Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Bau Parfum siapa Ini


__ADS_3

" Selamat siang pak perkenalkan nama


saya --------??"


" Claudia. " Gumam Nico sebelum wanita itu memperkenalkan Namanya, membuat Arya mengeryitkan dahinya. karena selama ini Arya tidak begitu mengenal siapa sosok Claudia yang Arya Tahu hanya Nama Sella tang selama ini mengejar ngejar tuan mudanya itu.


Gadis itu tersenyum kearah Nico..


" Nama saya Claudia Arabbela pak. " Jawab gadis yang bernama claudia itu.


sejenak membuat kening Nico berkerut melihat sikap Claudia yang terbilang cukup Formal saat ini,lalu Claudia mengedipkan sebelah matanya kearah Nico sebagai Kode untuk mengekuti arah permainannya.


Dengan Cepat Stimulus otak Nico Berpikir cepat dan paham apa yang dimaksud Claudia.


Sikap cerdas tanggap dan mempunyai otak yang brilian inilah yang Claudia kagumi dari Sosok pria berusia Dua puluh enam tahun Ini. ya Sejak masih duduk di bangku SMP Claudia sangat mengagumi sosok Nico cornelius wijaya kakak kandung dari mantan Sahabatnya Aliya. Hingga kejadian Naas 9 tahun Lalu itu terjadi membuat hubugan aspersahabatannya Hancur dengan Aliya pasca kejadian yang merenggut mahkotanya.


Nico mulai menegakan duduknya dan merapikan pakaiannya yang tak berantakan tersebut lalu berdehem untuk membuatnya rileks sebentar.


" Oke lanjutkan, apa visi dan misi kamu bekerja Disini, disusul oleh selanjutnya secara bergantian. "


Kini nada Nico sudah kembali Formal selayaknya seorang Atasan pada bawahannya. Claudia segera menjelaskan visi misinya secara terperinci padat dan jelas disusul oleh Dua kandidat lainnya hingga selesai.


" Baik, Performa kalian bagus semua, selanjutnya lebih Lanjut Tunggu Asisten Pribadi saya untuk menghubungi kalian dan memberikan hasil akhirnya. "


" Siap pak. " Jawab mereka bertiga kompak.


" Yasudah kalau begitu kalian bisa pergi. ---!"


" Mari Nona nona saya antar kedepan. -"


Arya menggiring ketiga Perempuan cantik itu untuk keluar dari ruangan Direktur utama.


Namun sebelum meninggalkan Ruangan Mata Claudia tak sengaja bertatapan dengan mata Nico setelah itu Mereka berdua mengalihkan pandanganya usai Claudia mengulas senyum kearah pria yang yakini akan jadi bosnya itu. namun beda dengan Nico dia tidak membalas senyuman Claudia malah menatap gadis cantik itu dengan tatapan datar.


Setelah Mereka pergi dari ruangannya Nico merasa Lega dan bisa menghela nafas panjangnya. namun tiba tiba Ponselnya bergetar diatas Meja kerjanya.


Drt drt drt.


-Aku harap kakak bisa mempertimbangkan keputusan kakak untuk menerimaku bekerja Disini, Kalau Kakak tidak menginginkan sesuatu hal yang tidak kakak ingingkan terjadi. -


" Sial. ----------?" umpat Nico ketika mendapat pesan dari Claudia lalu segera menekan tombol memanggil.


" Hallo.? "


/ " Ya kak kenapa.? "


" Apa maksudmu mengirim pesan seperti itu?"


terdengar suara Nico sudah tak ramah dan naik satu oktav.


/"aku hanya ingin mematiskan kalau kakak mau memilihku dan menerima aku kerja sebagai sekretaris barumu kak.? "


Nico membuang Nafas kasarnya dan memijit pelipisnya yang terasa pening itu.


/" Hallo. kak.? "


" Hmm.! "


Terdengar Suara nico sangat malas untuk menanggapi claudia.


/" Apa kakak masih disana, apa aku salah meminta hakku untuk berada disamping kakak walau tak seutuhnya.? "


" Itu salah Besar Clau, Kenapa kamu Nekat bertindak terlalu jauh.? "


/" pikirkan baik baik permintaanku kak, aku tidak pernah bisa main main lagi dengan ucapanku, aku sudah cukup sabar untuk menahannya selama ini. "


" Apa Kau Mengancamku.? " Sentak Nico dengan Nada tinggi.

__ADS_1


/"maafkan aku kak. "


Lalu tanpa menunggu jawaban Nico Claudia langsunh mematikan panggilanya sepihak. membuat Nico semakin kesal dan murka


" Arggggggh SiaL..! "


desah Nico sambil menjambak Rambutnya karena frustasi.


__________________________


Matahari sudah sedikit Terbenam diufuk barat. menandakan bahwa siang akan berganti petang disusul oleh sang malam.


Sedari tadi Tiara mondar mandir berjalan tak jelas menunggu kedatangan Suaminya yang tak Kunjung pulang kerumah.


Dilihatnya jarum jam sudah menandakan pukul 17.00 sore. namun belum ada tanda tanda mobil suaminya mendarat dihalaman rumahnya.


" Udah sore Kok mas Nico belum nyampek nyampek rumah juga sih. ---" Tiara sedikit mengeluh dan menggigit jemarinya pelan.


Kruyuk kruyuk kruyuk.


Terdengar Suara perutnya yang sudah berbunyi karena perutnya sudah keroncongan. padahal bisa saja Tiara langsung saja makan duluan tanpa menunggu suaminya. namun entah kenapa hari ini dia ingin sekali makan malam bersama bersama Nico suaminya untuk mencari makanan Bakso favorit langganan mereka berdua. yang berjualan mangkal di jalan raya dekat kompleks perumahannya.


Lalu tiba tiba Ponselnya bergetar dari genggaman tanganya seketika wajah Tiara berbinar saat yang kini sedang menelponnya adalah Suaminya yang dia tunggu tunggu kepulangannya sejak tadi.


" Hallo *Assalamualaikum mas.? "


" Walaikum salam sayang, kamu sedang apa? Lima belas menit Lagi mas sampai Rumah, kamu mau dibawain apa*.? "


" Aku tadi udah masak mas, jadi gak usah dibawakin makanan, kamu cepet pulang aja ya, aku dari tadi dah laper nungguin kamu pulang, dedeknya udah Laper nih mas. ---" Rengek tiara dengan nada manja.


" Oke sayang, sebentar Lagi mas nyampek Rumah kok, " ujar Nico lalu terdengar suara nico menyuruh Arya untuk menambah kecepatan mobilnya." Arya cepat sedikit istriku sudah menungguku dirumah, ck lelet sekali kau bawa mobilnya.


Tiara menghesal nafasnya kala mendengar Suaminya berdecak kesal menyuruh Arya untuk menambah kecepatan mobilnya membuat tiara khawatir.


" Hallo mas, mas masih di situ kan.? "


"iya sayang, maaf ya ini Arya jalanin mobilnya lambat kayak siput. " terdengar Suara suaminya itu sedikit mengomel ngomel pada asiaten pribadinya.


"oke sayangku, aku tutup telponnya ya. "


Tut tut tut.


*********


Tak lama kemudian mobil nico sudah mendarat di depan Rumah, Nico langsung masuk kedalam rumah setelah Mobil arya kembali pergi karena nico langsung menyuruhnya untuk pulang.


Cup.


Sudah menjadi Hal rutin jika Nico akan berangkat kerja dan pulanh kerja untuk meencium kening istrinya.


Bagi Nico mencium kening istri sebelum berangkat kerja adalah untuk penyemangat dalam melaksanakan aktivitas kerjanya.


sedangkan mencium kening istri sepulang kerja adalah sebagai obat penghilang Lelah.


" Mau makan sekarang atau mandi dulu mas.?"


" Mandi Dulu dong.! "


" Yasudah mas sini aku bantu lepasin Jas kamu. "


Tiara dengan Telaten melepaskan jas suaminya


" Makasih ya sayang, aku ke kamar Dulu. "


" iya..------"


Setelah suaminya masuk kedalam kamarnya Tiara langsung bergegas untuk menaruh jas suaminya diranjang baju kotor untuk dicuci.

__ADS_1


Namun Langkahnya terhenti saat Hidungnya tak sengaja mengendus bau parfum yang sedikit menyengat menempel di jas Suaminya itu.


" Bau parfum Siapa ini. ---------?"


Tiara terus mengendus jas kantor milik suaminya itu hingga tak sengaja menabrak bi siti yang akan mengambil baju kotor diranjanng untuk di cucinya.


Brukkk


" Maaf nyonya, bibi nggak Sengaja. "


" Iya nggak apa apa bi, ------!"


" Permisi Nyonya bibi mau ambil pakaian kontor dulu." Bi siti segera menjinjing ranjang tersebut.


" Untuk Jas ini biar saya aja y bi yang nyuci bibi bisa cuci pakaian lainnya saja. "


" Baik nyonya, bibi permisi dulu. " pamit bi siti.


**************


Setelah selesai menyelesaikan makan malamnya tadi Nico dan Tiara kembali kekamarnya lagi.


Lampu utama kamar kini sudah redup diganti dengan Lampu Tidur...


Nico langsung melingkarkan tangan kekarnya diperut Tiara yang sudah membuncit tersebut dari belakang, sedangkan kepalanya sudah dia letakan diceruk leher jenjang tiara yang kini tengah tidur membelakanginya. Nico semakin menarik tubuh Istrinya lebih dekat lagi.


" Mas.? "


" Hmm! "


" Bisa longgarin sedikit nggak aku engap.? "


" Bisa Diam nggak, aku lagi Menahan diri supaya tidak memakanmu malam ini sayang.? "------ nico masih terus mengeratkan pelukannya dan terus mengendus ngendus leher jenjang tiara.


" Kenapa.? " Sengaja tiara bertanya seperti itu bukan berarti malam ini juga menginginkannya dia cuma ingin tau kenapa hari ini sikap suaminya tak seperti biasanya.


" Tidak apa apa, Tidurlah aku capek malam ini. -----" sambil mengeratkan pelukannya.


" Ya. "


"*Kamu kenapa mas, kenapa berubah dingin seperti ini malam ini, ada apa denganmu, lalu bau parfum siapa yang menempel di jas kerjamu. "


" Maafkan aku Tiara, aku tidak punya maksud untuk menyakitimu, mungkin aku pria egois yang pernah kamu kenal jika kau mengetahui semuanya maafkan aku aku hanya tidak ingin kehilanganmu untuk yang kedua kalinya. aku takut kamu akan meninggalkanku, aku sangat mencintaimu dan juga calon bayi kita*.


Telepati mereka saling bersautan dalam keheningan malam ini. Tidak ada aktivitas apapun malam ini seperti setiap malam malam sebelumnya. Mereka memilih untuk segera Tidur dan menghilangkan Beban yang mereka pikul masing masing dari pikirannya.


Mereka tidur dengan posisi Nico memeluk erat Tubuh tiara dari belakang sambil terus mempererat pelukannya.


Namun tiba tiba tengah malam, terdengar Suara parau keluar dari mulut suaminya itu. membuat tiara terbangun dari tidurnya tengah malam karena mendapati suaminya sedang mengigau.


"Jangan tinggalin aku sayang aku tau aku sudah salah sama kalian berdua, maafkan aku, maafkan aku tidak bisa memilih diantara kalian sebelum waktunya tiba. --------"


Deg.


Jantung tiara rasanya berhenti berputar mendengar suara parauan yang keluar dari al bawah sadar suaminya. Tiara mengeryitkan dahinya dan mencoba untuk membangunkan suaminya dari mimpi buruknya.


" Siapa yang dimaksud kalian? apa yang dia maksud adalah aku dan calon bayi kita.? " Batin tiara terus berperang dalam pikirannya sendiri.


.


.semoga tiara Bisa sabar dan tabah dalam mengahadapi semua Ujian yang dia Alami dalam biduk rumah tangganya.


Tetap ikuti terus Alurnya ya, Author pasti akan kasih yang terbaik kok untuk.


Mutiara Azzalika.


Jangan Lupa tetap selalu dukung author ya biar authornya semangat Nulisnya. .

__ADS_1


Terimakasih


Happy raeading.


__ADS_2