
Hai gaes aku balik lagi nih, ada yang kangen nggak.? maaf ya author beberapa hari gak update karena lagi ngurusin persiapan anak yang mau masuk sekolah.
semoga kalian masih suka sama karya aku yang receeeeh ini ya. -------------------------------!!!!!!
Cekidot. \=>
Sore itu Nico ditemani Arya asisten pribadinya bergegas ke rumah sakit dimana Tiara dirawat, karena secara tak sengaja tante Luna membawa Tiara dirumah sakit family milik keluarga Nico. dan kebetulan dokter yang menangani Tiara adalah dokter yang menangani penyakit Tiara, namanya dokter Ibrahim atau biasa dipanggil dokter Ibra.
" Dokter bagaimana keadaan istri saya dok? apa yang terjadi padanya dok ayo cepat Katakan.? "
Nico terus mendesak dokter Ibra untuk segera menjawab pertanyaannya tanpa menoleh kearah sampingnya bahwa sudah ada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik sedang menatap dirinya.
" Sabar Tuan, biarkan dokter ibra menjelaskan semuanya. --------?" Arya mencoba menenangkan emosi tuan mudanya itu.
" Begini Nico, ada yang perlu saya sampaikan ke kamu mengenai kondisi istrimu saat ini. "
Dokter ibra menghela nafasnya dan menarik satu tarikan nafasnya.
" Ayo cepat dok kataka, anda jangan terlalu berbelit belit. ------" sentak Nico tak terima.
" Baik, saya akan jelaskan semuanya, mari ikut keruanga saya. ---"
Nico dan Arya pun bergegas ikut dokter ibra keruangannya tak lupa Juga tante Luna diam diam ikut bersama mereka masuk kedalam ruangan dokter ibra tersebut.
"Cepat dok katakan.! "
" Menurut Hasil pemeriksaan saya, kondisi tiara semakin hari semakin. memburuk, itu diduga bahwasanya selama ini tiara tidak meminum obat obat yang kita berikan sebagai penyokong penyembuhannya dan itu menjadi salah satu penyebab kenapa kondisi tiara semakin buruk dan melemah. "
" Jadi tiara selama ini tidak pernah meminum obat obat itu dok? " tanya Nico
" Benar. Namun Istrimu punya alasan kuat kenapa dia tidak meminum obat obatan dari kami selama ini, karena memang penyakit ini sangat resisten dan berlawanan dengan pengobatan, maka Tiara memilih tak meminum obat tersebut dengan alasan untuk mempertahankan janinnya, dan ini yang saya takutkan dari awal kondisi tiara semakin parah meskipun kerap beberapa kali dia memohon kepada saya untuk menyembunyikan kondisinya yang sebenarnya dari anda. -----"
Mendengar penjelasan panjang lebar Dari dokter Ibra membuat Tubuh Nico lemas, tangannya mengepal Erat, Jantungnya seakan disuruh berdetak, pikirannya sangat kacau, betapa bodohnya dia selama ini karena tak memperhatikan keadaan istrinya. memang beberapa hari ini Tiara kerap sekali meminta Nico untuk tidak ikut menemani jadwal kontrol di rumah sakit dengan Alasan dia tidak ingin mengganggu kesibukan suaminya. apalagi Nico juga tampak terlihat sibuk oleh beberapa pekerjaannya dikantor sehingga Nico mempercayakan tiara pada melly sahabat Tiara, alhasil selama beberapa minggu ini Melly lah yang menemaninya untuk jadwal Cek'up nya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan dok. ------?"
Ucap Nico dengan sangat Lirih karena jujur dia sudah kehabisan kata kata untuk semua ini.
"Jalan satu satunya adalah kita harus memilih salah satu nyawa dari si ibu atau si bayi. --"
" Maksud dokter Istri saya harus menggugurkan kandunganny....? "
Dokter ibra pun mengangguk dengan sangat berarti.
" Benar Nico, Istrimu harus menggugurkan kandungannya untuk menyelamatkan salah satu nyawa dari keduanya, walaupun resikonya juga sangat tinggi, namun hanya itu jalan satu satunya untuk menyelamatkan nyawa istrimu.!!! " ujar Dokter Ibra.
Kedua bola mata Nico nampak berkaca kaca, dia sendiri sangat Bimbang dan bingung, mengingat betapa kerasnya sang istri mempertahankan janin yang ada dikandungan istrinya, mengingat selama Dua tahun terakhir ini mereka menanti kehadiran malaikat kecil dalam mahligai rumah tangganya namun ketika malaikat kecil itu sudah hadir, mereka berdua harus merelakan untuk pergi selama lamanya, sungguh ini benar benar tidak adil baginya, Setelah beberapa tahun menunggu Tiara untuk sebagai istrinya kini dia juga tidak akan rela harus kehilangannya untuk kedua kali, namun disisilain dia harus bisa merelakan buah cintanya dengan tiara untuk selama lamanya.
__ADS_1
Sungguh ini benar benar pilihan yang sangat sulit.
Akhirnya dengan sangat berat Hati Nico pun menyetujui saran dari Dokter Ibra, meskipun dadanya terasa sesak dan nyeri mengatakan itu namun dia harus tetap kuat dan tegar supaya nanti bisa menegarkan hati sang istri. sungguh ini benar benar sangat menyakitkan untuk keduanya.
" Bagaimana Nico apa kamu setuju dengan rencana awal ini.? " Dokter ibra mengulang lagi pertanyaanya.
" Sa sa saya setuju Dok............!!!!!!" Lirih Nico sambil memejamkan kedua matanya sebentar dan membukannya lagi lalu menghela nafas beratnya.
Dokter ibra pun menepuk pundak Nico untuk menguatkan dan memberi dukungan moril kepada suami pasiennya itu.
" Kamu yang sabar Nico pasti dibalik ini semua tersimpan Hikmah yang besar untuk kalian berdua. "
" Iya Dok terimakasih dukungannya. "
Sedangkan Wanita paruh baya yang kini Duduk sampingnya kini hanya bisa mematung dan menyimak percakapan antara dokter dan Anak dari sahabatnya tersebut entah kenapa mendapat kenyataan pahit dari tiara membuat dadanya sesak dan Hatinya menjadi sakit ada sebuah ketidakrelaan darinya mendapati kondisi gadis yang ditolongnya harus meregang nyawanya demi untuk mempertahankan Hidup bersama calon bayinya. sekilas bayangan Hidup di massalalunya muncul Dua puluh delapan tahun yang Lalu saat Dirinya juga Divonis oleh Dokter tentang penyakit mematikan yang mengharuskannya kehilangan calon bayinya. sebelum akhirnya dia bisa dinyatakan sembuh sampai saat ini. entah kenapa membayangkan hal itu membuatnya semakin Yakin kalau dia merasa tak asing dengan Tiara, ada ikatan batin yang tiba tiba melekat didirinya.
" Tante, ayo kita bisa keluar sekarang dari ruangan dokter Ibrahim.? "
Seruan Nico tak juga membuat tante Luna bergeming dia masih bergelut dengan fikirannya.
hingga Nico melayangkan seruannya kembali membuat wanita paruh baya itu tersadar dari lamunannya.
" Tante Luna.? "
" Eh iya Nak Nico. ---"
" Yuk tan kita keluar, saya mau melihat keadaan istri saya---"
Tante Luna mengangguk dan beranjak berdiri untuk mengikuti ajakan nico keluar dari ruangan dokter ibra.
" Kalau begitu kami permisi keluar dulu dok, kami ingin melihat keadaan tiara.----"
" Iya silahkan.! " Jawab dokter ibra.
Lalu nico pun segera keluar dari ruangan Dokter Ibra dan bergegas Untuk menuju Di ruangan Inap Tiara.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah bersembunyi di balik tembok besar sedang mendengarkan pembicaraan.mereka.dengan Deraian Air mata dan memeluk erat perutnya yang sudah terlihat membuncit itu..
" Kalian benar benar jahat terutama kamu Mas, kamu benar benar ingin membunuh bayi kita,sampai mati pun aku akan tetap mempertahankan bayi ini, aku tidak akan pernah memaafkanm mas, aku benci kamu aku benci kamu. " Batin seseorang tersebut yang tak Lain adalah Tiara.
lalu dengan Langkah gontai dan Lemas, tiara memutuskan untuk kabur dari rumah sakit dia tidak Ingin bertemu dengan suaminya akhirnya Tiara pun berlari meninggalkan rumah sakit tersebut dengan genangan Air mata yang terus membasahi pipinya.
-------------
Namun Di sisi Lain terlihat Nico dan Juga Tante Luna membelalakan kedua matanya saat mendapati Ruangan Tiara kosong tanpa ada Istrinya tersebut.
" Tiara, dimana kamu sayang.? "
__ADS_1
Nico terus memanggil manggil nama istrinya sambil mencarinya diberbagai sudut Kamar Ruang Inap Istrinya itu, mulai dari kamar mandi hingga dapur kecil yang ada diruangan kamar inap milik Tiara yang merupakan Kamar inap clas VIP..
" Arya cepat kamu cari Tiara diluar.? " teriak Nico dengan sangat frustasi karena tidak menemukan keberadaan istrinya.
" Baik tuan. "
Arya pun langsung bergegas keluar sedang Nico kini masih tampak bingung dan frustasi.
" Sabar Nak Nico, tante yakin Tiara pasti akan ketemu. " ujar Tante Luna sambil memenangkan Nico yang kini sudah menggelosor tubuhnya dilantai.
" Aku gagal jadi suami yang baik untuk tiara tan, aku gak bisa jaga Tiara. ---" Ujarnya sambil menjambak rambutnya kebelakan karena frustasi.
-----------------
Sedangkan Di sisi Lain kini tiara sudah berjalan dan melangkah lebih jauh dari rumah sakit tersebut. dan menyusuri jalanan Protokol dan trotoar sambil terus mengulas perutnya.
Nampak wajahnya sangat pucat karena menahan Lelah. Keringat sudah bercucuran membasahi dahinya sambil terus melangkahkan kakinya yang tak tentu Arah. berharap akan ada keajaiban kecil yang akan menolongnya.
" Mama Harus kuat Dek, mama harus kuat demi kamu dek, Mama akan membawa kamu pergi supaya tidak ada yang mengusik hidupmu dek. "
Tiara terus berguma tak jelas untuk menguatkan dirinya.
" Ayo dek bantu Mama, kamu harus kuat Dek, kita akan pergi jauh dari sini. --------"
Belum sempat kaki tiara melangkah Lebih jauh Lagi, tiba tiba Kepalanya mendadak pusing, Darah segar Sudah bercucuran dibalik Hidung mungilnya. Dengan Reflek Tiara langsung menyerka Darah segar yang keluar dari hidungnya itu, namun seakan tidak mau berhenti membuat kepala Tiara semakin berat. pandangannya begitu buram lalu akhirnya dia tak sadarkan diri.
Namun sebelum tiara jatuh tersungkur ketanah. ada sepasang tangan kekar yang menangkapnya dan mendekapnya. sehingga tubuh tiara jatuh didalam dekapan seseorang itu dan membawa Tiara masuk kedalam mobilnya dan membawanya Pergi dari tempat itu.
.
.
.
_ bersambung. _
Maaf ya aku hari ini Up nya telat dan jarang karena lagi ada banyak urusan yang gak bisa aku tinggalin. nanti malam kalau sempet aku bakal Up lagi.
.
Jangan Lupa kasih aku dukungan ya dengan cara Like dan Komen ,supaya Author Lebih semangat Lagi ketiknya.
Kritik dan saran kalian sangat membantu Author untuk. melanjutkan cerita ini.
Terimakasih.
Happy reading. ---------------
__ADS_1
salam sayang Authir dari jauh Untuk kalian semuaaaaaaaaaa.