Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Kabar baik><kabar buruk


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa Lalu membuat sikap tiara menjadi sangat sensitive suka ngambek nggak jelas kadang Tiba tiba menangis kalau keinginannya tidak dituruti. membuat Nico Lama curiga.


" Mas.? "


Oiya kini Nico sudah tidak memperdulikan Lagi panggilan untuknya baginya marahnya tiara Lebih horor dan seram jika dia terus memaksakan kehendekanya. jadi kali ini dia benar benar pilih cara yang aman.


"Kenapa sayang.? "


" badanku kok tiba tiba sakit semua ya, bawaanya meriang terus nih mas.! "


" Merindukan kasih sayang.? " timpal Nico dam mendapat cubitan pada perutnya


" Serius nih aku nggak bercanda.! " Tiara menyebikan Bibirnya


Nico menempelkan tangannya di kening tiara. "nggak panas yank.! "


" Tapi aki ngrasanya adem campur panas mas... -----"


" Ya sudah Aku turun kebawah dulu ya bikini teh hangat buat kamu.? " ujar Nico dan Tiara pun mengangguk.


Nico pun langsung bergegas keluar dari dalam kamarnya dan menuju kedapur.


" astagfirullahaladzum Mau ngapain Den.? " tanya bi siti ketika melihat Nico sedang menyalakan kompor. dengan sedikit kaget karena majikannya itu malam malam ke dapur


" Mau bikin teh hangat buat Tiara Bi. -----"


"Loh non tiara sakit den.? "


" Katanya sih lagi gak enak badan bi, dari kemarin katanya mual mual terus. ---" seru Nico sambil menuangkan air panas kedalam gelas dan mengaduknya.


" Jangan jangan Non tiara....?"


" Jangan jangan kenapa bi.? " kini Nico mulai penasaran.


" mungkin Nona tiara Hamil den, ---!"


" Oh ya benarkah itu bi.? "


Kini raut wajah Nico sudah berbinar mendengar ucapan pembantunya itu yang sudah menarik kesimpulan.


" Mungkin saja Den, soalnya setahu bibi itu seperti tanda tanda awal kehamilan, Coba aden beli tespack dulu den untuk memastikannya.! " saran bi siti.


" Baik bi, kalau begitu aku kekamar temuin tiara dulu, terimakasih bi sarannya. " ujar Nico lalu kembali kekamar nya lagi.


"semoga nona tiara benar benar Hamil ya Allah hamba sangat kasian sekali sama nona tiara jika terus dihina sama nyonya besar. " batin bi siti.


*********


" Sayang ayo minum dulu teh nya mumpung masih hangat. ---"

__ADS_1


Nico membangunkan istrinya dan membantu tiara untuk meminum teh tersebut.


" Gimana udah enakan.? " tanya Nico Dan tiara pun menganggukan kepalanya.


" Ra-----? "


" Iya.!!"


" Kamu terakhir datang bulan kapan.?"


Tiara sedikit menegakan tubuhnya dan menatap suaminya dalam dalam.


" emm kalau nggak salah bulan kemarin Mas, dan seharusnya minggu ini sudah waktunya sih, tapi kok belum Ya.! " seru tiara dengan nada datar namun mampu membuat Nico mengulas senyumnya


" Jangan jangan kamu hamil sayang.? "


Hati tiara mencelos seketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya itu, pasalnya dia tidak mau kecewa lagi karena bukan cuma sekali dua kali tiara berharap seperti ini, dia takut mengecewakan semua orang. raut mukanya menjadi sedih.


" Kamu yakin mas, aku nggak mau Lo bikin kamu kecewa lagi. "


Nico tersenyum dan Mengusap bibir bawah istrinya itu. " Insya'allah sayang semoga saja Allah kali ini mengabulkan doa doa kita. "


" Amin mas, semoga saja begitu.! "


Nico langsung menarik tubuh istrinya kedalam dekapannya. " Kamu jangan sedih lagi ya, besok kita langsuk priksa aja ke dokter ya yank. " Ucap nico Lembut.


Dan tiara pun menganggukan kepalanya.


----------


Hari ini Nico memang sengaja ijin tak berangkat kekantor karena dia ingin mengantar istrinya untuk memeriksakan Istrintya ke dokter kandungan. dia sendiri yang akan memastikan.


Lalu tak lama kemudian setelah dokter memeriksa tiara kini tiba saatnya dokter memberitahukan hasil pemeriksaanya.


dengan harap harap cemas kini Nico dan tiara sudah duduk didepan meja ruangan Dokter Obygin tersebut.


" Bagaimana dok keadaan istri saya.? " ujar Nico sambil menatap sekilas istrinya yang dari tadi sudah tegang dan keringat dingin sudah menyelimutinya.


" Begini pak, kami punya dua kabar untuk bapak dan ibu.! "


" Kabar Apa dok cepat katakan.? " terdengar suara nico sedikit meninggi karena sudah tidak sabar


" Untuk kabar baiknya selamat Istri anda Positif Hamil, saat ini usia kandungannya baru berjalan 3 minggu. ------"seru dokter dan seketika membuat nico dan Tiara tersenyum merekah.


" Alhamdulilah mas.! " ucap tiara dengan mata yang berkaca kaca.


" Iya sayang Alhamduliah. " Nico tidak hentinya mengecupi telapak tangan istrinya.


"Tapi kami juga punya kabar buruk lainya lagi pak, Bu. kami harap anda berdua bisa menyikapinya. ----" kini terlihat dokter menghela nafasnya sebelum memberi tahu hasil terburuknya.

__ADS_1


" Cepat katakan dok. maksud dokter kabar buruknya apa.? " Desak Nico


" Dari hasil pemeriksaan kami, ibu tiara mengidap penyakit Tumor ganas yang menyerang sel sel penyokong tulang pusat. atau nama lainya glioma cerebri tumor ini berkembang pesat dan sangat agresif Sehingga nanti bisa mengganggu tumbuh kembangnya janin didalam kandungannya, karena itu kami menyarankan kepada ibu dan Bapak untuk menggugurkan Janinnya sejak dini. "


" APA dok.? " Pekik Nico tak terima dan langsung mencengkram kerah jas putih dokter.


" Mas sudah tolong lepaskan tanganmu mas." pinta tiara pada suaminya untuk melepaskan cengkraman tangannya dari dokter sehingga Nico akhirnya melepskan cengkramannya.


" Maafkan suami saya dok. " ujar Tiara disela sela air mata yang sudah membanjiri pipinya.


" nggak apa apa saya mengerti, memang pilihan ini sangat sulit. '


Terlihat Nico sangat frustasi dan mengusap wajahnya dengan kasar lalu kembali menatap sang dokter.


" Apa tidak ada cara Lain Dok selain harus memilih menggugurkan calon bayi kami.? "tanya Nico dengan pandangan nanar.


" Tidak bisa Pak, Ini satu satunya pilihan yang harus bapak lakukan jika bapak masih ingin bisa melihat istri bapak bertahan hidup lebih lama lagi. karena penyakit istri bapak sangat resisten dan berlawanan dengan pengobatan. sehingga sampai saat masih belum ada obat yang bisa menyembuhkan jenis tumor ini. "


Bibir tiara seakan kelu dan bergetar mendengar pernyataan ini belum juga dia meraup sepenuhnya kebahagian yang baru saja dia rasakan karena kehadiran malaikat kecil dalam pernikahan mereka, Namun seakan takdir mempermainkan lagi hidupnya kini Tiara harus menelan kenyataan pahit ini.


" Apa istri saya bisa sembuh dok, jika janin yang ada dikandungan istri saya digugurkan.? "


Pertanyaan Nico sontak membuat kedua bola mata Tiara membulat tajam menatap suaminya itu. sehingga air matanyapun sudah tidak bisa di bendung lagi.


" Untuk sementara ini masih tahap awal pak, namun meskipun begitu bapak harua tetap menjaga dan mengantar istri bapak untuk rajin kontrol ke rumah sakit untuk mengatisipasi segala sesuatunya, kami akan sebisa mungkin melakukan yang terbaik untuk memperlambat kinerja penyakit itu. "


Seketika seakan dunia Nico runtuh mendengar penjelasan dari dokter. Nico menggenggam erat tangan istrinya.


" Baik dok lakukan yang terbaik untuk keselamatan istri saya. " kini ucapan nico terdengar Lirih


" Jadi apa bapak menyetujui untuk mengangkat Janin istri bapak dari rahimnya.? " pertanyaan dokter membuat hati tiara mencelos sakit apalagi dengan teganya suaminya menyutujui yang menurtnya hal bodoh seperti itu tanpa meminta persetujuan darinya.


" Iya Dok saya Setuju untuk menggugurkan kandungan Istri saya. "


Duaaarrrrr.


seketika wajah tiara memanas menjadi merah padam dan berdiri dari tempat duduknya dan menatap suaminya dengan marah.


" Sampai Mati pun aku akan tetap mempertahankan anak ini, Kamu tidak berhak membunuhnya mas tidak akan pernah akan kubiarkan itu terjadi.!!!! "


Suara nyaring dan tegas langsung muncul dari bibir tiara yang bergetar, Nico ikut berdiri dan mencoba menenangkan istrinya namun segera mungkin tiara menghentak kasar tangan suaminya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


" Sayang dengerin aku dulu, ini demi keselamatanmu tiara aku tidak ingin kehilangan kamu. ------?"


" Egois kamu mas Egois. aku benci kamu. ---"


.


.

__ADS_1


_ bersambung. _


__ADS_2