Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Menegangkan.


__ADS_3

Hai aku balik Lagi ya......


Yuk simak baca Lagi. __________>>>>>>


.


.


.


.


.


" Indah.? "


" Ya. "


" Gimana keadaanmu, apa sudah sedikit mendingan.? " Tanya Dendy sambil mengayun ngayunkan kedua kakinya dikolam bersama wanita Cantik yang sudah di kasih Nama Indah itu.


" Ya, alhamdulilah sudah mendingan Nih, Badan aku udah Fress kembali. " Ujar Indah sambil mengelus perut buncitnya.


" Ndah.? "


" Ya. "


" Kamu Lapeer.? "


Indah hanya Meringis kecil pasalnya Pria yang bernama dendy itu mampu membaca gelagatnya, Dia sedikit malu untuk mengakuinya karena Dua jam Lalu baru saja Sarapan pagi bareng.


" Emang Kelihatan banget ya kalau Aku Laper lagi.? " Cicit Indah dengan Polos.


Dendy pun tersenyum dan Mengacak acak pucuk Rambut Indah dengan gemas.


" Ndah ndah, meskipun aku ini Cowok, tapi aku juga gak Bodoh bodoh amat untuk nebak kamu lagi kelaperan. " kekehnya


" Emm maaf ya aku jadi ngerepotin kamu dan Bibi Asih. " Celetuk Indah dengan bibir manyun.


" Ngomong apa sih kamu ndah, yasudah kamu mau aku beliin apa, kebetulan Bi asih tadi ke pasar dan mungkin belum pulang, jadi tidak ada makanan. "


" Emm, aku kepingin Makan Ketoprak.!"


Dendy mengeryitkan dahinya. pasalnya dimana dia Harus menemukan makanan itu dipagi Hari.


Namun belum sempat dendy menjawab tiba tiba Indah sudah Melayangkan Perkataanya kembali seoalah dia bisa tau isi pikiran Dendy yang mungkin kesulitan mendapatkan makanan yang barusan dia minta itu.


" Pasti susah ya nyarinya yaudah deh nggak usah, Beliin Roti Donat saja nggak apa apa Deh. " Ujarnya lagi dan membuat Dendy membelalakan Kedua matanya, pasalnya cepat sekali sih Wanita ini merubah permintaannya hanya dalam waktu hitungan Detik Dia mulai berfikir apa Ini yang dinamakan Wanita Hamil yang kemauannya gampang berubah rubah.


" Serius, Sekarang Cuma pingin Donat saja.? " Tanya dendy dan dibalas oleh anggukan kepala oleh Indah.


" Oke kalau begitu aku ke toko kue dulu ya. "


Ujar Dendy sambil mengangkat bokongnya untuk beranjak berdiri dari tepi kolam itu.


Indah mengangguk. " Makasih ya Dendy. "


Dendy pun tersenyum dan mengusap pucuk Kepala Indah. " Sama sama. "


---------------


Setelah Kematian Claudia Mau tidak Mau Hak asuh Cylla tetap Jatuh ditangan Nico, Toh selama Dia belum menemukan papah kandung Cylla, Nico harus merawat Gadis cilik itu, Karena bagaimanapun juga Dia sudah terlanjur sayang sama Anak itu, anak yang tidak Berdosa, Meskipun selama Menikahi Claudia Dia Bersikap Dingin dan sering mengacuhkanya bahka tidak menganggapnya sama sekali, namun dia tidak punya Daya untuk membenci Gadis cilik itu, meskipun Mamanya sudah menikahinya Namun dia tetap tega, Toh Mungkin Sudah Cukup Balasan Setimpal untuk Claudia, Tidak mungkin juga Dia menghukum gadis yang tak berdosa ini.


"Cylla, Ayo makan sayang. "


Kini Nico terlihat Membujuk Cylla untuk makan, karena semenjak kematian Mamanya dia menjadi lebih pendiam dan sering mengurung Diri.


Cylla menggelengkan kepalanya sambil Duduk menyilangkan kedua tangannya.


" Ayo sayang Nanti Cylla Sakit, Nanti Daddy sedih Lo. " Nico berusaha merayu dan membujuk Gadis kecil itu.


" Apa Nanti Mommy disana juga sedih Daddy.? " Tanyanya dengan Wajah sendu membuat Hati Nico seakan teriris melihat tatapan mengiba dari Anak tirinya itu.


" Maafkan Daddy Ya sayang,semua ini salah daddy. -----" Ujar Nico dengan suara serak menahan tangis.


Entah kenapa Dirinya sangat tidak Tega pada sosok gadis kecil itu, mengingatkan Jika Itu terjadi Pada Calon Anaknya kelak.


Nico memeluk Cylla dan Menghujaminya dengan Kecupan Hangat di pucuk Rambut kepalanya. "Maafkan Daddy sayang, karena daddy Mommy mu harus meninggalkanmu diusiamu yang masih sangat membutuhkan sosok ibu maafkan Daddy maaf. " Lirihnya.


.


.


.


Sudah Enam Bulan Kepergian Tiara yang Tanpa kabar Membuat Nico Semakin Frustasi karena Beberapa Orang suruhanya Tidak Juga Berhasil membawa istrinya kembali.


Pakkkkkkkkkk

__ADS_1


Nico membanting Beberapa Berkas Berkas pentingnya Kala Sang asisten pribadanya tak memberinya kabar yang membuahkan Hasil, Ada Amarah dan rasa Kesal yang mendalam Saat Arya datang Dengan Tangan Kosong Datang untuk memberitahukan bahwa Misinya masih juga Belum Berhasil.


" Butuh Waktu sampai kapan Kau Untuk mencari Istriku. " Nico menatap nyalang pada Asisten Pribadinya yang masih juga menundukan pandangannya. " Mencari satu Orang saja tidak Becus, apa kau Sudah Bosan Hidup hah.? " Sentak Nico


" Ma maaf tuan muda Sampai sekarang Saya dan Juga Anah buah saya masih belum bisa Menemukan titik terang keberadaan Nona muda. "


" Terus sampai kapan? sampai Aku Harus turun tangan sendiri Untuk memenggal kepalamu karena Tidak Becus memenuhi perintahku.? "


" Maafkan saya tuan.! " Arya tetap menundukan kepalanya ketika Nico mendorongnya keras Menabrak Dinding Ruangan.


" Saya Tidak Mau tau, Cepat kerahkan Anak buahmu untuk mencari Istriku sampai dapat, atau kalau tidak nyawa kalian yang jadi Taruhannya. "


Nada Bicara Nico terdengar sangat Dingindan Penuh penekanan meskipun dalam posisi Membelakangi Arya yang kini tengah berdiri Dibelakangnya.


" Jangan Pernah kembali dan menghadapku kalau Belum Juga Membawa Istriku kembali, Karena Aku menggajimu Bukan untuk memakan Gaji buta, Jadi Kau Harus mendapatkan Apa yang aku inginkan. "


" Baik tuan. "


" Sekarang Kau boleh pergi.!"


Setelah Itu Arya Melangkahkan kakinya keluar Dari Ruangan Nico.


-----------------


" Kamu tunggu Disini Saja Ya ndah, aku ke toilet Dulu. " Pinta Dendy ijin ke toilet meninggalkan Indah duduk sendiri Di sebuah Resort Entah kenapa Hari ini Indah sekali malam ini ingin Jalan Jalan meskipun Usia kandungannya sudah memasuki Trimester 3.


" Iya Jangan Lama Lama ya. "


" Iya sayaang."


mendengar Ucapan Dendy yang sangat Lembut dan memanggilnya dengan Kata sayang membuat Pipinya memanas, entah Perasaan apa yang dia rasakan saat ini. Dia masih belum bisa mengingat siapa Dirinya yang sebenarnya.


Brukkk


" Sory Sory Saya tidak sengaja. "


Ternyata tiba Tiba Dendy menabrak seorang Pria yang berpakaian Rapi Keluar Juga dari Toilet secara bersamaan.


" Tidak masalah. " Ujarnya Dingin Lalu pergi saja melewati Dendy yang masih menatap Heran Pada sosok pria Dingin itu.


" Sombong sekali tuh Orang. " Gerutu Dendy lalu kembali menghampiri Indah.


" Udah selesai Den? "


" Sudah, Gimana Mau langsung pulang Atau mau masih jalan jalan lagi." tanya Dendy pada Indah


" Pulang Aja yuk Den, Punggungku udah Capek banget nih buat jalan. " keluhnya


Indah memukul kecil lengan Dendy.


" Ih apaan sih, Emang kuat Gitu gendong Aku yang Gendut gini.? "


" Kuat dong sayang. " Ujar Dendy. " Kamu itu nggak Gendut tapi perut mu saja yang buncit Karena didalam ada dede bayinya. "


kelakar Dendy dengan mata genitnya


" Udah ah kamu itu, Dilihat orang Malu, entar Disangka suami istri beneran lagi. " celetuk Indah


" Hahahaha Aku kan memang Calon Suami dan Ayah yang baik sayang.? "


" Udah Yuk, cepetan kita pulang, dah capek ini. " Indah menarik tangan Dendy untuk segera keluar Dari Resort itu.


" Pelan pelan sayang. "


" iYa iYa. "


Sesampainya ditempat parkiran Dendy masih Sibuk membantu Indah Untuk masuk kedalam Mobil, Dia Merentangkan tangannya keatas supaya Kepala Indah tidak terbentur oleh bagian Atas pintu mobil.


Jika dilihat Dari Jauh sungguh pemandangan ini seperti Sepasang Suami Istri yang sangat Romantis bukan


" Pelan pelan sayang. "


Setelah Indah Masuk ke kursi Depan, Dendy langsung memutar Tubuhnya untuk masuk kedalam Kursi kemudi, lalu segera melajukan kendaraannya untuk Pulang kerumah Bi Asih.


***


Dikeheningan Malam, Nico masih Tetap berkutat Pada pikirannya, Entah kenapa Rasanya Makan Malam Dengan Sella, wanita yang dulu mengejar Ngejarnya hingga sampai saat ini tak ada yang special baginya. malah terlihat membosankan.


" Sayang, kamu Mikirin Apa sih hem? " Tanya Wanita yang kini tengah Duduk dikursi sebelah kursi kemudi nya itu sambil mengelus pipi Nico yang masih Fokus menyetir. namun dengan Cepat Nico menepis tangan Sella walau tidak kasar.


" Jangan menggangguku, aku lagi Fokus menyetir.! "


Terdengar Nada Bicara Nico terdengar Sangat Dingin hingga membuat sella sebal dan membuka suara yang tambah menyulut emosi Nico


" Mau sampai kapan Sih kamu Memikirkan istrimu yang sudah Tidak tau kabarnya itu, Mungkin saja kan istrimu sudah mati Karna Hanyut disungai Dan bisa jadi Dimakan binatang buas, untuk apa kamu terus memikirkannya Nico.....!"


" Diam, atau aku akan melemparmu keluar dijalanan. " Sentak Nico dengan Nada menoleh kearah Sella dengan tatapan dingin dan ingin membunuh mangsanya.

__ADS_1


" Atau bisa Saja kan, kalau Memang Istri sialanmu itu masih hidup sudah menikah lagi dan menggugurkan bayinya ata bisa saja Penyakit ganasnya sendiri yang sudah mencabut nyawanya. " Cibir Sella


Lalu tiba Tiba Nico mengerem mendadak Mobilnya Menabrak Mobil yang berada tepat Didepannya yang juga sedang melaju, sehingga membuat mobil didepannya itu otomatis berhenti karena mendapat hantaman yang cukup keras dari belakang.


Cittttttttttt


srakkkkkkk


Brakkkkkkk


" Astagfirullahaladzim. "


" Sayang kamu nggak papa.? " tanya pria Yang tak lain adalah Dendy.


" A aku ba baik baik saja Den, hanya sedikit kaget saja. " Indah sedikit Berdesis saat merasakan Pinggulnya sedikit kram karena Hantaman yang cukup keras di belakang mobilnya itu.


" Brengsek, Apa Tuh orang tidak bisa menyetir dengan benar. " Ujarnya sambil melepas Selt belt nya dan hendak turun namun Sejurus indah langsung menarik Baju kemejanya dari belakang.


" Kamu mau kemana Den.? "


" Kamu disini dulu ya ndah, aku mau beri pelajaran pada orang itu dulu. "


Dendy segera keluar Dari dalam mobilnya dan tak menghiraukan seruan Indah yang terlihat menahan Sakit didalam mobil


Tes


Tiba tiba Darah segar keluar dari hidung Indah dan membuatnya nampak begitu panik.


" Ya Allah kenapa aku mimisan lagi, tolong selamatkan aku dan bayiku Ya Allah. " Gumam indah sambil memejamkan kedua matanya sambil menahan sakit.


.


.


.


Brakk Brakk Brakk


" Woi buka pintu mobil Lo ********. "


Seru Dendy yang ternyata menggedor gedor pintu mobil nico, sehingga membuat Nico terpaksa keluar dari Dalam mobil.


" Waow, Ternyata Anda pria songong. " ujar Dendy dengan tatapan Tajam kearah Nico yang kini Tengah berdiri didepannya


" Jangan Kuatir aku akan menanggung kerusakan Pada Mobil Rongsokanmu itu, bahkan Aku bisa mengganti Mobilmu yang sudah tidak layak pakai dengan mobil baru jika Anda mau. "


" Bangs*t..Sombong sekali Kau. "


Bug.


Satu pukulan dari tangan Dendy mendarat di Wajah tampan Nico membuat Nico meringis sedikit kesakitan.


Akhirnya sella pun ikut keluar dari Dalam mobil saat Nico berhasil membalas pukulan Dendy tepat pada sudut Bibir Dendy hingga Terlihat dari Segar keluar dari bibir dendy.


Bug.


" Stop Hentikan. " Pekik Sella sambil menarik Tangan Nico supaya tidak memukul dendy lagi yang kini mencoba untuk berdiri lagi.


" Sekali kau berani kurang ajar denganku, aku tidak segan segan membunuhmu. " Nico menunjuk nunjuk tangannya tepat diwajah Dendy.


" Sialan, Lo yang salah bukannya minta maaf malah Sok berkuasa, dasar manusia tidak punya otak ." Ujar Dendy dengan emosi yang Meletup letup


" Brengsek apa katamu.? "


Nico kembali ingin menyerang dendy namun langkahnya Terhenti saat Mendengar sebuat Jeritan minta tolong dari Mobil dendy.


Dan Nico pun nampak mengenali suara teriakan Yang tak asing baginnya itu


" Dendy To To Tolong.-------------?'


Pendengaran Kedua pria itu seketika langsung menajam.


" Indah. --------" Gumam Dendy


" Tiara. ---------" Gumam Nico.


Mereka berdua sama sama menoleh kearah mobil yang berada didepannya.


.


.


.


_ Bersambung..___


Jangan Lupa Dukung Author ya Biar semangat Nulisnya.

__ADS_1


.Terimakasih.


Happy Reading.


__ADS_2