Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Merajuk.


__ADS_3

Tepat Pukul 08.00 Malam Mobil Nico Mendarat Didepan Rumahnya.


Dengan Berjalan Gontai Nico Keluar Dari Mobilnya dan masuk kedalam Rumahnya.


Sebenarnya Arya Tadi Ingin mengantarkannya pulang Karena khawatir Akan terjadi Apa apa sama Bosnya itu, Namun Nico menolaknya dengan Tegas Dia Rasa Arya tidak Ingin Ikut Terlibat dalam Urusan Rumah tangganya Dia sendiri yang Akan Mengatasinya malam ini juga.


Ya begitulah Pria dia tidak mau Dianggap Lemah selagi Dia masih mampu mengatasi Masalahnya sendiri


Pintu Rumah Sudah tertutup Lagi saat Nico sudah masuk kedalam, Dilihatnya Jam tangan Yang melingkar Di Tangan Kanannya menunjukan Tepat Pukul delapan malam.


Nico langsung Menaiki tangga dan Bergegas menuju kamarnya yang Berada Di lantai Atas.


dan Ternyata Kamarnya Kosong Tidak Mendapati Siapa siapa disana.


Dengan cepat dia meletakan tas kerjaanya diatas Nakas dan Berlari keluar Dari kamarnya menuju kamar Baby Vier yang Tepat Disebelah Kamarnya.


entah kenapa bayang bayang Istri dan Anaknya meninggalkannya membuatnya semakin Frutasi Hingga panik untuk mencarinya.


Dengan Langkah Kaki lebar Dia langsung membuka Pintu kamar Milik baby Vier. dan Ternyata Kosong Juga, membuat Nafasnya semakin Memburu karena tidak mendapati Sosok istri dan Anaknya di kamar tersebut.


" Kemana mereka, "


Nico terus menyusuri Sudut Ruangan kamar Baby Vier yang Tidak kalah besarnya dari Kamarnya dan desain Khas Milik Anak laki laki


" Dimana Tiara, dimana Vier. " Rancaunya dengan Raut wajah kebingungan Kesana kemari Mencari Istri dan Anaknya


Nico Menyusuri Kamar Mandi yang ada dalam kamar Tersebut Box Bayi lemari Dan semua yang Ada di dalam kamar Tersebut Sudah Dia telusuri namun nihil dia tidak menemukan Sosok yang Dia cari.


Membuat Nico semakin Frustasi


" Argggggggh Dimana Istriku Dimana putraku?" teriak Nico sambil berjalan mondar Mandir tak jelaas Seperti Anak Ayam Kehilangan Induknya hehehe lucu kali ya.


" Tiara. Vierr Dimana kalian.? "


" Sayang maafin Aku, maafin Papa nak, kembalilah, istriku Anakku. " Rancau Nico dengan Sudah Menjatuhkan Dirinya ke lantai Dengan Kepala menuduk


" Tiara maafkan aku istriku, aku memang suami bodoh nggak berguna B*jingan,Kembalilah istriku kembalilah, Aku Tidak bisa kehilangan kalian. " Gumam Nico dengan Lirih dan Tidak berdaya


" Sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang kembalilahhhh. "


Nico kembali berteriakkk dengan Mengaung Hingga suaranya mengisi seisi sudat Ruangan tersebut


Namun Tiba Tiba Ada suara Yang memanggilnya Dari Arah belakang, membuat Nico berhenti dari Rancauannya dan terdiam Sesaat Untuk Memastikan bahwa mimpi buruk ini Benar benar Tidak menjadi kenyataan sebelum Akhirnya dia Membalikan Tubuhnya Untuk melihat dan memastikan bahwa Suara itu Adalah milik sosok istri yang Dia cari


" Mas Nico. --------------"


Deg


Jantung Nico Berdetak kencang, Dia terdiam Untuk lebih Menajamkan Lagi pendengarannya


" Mas. kamu kenapa.? "


Suara Itu Kembali terdengar Jelas Di indera pendengaran Nico, hingga membuat Nico Secepat Kilat Membalika Tubuhnya


" Tiara Istriku..?? nico setengah Berteriak dan Menerjang Tubuh Langsing Milik tiara Istri Kesayangannya Itu.


Happp


Nico langsung menarik tubuh Sang istri kedalam pelukannya dan Mendekap erat sehingga membuat Tiara sedikit Kesusahan bernafas


" Tiara sayang, Aku mohon Jangan tinggalkan aku. " Nico masih tetap mendekap tubuh sang Istri yang Masih tetap mematung dan tidak bergeming sama sekali.


Nico benar Benar Takut Tiara Akan Meninggalkannya seperti Dulu Lagi saat Dia Melakukan kesalahan Fatalnya. yang Saat Itu masih Berstatus suami Siri Almh. Claudia.


" Masss. --------?"


" Jangan tinggalkan Aku tiara, jangan pergi dariku, sayang Please. aku tidak bisa Hidup tanpa kamu dan baby Vier. " Lirihnya sambil terus mendekap tubuh Tiara dengan Wajah Kusarnya.


Tiara sebisa Mungkin Untuk tetap membungkam Rapat Mulutnya Ingin sekali Dia Menertawakan Suami Berondongnya Akan Sisi lain dari Suami yang Dinikahinya karena Sebuah Paksaan dari sang mantan suaminya.


Bahkan Nico Dulu terkenal Angkuh Arogan dan Dingin sekali Terhadapnya Kini Bisa Berubah Seratus delapan puluh derajat kepadanya, apalagi Kehadiran Baby Javier membuat Nico Semakin Posesiv terhadap dirinya dan Juga Buah hatinya yang Berusia Genap 7 bulan itu.


" Mas, Aku. ------?"


Nico langsung Melepas pelukannya dan Menatap Wajah Sang Istri dengan Instens.


Kedua manik mata mereka Saling Terkunci.


Wajah Mereka begitu sangat Dekat Hingga Hanya terjengkal beberapa Inci saja.


Deru Nafas mereka saling Bersautan saat Tangan Nico mengangkat Dagu Tiara dan perlahan mendekatkan Bibirnya pada Bibir Tiara.


Seketika Tiara Tertegun Akan Perlukaan suaminya itu, Dengan Ragu ragu Tiara Mulai memejamkan Kedua Netra Coklat Miliknya saat Wajah Suaminya mulai mendekat.


Lalu kemudian.


" Raaaaaaaaa, kamu Dimana, Baby Vier Minta Di N*tek Nih, kayaknya Dia Haus, "


" Ra? "


" Tiaraaaaaaa.? "


Teriakan Dari Tante Diana Begitu Menggema lalu diiringi dengan Dia Berjalan. menaiki Tangga untul mencari Tiara yang tadi pamit Untuk pergi Kekamar.


Namun Langkah Kaki tante Diana Terhenti saat Melihat Pemandangan yang Sama sekali tidak pernah sedikitpun Terlintas dalam benaknya.

__ADS_1


Mengingat Selama Ini Tenta diana Masih tetap Setia Melajang Di usianya yang sudah menginjak kepala Empat itu, sontak membuatnya kaget Bukan kepalang saat melihat Adegan Dewasa Tiara dan Nico yang sedang Berciuman Diambang Pintu kamar Milik baby Vier.


" Ti ti tiaraaaa. " Ucapnya dengan sedikit Tergagap sambil menggendong Baby Vier yang Sedari tadi Mengendus Apitan ketiaknya karena ingin Minum Cucu. Hahahaha


Tiara Langsung Mendorong Tubuh Suaminya dengan Cepat, saat Mendengar Suara tantenya Darii belakang.


Tiara dengan Gugup Membenahi Bajunya yang Sama sekali Tidak berantakan dan merapikan sedikir Rambut Panjang berwarna pekat miliknya. Dia sedikit Mengusap Bibirnya yang Barusan saja Di eksplor Oleh ulah jahil sang Suami.


Lalu membalikan badanya dengan wajah Gusar saat mendapati Tantenya sudah Berdiri tegap Dibelakangnya


" Ta ta tantee, A a ada apa ya ta tante kok ikut Kesini.?" Ucap Tiara menahan Malu sungguh Pertanyaan Macam bodoh Apa yang barusan Keluar dari Mulutnya


Jelas jelas tantenya menghampirinya karena Memang Baby Vier tampak Ingin M*ny*su,lalu untuk apa dia Menanyakan Hal bodoh itu.


Nico Hanya bisa Meringis dan Menggaruk kepalanya yang tak gatal. sedangkan tante Diana Kini Sudah Beralih Melihat Kedua keponakannya dengan tatapan sengit


Benar benar Ya ni bocah, sudah Mengotori dan Menodai Mataku yang masih suci Ini, Dibawah Aku Kelimpungan Nenangis Anaknya yang nangis nya Gak ketulungan Karena Minta Ny*su eh malah emak sama bapak nya Ena ena Di sini kalau saja Aku tidak cepat cepat datangi mereka pasti Tiara sudah dilempar Suami tengilnya itu Ke Atas ranjang, benar benar Ni Dua bocah bikin Aku gedek saja.


Batin Tante Diana Tetap menyeruak tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, membuat Nico dan Tiara saling melempar pandangannya satu sama lain.


" Ta tante, tante tidak apa apa kan.? " Ulang Tiara dengan sangat hati hati melihat Wajah tante Diana menegang seperti itu.


" Ehemmm. " Tante Diana Sedikit Berdehem Untuk. menetralkan Suaranya supaya tidak kelihatan gugup


" Anak mu ra, dari tadi Nangis mungkin Minta di S*su in. tante cari cari eh nggak tau nya kamunya lagi Ada disiiiiiiiiiiini. " Ucap Tante diana sambil melirik kearah Nico yang sedikit Salah tingkah


Tiara Langsung Mengambil Alih Baby Vier dari gendongan Tante Diana


" makasih ya tante, udah jagain Vier, maaf kalau tadi Tiara lama, soalnya barusaannn. ---"


" Tante Udah tau kok, Paham tante, tapi mbok ya Ojok Didepan Pintu sih Ra, Mbok yo masuk masuk kedalam gitu, nanti Kalau Tiba tiba Ada Gadis Diatas Umur eh maksud tante Di bawah umur lewat dan Lihat Bisa Fatal. " Tante Diana Sengaja Menegaskan Suaranya Untuk menyindir Pria Tengil yang Sedari Tadi salah tingkah Sendiri. membuatnya meringis Saat kata kata Sindirian keluar Dari Mulut Tante Iparnya yang memang Memang nyatanya masih Gadis itu ett digaris bawahi ya bukan Gadis dibawah Umur Tapi gadis Diatas Umur. hahahaha


Tiara Mencubit Lengan suaminya karena melihat sang Suami mengulum Senyumnya dan menahan tawanya sambil memegangi Perutnya dan Menekannya supaya tak menimbulkan suara


" Apa sih Yank. " Ucap Nico saat Tiara mencubit kecil lengannya


" nggak lucu ih kamu mas. -----"


Tante Diana memutar Bola matanya jengah Saat Melihat Kedua Ponakanya malah saling Debat karena salah tingkah


" Udah Udah tante balik ke kamar Tamu dulu, Di sini Gerahhh panahh Tante jadi ingin Nyelup Di baskom, eh Di kolam renang maksudnya."


Mendengar Ucapan nyeleneh Dari Tante diana membuat Nico dan Tiara Meringis dan saling menahan tawanya.


Aduh kok aku jadi latah gini sih Didepan Dua bocah Yang Bandelnya kebangetan ini, lebih baik aku pergi aja deh dari mati Kutu di depan keponakan keponakan kagak ada Akhlak ini


" Tante Turun kebawah dulu ya Ra. " Pamit Tante Diana dan Langsung Ngibrit turun kebawah


sedangkan Tawa Nico pecah seketika saat tantenya itu sudah lenyap dari Pandangannya


Puk


Tangan Satu tiara menimpuk bahu Nico dengan sedikit kencang.


" Kok Di pukul sih sayang. "


" Siapa suruh Ketawa, Udah Salah malah sekarang ketawa tawa nggak lucu tauk. " Tiara Mencebikan bibirnya dan melewati Nico untuk masuk kedalam Kamar Baby Vier sambil meny*sui Baby Vier yang kini mungkin sudah tidur pulas Dari gendongannya


" Yachhhh yang jangan gitu dong. " Desah Nico saat Tiara melewatinya, lalu Nico langsung menutup kamar baby vier dan menghamipiri Istrinya yang kinj meletakan baby Vier ke dalam box bayi.


karena baby Vier sudah tertidue pulas


" Yang. jangan Ngambek dong udahan ngambeknya. " Rengek Nico tangannya kini Sudah melingkar Di pinggang Ramping Milik tiara dan memeluknya dari Arah belakang


" Bodo. "


" Yang, Udahan Dong marahnya, oke aku ngaku salah salah banget, udah Berlaku kasar ke kamu, aku minta maaf yang, Aku janji gak bakal ngulangin Kesalahan itu lagi. "


Nico Tetap merengek seperti Anak kecil Yang Meminta permen pada Ibunya. namun Tetap Istrinya tetap merajuk dan berusaha menepia tangannya, namun dengan Cepat Nico Melingkar tangan kokoh miliknya itu melingkar Ke pinggang Ramping milik istrinya itu.


" MaCan mamanya Baby boy Vier, Udahan dong Ngambeknya, Papa Ganteng Ini siap kok Di hukum apa Apa aja sama Macan. " Ujarnya sambil nada Rengekan yang menggoda


" Macan.? Kamu nyamain aku sama binatang?"


kini Nada Suara Tiara sudah naik satu oktav membuat Nico kelimpungan Dan menepuk jidatnya, sepertinya Istrinya ini salah paham sama ucapanya


Nico langsung membalikan badan istrinya supaya berhadapan dengannya dan Menangkup Pipi tiara Yang berisi Itu dengan Gemas


" Macan itu maksudnya Mama cantik sayang, kamu kok Jadi Marah marah sih." Ucap nya sambil mencubit gemas pipi tiara


" Ihh lepasin Nggak. " Tiara melepaskan tangan suaminya itu dari pipinya hingga terlepas


Tangannya langsung Bersidekap diatas dada dan menatap sengit Suaminya.


" Nggak Lucu, Hari ini Aku benar benar Marah sama kamu. "


Bohong Sekali Tiara berkata seperti itu nyatanya Dia sudah bisa memaafkan suaminya, karena Tadi sebelum suaminya pulang dia menceritakan keluh kesahnya Pad tante Diana dan meminta pendapat pada tantenya yang Nyatanya paham betul tentang kehidupan Didalam rumah tangga pasti Ada Sekali Konflik masalah karena Kata orang memang Itu semua Bumbu dalam berumah tangga Untuk menguji kesetian setiap pasangan kita masing masing Tinggal kitanya sendiri yang Harus bagaimana memilah milah dan pandai pandai menjaga Keutuhan Keharmonisan Rumah tangganya.


Sebagai Suami Istri Kita harus saling melengkapi Dan saling Mengisi Kekurangan dan kelebihan pasangan kita.


Jika ada masalah Harus di selesaikan dengan kepala Dingin bukan hati yang panas, ingat Kalau Ada Apa apa dan penyesalan timbul belakangan Maka anaklah yang Akan menjadi korban, lagian Disini tidak sepenuhnya kesalahan suaminya, karena Mami mertua dan Wanita yang mencoba mengusik rumah tangganyalah yang ikut andil dalam masalah ini, karena ulah mereka Dia harus bertengkar dan saling salah paham dan Itu tidak akan Tiara Biarkan terus terjadi, dia akan tetap mempertahankan rumah tangganya, tiara tidak ingin mengulang Kegagalan rumah tangganya kembali meskipun banyak yang Mencoba mengusik rumah tangganya.


Dia harus mempertahankan Mati matian Apalagi Sudah Ada baby Vier Menjadi pertahanan kokohnya saat ini.


" Yang hei kok diem, dimaafin nggak nih Papa Gantengnya.? "

__ADS_1


Nico terus menggoda istrinya supaya Luluh meskipun Wajah Istrinya itu sudah seperti Singa betina yang baru saja Diusik dari tidurnya.


" Yang. ?"


Tiara masih terdiam dan menatap sengit suaminya itu sambil mencari Ide supaya bisa Membuat Nico kapok


" Macan.? " ucapnya membuat Tiara melotokan matanya pada nico dan Nico pun Meringis dan tersenyum Jahil


" Mama cantik maapin Papa ganteng Ya. "


" Nggak. "


" Yach jangan gitu dong.! "


" Pokoknya sekali nggak ya nggak titik.?!"


" Papa siap kok Mama Hukum papa Apa Aja asal Dimaafin Yak.? " Rengeknya sambil mengerlingkan matanya dan menampilkan pupy Eyes nya.


Tingg


satu ide Muncul seketika hinggap Di kepala Tiara, membuat Tiara mengulas senyum dengan penuh Arti.


" Serius siap dihukum Apa aja.? "


Nico Nampak Gusar Dan ragu melihat Wajah Istrinya yang Berubah seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


Lalu nico menganggukan kepalanya dengan pelan


" papa serius.! "


" Oke kalau gitu sebagai hukumanya. ------"


" Bentar Mah. " Potong Nici Cepat


" Apalagi.? " jawab Tiara dengan kesal


" Jangan berat Berat ya. " Rengeknya santuy dengan wajah tanpa dosa membuat Tiara Memutar Bola matanya jengah.


" Hmmm.! "


" Yes. yaudah ma cepat katakan. " ucapnya dengan Semangat


Semoga tiara tidak.. memangkas Jatah olah raga malam Gue sama dia semoga semoga


" Hukumanya, selama Seminggu papa harus Puasa Tidak nyentuh Mama, apalagi Alibi Papa yang Katanya olah raga malam itu, tidak Ada pokoknya titik keputusan mama tidak bisa di ganggu gugat. "


Nico Tetap membisu Mencoba mencerna perkataan Istrinya barusan yang baru saja di wanti wantinya supaya ucapan laknat itu tidak keluar dari Mulut Istrinya


" papa dengar kan mama ngomong Apa.? "


" i iya mah Apaaaaaaa.? " Nico mencoba mempertajam Pendengarnya


" Tidak Ada jatah Olah raga malam selama satu minggu dan .Mama tidak. mau ada penolakan. "


" Ohhhhh Tidakkkkk.------" seru Nico sambil berpura pura pingsan Diatas kasur milik Baby Vier


Membuat tiara panik bukan kepalang dan menepuk nepuk pipi nico.


" Papa bangun kok pingsan sih. "


" Papaaaa jangan bercanda Dong.mama takut Nih. tanteeee. "


Tiara berteriak memanggil tantenya namun dengan Cepat Nico bangun dari pura pura pingsanya dan. membekap mulut Tiara


" Jangan teriak keras keras nanti javier bangun sayang. "


" Jadi kamu pura pura pingsan.? " Tiara menajamkan pandanganya saat Tangan Nico terlepas


" Hehehe becanda ma. "


" Kalau begitu gak jadi satu minggu tapi sebulan. " Ketusnya sambil beralih menjauhkan tubuhnya dari nico


Sontak membuat Nico Membulatkan matanya dan Terpaksa Pasrah, dan mengalah sementara Baginya dia masih bisa melakukan seribu satu cara Untuk membobol pertahanan istrinya dan membiarkan istrinya merasa menang sementara.


Tunggu saja sayang sampai mana pertahanan kamu, Aku pastikan Akan Mengobrak abrik pertahananmu dan memastikan kamu tidak akan menolak pesona Suami berondongmu ini papanya Baby Vier, kita lihat saja nanti tunggu tanggal mainya istriku yang cantik.


.


.


.


_ Bersambung. _


Notes.!


Gimana Puaskan hari ini author Udah setor dua Bab lo dan Untuk Bab ini Author Udah panjangin Sampek 2000 kata lebih


jangan Lupa Kasih Dukungannya buat Author ya biar tambah semangat Nulisnya


Krisan nya Auhthor Akan terima dengan baik dan Author Sangat berterimakasih jika sudah meluangkan waktu readers buat Kasih like komen dan Juga bintangnya pada Author


Happy Reading


Semoga kalian syuka ya. 😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2