Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Harus bermain Cantik


__ADS_3

"pfpfpfpffpppppp. -----"


Dahi Nico mengkerut saat tiba tiba melihat perubahan mimik istrinya yang tadi terlihat garang karena marah, kini sudaj berubah lagi. malah terdengar jelas istrinya itu tengah menahan ketawa karena melihat dirinya yang terlihat panik dan gugup.


Nico perlahan mengembangkan senyum tipisnya dengan wajah kikuk, sedangkan Claudia juga merasa heran dan aneh akan perubahan sikap tiara mungkinkah istri dari bosnya itu sudah semakin gila fikirnya.


" Sa sayang. ------------?" ujar Nico dengan gugup


" Bfffbffff, Hahaha. " Tiara tak mampu menahan tawa yang sebenarnya dia paksakan itu untuk. menutupi rasa marahnya itu


" Kok ketawa yank.-------?"


Nico benar benar dibuat aneh dan heran oleh sikap tiara.


" Kamu Lucu yank, kenapa juga kamu terlihat kaget dan gugup seperti itu.? " tanya tiara


" A a aku bingung yank, kok kamu tiba tiba jadi begini, bukanya tadi kamu jelas jelas marah besar saat claudia bilang dia bekerja menjadi sekretaris pribadiku.? "


" Haha untuk apa aku marah sayang. ---" Tiara sengaja mendekat kearah suaminya dan bergelayut manja dilengan suaminya, benar benar bukan tiara banget kalau sekedar menunjukan kemesraannya sama suami pada orang lain, tiara hanya ingin seberapa jauh Gadis yang berada didepannya itu merespon.


Nico benar benar dibuat terkejut akan sikap istrinya ini yang terkesan seedikit manja dan terlihat mengumbar kemesraanya didepan claudia, apa istrinya itu sengaja karena cemburu pada claudia hingga ingin menunjukan pada claudia kalau dia hanya miliknya, begitulah batin nico saat ini.


" Kalian kan cuma sebatas rekan kerja saja layaknya atasan sama bawahan saja kan tidak lebih jadi untuk apa aku harus marah sayang. -------?"


Jleb


Kali ini Nico benar benar sudah kalah telak, mendengar istrinya berkata seperti itu membuatnya semakin bersalah, namun nyatanya dia tidak bisa berbuat apa apa jadi dia terpaksa harus mengiiyakan perkataan istrinya supaya tidak ada masalah besar.


Namun beda dengan nico yang terlihat sedikit lega karena tiara tak lagi mencurigainya hingga dia bisa bernafas Lega dan tak perlu lagi menjelaskan kepada tiara sebelum waktunya tiba dan pas.


sedangkan terlihat jelas raut wajah Claudia terlihat murung atas ucapan tiara, ada sedikit tak rela melihat Tiara menguasai nico sepenuhnya. namun dia harus tetap sabar dan tau posisinya saat ini.


" i iya betul sayang, kami disini hanya sebatas rekan kerja dan tidak lebih, berhubung Claudia sedang butuh pekerjaan makanya aku menerimanya bekerja disini, kamu nggak t5keberatan kan sayang.? "


terdengar nads bicara Nico sangat gugup dan penuh kehati hatian. sebelum tiara menjawab pertanyaan suaminya, tiara menoleh sekilas kearah Claudia dan tersenyum penuh arti lalu beralih menatap suaminya


" Iya sayang nggak apa apa, aku malah senang kamu bisa bantu sama seseorang yang lebih Membutuhkan. "


Tiara sengaja menekan kata 'membutuhkan'membuat Claudia menatapnya dengan tatapan sebal dan tanpa sadar tanganya telah mengepal erat erat, Tiara yang menyadari hal itu tersenyum penuh arti namub tetap dia sembunyikan dari suaminya.


"aku semakin yakin kalau kamu punya niat buruk terhadap suamiku. " batin tiara terus menyeruak.


" Oiya kamu siapa namamu.? " tunjuk tiara membuat Claudia semakin kesal karena sikap tiara yang sekarang sudah seperti bos saja.


"Dasar sombong sekali, sejak kapan dia jadi mentang mentang seperti bossy. " gerutu Claudia dalam hati.


" Sa saya Kak.? "


" Iya kamu,! dan tolong panggil aku ibu tiara karena di sini aku sebagai istri atasanmu jadi kamu harus bisa bersikap seprofesional mungkin, kamu paham.? "


Claudia mendengus kesal mendengar permintaan Tiara yang terkesan memerintah itu, sedangkan Nico hanya mampu menahan senyumnya karena meliht perubahan sikap istrinya yang tiba tiba menjadi bossy. jujur Nico tidak keberatan sama sekali, itu tandanya istrinya sudah bisa menguasai cara sikap seperti layaknya seorang bossy yang sikapnya tak jauh beda darinya.


" i iya kak maaf maksud saya bu tiara, maaf saya sudah kurang sopan dan lancang memanggil ibu tiara. "


" its oke nggak masalah, sekarang cepat selesaikan pekerjaanmu, tadi katanya Suami saya perlu menandatangani berkas berkas yang ada ditanganmu, cepat serahkan pada suamiku setelah itu kamu bisa kembali keruangamu. -----" ujar Tiara dengan nada tegas.


"Huh benar benar menyebalkan, aku bersumpah akan merebut suamimu kembali ditanganku. " batin Claudia kesal lalu selangkah lebih maju untuk. menyerahkan berkas berkas yang masih ditangannya itu pada bosnya

__ADS_1


" Permisi pak ini berkasnya. -------"


" Taruh saja dimeja. ---!" potong tiara cepat saat Claudia tengah menyodorkan berkas itu pada nico.


" Ba baik bu. "


" Sekarang kamu bisa kembali keruanganmu."


" saya permisi dulu pak nico bu tiara. -" pamit Claudia lalu segera bergegas pergi meningglakan ruangan nico.


Sedangakan kini ganti nico yang mulai bertanya akan perubahan sikap istrinya yang berubah drastis menjadi sosok dingin angkuh ketus seperti dirinya


" sayang. -----?"


" Jangan bertanya apa apa mas, bukankah aku sudah tidak mempermasalahkan lagi Claudia sebagai sekretaris pribadimu.? "


" Bu bukan seperti itu yank, aku minta maaf aku hanya tidak ingin kamu salah paham saja.-?


Tiara menatap suaminya dalam dalam membuat nico menjadi salah tingkah karena terus ditatap oleh istrinya itu.


seakan sorot mata itu sedang menuntut jawaban yang semestinya.


" Aku tidak akan pernah salah paham sama kamu mas, jika kamu selalu jujur sama aku dan tidak menyembunyikan sesuatu dariku apalagi sampai kamu membohongiku, ah tapi aku yakin kamu tidak akan seperti itu kan mas.? "-------- tanya tiara dengan sorot mata penuh pertanyaan.


" i i iya dong sayang, mas tidak menyembunyikan sesuatu padamu. ---" Bohong Nico dengan nada gugup


" Hemm aku percaya itu, dan aku harap mas bisa menjaga kepercayaanku. ---"


jawaban tiara yang terlihat simple dan jelas itu membuat Nico terbungkam, dia semakin merasa bersalah pada istrinya, entah apa yang akan terjadi jiks istrinya tau apa yang sebenarnua dia sembunyikan, mungki riwayatnya akan tamat seketika.


" Iya mas aku percaya. ----"


Lalu perlahan Nico menekan ceruk leher jenjang istrinya itu dan membenamkan bibirya pada bibir istrinya itu lalu dikecupnya berkali kali. Hingga ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman panas dan menjadi ******* ******* kecil hingga membuat mereka hanyut dan terbuai oleh hasrat yang kini tiba tiba menyerang mereka berdua.


Cup


cup


cup


Nico terus menggigit kecil bibir bawah tiara supaya mau membalas ciumanya dan akhirnya berhasil ciuman mereka saling bertautan dan saling bertukar salivanya.


Lidah Nico mengeksplor kerongga milik tiara saling menyecap lidah mereka masing masing sehingga tanpa mereka sadari terdengar lenguhan tiara keluar saja dari bibirnya membuat Hasrat nico semakin meletub letub


"Eungh. ---------"


"Hemm---------"


Hingga akhirnya Nico melepaskan pagutanya saat dirasa mereka berdua kehabisan oksigen. dengan nafas yang tersengal sengal. Nico mengusap bibir Istrinya yang masih basah oleh bekas kecupannya tadi


" Makasih ya sayang sudah. mau kasih aku kepercayaan. ----" ujar Nico dengan lembut.


" iya mas. -------"


" Nanti pulang kerja aku minta jatah ya, mau jenguk dede bayinya. ---?" Nico mengerlingkan mata genit dan dibalas oleh cubitan kecil oleh tiara.


" Auhk. ---"

__ADS_1


" Dasar Mesum. --?"


" Biarin mesum sama istri sendirikan.? "


Tiara segera merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulah suaminya tadi itu. dan segera pamit untuk pulang.


" Yasudah kamu dilanjut lagi kerjanya, aku pulang dulu ya mas.! ?"


"aku antarin kamu pulang ya.? " tawar nico


" Nggak usah tadi aki kesini diantar supir mas. ---" jawab Tiara sambil menyalami punggung tangan milik suaminya


" yasudah kalau begitu kamu hati hati ya, sampek rumah jangan lupa kabarin mas. "


" Iya bawel. yasudah aku pulang dulu ya mas assalamualaikum. " pamit tiara


" iya walaiikumsalam hati hati sayang. "


Lalu setelah itu tiara keluar dari ruangan Nico terlihat jelas kini Claudia sedang menatapnya dengan tatapan tak suka namun masih terlihat ditahanya.


" Saya pulang dulu ya Claudia, ingat kamu harus tau posisimu disini ya clau..? "


ujar tiara dengan nada yang penuh peringatan


" saya mengerti bu. "


" *assalamualaikum"


"wa wailaikumsalam*. "


setelah itu tiara berlalu pergi dari hadapan Claudia yang terlihat kesal itu.


" Maaf kali ini saya harus bisa bermain cantik untuk mencari sesuatu dari kalian. "


Lalu tiba tiba langkah tiara terhenti saat tak sengaja menabrak seseorang saat berjalan di lobby


Brukk


" Eh so sory sory mbak saya nggak sengaja."


Ucap pria itu sambil mencoba membantu tiara untuk berdiri lagi.


lalu


Hening


Hening


hening


Blassssss


" KAMU. ------?"


Ujar mereka bersamaan dengan kedua mata mereka saling bersitatap.


_bersambung. _

__ADS_1


__ADS_2