Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Massa Lalu part 2


__ADS_3

Hai hai aku kembali lagi ya maaf Update nya Lama, soalnya kemaren Update di Novelku yang satunya Lama. jadi baru sempet update lagi ya.


Oke langsung saja ya.


selamat membaca. ------------>


# POV Mama Yasinta #


Sudah 14 tahun pernikahannya dengan Ardan, namun tak membuat sikap Ardan berubah baik kepadaku


Ardan selalu bersikap Dingin dan Cuek kepadaku. bahkan sampai sekarang Dia pun belum sama sekali menyentuhku.aku bagaikan pajangan Boneka dalam hidupnya.


Ardan tetap kekeh tidak ingin membagi rasa cintanya untukku dia tetap saja tidak bisa melupakan Alika istri pertama sialanya itu yang sudah Mati. sungguh membuatku semakin membenci pada sosok wanita itu yang sekarang sudah meringkuk diliang lahat.


Waktu itu aku berinisiatif untuk memberikan obat perangsang untuk Ardan, supaya dia mau menyentuhku. bagaimanapun aku juga wanita normal, aku juga ingin merasakan belaian dari laki laki yang kini menjadi suamiku. meskipun aku sendiri juga sudah mendapatkannya dari Pria lain bahkan aku juga diam diam mempunyai seorang Anak perempuan dari hubungan terlarangku dengan Pria itu, dan sama sekaki Ardan tidak menaruh curiga sedikitpun padaku karena aku menutupi rahasia ini rapat rapat.


Dan terpaksa aku menitipkan putriku pada kedua orangtua yang Kini masih tinggal menetap di london.


Sudah Hampir setengah Jam aku menunggu Ardan untuk menyusulku kekamar namun tidak ada tanda tanda ardan untuk datang kekamar.


Akhirnya Aku memutuskan untuk menemuinya ke ruang kerjanya. namun betapa terkejutnya aku saat menyaksikan pemandangan yang begitu membuat mata ku sakit.


aku melihat Tubuh Ardan sudah telanjang Dada dan hanya memakai boxer miliknya terlihat juga dia baru saja memakai celana boxer itu. disisi lain aku juga melihat seorang Gadis yang tidak asing bagiku, ya dia adalah sahabat Anak tiriku yang tak lain adalah sahabat dari putri ardan sendiri.


terlihat penampilannya sudah berantakan, bajunya juga sudah tidak tampak tidak karuan rambutnya acak acakan seperti habis melakukan pergulatan panas. oh tidak mungkinkah mereka sedang melakukan adegan ranjang panas itu.


dengan emosi meletup letup aku langsung masuk ke dalam dan menghampiri mereka. nampak mereka berdua berkelimpungan melihat kehadiranku dengan tatapan marah kepada mereka berdua


" Sedang apa kalian berdua disini.? " Aku berteriak sekencang mungkin


" Mih, papa bisa jelasin semuanya mih.? "

__ADS_1


Ardan mencoba menghalauku supaya aku tidak menjambak rambut gadis sialan itu.


" Apa yang kamu lakukan bersama Dia Ardan?" Aku menunjuk nunjuk ardan dan gadis itu dengan tatapan marah.


" Maafkan Aku sinta, aku nggak sengaja sudah menodai Claudia. -----"


plakkk


dengan kencang aku menampar pipi Ardan dan juga Gadis sialan itu


" Mami. ----" sentak Ardan saat aku mendaratkan tangan mulusku kewajah gadis sialan itu


" Kenapa? kamu marah, kamu nggak terima Karena aku gampar gadis sialan ini hah.? " ujarku sambil melayangkan tatapan mata tajam kearah mereka berdua secara bergantian.


" Ini salah papa mih, bukan salah claudia. "


" Sama aja, kalian berdua sama sama brengsek, tega ya kamu Pah, giniin mami.? " ujarku terlihat getir dan mulak terisak dengan tangisanku karena tak tahan menahan sakit di khianati oleh Suami sendiri.


" Sinta,aku berani bersumpah aku benar benar tidak sengaja, aku khilaf, Tadi tiba tiba tubuhku rasanya memanas, dan hasrat itu tiba tiba muncul begitu saj, ---------"


" Cukup Pah, kamu memang tega kamu memang Kejam, selama ini aku sudah mengabdikan Diriku ke kamu dengan merawat dan menjaga ketiga putra putrimu, namun ini balasan ini yang aku terima.? "


Ardan Hanya terdiam sedangkan Claudia terus terisak dalam tangisnya, dan terus menundukan kepalanya.


" Sudahlah, mungkin Lebih baik aku pergi saja dari Hidup kalian, Aku sudah tidak tahan Lagi pah. ---"


" Mih, ---"


" Lepasin Aku Ardan, aku kecewa sama kamu, lepas.--------!"


Aku terus berusaha untuk menepis tangan Ardan dan pura pura terus merajuk supaya dia bisa berfikir bahwa aku benar benar sangat kecewa padanya, meskipun aku tau sendiri semua ini juga tak lepas dari campur tangannku, aku yang ingin menjebak suamiku sendiri untuk bisa meniduriku, malah dia meniduri Wanita Lain yang masih gadis belia. membuatku panas dan geram, namun sebisa mungkin aku bisa menahan Amarahku. Karena Aku benar benar tidak ingin kehilangan Ardan setelah aku susah payah membuatnya menjadi miliku dan merebutnya dari tangan Alika Istri pertamanya yang sudah terkubur diliang lahat itu.

__ADS_1


" Maafin papa, mi, maafin papa. ---"


Ardan terus merancau untuk meminta maaf padaku, sambil terus mengunci tubuhku daro belakang, entah apa yang ardan fikirkan sekarang, aku harap dia menyesal karena sudah menyakitiku dan menyia-nyiakanku selama ini dan memilih untuk terus mengingat Alika istrinya yang sudah meninggal itu.


tanpa mau membuka Hatinya kepadaku meskipun aku sudah sah menjadi istrinya 14 tahun yang lalu.


" Kalau papa, sudah tidak ingin melihatku disini, mending mami pergi saja pa, Mami sudah tidak kuat. ---?"


"Sssssst.-"Ardan menempelkan jari telunjuknya tepat dibibirku ketika sudah berhasil membalikan tubuhku hingga kini kami saling berhadapan. " Maafin papa mih, papa menyesal, papa yang salah selama ini, tolong maafin papa. --?'


Blass


Akhirnya aku Menerima pelukan dari suamiku itu, Disatu sisi aku sangat bersyukur karena Akhirnya Ardan sedikit membuka hatinya meskipun aku tau dia melakukan semua itu karena semata mata dia bersalah padaku. namun disisi lain aku juga sangat geram dan emosi menatap gadis sialan yang tidak punya harga diri itu. aku benar benar geram dia menggoda Suamiku meskipun aku tau sepenuhnya Dia juga tidak bersalah namun tetap aku marah padanya karena seharusnya dia bisa menolak bukan.


Namun Dia malah sengaja menyerahkan kegadisnya pada pria Dewasa dan matang seusia papanya, sungguh menjijikan sekali bagiku.


" Aku bersumpah akan membuatmu menyesal, dasar gadis sialan, berani sekali kau menggoda suamiku. " batinku sambil menatap nyalang kearah Gadis sialan itu yang tengah meringkuk ketakutan.


.


.


.


Bersambung.


Mungkin Untuk selanjutnya Author aku membahas POV mereka semua masing masing ya supaya tidak ada yang ngganjal dan pas dengan jalan ceritanya.


semoga suka.


Terimakasih.

__ADS_1


Nanti Ada part selanjutnya mohon bersabar ya.


__ADS_2