
Kini Nico tak bisa memejamkan kedua matanya, menatap langit langit kamarnya. karena dia tadi langsung memutuskan untuk kembali kekamarnya. dan tak lupa juga membawa selembar foto gadis kecil masalalunya yang dia dapatkan dikamar tiara tadi.
Matanya seakan memanas karena tak bisa diajak kompromi untuk beristrirahat. meskipu. beberapa kali dia menguap namun tak juga membuantya tertidur.
Diambilnya lagi lembar foto dengan menampil senyum mereka di balik wajah gadis kecil yang cantik yang sudah mengambil hatinya sejak pertemua pertama kali mereka, lalu menimang nimang dan menatap bergantian Foto yang ada didalam Liontin kecil yang tengah dipengganya.
*siapa sebernya wanita itu, kenapa dia menyimpan foto masa kecilmu kak,apa hubunnganya sama kamu kak.
*aku sangat merindukanmu kak, lihatlah kak aku sekarang sudah dewasa bahkan aku sudah tidak penakut seperti dulu lagi bahkan aku sekarang sudah jadi orang yang sangat ditakuti kak, apa kamu tidak ingin bertemu denganku.
"maafkan aku kak, aku harus menikahi wanita lain selain dirimu untuk membalaskan dendam atas kematian kakekku kak maafkan aku. tapi aku janji tidak akan merubah keputusanku untuk menjadikanmu istriku jika aku sudah menemukanmu nanti kak"
"karena kaulah satu satunya wanita yang selalu bertahta didalam hati dan sanubariku kak.."
untaian demi kata menyeruak dibatin Nico. batinya kini sedang berperang menerka nerka jawaban apa akan dia terima dari istrinya, sebuah penjelasankah atau sebuah Elakan dan sanggahan untuk menjawab pertanyaan yang kini dia tahan untuk tidak menanyakannya sekarang pada istrinya yang sudah tertidur pulas tersebut.
**********
Hari ini bertepatan dengan Hari Weekend jadi Nico sengaja tak keluar dari rumah.
sedang kedua adiknya entah kemana setelah kartu kredit no limit. padanya untuk di buat apalagi kalau bukan untuk berbelanja dan memanjakan diri.
disisi lain nampak tiara yang nampak kebingungan sedang mencari cari sesuatu dikamarnya sampai dia tak menyadari kenapa tiba tiba bangun dari tidurnya dia sudah berada dalam kamarnya.
" Duh dimana sih foto itu, kok ada. " Keluhnya sambil terus mengacak acak laci dan buku novel tebalnya itu. " Perasaan semalem aku selipin disini deh kok nggak ada sih. ---"
Tiara terus mengacak acak isi laci bahkan Lemari nya juga dibongkarnya, sumpah demi apapun dia benar bingung dikelimpungan mencari selembar foto bersama kedua orang tuanya, hanya foto itu satu satunya yang dia punya.
tiara terus mondar mandir nggak jelas sambil meletakan salah satu tangannya diatas pinggang rampingnya sedang salah satu tangan kanannya menggigit kecil salah satu jarinya, menandakan betapa bingungnya dia mencari keberadaan foto masa kecilnya tersebut.
" Haduh gimana ini kok bisa ilang sih, perasaan tadi malem masih ada. --" ujarnya lalu dia teringat sesuatu. " Tunggu deh, bukannya tadi malam aku ketiduran di sofa deh, kok tiba tiba aku bisa udah tidur dikamar ya, aneh sekali hiiii apa jangan jangan rumah ini ada hantunya lagi." Tiara bergidik ngeri saat fikiran fantasinya hinggap di otaknya. " Serem banget. "
Ceklek...
" Apanya yang serem.? "-----
tanya seseorang yang baru saja masuk kedalam kamarnya, suara khas nada dingin yang dia yakini siapa pemilik suara itu.
Tiara tersentak kaget saat suaminya sudah masuk kedalam kamarnya dan kini berdiri tepat didepan pintu kamarnya dan berjalan mendekat kearahnya dengan tatapan mata tajam dan dingin.
" Ni nico... -" Ujar tiara dengan bibir gemetar
Nico tetap selangkah maju mendekat kearah tubuh istrinya yang sudah nampak ketakutan tersebut, dan semakin mengikis jara diantara mereka hingga kini nico tepat berdiri didepan wanita yang sudah berstatus menjadi istrinya tersebut.
Tiara semakin ketakutan dan menundukan kepalanya saat melihat tatapan mata nico yang dingin seakan akan ingin mengulitinya hidup hidup.
"Kaget, kenapa kamu bisa tiba tiba sudah tidur berada dikasurmu sendiri.? " tanya nico dengan ekspresi datarnya
Namun Tiara hanya diam tak berani menatapnya.
" Kenapa diam. apa kamu sedang sariawan.? " tanya nico dengan sedikit kesal karena istrinya itu tak kunjung bicara.
" Hey, kenapa diam saja. " Tiara berdecak dan mengangkat dagu Tiara yang tengah menunduk itu. " bicaralah. " ujarnya
" Ma maaf, Ko aku juga gak ngerti Kenapa aku tiba tiba sudah tidur berada didalam kamarku." ujar Tiara dengan tetap mengalihkan pandangannya supaya tak bersitatap pada suaminya itu. dia benar benar takut pads tatapan mata dingin milik suaminya tersebut.
" Kalau sedang berbicara itu lihat orangnya jangan Lihat kearah lain." ujar Nico sambil menarik dagu tiara untuk menatap wajahnya,hingga kini mereka saling bertatap muka dan mata mereka saling beradu pandang. "
" Ma maaf. " cicit tiara dengan mata yang sudah sedikit berkaca kaca.
Namun Nico masih tetap menatap wajah sendu milik Istrinya tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan. nico menatap lekat lekat manik mata tiara seakan sedang menilisik siapa wanita yang tengah berada didepannya tersebut.
wanita yang mampu mengoyak hatinya tak kala pertama kali bertemu diacara pesta pernikahan rekan bisnisnya 4 bulan yang lalu. wanita yang dia dapatkan hanya untuk sebagai peralat untuk membalas dendam rasa sakit hatinya..
" Apa kamu sedang mencari sesuatu.? " tanya nico dengan dingin. "
Tiara terperangah mendengar pertanyaan dari suaminya itu, dia bingung kenapa tiba tiba suaminya tahu bahwa dia saat ini sedang kebingungan mencari sesuatu benda miliknya yang hilang.
Karena Tiaaara hanya terdiam dan menatap nico tatapan bingung, akhirnya nico mengambil sesuatu dibalik kantong celana pendeknya dengan salah satu tangannya. karena tangan kananya masih mencengkram dagu milik tiara.
__ADS_1
" Apa kamu sedang mencari ini.? " -----
Nico menyodorkan selembar Foto didepan tiara, yang membuat mata tiara melebar sempurna menatap lembar foto miliknya yang sedari tadi dia cari.
" kenapa foto itu bisa kamu yang pegang ko.?"
Setelah sekian tadi tiara terdiam akhirnya dia kembali membuka suaranya.
" katakan, dari mana kamu mendapatkan foto ini.? " ujar nico dengan sedikit tak ramah
" Kembalikan padaku ko, itu milikku.!"
" Nggak akan, Katakan dulu dari mana kamu mendapatkan foto ini Tiara..?! Sentak Nico dengan tak sabar
" Ko aku mohon tolong kembalikan. ----
" JAWAB dulu mutiara.....!!! " bentak Nico semakin keras
Namun tiara hanya menggelengkan kepalanya dengan sudah air mata yang menggenang dikedua sudut pipi putihnya itu.
" Aku mohon tolong kembalikan.. "--- rengek Tiara disela isak tangisnya
" Kalau kamu tetap tidak mau mengatakan dari mana kamu mendapatkan foto ini, aku akan merobeknya. " Ujar Nico dengan mengambil ancang ancang ingin merobek Foto tersebut.
" Jangan ko aku mohon itu foto satu satunya yang aku miliki bersama alm mama dan papa ku ko, aku mohon jangan Lakukan itu kok aku mohon.. "--
ujar Tiara sambil memohon mengatupkan kedua tangannya didepan Suaminya berharap belas kasihan terhadap suaminya tersebut
Deg
Jantung Nico seakan Berdegub dengan kencang. cara kerja jantungnya ternyata berdetak sangat tak beraturan mendengar kata kata yang keluar dari bibir istrinya tersebut.
kedua matanya yang tajam itu tiba terbelalak dan membulat dengan sempurna.
sumpah demi apapun dia tak menyangka mendengar kenyataan yang keluar dari bibir istrinya.
" Apa katamu. "-- pekik nico
" Jadi gadis kecil ini ?-----
Tiba tiba sama sama terlintas bayangan gadis kecil dimasalalunya hadir kembali, tawa Renyah dari gadis kecilnya terdengar jelas digendang Telinga miliknya.
bayangan bebarapa kumpulan bocah yang mengeroyoknya juga turut terlintas.
bayangan sosok lelaki yang memanggil gadisnya.
lambaian Gadis kecilnya yang pamit meninggalkan dirinya, dan juga senyuman manis yang terukir indah di bibir gadis kecilnya pun kini telintas semua di sudut kedua matanya..
" Jadi, Apa ini kamu kak.? " Kamu yang selama ini aku cari cari selama 12 tahun ini.?
ujar Nico dengan menangkup kedua pipi tiara dan menatap lekat lekat manik mata tiara.
Tiara tersentak kaget tak mengerti maksud dari ucapan suaminya itu.
" Ma ma maksud kamu apa nico.? " tanya tiara dengan terbata bata.
namun Nico masih menatap tiara dengan tatapan sulit diartikan tatapan mata yang dingin itu berubah menjadi tatapan mata yang sendu membuat tiara semakin bingung.
" Apa itu foto semasa kecilmu dengan mama dan papamu.? " tanya Nico dengan Lirih.
" Iyaaaaaaaaa....!!!! " Ujar Tiara tanpa sadar membenarkan pertanyaan Nico tentang kebenaran foto tersebut foto ketika dia masih kecil
Lalu.
bLassssss
Nico segera menarik tangan Tiara masuk kedalam pelukanya. dan semakin erat memeluk tubuh tiara. tiara kaget dan hanya bisa diam mematung saat Nico menggelamkan Kepalanya dibalik dada bidang milik suaminya itu.
" Akhirnya aku menemukannya.!! "
__ADS_1
"benarkah dia gadis kecilku, benarkah ini kamu kak, sungguh aku sangat merindukanmu kak. "
.
.
.
Semoga Saja Sikap nico akan berubah ketika mengetahui kebenaran tentang istrinya saat ini.
istri yang selama ini dia abaikan karena keegoisannya istri yang dia anggap mainan dan Alat untuk membalas dendam rasa sakitnya pada rekan bisnisnya yang bernama Rival jordiansyah. Istri yang dia rampas dari pemilik suaminya yang waktu itu juga tak bisa menerima masalalu tiara dan menyianyiakan tiara.
lalu apakah nico bisa menerima semua masalalu tiara yang yang sangat pahit itu
mengingat waktu itu nico juga hadir dipesta pernikahan pertama tiara dan melihat insiden yang mempermalukan wanita berusia
Dua puluh enam tahun itu.
.
.
semoga saja, setelah ini Kebahagian benar benar datang menghampiri mereka berdua dan menjadikan janji suci yang terikat dalam tali sebuah pernikahan ini menjadi pernikahan yang sesungguhnya tanpa ada embel embel apapun.
.
.
.
TAMAT!!!!!!!!!!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi NGGAK JADI deh..
Hahahaha.
.
.
.
jangan Lupa Kasih like dan komennya ya jika kalian suka.
__ADS_1
supaya author tambah semangat lagi menulis cerita ini.
Terimakasih..