Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Kecewa


__ADS_3

Pada Akhirnya Nico tidak punya pilihan Lagi untuk mengabulkan gadis kecil yang menganggap dirinya sebagai Daddynya itu. Untuk mengijinkan sekaligus mommy dari gadis kecil itu menginap dirumahnya.


Sudah Dua Hari mereka tinggal satu Atap, namun Nico Seolah tak memperdulikan kehadiran Claudia dan Juga Cylla dirumahnya yang terpenting Nico harus bisa menemuka Istrinya dan segera membawanya pulang.


setiap hari Nico selalu pulang Malam karena harus terus mencari Istrinya terlebih dulu ketika urusan Kantor selesai tanpa menunggu jam kerja selesai, Dia juga tak pernah memberi Claudia akses untuk lebih mendekatinya lagi meskipun ada Cylla ditengah tengah mereka. karena sesuai kesepakatan bersama sebelumnya, Nico hanyalah Sosok ayah Untuk Cylla bukan untuk yang Lain, sebelum Nico menemukan kebenarannya.


" Bagaimana Arya apa kau sudah mendapat kabar dimana keberadaan istriku.? "


" Maaf tuan, sampai saat ini saya belum bisa mendapatkan titik terang tentang keberadaan Nona tiara. "Jawab Arya


Brakk


Nico menggebrak Meja, membuat Arya tersentak dia terus menundukan kepalanya karena tau tuan Mudanya sedang Marah karena tidak mendapatkan kemauannya


" Dasar tidak Becus, mencari satu orang saja kamu tidak bisa, pokoknya saya tidak mau, kau Harus secepatnya menemukan Istriku.? "sentak Nico sambil menarik kerah baju Arya."mengerti Kau.? "


" Me mengerti Tuan. ---" jawab Arya dengan terbata bata lalu dengan kasar Nico menghempas Asisten pribadinya itu


" Cepat Keluar dari Ruanganku, dari cari sampai dapat keberadaan Istriku.! "


" Sa saya permisi tuan. --"


Lalu dengan Cepat Arya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Nico, sedangkan Nico nampak memijit mijit pelipisnya guna mengusir kepeningannya.


Namun tak lama kemudia Claudia masuk kedalam ruangannya dengan membawa secangkir Kopi.


" Permisi pak Nico. -----?" ujar Claudia saat masuk kedalam Ruangan Nico sambil membawa nampan kecil berisikan secangkir kopi untuk Nico." saya membawakan Kopi untuk bapak. " Lanjutnya lagi


" Ya tarus saja di meja. "


Claudia meletekan Secangkir kopi tersebut diatas meja lalu beranjak untuk mendekati Nico, namun Nico segera mengangkat tangan kirinya supaya Claudia tak lagi mendekat kearahnya.


" Kak. --------?"


" sekarang kamu bisa keluar dari ruanganku Clau.! "


" Tapi kak.? " Sergah Claudia dengan nada khawatir


" Tinggalkan aku sendiri kamu bisa keluar sekarang juga.! " Jawa Nico dengan nada Dinginya.


Lalu Akhirnya Claudia langsung meningglkan Ruangan Nico.


Namun Langkah kakinya terhenti dan dibuat terkejut saat melihat sosok pria yang sangat dia kenal dan sangat dia hindari dari dulu sampai saat ini tengah berjalan kearahnya.


Namun belum sempat Claudi menghindarinya sosok pria tersebut berhasil mencekal Lengannya


"Kamu Mau kemana. ------?" tanya pria tersebut


" Omm. --------?"


" Claudia akhirnya saya bertemu lagi denganmuu, bisakah kita bicara Sebentar.? "


Pria itu yang tak lain adalah sosok pria paruh baya yang masih terlihat mempunyai tubuh Tegap meskipun usianya sudah memasuki kepala Lima namun karena mempunyai postur tubuh yang Tinggi jadi dia masih terlihat Gagah diusia senjanya. dia tetap mencekal lengan claudia dan tidak memberi akses claudia untuk melepaskan diri.


" Tolong lepaskan saya Om. -----?" sentak Claudia setengah meronta ronta.


" Saya tidak akan melepaskanmu lagi claudia, kita perlu bicara -----?"


pria itu tetap bersikekeh pada pendiriannya.


" Saya tidak bisa Om, saya harus bekerja. " Tolak Claudia


"sial, kenapa saya harus bertemu dengannya sekarang, Kalau Nico lihat dia pasti akan Curiga. " batin Claudia


Tak lama kemudian Ternyata Nico Keluar dari ruanganya dan terlihat bersiap akan meninggalkan kantor sebelum waktunya, mungkin Akan mencari Lagi keberadaan istrinya.

__ADS_1


" Papa. --------?" Seru Nico ketika melihat papanya Tepat di Depan ruangannya sedang mencekal tangan claudia sekretaris pribadinya.


Membuat pria paruh baya tersebut menoleh kearah Nico dan juga Claudia ikut menoleh.


Ya ternyata pria paruh baya itu adalah Papa Ardan papa dari Nico.


Kedua mata Claudia terbelalak melihat kehadiran Nico ditengah tengah perdebatan mereka.


" Apa yang papa Lakukan disini.? " Nico melirik tajam kearah dimana sang papa mencekal lengan sekretaris pribadinya


membuat Papa Ardan segera melepaskan tangannya dari lengan Claudia.


" Papa kesini Hanya ingin bertemu denganmu, sekaligus menanyakan bagaimana kabar istrimu dan juga calon cucuku apa mereka sudah ditemukan.? "


Kali ini papa ardan memajang wajah serius guna mengalihkan pandangan putranya supaya tidak Curiga terhadapnya.


Nico menghela nafas panjang dan Wajahnya menjadi sendu saat papanya bertanya tentang keberadaan istrinya.


" Belum pa, sampai saat ini Nico masih belum bisa Membawa pulang istri Nico. -----" Ujar Nico dengan datar dan nampak sekali raut kesedihan diwajahnya


Papa Ardan menghampiri putra sulungnya itu dan menepuk bahu Putranya yang terlihat nampak sedih itu..


" Bersabarlah papa akaj bantu kamu cari istrimu,semua anak buah papa sudah papa kerahkan untuk mencari keberadaan istrimu. "


" Terimakasih pa.? "


" Yasudah, ayo kita kembali keruanganmu ada yang ingin papa bicarakan denganmu.! " Tutur papa Ardan sambil melirik kearah Claudia yang tengah menunduk


" Baik pah. "


Akhirnya Anak dan Ayah tersebut masuk lagi kedalam Ruangan tadi menyisakan Claudia yang kini tengah mengelus dadanya penuh kelegaan.


" Akhirnya aku bisa terhindar dari Om Ardan, sungguh aku tidak ingin bertemu dengannya lagi dan menggagalkan rencanaku untuk memiliki kak Nico seutuhnya. " batin Claudia lalu kembali keruangannya kembali.


--------------


"Apa kamu bilang? pertunangan kita harus diundur minggu depan.? " tanya wanita cantik tersebut yang tak lain adalah Nora.


" Hanya sampai minggu depan saja Nora, aku janji akan langsung menikahmu.? jawab Elang.


" nggak bisa,kenapa Harus mendadak sih Lang? pertunangan kita tinggal hitungan Jam, Besok itu hari pertunangan kita, apa kamu Gila seenaknya mengundur acara pertunangan kita.? " tanya Nora dengan marah.


" Nora please tolong mengertilah, kali ini aku harus menyelesaikan urusanku dulu "


" Jadi kamu pikir pantas mengorbankan acara pertunangan kita? memangnya sepenting apa sih urusanmu itu.? " ketus Nora


" kalau kamu tidak Bisa nerima keputusanku mending kita batalin saja pertunangan kita dan tidak akan pernah ada pernikahan diantara Kita.! " Jawab Elang dengan tegas dan lugas lalu beranjak berdiri dari kursinya dan meninggalkan Nora dengan perasaan kesal dan marah


"Elang Tunggu jangan pergi, kita belum selesai Bicara.? " teriak Nora namun elang tetap tak menghiraukannya dan terus melangkahkan kakinya keluar dari cafe tersebut.


---------------


" Bagaimana apa urusanmu sudah selesai.? " tanya tiara pada elang yang kini sudah kembali pulang ke apartemen.


Elang mengangguk. " Ya Sudah selesai. "


" Kalau begitu bisakah kamu mengantarkan aku pulang sekarang.? " tanya Tiara dengan polosnya.


" Oke, malam ini juga aku akan mengantarkanmu pulang kerumah suamimu."


---------------------


Kini Elang dan Tiara sudah berada di dalam mobil menuju rumah kediaman Nico, selama perjalanan, mereka saling Diam tanpa ada sepatah kata pun. Elang sibuk menyetir sedangkan tiara sibuk dengan pikirannya sendiri dengan menatap jalanan dibalik layar kaca jendela mobil elang.


Entah kenapa Rasa rindunya pada sang suami mengalahkan egonya untuk tidak bertemu dengan suaminya, Yang penting baginya bisa melihat wajah suaminya sebentar sudah mengobati rasa rindunya mungkin efek dari kehamilannya, atau mungkin si jabang bayi yang dia kandung sedang mengidam untuk melihat papanya.

__ADS_1


Kini mobil Elang tengah mendarat sempurna didepan halaman Rumah Nico, setelah tadi mendapatkan Ijin masuk Dari pos penjagaan dirumah besar milik sahabatnya itu.


lalu mereka berdua sama sama turun dari mobil dan berjalan menuju Rumah.


Ceklek.


Terlihat seorang Anak kecil perempuan tengah membukakan pintu untuknya. membuat Dahi Tiara dan juga elang mengeryit saat melihat anak kecil didepannya.


" Tante cari siapa.? " Cicit anak kecil tersebut yang tak lain adalah Cylla.


" Maaf nak, kalau boleh tante tau, kamu siapa ya, kenapa bisa berada dirumah suami tante? "tanya tiara lembut pada sosok anak kecil dengan kucir rambut ekor kuda.


" Suami tante? tapi ini Rumah daddynya Cylla tante. ------?"


Deg


Jantung Tiara seakan berdegub kencang, nafasnya seakan memburu mendengar penuturan dari anak kecil tersebut


"Daddynya Cylla.? " tanya ulang Tiara dengan Kedua matanya yang sudah berkaca kaca.


sedangkan anak itu mengangguk angguk kecil.


Reflek membuat tiara mengatupkan kedua bibirnya dengan kedua telapak tangannya


" Siapa Cylla yang datang-------?"


Terdengar Suara pria yang sangat dia kenal tengah berjalan kearahnya sambil bertanya pada sosok gadis kecil itu.


Lalu tak lama kemudian pria yang tak lain adalah Nico suaminyw sudah berada tepat didepannya sehingga pandangan mereka bertemu


" Tiara?Istriku.---------?" serru Nico dengan mata berbinar binar penuh kebahagiaan karena akhirnya istrinya kembali pulang, namun tidak dengan Tiara nampaknya Dia merasa sangat Kecewa pada Nico yang tega menyembunyikan sesuatu darinya.


" Sayang, aku kangen sekali sama kamu.? "


Nico ingin segera memeluk tubuh istrinya yang kini tengah mematung, namun segera tiara menepis tanga suaminya


" jangan sentuh aku mas. -----!" sentak tiara dan menatap tajam suaminya dengan air mata yang sudah menggenang dipipinya


" Tiara. ----?"


" Jelaskan semuanya padaku mas, siapa anak kecil ini.? " ujar Tiara dengan nada gusarnya


" Ra, aku bisa jelasin semua sayang.? "


Nico selangkah lebih maju untuk mendekat kearah istrinya namun dengan cepat tiara memundurkan dirinya.


Lalu


" Siapa kak yang datang malam malam begini.?"


Suara seorang wanita menggema dari arah belakang dan kini ikut menghampiri mereka. kedua bola mata tiara membulat sempurna saat mengetahui Wanita disamping suaminya adalah Claudia Sekretaris pribadi suaminya.


" Apa yang kalian lakukan disini.? " Teriak tiara dengan deraian air mata


"sayang tolong dengarkan aku dulu.! "


" Aku kecewa sama kamu mas KECEWA tega teganya kau memasukan wanita lain dirumah kita. " sentak tiara.


" Sayang tolong dengarkan aku.?"


Lalu dengan cepat Tiara berlari meninggalkan Rumah suaminya itu Lalu nico pun mengejarnya.


" Daddy. ------------?" teriak Cylla kala melihat Nico keluar mengejar istrinya yang tengah salah paham itu.


.

__ADS_1


_ bersambung. _


__ADS_2