
Hari sudah berganti Hari namun Tidak merubah sama sekali Sikap Tiara pada suaminya, Dia masih tetap Acuh Dan Berbicara seperlunya saja Sama Nico.
Dia juga masih tetap setia menjalankan Perannya sebagai Seorang istri, namun hanya sebatas melayani kebutuhan Lahiriyah saja, seperti menyiapkan keperluan Nico, seperti menyiapkan Baju kerjanya, memasak dll. Namun Tidak untuk Kebutuhan Biologis Nico dia sama sekali Enggan Disentuh Lagi Oleh suaminya, entah kenapa Dia merasa Jijik jika Nico selalu saja ingin mendekatinya dan menyentuhnya.
Dia sadar Dia juga bukan Wanita baik baik, mengingat Masalalu kelam yang dulu pernah Dialaminya yang pernah direnggut Kehormatannya oleh mantan kekasihnya.
Tapi sebisa mungkin Dia akan menjaga Marwahnya sebagai seorang Istri dan menjadi Ibu yang baik untuk anak anaknya setelah Dia menikah.
Dia juga Sudah menerima Nico yang Tengah membohonginya Mentah mentah dengan Diam diam sudah pernah Menikahi wanita Lain meskipun Hanya karena sebuah keterpaksaan Bahkan Dia juga Bisa Menerima Anak dari wanita Lain yang pernah menjadi istrinya Nico, walaupun anak itu bukan Hasil dari perbuatan Suaminya. Dia Iklas menyayangi Anak tersebut layaknya Anak kandungnya sendiri bahkan dia juga tidak pernah membeda bedakan Antara Cylla dan Juga javier, baginya mereka tetap sama Anugrah Yang Dititipkan Tuhan Lewat dirinya.
Namun sekuat kuatnya Hati seorang Wanita pasti Akan Hancur Dan Runtuh berkeping keping saat Melihat Suaminya mempunya Wanita idaman lain(WIL) Dalam Rumah tangganya, bahkan Dengan mata kepalanya Sendiri Dia menyaksikan Suaminya sedang Berhubungan Intim dengan Wanita tersebut. Meskipun Waktu itu Suaminya Dalam keadaan Hilang Ingatan sekalipun. Wanita mana Coba yang Tidak Hancur Melihat Pemandangan Menjijikan Suaminya yang Tidur Diranjang Sama wanita Lain.
Sungguh Dia Sangat Bingung Dan Sulit Dalam posisi seperti ini, Rasanya Ingin sekali dia meluapkan semua Emosi yang masih selalu Dia tahan, Apalagi Harus berpura pura baik didepan Keluarga yang Lain terlebih Di depan. Anak anaknya, sebisa mungkin Dia bersikap Hangat dan memperlakukan Nico layaknya seorang Suami sungguhan setelah Itu Dia Akan bersikap Acuh dan Dingin Kembali, Dalam Hal Ini Sementara Hanya dia dan melly Saja yang Tahu, dan Tiara meminta melly untuk tetap merahasiakan semuanya sampai Tiba waktu Yang Tepat untuk menceritakan semuanya pada yang Lain.
Sikap Tiara yang seperti itu hampir saja Membuat Nico Tersulut Emosi namun Nico tetap berusaha untuk tidak Menanggapinya dengan Serius, Dia juga sudah mencari tahu apa yang Terjadi selama Dia menghilang dan Hilang Ingatan Pada Arya maupun papanya Sebenarnya Apa yang terjadi kenapa Sikap Istrinya berubah 180 derajat, Namun Sepertinya Papa Ardan tetap Bungkam begitu pun Arya mereka masih merahasiakan tentang Pertemuannya dengan Wanita yang bernama Emira waktu dirumahsakit Beberapa bulan yang Lalu.
Kini Usia Kandungan Tiara sudah memasuki Usia Trimester 3 Yaitu 9 Bulan dan Hanya tinggal menghitung Hari saja Tiara akan kembali Melahirkan Anaknya.
Tiara tersentak kaget Saat Ada tangan Kekar Yang Tiba Tiba Melingkar Di pinggangnya saat sedang Mengupas Buah Apel didapur.
" Tolong jauhkan Tanganmu Mas. " Sentak Tiara sambil Memejamkan kedua matanya sejenak karena geram suaminya itu menciumi Tengkuk Lehernya Daru belakang.
Nico Tetap Tidak Menghiraukan Ucapan Istrinya itu, dia malah Terus menghujani Ciuaman Kecil pada leher Jenjang Putih Tiara dari belakang, dan Sesekali Mengendus Tulang Selangka Milik tiara, Membuat Tiara semakin Kesal dan Geram
" Mas. ----" Desah Tiara antara menahan Kesal dan menahan Nikmat Akan sentuhan Suaminya. selama keluar Dari Rumah sakit Nico sama sekali tidak dia Beri ijin Untuk menyentuh Tubuhnya bahkan Dia selalu menghindari Kontak mata ataupun Kontak fisik sama suaminya, Mereka berdua Seperti orang Asing Yang tinggal satu Ata
" Aku Kangen sayang, Aku lagi Ingin. " ujar Nico dengan Suara lirihnya Dan suara Seraknya. Tiara memejamkan Matanya sejenak Dia selama ini Dia sudah mati matian Tidak membiarkan Suaminya menyentuh tubuhnya lagi, Maka saat ini Dia tidak boleh Terlena dan Terbuai Akan sentuhan sentuhan lembut Yang Dilakukan Suaminya meski Dia juga Merasa Ikut menikmatinya Dia Harus tetap Berpegang Pada Pendiriannya
" Lepaskan Aku mas. --"
" Sebentar sayang, biarkan seperti ini dulu.! "
" Jauhkan Tangan Kotormu Itu Atau Akan Melukai Diriku sendiri saat ini Juga. " Suara penuh penegasan Dari Tiara membuat Nico langsung berhenti Dari Aktivitasnya, Tubuhnya seakan kaku dan menegang saat Istrinya bicara Akan melukai Dirinya sendiri itu Artinya Akan melukai calon Bayinya yang kini Masih berada didalam perut Istrinya.
Dia lupa bahwa kali ini Tangan Tiara masih memegang Pisau Tajam, Nico Tidak Akan membiarkan Tiara menyakiti dirinya sendiri karena ulahnya.
Dengan Cepat Nico melepaskan Pelukannya dan Menjauhkan Tubuhnya Pada Tiara ,Membuat Tiara membalikan badannya dan kini saling Berhadapan Menatap satu Sama lain.
" Maafkan Aku, Aku su sudah lancang Menyentuhmu Lagi Ra. " Ujar Nico dengan Gugup dan sedikit Canggung saat Istrinya itu menatap Dirinya dengan tatapan yang sangat menusuk. Semenjak beberapa bulan yang Lalu Tiara memperingati dirinya Untuk tidak menyentuh lagi Istrinya membuat Nico semakin Canggung Dan seperti Orang Asing jika mereka saling berdekatan. Nico semakin tidak mengenali siapa Istrinya sekarang.
" Sudah berapa kali Aku katakan Jangan pernah menyentuhku sembarangan mas, apa kamu tidak mengerti bahasa Manusia. " Sebisa Mungkin Dia menahan Amarahnya dan menekan Egonya, dia pernah Bertanya Pada Salah satu Rekan Kerjanya yang Sudah menikah Jika Hormon Wanita hamil sering kali Berubah ubah, dan Lebih Sensitiv dari biasanya. Bahkan Tante Diana pun yang Menjadi tante kandung Istrinya itu juga membenarkanya, dan mengatakan Supaya Dia lebih sabar lagi menghadapi wanita Hamil.
" Iya Aku Paham Ra, tapi bisa Nggak sih Sayang Stop berhenti Bersikap nyebelin seperti Ini. " Ujar Nico tanpa sadar Dia malah memancing Emosi istrinya lagi, sadar Akan kesalahaj ucapanya Dia langsung membekap mulutnya saat mendapat delikan mata tajam dari tiara. ----Bodoh Kenapa Aku bicara seperti itu sih, itu sama saja membangun Macan yang Lagi tidur. " Batinnya
Tiara mendengus kesal dan berkacak pinggang. " Nyebelin kamu bilang.?! " Suara nyaring Milik tiara mampun memekikan Telinga Nico
Nico Meringis saat Melihat Wajah Tiara yang sudah Marah seperti ingin mengulitinya hidup hidup.
" Sabar Yang sabar. bukan Itu maksudku."
" Terus.?! " Nafas Tiara seakan Memburu menahan Emosinya yang sudah Naik turun
" Oke kamu tahan Dulu ya Rileks, jangan marah seperti itu. " Ujar Nico pelan pelan mendekati Istrinya dan mengambil sebilah pisau yang Ada digenggaman Bumil tersebut.
" Kamu Mau mas bikinin Susu Nggak?!"
" Aku tidak mau.! " jawab tiara dengan ketus
" Em, apa ada sesuatu yang kamu pengenin, Mas Belikan Diluar. " Begitulah Jurus Nico ketika Istrinya sedang Merajuk dan berubah layaknya seperti singa betina yang sedang kelaparan.
" STOP Nico, Sekarang Kamu Pergi dari sini Aku tidak mau Melihat Wajahmu yang Memuakan Itu. " Sentak Tiara, yang membuat Nico tercengang Akan Ucapa tiara yang sudah berani Meninggikan Nada Bicaranya.
Raut Wajah Nico sudah Mulai Tersulut Emosi wajahnya sudah mulai menegang Rahang kokohnya sudah mulai menegang dan Menatap tajam pada Tiara, sedang Tiara tak kalah Sengitnya menatap Suaminya.
mereka kini saling menatap dalam Kemarahan dan sudah dipastikan setelah Ini Akan Ada pertengkaran Lagi diantara Mereka, untung Anak Anak sedang Tidur Siang Dikamarnya dan ditemani Oleh bi tatik.
Sedangkan Nico dia rela pulang Lebih Cepat karena ingin Melepas rindunya selama Empat bulan terakhir ini pada istrinya dan Menahan segala Hasratnya untuk tidak menyentuh Tiara, sebelum Tiara sendiri yang Sudah Siap. namun Apa yang Dia terima Tiara tetap tidak berubah dan Bahkan semakin menjadi jadi tingkahnya Hingga saat ini dia sudah Tidak bisa Menahan lagi Emosinya.
" Mau sampai kapan Kamu terus Bersikap kurang Ajar Seperti itu pada suamimu.?! " Kini nada Bicara Nico sudah tidak selembut Tadi bahkan terkesan sangat Dingin
" Sampai kamu sendiri menyadari Semua kesalahan yang pernah kamu perbuat Mas.! "
" Apa maksudmu?Kesalahan Apa yang kamu Maksud MUTIARA.?! " Dengan Keras Nico mencengkram Kedua Bahu Istrinya itu membuat Tiara meringis karena terlaku kuatnya nico mencengkram Bahunya, ya Emosi Nico kini Sudah tersulut kembali.
" Lepasin mas kamu menyakitiku.! " Sentak Tiara dengan mata yang Sudah berkaca kaca namun sebisa mungkin Dia menahannya untuk tidak lolod begitu saja Dia tidak ingin Terlihat Lemah dihadapan Suaminya.
__ADS_1
" Kalau kamu tidak Ingin Menyakitimu Tolong jangan Membuatku Semakin Bingung Atas Sikapmu Ini Tiara. " Ujar Nico dan Suaranya sudah Tidak Kasar Lagi.
" Kamu sudah menyakitiku terlalu dalam mas Dan Aku Tidak bisa lagi memaafkanmu. " Ujar Tiara dengan Suara lirihnya namun penuh dengan penekanan.
" Apa maksudmu Tiara? Aku benar Benar tidak mengerti. " Ujar Nico dengan wajah Gusarnya Dia meraih Tangan Istrinya lalu digenggamnya. " Maafkan Aku sayang kalau selama ini tanpa sadar Sudah menyakitimu sungguh Aku tidak Ada maksud untuk membuatmu sakit sayang maafkan Aku tolong maafkan aku jangan seperti ini ra, jangan Membuat ku menerka nerka kesalahan fatal Apa yang sudah Aku perbuat Sehingga Membuat Mu Sangat membencimu maafkan Aku ra maafkan Aku " Nico terus menggenggam erat tangab Tiara dengan Tatapan Penuh mengiba sedangkan Tiara langsung membuang mukanya, tidak ingin Menatap balik wajah Sendu milik suaminya yang Akan membuatnya semakin sakit.
" Lepaskan Aku mas lepas. "
" Tidak Ra, aku tidak Akan melepaskanmu sebelum kamu mengatakan semua kesalahan suamimu ini, tatap mataku Ra jika kamu juga tersiksa dengan keadaan seperti ini, tatap mataku Ra. " Seru Nico mendesak Tiara untuk tidak memalingkan wajahnya
Lalu Tiara kembali menatap Wajah suaminya dengan Mata yang Sudah memerah, Air matanya sudah terjatuh dipipinya namun tetap tatapan Sorot mata tiara penuh Kebencian
" Wanita mana Yang Tidak Hancur Saat Melihat Suaminya Tidur dengan wanita lain dengan mata kepalanya Sendiri,bahkan Masih terekam jelas dimemori otakku mas, bagaimana Percintaamu yang Menjijikan itu Bersama Wanita lain. " Ucap Tiara dengan Berapi api Nafasnya Memburu dan naik turun Dia merasa Lega Karena sudah mengeluarkan unek uneknya.
Nico tercengang dan terkesiap mendengar pernyataan yang keluar Dari Istri yang sangat Dicintainya itu.
" Tidak Ra itu tidak mungkin. " Nico menggelengkan Kepalanya cepat untuk menyangka tuduhan Istrinya yang tidak masuk akal itu bagaimana mungkin Dia bisa tidur Dengan wanita lain, sedang dia sendiri saangat mencintai istrinya. bahkan Model majalah dewasa Seperti sella pun Tidak mampu menjeratnya meskipun Sella berulang kali menjebaknya tapi dia selalu saja keluar dari perangkap sella.bahkan saat Menjadi suami Sirinya Claudia bertahun tahun pun dia tidak pernah sampai tidur Bareng dan berhubungan intim, hanya sekedar Bercumbu saja karena Nico tidak ingin Menyentuh Wanita lain selain Wanita yang Dicintainya dan menjadi Istrinya kelak, lalu Apa ini kenapa Istrinya sendiri tega mengatakan seperti itu wanita mana lagi yang Dimaksud Istrinya.
" Tapi memang Itu kenyataanya mas. "
" Kamu jangan Bercanda Ra, sungguh ini benar Benar Tidak Lucu. " Ujar Nico diselingi Tawa Gusarnya
" Terserah yang Jelas Aku tidak Ingin kamu menyentuhku Lagi.! "
" Itu tidak mungkin Ra, kamu istriku dan aku suamimu jadi aku wajar dong meminta Hakku? "
Ting tong ting tong.
Belum sempat Tiara menjawab ucapan suaminya Tiba tiba Suara bell pintu Rumah berbunyi. dengan Cepat Tiara Melangkahkan kakinya keluar Dari dapur itu sedang Nico berjalan mengekorinya dari Belakang.
Tiara pun dengan segera membuka pintu Rumahnya.
Ceklek
Kedua mata tiara terbelalak saat melihat kedatangan Emira ,Elang dan tante Luna Juga Om bastian yang Kini Sudah berdiri diambang Pintu.
" Om bastian Tante luna, Ada keperluan Apa ya datang kemari.?? " Seru Nico yang sudah Berada Disamping tiara.
Tatapan Mata Om bastian Begitu tajam dan penuh Kemarahan Tiara bisa menangkap itu namun Tiara juga Bingung saat melihat Emira yang Kini juga Ikut Hadir bersama satu keluarga Itu.
"Ehm, silahkan Masuk dulu Om tante, Elang dan juga Anda. " Seru Tiara memecah Keheningan Dan mempersilahkan masuk mereka kedalam rumah dulu.
Nico duduk bersebelahan dengan Tiara sedangkan Om bastian Duduk bersebelah dengan Elang Tepat didepan nico Dan Tiara sedangkan Tante luna Duduk satu Sofa dengan emira yang Kini Juga Berada tepat disamping Tiara dan Nico.
" Emm maaf om Ada kepentingan Apa ya kok tiba tiba Om dan sekeluarga berkunjung kerumah kami.?! "Ujar Nico dengan santainya sedangkan Emira terus menatapnya dengan Sulit diartikan Nico yang Melihat wanita yang kini duduk disebelah Tante luna sedang menatapnya itu merasa canggung dan segera mengalihkan Pandangannya pada om bastian yang kini Juga menatapnya dengan tatapan tajam
" Saya kesini Tidak perlu basa basi, Saya tau Kamu Baru saja mengalami Hilang Ingatan Tapi Itu tak mempengaruhi Kamu Untuk tetap bertanggung Jawab Atas kehamilan Putriku Emira." Ujar Om bastian dengan penuh penegasan.
Sontak membuat Kedua mata Tiara dan Nico terbalalak.
" Apa? " Pekik Nico dengan Nada setengah Berteriak karena Kaget, sedangkan Tiara Tubuhnya seakan lemas dan Air matanya sudah Mengalir dikedua pipinya.
Tante Luna yang Melihat Tiara yang Sedang Terisak dalam tangisnya itu entah kenapa membuat Hatinya ikut Sakit, ada perasaan Aneh Jika menatap Wajah Wanita hamil itu.
" Itu tidak mungkin Om, saya bahkan tidak Mengenal putri om. " Elak Nico
" Apa katamu.! " Geram Om bastian dan Langsung Berdiri dari tempat Duduknya. namun dengan Cepat tante Luna menahan suaminya itu. " Sabar pah sabar tenang dulu Kita bicarakan dengan baik baik. " tutur tante luna menenangkan emosi suaminya itu.
" Bagaimana Papa bisa sabar mah, melihat pria Brengsek Menghamili putri kita dan dengan entengnya dia membantah semua ini"
Ujar Om bastian tak kalah emosi.
" Om lihat Sendiri kan Saat ini Istriku sedang Hamil Mana mungkin Aku mungkin Menghamili anak om, yang Benar Saja Om. " Kelakar Nico
" Gilang tega ya kamu Bicara seperti itu, Aku sekarang Lagi mengandung Anak kamu Darah Daging kamu. " Emira Yang sedari tadi bungkam Kini mulai Angkat suara.
" Diam, tutup mulut omong kosongmu Itu, aku bahkan tidak mengenal wanita Sepertimu.! " Sentak Nico dan menatal tajam pada Emira
" Jangan membentak Putriku, Kamu sudah Kelewatan Nico. " Ujar Om Bastian yang kini Sudah menarik Kerah Baju Nico .
" Ada Apa ini.?!" Terdengar Suara Bariton Milik papa Ardan yang kini Sudah Ikut Menghampiri mereka diruang tamu bersama Arya dan Juga Nora.
Tatapan Nora Dan Elang Terkunci saat tidak sengaja bertemu, namun dengan Cepat Elang Mengalihkan Pandangannya.
Om Bastian lalu menghempas Tubuh Nico hingga terhempas menabrak Tubuh tegap papa Ardan.
__ADS_1
" B*NGSAT !!. ." Gigi Nico seakan Bergemelutuk menahan Amarah Atas perlakuan Om bastian
" Tenang Tuan. " Arya mencoba menahan Nico yang Akan menyerang balik Om bastian sedangkan Elang, kini Sudah Berdiri siap untuk menantang Nico dan melindungi papanya namun Tante luna menahan Putra sambungnya itu.
" Ardan, tolong Ajari Putramu Itu bersikap sopan santun Sama Orang yang lebih tua. " Tutur Om bastian
" Ada Apa ini Bas, kenapa kami datang kesini dengan Marah marah." Papa Ardan melirik wanita yang pernah Mengancamnya waktu dirumah sakit yang Akan membuktikan bahwa Dia terlibat hubungan terlarang sama putranya itu. "
" Ada apa ini bas, dan siapa gadis itu?!"
Om bastian melempar Ampop putih ke meja. yang berisi Surat Pernyataan kehamilan emira Dari dokter bahkan Didalamnya juga Ada tespeck yang memperlihatkan Garis Dua disana.
Dengan Gemetar Tiara meraih amplop coklat tersebut dan membukanya perlahan.
Dengan mata yang Berkaca kaca Tiara membaca Surat pernyataan Itu menerangkan Bahwa Emira positif Hamil Dan Usia Kandungannya menginjak 4 Minggu.
pluk
Kertas itu jatuh Dilantai Dengan Cepat Papa Ardan Memungut Kertas tersebut. Rauh wajahnya berubah menjadi Menegang dan Disudah Dipastikan wajah Papa Ardan Kini Sudah Berubah Menjadi Marah.
Lalu
PLAAAK. .
BUGH.
Dengan Cepat tangan Besarnya itu menampar Putranya dengan keras yang kini sedang Berdiri tepat Disampinngnya.Ditambah lagi Bogeman Mentah Dari tangannya membuat Tubuh Nico tersungkur.
" Pah. -----?"
" NICO. !!!!!" Teriak Papa Ardan penuh Amarah yang Meletup letup.
" Dasar Anak kurang Ajar Berani beraninya kamu mempermalukan papa ini Ko kamu ingin membuatmu Cepat Mati Hah.?! " sentak Papa Ardan Sedang Nico bersimpuh memohon Dikaki Papa Ardan setelah dia membaca kertas yang tadi dilempar Papa Ardan Tepat diwajahnya.
" Pah, Nico mohon pah, percaya sama Nico pah, Nico tidak Mungkin menghamili wanita itu pah. " Nico terus memohon dan bersimpuh dikaki Papa Ardan Namun dengan Cepat papa Ardan menendang Tubuh Nico hingga tersungkur kelantai dan Nico pun bangkit lagi
Sedangkan Tiara masih dalam Isak tangisnya Nora mencoba memeluk tubuh Tiara yang mulai bergetar hebat entah kenapa melihat keadaan Iparnya yang mulai tidak baik baik saja dia merasa kasian. Sedangkan tante Luna nampak bingung Melihat Emira dan Juga Tiara menangis Dalam isak tangisnya. Hatinya terasa Ngilu saat menatap Tiara dan Emira yang tengah menangis itu.
Nico beralih Mendekati tubuh Istrinya yang Sudah gemetar Hebat Dipelukan Saudara kembarnya itu
" Sayang Tolong percaya sama Aku ra, Suamimu ini tidak mungkin Melakukan Itu Ra tolong percaya suamimu ini. " Tutur Nico yang mencoba Meraih Tangan Tiara yang Kini masih diam mematung Duduk dikursi sambil tubuhnya didekap erat Sama Nora.
Berulang kali Nico meraih Tangan istrinya itu namun Berulang kali Tiara menepis kasar Tangan Nico dan menatap tajam pada suaminya itu yang kini sudah Memohon merendah dan bersimpuh dikakinya itu.
" CERAIKAN AKU MAS DAN NIKAHI WANITA ITU... "
Jedarrrrreerrrr
Bagai Di sambar petir Disiang Bolong, Tubuh Nico langsung menegang Mendengar Kata kata laknat Yang Terucap Dari Bibir Istrinya itu. Lalu tiba tiba Perut Tiara merasa Sakit dan Menegang,Nico Yang melihat Tubuh istrinya kesakitan menjadi Panik termasuk semua orang Disana.
" Tiara kamu kenapa sayang.? " Ujar Nico dengan wajah Paniknya
" Akhhhhh sakit. " Pekit Tiara merasakan Sakit Diarea Perutnya
" Sepertinya Tiara akan Melahirkan Nak Nico." Seru tante Luna yang tak kalah paniknya.
" Biar aku saja yang membawanya ke rumah sakit. " Timpal Elang yang kini sudah Mendekat kearah Tiara namun Dengan Kasar Nico menampik Tangan Elang saat Akan menyentuh tangan Istrinya dan berdiri mendorong Tubuh elang Hingga sedikit Menjauh dari tubuh istrinya
Matanya Menghunus tajam Menatap Elang dengan penuh Kemarahan.
" Jangan Pernah sekali kali menyentuh Istriku.! " Sentak Nico lalu Meraih tubuh Tiara dan Digendongnya, tiara yang sudah tidak merasa Kesakitan pada tubuhnya itu hanya bisa Pasrah Saat suaminya Menggendongnya keluar dari rumah dan. membawanya ke rumah sakit karens sepertinya Tiara Akan segera melahirkan.
.
.
.
_ Bersambung. _
Notes.!
Author Update Lagi ya, dan sengaja Author Bikin panjang Episode nya supaya Para Readers Puas membacanya.
jangan Lupa kasih Krisan dan Dukungannya sama Author, Insyallah Nanti malam Update Lagi kalau sempat.
__ADS_1
Semoga syuka.
Happy Reading.