
Setelah kematian emira sebulan yang Lalu, Tiara Sering sekali berkunjung Ke Rumah tante Luna hanya sekedar menghibur Wanita Paruh baya yang Baru saja kehilangan tepat Tiga bulan Yang Lalu.
Tiara juga sering sekali Mengajak Cylla dan Javier Untuk berkunjung ke rumah Tante Luna untuk sekedar menemani Mutia yang Sangat Kesepian dan menjadi Pribadi Yang pendiam sepeninggal Mamanya, Memang Mutia Sudah Diadopsi Oleh Nico, namun pasangan Paruh baya itu Kadang merengek Untuk bertemu dengan Cucunya, terlebih tante Luna merasa sangat terpukul atas kematian Emira, dan Dia sangat Senang seperti Punya semangat Hidup Jika Nico terkadang mengantarkan Mutia untuk menginap dirumah nenek dan kakek kandungnya itu.
" Tante, Tante makan Dulu Ya Tiara suapin. ?"
Terlihat Tante Luna kembali seperti tidak punya Gairah hidup Lagi Jika sedang merindukan Cucunya.
Tante luna Beralih menatap Tiara lekat lekat. Hatinya Kembali menghangat Jika sedang menatap Wanita cantik yang kini dengan telaten Merawatnya semenjak kematian Emira.
Dia pun Memegang Lembut Pipi Tiara
Kenapa Wajahnya mengingatkanku pada Mas Hilman, siapa sebenernya wanita ini, kenapa Hatiku menjadi hangat jika didekatnya.
" Tante, ayo aaaak dulu nanti Keburu Dingin buburnya. " Ucap Tiara dengan Lembut.
" Terimakasih nak sudah mau merawat tante Selama Ini, , , " Lirih Tante Luna
" Sama sama tante, Tiara sudah Anggap tante seperti Mama kandung Tiara jadi mama jangan Sungkan sungkan ya sama tiara, pokoknya tante Harus cepat Sehat Supaya tante Bisa beraktivitas kembali, Tante nggak mau main sama Cucu tante Lagi. " Tiara merayu Tante Luna dan membujuknya supaya tante Luna punya semangat Hidup lagi Untuk tetap sembuh dari Penyakitnya.
Tante Luna Hanya tersenyum Dan menganggukan kepalanya lalu dia teringat dengan kejadian sebulan yang lalu waktu Tante Diana tantenya Tiara Bertemu dengannya saat Kematian Emira, dan Dengan Tegas Tante Diana menyuruh Tante Luna untuk menjauhi Tiara, dan tidak mengusik kehidupan Tiara, namun nyatanya lain Tiara kini malah dengan suka rela mau merawatnya bahkan memberikan perhatia kecil padanya layaknya perhatian seorang Anak ke ibunya. bahkan Tante luna tidak pernah mendapatkan perhatian ini dari Almh anaknya.karena memang Semenjak Kecil Kedekatan Emira dan tante luna merenggang sejak kecil saat Emira mempunyai Kebiasaan Aneh diusia Belia.
Mungkinkah Dia putriku, kenapa Aku merasa begitu dekat dengannya, lalu Diana Kenapa dengan Keras Melarang Aku Menjalin kedekatan dengan keponakannya ini, siapa Wanita ini.
" Setelah ini tiara mau jemput Anak anak ya tante, tante Istirahat saja dikamar, Tiara juga tidak Akan lama kok perginya. " ucapnya setelah selesai menyuapi Tante Luna
Lalu Diapun Beranjak pergi keluar Dari kamar tante Luna dan bersiap siap untuk menjemput Anak anak.
" Mau kemana Ra.?! " Tanya Elang saat. mendapati Tiara baru saja turun dari lantai atas
" Jemput Anak anak. "
" Aku antar kamu ya.?! " tawar Elang, dan Tiara pun. menggelengkan kepalanya
" Tidak usah Aku mau berangkat sendiri saja."
" Aku Antar saja ya, dari pada nanti kamu terjadi Apa Apa dijalan. " Ucapnya dengan sedikit mendesak.
Tiara pun tak punya pilihan Lain Akhirnya dia pun mengiyakan Ucapan Elang dan mereka pun Akhirnya menjemput Anak anak bersama.
Akhirnya mobil Elang Sudah Tepat Di Depan pintu Gerbang sekolahan. namun Langkah Tiara dan Elang berhenti saat mendapati Nico yang Juga terlebih Dulu menjemput Anak anak
" Kamu Disini Juga Mas jemput Anak Anak.?" Tanya Tiara saat sudah berada DiDepan Nico didepan Anak Anak
Nico melirik sekilas Elang yang Kini Sudah Berdiri bersama Tiara tepat Dihadapannya.
"Iya, Aku Mau Ajak Anak Anak Jalan Jalan Dulu, sebelum. ------" Nico Menjeda Ucapannya membuat Tiara Mengerutkan Keningnya
" Sebelum Apa mas.?! " Tanyanya Airmukanya pun berubah Penasaran
" Sebelum Aku memutuskan Untuk pergi dari Hidup kalian.! " Ujarnya dengan Dingin membuat Tiara membelalakan kedua matanya, tentang Apa yang Dimaksud Nico
" Sudahlah, aku Nggak punya banyak waktu lagi bolehkah aku bawa Anak Anak.?! " Tanya Nico tanpa mau menatap Tiara dan malah mengalihkan Pandangannya.
" Emm. ." Tiara nampak berfikir sejenak lalu menatap Pada Cylla, Javier dan juga mutia.
" Boleh ya ma.?! " Rengek Cylla dan Javier.
__ADS_1
" Iya deh tapi Kalian nggak boleh nakal ya sama Papa. dan pulangnya juga nggak boleh malam malam. " tuturnya.
" Oke mamaku sayang. " Saut Cylla dan Vier bersamaan.
" Kalau Begitu Aku bawa Anak Anak duluan. " Ujar Nico lalu menatap Mutia anak angkatnya itu. " Mutia Kamu mau iku bersama Uncle Nico apa Uncle Elang dan Tante tiara.?! "
" Mut, Ikut Tante Tiara saja nggak Apa Apa kan Om, Mut kepengen jenguk Oma sama Opa. " Cicit Mutia
" Iya sayang nggak Apa apa, Mutia disana jangan Ngerepotin Tante Tiara dan Uncle Elang ya Apalagi sampai ngerpotin mereka. " ujar Nico sambil melirik Sinis pada Elang dan terdengar Nada bicaranya sedikit menyindir
" Beres Uncle. "Mutia mengacungkan Jempolnya
" Kami pamit Dulu."
" Assalamualaikum. " Ucap Nico dan kedua Anak Anaknya. sambip melangkah pergi Kearah mobil Nico
" Walaikumsala. " balas Tiara,elang dan Juga mutia
" Dadah mama, dada Om dada Mutia. " Cylla dan Javier melambaikan kedua Tangannya saat Mobil Yang Di kendarai olehnya bersama papanya itu sudah Pergi dari depan sekolahnya. Tiara pun Tak Lupa juga membalas Lambaian dari Kedua Anak Anaknya itu, dan tak lama kemudian Mobil Nico yang Membawa Kedua Anaknya Sudah Lenyap Dari pandangannya.
" Ya Allah kenapa tiba tiba perasaanku tidak enak, aku mohon Ya Allah Tolong Lindungi mereka berada, semoga mereka baik baik saja. " Batin Tiara.
" Tuk Ra, Aku Anterin kamu pulang kerumahmu Apa ke rumah mamaku.?! " Tanya Elang Membuyarkan Lamunan Tiara
" Eh iya lang kita kerumah kamu saja, sekalian ikut Anterin Mutia bertemu dengan Neneknya. " jawab Tiara terlihat sekali Fikirannya Tidak Fokus dan Gusar karena memikirkan Ucapan Dari mantan suaminya yang Terkesan Aneh itu
Lalu Mereka pun bertiga masuk kedalam Pulang Dan segera Menuju kerumah Keluarga Bastian.
Sedang Disisi lain Terlihat Dua wanita Paruh baya beda status itu sedang Berdebat sengit, Entah Apa yang mereka perdebatkan.
" Diana Aku mohon, Tolong Kasih Tau siapa Sebenernya Tiara, Apa dia benar benar Anak mas Hilman.? Tolong jawab pertanyaanku.? " Rengek wanita paruh baya itu yang tak lain Adalah tante Luna yang merengek Dan berlutut didepan Tante Diana yang sedang Berdiri sambil mengedarkan pandangannya disudut Rumah besar milik Keluarga bastian
" Aku tidak menyembunyikan mereka Diana, mereka memang tidak Ada disini, dan Tiara tadi Pergi Untuk menjemput Anak anak. " Lirih Tante Luna
" Bohong kau pasti Berpura pura kan? dasar Wanita munafik tidak punya Hati, sama saja Seperti Dulu.?! "
"maksud kamu Apa Diana? Katakan yang sejujurnya. " tante Luna mengguncang Bahu Tante Diana Hingga tersentak kaget membuat Tante diana tersentak kaget
Lalu mendorong Tante Luna hingga tersungkur.
" Dengar Ya Luna, sampai kapanpun Aku tidak Akan Membiarkanmu Mengganggu kehidupan Tiara, jangan Harap kamu." Ucap diana dengan Berhati hati dan Membalikan Tubuhnya untul segera melangkahkan kakinya pergi dari sana
" Apa Dia Putriku dan Juga Mas Hilman Diana? Apa dia putri kandungku Yang Aku Titipkan Ke kamu Tiga Puluh Dua silam yang Lalu....?" Teriak Tante Luna saat Tante Diana membelakanginya
" Jawab Diana Jawab kenapa kau Diam saja." Tante Luna kembali berteriak Ketika Tanta diana masih tetap Tidak bergeming dan Terus berdiri tepat Di Belakangnya
Tante Diana pun Kini sudah membalikan Kembali Tubuhnya dan Menatap nyalang pada Tante luna yang Kini Juga menatapnya penuh Dengan Mengiba.
" Ya. Yang kamu Katakan memang benar. " Jawab Tante Diana dengan Dingin
" Ma maksud kamu.?!"
" Tiara Memang Anak kandungmu dengan Kakakku, Mas Hilman, Bayi yang Sudah kau telantarkan Tiga puluh Dua tahun Yang lalu." Ucap Tante Diana dengan Kemarahan yang sudah tidak bisa terbendung lagi.
" Ja jadi benar Ti tiara putri kandungku.?! " Ujarnya dengan Lirih
Tante Diana Tersenyum sinis dan Menatap tante luna tidak Suka.
__ADS_1
" Jika Kau punya Harga diri Dan punya malu.Kamu tidak akan mengganggu kehidupan Putrimu yang sudah Lama kau Telantarkan semenjak Dia masih bayi. " ketus tante Diana
" Aku tidak menelantarkan nya Diana.! "
" Lalu Apa namanya, Jika Bukan melantarkan Sedangkan kamu lebih memilih meninggalkan Anak dan Suamimu demi Menikah lagi dengan Pria Lain Luna.!" Seru Tante Diana Dengan Lantang dan Emosi yang meletup letup jika mengingat peristiwa yang lalu.
" Maafkan Aku Diana waktu Itu aku terpaksa karena dibawah Ancaman Alm kedua orang tuaku, jika Aku tetap bersama dengan Kakakmu dan bayiku dulu, mereka Akan mencelakai Mas hilman dan Bayiku, dan aku tidak mau Itu terjadi, aku terpaksa Harus menuruti Kehendak Orang tuaku dan meninggalkan Mas Hilman dan putriku Tiara, Bahkan Aku Rela Menderita menjalani Ini semua sendirian. " Ujar tante Luna disela sela Tangisnya
" Bohong, kau pasti sedang bersandiwara Kan Luna? "
" Aku Tidak Bohong Luna, aku sungguh sungguh dengan Ucapanku.! " bahkan Aku Dengan Rela melihat Mas hilman menikah dengan Wanita lain, dan Melihat Wanita itu menggantikan posisiku sebagai seorang ibu untuk Bayiku Tiara. " Ujar Tante luna penuh Dengan Keseriusan
" Apa Yang kalian Bicarakan.?! "
Suara itu Keluar dari Bibir Wanita cantik yang kini sudah Berada Diambang pintu bersama seorang pria tampan dan Anak Kecil
" Tiara, Elang. -----?" Kedua Bola mata Tante Luna dan Tante Diana pun Sontak terbelalak saat mendapati Tiara yang Sudah berdiri itu
" Apa benar yang Aku dengar tadi tante.?! ' Tiara mengguncang Sedikit bahu tante Diana saat sudah dekat didepan Tante luna dan Juga Tante Diana
" Ra, Tante bisa jelasin semua ,-----"
" Apa benar Tante Luna Adalah mama Kandungku.?! " Ujar Tiara yang sudah Tidak bisa lagi membendung Airmatanya
" Jawab Dengan Jujur Tante! " Sentak Tiara dengan penuh penekanan pada Tante Diana namun tetap Sedikit sopan
Tante Diana Hanya bisa menghela Nafas kasarnya Dia sudah tidak punya Pilihan Lain lagi, bagaimanapun Juga Tiara sudah Dewas jadi dia juga berhak Tau Siapa Mama kandungnya yang sebenarnya walaupun Tante diana Tidak rela jika Tiara nantinya akan lebih memilih bersama Dengan mama kandungnya dibandingkan Dirinya, Tante kandungnya sendiri
dengan sangat Terpaksa Tante Diana pun mengungkapkan rahasia yang Dia tutup tutupi selama ini
" Iya Dia mama kandungmu Tiara, Istri pertama dari alm papamu papa Hilman.! "
Seketika Tangis mereka pun pecah, Tante luna segera memeluk Tiara yang masih Diam membisu dan mematung karena masih syok mengetahui Kenyataan tersebut sedangkan tante Luna berulangkali menciumi wajah Tiara yang masih diam membisu
Tante Luna benar benar sangat bahagia sekali akhirnya Dia ternyata maasih memiliki seorang Putri selain Almh putrinya Emira.
Lalu tiba tiba suara Bariton Milik Elang mengagetkan mereka bertiga.
"Itu Tidak mungkin Mah, Tidak mungkin Tiara Anak mama tidak dan itu tandanya. ----?" Parau Elang dengah wajah frustasinya.
Tante Luna pun melepaskan Pelukanya dari Tiara dan beralih menatap Anak sambungnya yang Sudah nampak kacau itu
" Benar Elang. Tiara Anak kandung mama, dan Itu saja artinya Tiara saudara Tiri kamu, dan Itu artinya Tiara ini kakak tirimu EL. ------"
" TIDAK. . ." Teriak elang
Pranggg
" Arghhhhhhh. "
Lalu setelah itu Elang pun pergi Keluar Dari Rumahnya, dan membawa Harapannya yang sudah hancur mengetahui fakta yang sebenarnya bahwa Wanita yang Dia cintai ternyata anak kandung dari mama tirinya dan Itu artinya Tiara Adalah kalak tirinya dan Dia Harus merelakan dan melepaskan Tiara untuk pria lain. . . .
.
.
_Bersambung. _
__ADS_1
Semoga syuka.
Happy reading