, sudah berapa Pukulan Hentakan Yang Dia dapatkan Dari Tangan wanita Hamil itu pada Dada Bidangnya, namun tak lantas juga Membuat Gilang melepaskan Rengkuhannya.
Tenaga Tiara yang Hampir saja Lemas karena kelelahan memukuli Tubuhn suaminya yang Tidak terasa Sakit sama sekali oleh suaminya itu membuat Berangsur Angsur Melemah hingga Dia membiarkan Tubuhnya yang Sudah letih Ini Di peluk Oleh Gilang suaminya sendiri.
" Aku Antar ke kamar kamu sekarang ya, kamu harus istirahat. " Lirih Gilang disela sela Mendekap tubuh Tiara
" Aku mau pulang sekarang juga.! " Suara Tiara terdengar Pelan namun penuh penekanan menahan Amarah yang sedari tadi Tahan.
" Ini sudah Malam sayang, Besok saja ya Aku antar kamu pulang. " Mendengar Gilang Mengucapkan kata sayang untuk membuatnya semakin menggeram Dan sangat Murka.
" Berhenti memanggilku sayang Aku tidak sudi Mendengar kata itu dibalik mulut Kotormu. "
Mendengar Ucapan Tiara yang Sangat menusuk itu tak serta merta membuat Gilang marah, dia bisa terima akan umpatan wanita yang tengah mengaku sebagai istrinya sebenarnya Bisa saja dia tersulut Emosi karena mendengar Kata makian dari mulut tiara, namun entah kenapa Dia tidak bisa melakukan itu tubuhnya seakan Lemas Diliputi rasa bersalah yang mendalam, padahal Jelas Sudah Dia masih belum bisa mengingat Siapa tiara sebenarnya, namun Tidak dengan Hatinya.Hatinya seolah berkata tidak bisa menampik perasaan aneh pada Tiara.
" Iya maafkan Aku, tapi Aku mohon untuk saat ini Kita menginap tidur disini dulu seenggaknya untuk malam ini, besok pagi Aku janji Akan mengantarmu pulang. "
Kini Tubuh Tiara Berbalik menatap Suaminya itu tatapan matanya pun menghunus penuh kebencian dan kekecewaan.
" Apa kamu Pikir, aku bakal Sudi Melihat Kelakuan bejatmu bersama wanita itu lagi, Aku tidak sudi jika Harus menginap disini dan Nantinya Akan mengotori Mata suciku melihat Kebejatan kalian. " Ujar Tiara dengan suara memekik namun tetap Pelan dan menahan Amarah penuh kebencian
" Oke, Aku minta maaf aku tidak akan melakukan itu lagi Didepanmu, tapi aku mohon bersabarlah Sampai besok pagi tiara, Aku tidak mungkin Membiarkanmu pergi sendiri tengah malam begini. " Suara Terdengar Penuh kekhawatiran dan menatap Balik tiara kedua bahu tiara Dia cengkram namun tak membuat Tiara kesakitan
" Jangan pedulikan Aku, Karena Apapun Alasanmu Aku akan tetap memilih pergi malam ini Juga. " Tiara menghempas tangan Gilang sedari tadi mencengkramnya lalu berlalu melewati Gilang masuk kekamar tamu tadi untuk mengambil Jaketnya karena udara malam sangat menusuk tidak mungkin dia Hanya pergi menggunakan Pakaian kemarin malam yang dia pakai.
Tiara langsung bergegas keluar dari kamarnya lalu berjalan untuk keluar dari Rumah tersebut namun Disana ternyata sudah Ada Gilang Dan Emira yang Sudah lengkap dengan pakaiannya.
" Aku dan Mira akan mengantarkanmu pulang. " Seru Gilang dengan menatap Datar pada Tiara yang baru saja mengambil Jaketnya
" Tidak perlu Aku bisa Jalan sendiri. "
" Ayolah Tiara, ini sudah sangat malam, tidak baik buat kamu. " Gilang tetap mendesak untuk mengantarkan tiara pulang sedangkan Emira yang kini masuk duduk disofa terlihat Acuh dan sangat malas, entah apa yang Dikatakan gilang pada wanita itu sehingga mengijinkan Gilang untuk mengantarkan pulang tiara tapi dengan satu syarat Dia harus tetap Ikut.
Tiara menghela nafas kasar, Kepalanya sangat pusing jika terus berdebat Pada pria didepannya dia jadi semakin yakin jika memang Pria ini memang Suaminya mengingat Postur tubuh wajah dan keseluruhannya sama dan jangan lupakan Suaminya itu juga mempunyai sifat pemaksa Dan tidak ingin dibantah.
Akhirnya Dari pada Urusannya semakin panjang dia mengiyakan Untuk menyanggupi permintaan Gilang untung mengantarkannya pulang, Toh bukannya lebih cepat lebih Sehingga dia tidak berlama lama Dua pasangan Yang menjijikan pikirnya.
" Oke terserah kalian, pokoknya aku mau pulang sekarang Juga. "Ujar Tiara dengan Setengah mengeraskan Suaranya membuat Emira menolehnya cepat dan sedikit kesal
" Heh Nggak Tau diri banget Sih Lo, Udah Mau dianterin malah marah marah. " tutur Emira dengan Nada mencemooh
__ADS_1
" Bukan Aku yang Tidak tau diri tapi Kau, Mau maunya Ditidurin Sama pria yang sudah beristri. " Seru Tiara yang Sudah Tidak kalah sengitnya menjawab omongan Emira.
" Dasar kurang Ajar Lo. "
" Kamu yang kurang Ajar. "
Kedua wanita tersebut saling bersautan memberi umpatan masing masing, Gilang pun tak tinggal diam untuk menghentika Persetuam dua wanita tersebut
" Tiara, Emira Sudah Hentikan, Ini sudah Malam, Tidak enak didengar Tetangga. "
" Diam kamu. " Sentak Tiara dan mira bersamaan dan menatap tajam pada gilang.
" Oke oke aku minta maaf, kalau begitu Ayo cepat Kalian segera masuk mobil, aku akan mengantarkan tiara pulang. "
Kedua wanita itu pun Lalu Berjalan duluan Melewati Gilang dan masuk kedalam Mobil. Tiara duduk dikursi penumpang sedang Emira dudul dikursi depan Sebelah kemudi. sedangkan Gilang menyusul Untuk masuk kedalam mobil dan duduk Di kursi kemudi.
Lalu tak lama akhirnya Gilang melesatkan kendaraaan mobilnya.
Disepanjang perjalan Emira tak henti hentinya merangkul Lengan Kiri Gilang Yang masih sibuk mengemudi itu, sesekali Gilang Melirik Tiara yang tengah duduk belakang Lewat kaca spion depannya.
saat tatapan mereka bertemu dan Terkunci tiara dengan Cepat membuang muka, tak ingin terlahir menyedihkan dia mengedarkan pandangannya dibalik luar Jendela mobil.
" Kenapa sih sayang, kamu malu karena Dilihat Wanita itu, aku tau pasti Kamu inginnya kita Mesra mesraannya Didalam kamar dan Bergelut Diatas ranjang saja kan tanpa Ada yang melihat kita. " Tutur Emira yang sengaja mengeraskan suaranya untuk membuat tiara panas.
" Mira jaga Ucapanmu. "
Mira hanya tersenyum simpul mendengar Ucapan gilang malah semakin menggila dengan ucapannya . " Oke oke sayang, aku akan lepaskan tanganku ke kamu, Aku takut Kamu tidak fokus Menyetir karena Takut Juniormu tegang Disini, tidak mungkin kan kita melalukannya lagi dimobil dan ditonton oleh wanita Dibelakang Itu. "
Srakkkk
Seketika itu juga Gilang Langsung Menginjak Rem mobil mendadak dan Mobil itu pun berhenti Disebuah Kompleks perumahan Elit yang ternyata sudah berada dikawasan tempat Tinggal tiara.
" Kalau kamu Tidak bisa Diam, aku akan Menurunkanmu disini.! " Sentak Gilang Pada Emira dengan Nada suara yang tinggi. membuat Emira bungkam seketika.
" Dasar Manusia manusia Menjijikan, tidak punya Urat malu. " Gumam Tiara dengan menatap sinis pada Kedua pria dan wanita didepanya itu.
Lalu Gilang menjalankan mobilnya lagi dan menuju Alamat yang Sudah Diarahkan tadi.
Lima belas menit kemudian Mobil Gilang Sudah sampai Didepan Gerbang yang menjulang Tinggi milik Rumah Tiara. Tanpa mengatakan sepatah katapun tiara langsung Turun dari mobil. Namun dengan Cepat Gilang Pun ikut Turun dari mobil sedang emira masih tetap stanbay Didalam mobil
__ADS_1
" Mau apa mengikutiku.?!" Tanya tiara dengan Tidak angkuh saat membalikan badanya ketika Merasa Gilang mengekorinya dari belakang.
" Aku hanya ingin memastikanmu masuk kedalam Rumah. " jawab Gilang dengan Wajah sendunya entah apa yang Tengah difikirkan sama pria itu saat ini
" Tidak perlu sekarang Lebih kau bisa pergi dengan wanita yang kini sudah jadi kekasihmu itu.! " Tutur Tiara dengan Nada Dinginn
" Bukankah Kau bilang Kalau aku ini suamimu itu Artinya Aku Adalah papa kandung dari Anak yang tengah kau kandung.?!"
" lalu Apa mau kamu.?!!" Tiara menajamkan matanya pada suaminya yang sangat tidak tau diri ini
" Aku juga ingin masuk kedalam Aku juga ingin pulang bersamamu. " Jawab Gilang yang seoalah tanpa beban dan rasa bersalah membuat Tiara semakin menghunus kesal padanya.
" Berani sekali dia berkata seperti itu seperti tidak merasa bersalah sama sekali, aku benar benar membencinya. " Batin Tiara
" Pergilah dan Jangan pernah datang Kesini lagi sebelum kamu menyadari semua kesalahanmu, Dan satu lagi Aku akan minta pisah sama kamu setelah Kamu sembuh dari Amnesiamu. " Tutur Tiara lalu langsung membuka kunci Cadangan pagar Rumahnya karena memang saat Tiara pergi dia membawa Kunci cadangan Pagarnya dan dia selipkan disaku Jaket.
Brakkk
Dengan Keras Tiara menutup Pintu pagar Tersebut Lalu menggemboknya Dari Luar.
" Tiara Maafkan Aku Tiara, maafkan Aku tolong bantu Aku untuk mengingat semuanya Jika kamu memang memang benar Istriku. " Teriak Gilang dari Luar pagar.
sedangkan Tiara Hanya mampu Memejamkan Matanya kembali dan Bersandar Pada Pintu pagar Rumahnya dari dalam dan lagi lagi Air matanya pun sudah Lolos begitu saja Dikedua pipinya.
Maafkan aku mas, kali ini aku benar benar tidak bisa memaafkanmu mungkin Jalan seperti ini yang terbaik, meski aku tau Kau sekarang Belum sembuh dari ingatanmu, tapi Hatiku bukan seperti Baja yang tetap kuat saat kau berulang kali menyakitiku. maakan aku mas maafkan sungguh jauh didalam lubuk hatiku sebenarnya masih sangat menncintaimu. maafkan aku.
.
.
.
_bersambung. _
Author Sempetin Update sekarang Ya, sisanya Nanti malam kalau sempat.
semoga syuka.
Happy Reading.
__ADS_1