Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Serahkan Istrimu ..


__ADS_3

Hai hai pembaca kesayangan Author. kali ini author akan mencoba melanjutkan novel Author yang satu ini Lagi ya, Harap maklum karena author banyak kesibukan disamping bekerja Author juga seorang ibu rumah tangga dan harus mengurus Anak..


jadi mohon dimaklumin yah.


insyaallah Author bakal rampungin novel Author satu persatu mohon sabar ya.


-----------------


Sudah Seminggu semenjak kedatangan mertua tiara datang kerumah, dan tiara menceritakan semua kehidupan pribadi tiara pada sang mertua yang akhirnya bisa juga menerima massalalu Tiara walaupun belum juga sepenuhnya bahkan terkesan memaksa, namun Akhirnya tiara bersyukur dan lega seenggaknya dia mendapat dukungan dari mertuanya karena sampai saat ini Rival sang suami pun enggan berbicara baik dengannya bahkan terkesan sangat dingin dan angkuh.


semenjak kejadian dimalam resepsi pernikahannya waktu itu Rival enggan menyentuh tiara bahkan tidurpun pisah ranjang. sungguh membuat batin tiara tersiksa mendapati sang suami tercintanya berubah dan tak lagi sehangat dulu.


namun Lagi lagi Tiara Hanya bisa bersikap sabar dan terus bertahan, karena semua ini juga bukan salah sepunuhnya rivak, andai saja Dulu dia menceritakan semua masa lalunya dan berterus terang pasti Rival tidak akan sekecewa ini.


" Mas, Ayo bangun..udah jam Tujuh..!"


" Eughhh.. " Suara Lenguhan dari Rival kala dia meregangkan otot otot kekarnya supaya tidak kaku karena bangun dari tidur.


" Awas minggir...! " Rival menyibakan selimutnya dan bergegas pergi kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya. dan dengan kasar menyentak Tiara yang tengah berdiri di samping ranjang miliknya.


BRAK..


Suara pintu kamar mandi tertutup dengan Keras seiring dengan Tiara yang memejamkan matanya dan menarik nafasnya untuk menetralkan kembali hatinya supaya bersabar meghadapi sikap sang suami.


"sabar Tiara sabar, kamu pasti bisa meluluhkan hati suamimu. " batin Tiara sambil memegangi dada nya yang amat sesak itu.


Lalu dia segera menyiapkan baju Kemeja dan juga jass kantor Rival lengkap dengan dasi dan Sepatunya. setelah itu dia bergegas keluar kamar untuk menyiapkan sarapan.


******


Rival turun dari tangga lengkap dengan pakaian kerjannya menghampiri Tiara yang sudah selesai menyajikan sarapan dimeja makan.


Rival menelan Ludahnya dengan kasar saat melihat menu sarapan yang menggugah selera itu.


Nasi goreng Babat dan telur ceplok mata satu.


menjadi menu favorite nya saat ini.


Tiara dengan cekatan melayani menyiapkan sarapan untuk suaminya itu..


" Segini cukup mas.? " Tanya Tiara sembari menuangkan Nasi goreng kedalam piring Rival.


" Hmmm..! "


Cuma suara deheman yang keluar dari mulut Rival, meskipun begitu Tiara cukup senang karena Meskipun Rival bersikap dingin dan acuh padanya, namun tetap mau memakan makanan apapun yang dia masak.


Aku yakin mas, kamu sebenarnya masih mencintaiku, kamu hanya butuh waktu untuk menerima semua keadaanku, aku akan tetap belajar bersabar menunggumu mas.


Tiara tak hentinya memandang suaminya dengan terus tersenyum, membuat Rival Risih ketika tak sengaja mendapati kedua bola mata Tiara yang tengah menatapnya dan pandangan mereka bertemu.


seketika raut wajahnya menjadi kesal dan langsung meletakan sendok makanya diatas piring tersebut dengan tatapan kesak.


Prang..


Tiara tersentak melihat ekspresi suami yang terkesan tak ramah tersebut karena menbanting sendoknya.


" Bikin Ilang nafsu makan saja.! " Gerutu Rival lalu segera berdiri dari duduknya.


" Mas Tunggu. --

__ADS_1


Tiara mencoba mengejar sang suami karena sudah melangkahkan kakinya


namun Rival tetap tak menggubrisnya hingga diambang pintu Tiara Berhasil mencekal tangan suaminya itu.


" Mas. --


" Apa sih hah.!!!!! "


Rival mengibaskan tangan Tiara dengan kasar sehingga membuat Tiara jatuh tersungkur.


" Akhh... " pekik Tiara yang jatuh tersungkur dan mencoba bangkit berdiri lagi.


Rival dengan kasal mengusap wajahnya ada sedikit Rasa khawatir yang terpancar dari dalam dirinya dan tiara bisa melihat itu.


" Kamu nggak apa apa.? "ujar Rival sambil memeganggi Kedua bahu Tiara."Apa ada yang Luka.?"


Tiara Hanya meringis kecil dan menggelengkan kepalanya.


" Lagian ada apa lagi sih, aku buru buru nih. " ucap Rival dengan nada dingin


" A a aku hanya mau minta maaf saja sama mas, karena tadi sudah mengganggu sarapan mas." jawab tiara dengan gugup


" Buang buang waktu saja.! ".


Rival melepaskan tangannya dan hendak berlalu namun Tiarah langsung meraih punggung tangannya untuk menyalaminya.


" Aku berangkat.! "


" hati hati mas, Assalamualaikum.!? jawab Tiara yang seolah mengingatkan rival untuk mengucap salam dulu.


Rival menganggukan kepalanya dengan wajah datar. dan langsung bergegas masuk kedalam mobil dan pergi.


********


Terlihat seorang Pria tampan bertubuh tegap dengan hidung mancung dan rahang yang kokoh disertai jambang itu sedang menyeringai dibalik kursi kebesaranya itu.


" Bagaimana tentang pengusaha muda itu, Apa dia sudah melunasi sisa hutang hutang perusahaanya terhadap perusahaan kita. "


terdengar nada bicara yang sangat angkuh dan sombong.


" Belum tuan, bahkan menurut informasi yang saya dapat bahwa saat ini perusahaannya tersebut lagi diambang kebangkrutan karena para investor mereka ada yang sudah beberapa menarik sahamnya kembali, dan pria tersebut juga mempunyai hutang karena kerap beberapa kali kalah saat main judi disebuah Clup ternana dikota ini. "! Jawab Asisten pribadinya.


" Baik adakan pertemuan dengannya besok.! "


" Siap Bos.! "


Lalu asisten pribadinya segera keluar dari ruangannya.


Sekarang Kamu bakal tau siapa aku sebenarnya RIVAL Jordiansyah. kamu tak bisa begitu saja mengganggap remeh diriku. hahahha


sedang Di tempat Lain Rival mengumpat dengan kesal karena dia kalah tander lagi dan beberapa investor menarik saham dari perusahaannya ditambah lagi perusahaan


Pt gemilang grup meminta mengadakan pertemuan guna membahas tentang dana yang selama ini dia pinjam untuk menutupi hutang hutang perusahaan karena mereka tengah menjalin kerja sama dalam beberapa tahun ini.dan ditambah Lagi hutang hutang saat dia kalah main judi membuat kepalanya seakan mau pecah.


" Sial.... "


umpat Rival sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Kenapa jadi kacau seperti ini sih. " Keluh Rival dengan wajah bingungya lalu menghubungi Asisten pribadi barunya yang bernama Damar.

__ADS_1


" Hallo dam, cepat siapkan Ruang meeting sekarang juga untuk acara meeting sama perusaahan Gemilang grup. "


" Baik pak.! "


Tut tut tut. rival langsung menutup teleponnya.


******


" Butuh berapa Lagi anda melunasi semua hutang hutang perusahaan Anda.? " Tanya Nico dengan wajah Angkuhnya


" Tolong beri saya waktu Tiga bulan, untuk melunasi semua hutang hutang perusahaan saya, --


" Saya sudah Beberapa kali memberi tempo kepada anda, bahkan saya juga sudah menjadi Investor tetap diperusahaan anda, namun bukannya mendapatkan keuntungan, malah perusahaan saya mengelami kerugian terus menerus, Harga saham anjlok dan tidak ada pemasukan sama sekali diperusahaan saya, kerja sama macam apa yang seperti Ini."


perkataan nico membuat Rival tergelak dan menghela nafas panjang, karena Pikirannya juga sudah buntu. Lama dia terdiam.


Lalu sebuah penawaran dari Nico yang membuatnya Kaget dan membelalakan kedua matanya.


" Aku punya penawaran Khusus untukmu, dan juga untuk perusahaanmu.! "


Rival mengerutkan dahinya dan kembali menatap Nico lalu dia menoleh kearah Damar Asisten barunya itu. Damarpun menggelengkan kepalanya, Lalu dia menatap nico kembali.


" Apa itu...? " tanya Rival dengan Antusias


" Serahkan ISTRImu maka Hutangmu Hutang Hutang perusahaanmu LUNAS tanpa sisa...!"


ucap Nico dengan senyum penuh kemenangan sedang Rival mulai tersulut emosi dengan kedua tangannya mengepal dan menatap tajam Nico.


Nico sedikit memajukan tubuhnya tepat dihadapan Rival dan berbisik.


" Bahkan saya bisa melunasi hutang hutangmu juga dimeja Judi, Asal Istrimu Menikah denganku.! "


Rival benar benar tersentak dan kaget bukan kepalang mendengar Client bisnisnya itu.


Nico memundurkan tubuhnya lagi dan kembali ke posisi Awal.


" Bagaimana dengan tawaranku.? Menarik bukan.? " Tanya Nico dengan mengulas senyum penuh kemenangan.


Dada Rival seakan bergemuruh matanya memerah, dengan susah payah dia menelan ludahnya, tenggorokannya terasa kering dan tercekat, disatu sisi dia masih mencinta Tiara istrinya tapi disatu sisi dia juga tidak mau Kehilangan perusahaan peninggalan papanya yang sudah dipercayakan sama dia, Ditambah lagi dia masih sangat kecewa dengan tiara. sungguh semua ini benar benar membuatnya frustasi.


" Beri Aku waktu...! "


Tiba tiba terlontar kata kata tersebut dari Bibir Rival.


" Hahahaha baik saya hanya akan memberi waktu anda 1x24 jam, dan besok anda harus cepat memberi jawabann anda.! "


" Baik..! " jawab Rival dengan wajah gusarnya


" Ingat saya tidak mau membuang buang waktu saya, jadi cepat fikirkan matang matang dan segera ambil keputusan .!!"Tegas Nico lalu berlalu Keluar dari ruang meeting rival diikuti oleh Asisten pribadinya juga.


Setelah kepergian Nico, Rival langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


" Apa bos akan menerima tawaran dari tuan nico bos...? " Tanya damar


Rival memejamkan kedua matanya dan menyenderkan tubuhnya dikursi kerjanya tersebut.


" Entahlahh. ---


Hanya itu yang keluar dari bibir Rival yang kini masih memejamkan kedua matanya seakan benar benar menguras hati dan pikirannya tiba tiba bayangan Tiara sekelebatan muncul didalam pikirannya. membuatnya menghela nafas dengan kasar. sungguh dia benar benar frustasi kali ini.

__ADS_1


__bersambung___


__ADS_2