
Sudah satu bulan Tiara Di rawat Di rumah sakit Tersebut, masih seperti Biasa Nico terus bolak balik ke kantor dan ke rumah sakit Hanya untuk menjenguk istrinya.
Namun Nampaknya Belum Ada tanda Tanda perubahan Pada tiara, Dia masih Terdiam dengan tatapan mats kosong Seperti Tidak bernyawa.
" Sayang Ayo aaaak buka mulut kamu. "
saat ini Nico akan menyuapi Istrinya untuk makan, Namun Tiara masih membungkam Mulutnya Rapat Rapat, membuat Nico menghela nafas panjangnya Untuk tetap bersabar Menghadapi Sikap istrinya.
" Tiara Istriku, Kamu Harus Tetap makan, supaya Cepat Sembuh sayang, Mas Sudah kangen Sekali sama kamu yang Dulu, Apa kamu Tidak Rindu sama Putra kita.?! " Ucap Nico dengan wajah Sendunya Tangan kanannya Sibuk menyampirkan Anak Rambut Milik istrinya di daun Telinga istrinya.
Perhatian kecil seperti ini membuat Tiara yang Sedari tadi Hanya menatap Lurus kedepan dengan tatapan kosong pun Mengalihkan pandangannya pada laki laki Yang Sudah Dua tahun Lebih dinikahinya dan sudah memberikan Anak padanya.
Nico balik Tersenyum Saat Istrinya itu menatapnya dan Menyembulkan Senyum kepadanya.
" Kenapa sayang, Apa ada sesuatu yang sedang kamu inginkan.?! " tanya Nico dengan Lembut.
Tiara menggelengkan kepalanya cepat dan menatap Sendu pada Suaminya. tanpa terasa Buliran bening Dari kelopak kedua matanyapun sudah Mengalir di kedua pipinya. Nico yang melihat istrinya menangis pun langsung Menangkup kedua pipi tiara dan mengusap Pelan Air mata itu dengan ibu Jarinya.
" Sayang kamu kenapa.?! " Nico terlihat Panik saat mendapati Airmata Sang istri Pecah begitu saja.
" Sayang. ----?! desah Nico menatap lekat lekat Mata Tiara yang Kini sudah mulai memancarkan hidup kembali
" Mas.! "
Nico begitu Tersentak saat mendengar Istrinya memanggilnya
" Mas Nico. "
Tiara kembali mengulang Ucapannya membuat Nico bahagianya bukan kepalang, dia menangkup pipi Tiara dengan raut wajah yang Hingar Bingar.
" Sayang, apa kamu sudah mulai mengingat semuanya.?! " tanya Nico dengan ekspresi senangnya
Tiara tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya. " Ya mas, aku Rindu sama kamu Aku Rindu sama Vier. "
" Alhamdulilahirobbilalamin YA Allah. " Nico langsung Bersimpuh kelantai dan melakukam Sujud syukur atas Kesembuhan Istrinya.
" Terimaksih Ya Allah terimakasih engkau Sudah Mengabulkan Hambamu yang penuh Dosa ini. " Ujar Nico lalu beralih menatap kearah Istrinya yang kini tersenyum tipis lalu dengan Cepat mendekap Tubuh Sang Istri.
" Terimakasih sayang Terimakasih kamu sudah Berjuang Untuk Sembuh Demi keluarga Kecil kita. " Ujar Nico sambil mendekap Erat Tubuh Istrinya.
Sedangkan Disisi lain Ada sepasang mata yang tengah mengawasinya dari jauh dan mengepalkan kedua tangannya.
mungkin bagi Nico dan Tiara kesembuhan Tiara Adalah suatu Anugrah tapi tidak bagi Sepasang mata ini yang menatap mereka berdua Penuh Dengan kebencian.
" Aku bersumpah tidak akan membuat Hidup kalian Tenang, aku akan menghancurkanmu Nico, akan aku rebut Tiara kembali dari tangan kamu. tunggu saja Tanggal mainnya"
pria tersebut Tersenyum Samar dengan tatapan mata penuh Kebencian Lalu meninggalkan Tempat Itu dengan Kekesalannya.
****
Setelah Dinyatakan Sembuh, namun kesembuhan Tiara baru 90% persen, jadi Dokter Meminta Nico harus Bisa memberikam Perhatian khusus pada Tiara dan membantu Kesembuhan Tiara secara bertahap dengan tetap menjaga Emosional tiara supaya tetap stabil dan tidak membuatnya Stress.
Akhirnya Hari ini Nico Membawa tiara kembali pulang ke rumahnya, atas Izin dari Dokter namun tetap Masih Ada pengawasan. dan pemantauan.
-------
" Tiara. " Seru Melly dan tante Diana saat Tiara dan Nico Berada diambang pintu mereka karena memang Akan menjemput Baby Vier
" *Assalamualaikum tante, melly. "
" Walaikumsalam*. "
Melly langsung Berhambur ke pelukan Tiara sedangkan Nico masih setia mengekori Tiara dibelakang sambil menenteng Tas milik tiara
" Ini beneran kamu Ra. " tanya melly dengan Raut wajah berbinar binar
Tiara pun Menganggukan kepalanya
" Iya melly Ini Aku tiara sahabat kamu. "
" Ya Allah Ra aku seneng Banget Ternyata kamu Udah kembali lagi. "
" Iya Mel alhamdulilah Aku sudah sembuh. "
" Hmm kangen Tau nggak sama kamu. " melly mencubit Gemas pipi sahabatnya itu
__ADS_1
Lalu Tiara kini beralih ke tante Diana
" Tante. " Rengek Tiara sambil berhambur Ke pelukan Tante Diana
" Sayang akhirnya kamu Kembali juga Nak. "
" Iya tante,Maafin Tiara karena sudah Larut dalam kesedihan Tiara, pasti Tante selama ini kerepotan mengurus Vier, maafin tiara ya tante. " Tiara terus menangis didalam pelukan Tantenya.
Tante Diana pun Juga tidak bisa membendung tangisanya tangisan Haru karena Keponakannya Sudah kembali lagi dan Dinyatakan Sudah Sembuh meskipun Harus tetap Dalam pantauan
" Iya sayang, melihat kamu kembali Tante sudah Senang Sekali Ra, Tante tidak merasa direpotkan sama sekali. "
Tiara melepas pelukannya.
" Makasih ya Tante Udah Jagain Vier Anak Aku. " ucapnya dengan tatapan Sendu
Tante tiara Mengulas senyum sambil mengusap Pipi tiara dengan Ibu Jarinya
" Iya sayang Sama sama. "
" Tiara mau Lihat Vier tante, sekalian Mau jemput vier, Tiara sudah Rindu Sekali sama Vier. "
" Iya sayang, Putramu Ada didalam kamar Kamu ,ayo kita lihat Vier. "
" Iya tante. "
" Nak Nico ayo silahkan masuk.?! "
" Iya tante. "
Lalu mereka bertiga pun Menuju kekamar Tiara dulu Untuk melihat Baby Vier disana karena Memang Tante Diana Tinggal dirumah Orang Tua tiara. karena memang tidak ada yang Nempatin.
Ceklek.
" Vier.?! " Desah Tiara dengan Mata yang berkaca kaca.
" Vier ini mama sayang, maafin mama ya nak, sudah Ninggalin Vier sendirian, maafin mama nak. " Tiara Terus Menghujani Ciuman Dipucuk kepala baby vier Yang Tengah tertidur Hingga Menggeliat Karena merasa Tidurnya terusik.
" Sayang Udah ya biarin Viernya Tidur, Kasian Anak kita. " ujar Nico Mengusap Bahu istrinya yang kini tengah menggendong Baby Vier yang Masih tertidur
" Sebaiknya Kalian menginap disini saja, lagian Juga sudah Malam, kalian butuh waktu Untuk Istirahat. " seru Tante Diana.
" Gimana mas, nggak Apa apa kaj kita bermalam Disini, kasian Vier.?! " Tiara menatap suaminya Untuk meminta Ijin.
Nico mengulas senyum, dan Mengelus pipi Tiara dengan Lembut. " Iya sayang terserah kamu Saja, Suamimu ini selalu Menurut Apa katamu. "
" Ehem Ehem. .Modus modus. " Ledek Melly Rasanya ingin muntah saja mendengar Ucapan Suami Tiara yang Sok kebangetan Alaynya.
" Husst, melly kamu nggak boleh gitu, mereka kan Suami Istri ya wajar Dong kalau Mau mesra mesraa, tante malah seneng kok lihatnya, betul kan nak Nico.?! " Ujar Tante Diana memberi Pembelaan
Nico dan Tiara tersenyum malu malu, sedangkan Nico Merasa kikuk sekali.
" I iya tante. "
" Maka nya Mel, buruan Gih Kamu Nikah Biar Ada yang Mesra mesrain kamu. " Ujar Tante Diana dengan pedenya
" Lah, tante sendiri kapan Nikah, kok Nyuruh Melly Nikah."
Deg
Wajah Tante Diana langsung Berubah pias sudah Dipastikan Wajahnya sudah sangat malu mengingat Dirinya sendiri masih betah membujang malah nyuruh Anak Baru sore buat nikah
" Ya tante kan, masih Nunggu Jodoh Yang Tepat. " Ucap tante Diana dengan Sekenanya sudah dipastikan Jawaban itu membuatnya malu setengah mati.
Nico dan Tiara Hanya bisa Mengulum Senyumnya, sedangkan Melly Dengan kurang Ajarnya malah Terkekeh membuat Tante Diana mendelikan Matanya.
" Nggak usah Ketawa Memangnya Ada yang Lucu. " Ketus Tante Diana Namun melly masih saja Terkekeh. membuat Tante diana tambah kesal
" Tante aja yang Sudah Kelihatan Matang Saja masih menunggu Jodoh Yang lebih Tepat Apalagi melly yang Baru Anak kemarin Sore. " Cicit melly seperti tidak menanggung dosa sama sekali karena sudah Berani Membuat orang Yang lebih tua darinya kesal
" Dasar Anak nakal, Sini kamu. "
" Ampun tante ampun."
Dan Akhirnya Duo Jomblowati itu pun saling kejar kejaran Seperti Anak kecil.dan keluar Dari Kamar Tiara.
__ADS_1
Nico dan Tiara yang melihat tingkah kekonyolan tante dan sahabatnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Lalu Nico pun Segera menutup pintu kamar tersebut.
" Sayang. ------" Nada suara Nico terdengar manja.
" Ya.?! " Tiara pun menoleh kearah Suaminya yang kini sedang menampilkan senyum Smirknya
" Vier Udah Bobok belum.?! "
" Lah kan emang Dari tadi Vier masih Bobok pah. kenapa sih. "
" Yasudah Ditaruh Di Box bayi Dong Viernya jangan Digendong Terus. "
" Oke deh padahal aku sebenarnya masih kangen lo pah sama Vier. " Ujar Tiara Sambil menatap Raut wajah putranya yang sudah Tidur nyenyak dalam gendongnya.
" Ck. nggak peka banget sih bini Gue. "
" Buruan mah, Viernya Taruh di box Bayi biar tidurnya nyenyak. "
Dengan sangat berat Hati Tiara Lalu menidurkan Vier Di Dalam Box bayi tersebut.
" Yang.?! "
Tiara menoleh kearah suaminya yang kini sudah Duduk selonjoran Ditepi Ranjang
" Ada aps sih pah.? "
Puk puk puk
Nico menepuk Nepuk tepi Ranjang Yang dia duduki sebelahnya
" Sini Yang. ---" Rengek Nico
" Iya iya bentar. " Tiara pun mulai merangkak naik ketempat Tidur.
Hap.
" Mas, kok main peluk peluk sih. " Desah Tiara saat Tiba tiba Nico menarik Pinggangnya dan memeluknya dari belakang.
" Kangeeeeeeeeeen Mama, papa Gantengmu Ini kangen. "
" Dih. Dasar mesum. " Cetus Tiara sambil bibir mencebik
Lalu Nico membalikan Tubuh Istrinya itu untuk saling Berhadapan Dengannya
Tiara menaikan Sedikit Dagunya dan Melotoy kearah Nico
" Apa Hmm.?! "
" MALAM INI BUAT ADEK BAYI NYA ABANG YUK.?!! "
" Hah.?! "
" AKU INGIN MEMAKANMU MALAM INI.! "
Tanpa menunggu lama Lagi Nico langsung Menyerang Tubuh Istrinya dan Sudah dipastikan Malam ini Akan jadi malam yang Panjang untuk mereka berdua.
Ya semoga Saja Nico berhasil melancarkan Aksinya Dan Baby Vier tidak terbangun oleh Ulah Berisik karena Aktivitas Yang Dilakukan Mama papanya di malam hari ini.
.
.
.
_ Bersambung. _
Notes.!
Mulai Besok Mamam Update Malam Malam terus Ya sampai Tiga Hari kedepan Soalnya Krucilnya Author Kagak bisa Di tinggal.
Terimakasih Buat Readers yang masih Setia membaca cerita Auhtor.
Happy Reading.
__ADS_1