
Tiara Segera bergegas berdiri, dan mensejajarkan Tubuhnya pada pria yang sedari tadi terlihat angkuh dan dingin itu.
Dan menatap Nico dengan tatapan yang sulit diartikan.
Nico memicingkan matanya, " Kenapa kau menatapku begitu.? " tanya nico.
" Kalian ada keperluan Apa disini,kenapa tiba tiba kalian berada disini.?" tanya Tiara dengan penuh curiga.
" Itu urusanku bukan Urusanmu..!!! " ketus Nico.
Tiara menatap penuh curiga, membuat Nico jadi salah tingkah, namun segera dia menetralkan dirinya untuk setenang mungkin. bagaimanapun juga harga dirinya terlalu tunggu untuk mengakui kalau sebenarnya sedari tadi nico mengawasinya dari jarak jauh, bahkan tanpa disadari oleh tiara, sebenarnya nico juga ikut hadir diacara persidangan tadi, namun nico sengaja duduk ditempat Khusus tepat nya dibelakang bersama asisten pribadinya, namun dia segera keluar terlebih ruangan persidangan setelah selesai. karena tak ingin tertangkap basah oleh tiara maupun rival.
" Benarkah,..?" tanya Tiara dengan tatapan tak percaya, " Kau tidak sedang mengikutiku kan.....!?"
" Huh,!" Nico mendengus kesal. " Kurang kerjaan sekali aku mengikutimu....!!! " sungut Nico.
Tiara menyebikan bibirnya dan memutar bola matanya jengah lalu berniat untk pergi dari hadapan pria angkuh yang usianya lebih muda Dua taun darinya itu. namun langkah kakinya terhenti saat Nico menahannya.
"Kamu mau kemana...? " tanya Nico yang tanpa sadar Sudah menggunakan bahasa aku kamu, " Ikut denganku..!! " ujarnya.
" Aku mau pulang, Untuk apa aku ikut denganmu..!! " Ketus tiara.
" Aku nggak suka dibantah.! "
Lalu Nico memberi kode pada Arya untuk membawa tiara masuk kedalam mobilnya dan melangkah terlebih dahulu lalu diikuti oleh langkah Tiara dan Arya dibelakangnya.
" Maaf nona, anda harus tetap ikut dengan tuan muda.? "
" Tapi, tante dan sahabatku sedang menungguku disana. " ujar Tiara sambil menunjuk tempat parkir.
" Tadi kami sudah meminta ijin sama tante dan sahabatmu nona. "ujar Arya dengan datar.
" Apa, ?" pekik Tiara.
Ya ternyata Nica dan Arya tadi sengaja menemui Diana dan juga melly sebelum akan membawa tiara, tanpa sepengetahuan oleh tiara. Dia meminta ijin untuk membawa tiara dengan ALasan Ingin mengonfirmasi ulang tentang Tiara yang pernah menaruh surat lamaran kerja diperusahaanya beberapa waktu Lalu padahal itu semua hanya sebuah ALasan sang bos nya saja, Arya hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah bosnya tersebut. sedang melly yang tau siapa sebenarnya Nico seorang pengusaha muda yang sangat terkenal dikotanya itu mencoba memberi pengertian pada diana supaya memberinya ijin untuk membawa tiara. melly berfikir bahwa tiara butuh pekerjaan supaya bisa mengalihkan dari kesedihannya.
" Mari Nona, ikut dengan kami.! "
ucapan Arya menyadarkan Tiara dari Lamunannya. segera tiara melangkahkan langkahnya mengikuti langkah Nico. hingga posisinya sekarang berjalan tepat dibelakang Nico.
__ADS_1
"Dasar pria menyebalkan, Dasar penguntit. Huh, " gumam Tiara diiringi dengan dengusan kesal namun masih bisa didengar oleh orang Lain.
Nico yang tak sengaja mendengar slentingan ditelinganya, Langsung mendadak menghentikan langkah, sehingga membuat tiara juga berhenti mendadak dan membuat keningnya terbentur pada punggung tegap Nica yang tengah berhenti didepannya.
" Aduuhhh. " Pekik tiara saat keningnya bertabrakan tepat dipunggung Nico. " Kenapa berhenti mendadak sih.? " Protes Tiara dengan Kesal.
Nico Lalu menoleh kearahnya dan menatap Tiara yang tengah mengusap usap keningnya itu. yang tak terlalu sakit sih sebenarnya hanya sekedar membuat tiara kaget karena tiba tiba langkahnya berhenti begitu saja.
" Tadi kamu ngomong apa Barusan..? "
" Ba barusan.? " Jawab tiara gugup
" Saya tidak Tuli, dan saya mendengarnya tadi..!!! " ujar Nico dengan nada dingin.
" Oh itu,,sa saya nggak bicara apapun kok," sanggah tiara dengan menggaruk tengkuk lehernya.
Sial apa dia tadi mendengar umpatanku ya.
" Dasar penguntit.! " ucap nico dengan datar, "kau tadi mengataiku sebagai seorang penguntit kan..? "
" Eh.. enggak kok, mungkin Anda salah dengar kali,,...?" Ujar Tiara menatap kesembarang Arah. karena merasa tak enak hati ketahuan sedang mengumpati pria yang berada didepanya ini.
"*denga*n apa bos, dengan mulutmu maksudnya. " batin Arya dan menahan tawanya lalu langsung mendapat delikan tajam oleh nico. seketika langsung raut wajahnya menjadi datar.
" Dengan Apa..? " tanya Tiara polos. lalu menoleh sekilas kearah Arya yang tadi terlihat menahan tawa namun tiba tiba berubah menjadi datar
" Dengan Sepatuku. Mau..? " Ujar nico dengan sinis.
" Apa'an sih gak jelas banget kalian berdua itu. !!" Sungut Tiara.
Lalu Nico melangkahkan kembali langkahnya tanpa memperdulikan protes dari Tiara dan diikuti oleh langkah tiara dan Arya dibelakangnya Menuju mobil.
******
Mobil mereka terhenti disebuah Resort mewah milik salah satu Dari Gemilang gruop.
Seperti biasa Arya membukakan pintu terlebih dahulu pada Nico setelah itu gantian membukakan pintu mobil untuk tiara.
mereka berdua masuk kedalam Resort tersebut dan langsung menempati ruangan Khusus VIP yang sebelumnya sudah dia pesan sebelumnya. tak Lama kemudian hidangan makanan mereka datang, Lalu segera menyantap menu makan siang mereka. setelah itu Nico memulai mengangkat bicara untuk mengutarakan maksudnya.
__ADS_1
"Lusa Depan Aku berniat Untuk berkunjung Dirumahmu dan bertemu dengan Tantemu.? " Ucap Nico tanpa basa basi dan Langsung podo inti pokoknya.
Tiara yang barusan saja Mengakhiri makanannya dan meneguk minumannya sontak membuatnya kaget.
" Untuk..? " tanya tiara disela sela minumnya.
" Melamarmu...!!! "
" Uhuk uhuk.. " Sontak Membuat Tiara tersedak dari minumnya karena mendengar jawaban dari nico.
" Pelan pelan Nona.. " Ujar Arya yang seketika reflek ingin mengambilkan minum namun dengan cepat Nico mencegah dengan melambaikan tangannya pada arya untuk tak ikut campur.
" Cepat Minum, -- potong Nico
" Kenapa mendadak sekali, Ini terlalu cepat Nico..!! " Sungut Tiara dengan kesal tanpa sadar telah menyebut nama pria menyebalkan baginya itu. membuat Nico menyeringai saat namanya keluar dari Bibir wanita yang diinginkannya itu.
" Aku tidak suka dibantah dan itu keputusanku." Tegas Nico dengan senyum liciknya.
" Huh, " Tiara mendengus kesal lalu menyebikan bibirnya kembali. " Dasar pemaksa. "
" Hahahahaha.. kamu baru tau. " Ujar Nico dengan diiringi Oleh gelak tawanya
" Ya ya ya.. Terserahhhhhhh. "
menyebalkan sekali orang ini, melamar anak orang seperti membeli anak kucing saja, bahkan dia gak ada sopan sopannya juga padaku, padahal kan aku lebih tua darinya dua tahun. huh sungguh menyebalkan
.
.
.
.
__ bersambung. __
jangan Lupa kasih Like Komen dan vote nya ya buat author.
terimakasih
__ADS_1