Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Kau Siapa.


__ADS_3

Hari Ini jalanan Di Ibukota nampak terlihat kemacetan Di setiap Ruas jalan Lalu lintas tersebut. Nico bersama Arya kini sudah berada didalam mobil Pajero miliknya untuk membelah jalanan Diibukota,karena Hari ini seperti biasa menjalankan aktivitasnya untuk bekerja.


Menjadir Seorang Presdir Utama tak menjadikan dia harus datang lebih Awal, kerena sebagai seorang atasan dia harus mencontohkan kedisiplinan pada Karyawannya tersebut.


setelah sampai didepan Gedung perkantorannya yang menjulang tinggi itu, Nico keluar dari dalam mobil diikuti oleh Asisten pribadinya tersebut.


Pintu Lift telah terbuka, Nico masuk terlebih dahalu pada Lift yang dikususkan untuk para petinggi perusahaan atau boss besar lalu diikuti oleh langkah Arya yang selah mengekori tuan mudanya itu.


Tepat Di Lt 15 Lift yang ditumpangi Nico dan Arya pun terhenti, Nico keluar diikuti oleh Langkah Arya yang mengekorinya dari belakang dan Berjalan sangat angkuh dan Cool dengan Ciri khasnya sebagai pewaris tunggal keluarga Wijaya.


Setelah sampai didalam ruangannya Nico langsung duduk dikursi putar kebesaranya itu. Arya langsung segera pamit Untuk kembali keruanganya.


-------


Pagi Ini Tiara sudah berkutat didapur bersama bi Lastri untuk memasak menu Hari ini.Tiara sengaja memasak kesukaan Suaminya itu, karena Rencananya hari ini akan datang ke kantor suaminga untuk mengirim bekal makan siang untuk suaminya


Hingar bingar terlihat diraut wajah Tiara yamg sedang bersenandung Ria memasak didapur bersama bi Lastri, Bi lastri sangat menyukai istri Tuan mudanya itu selain Cantik baik dan juga Ramah tiara tipe wanita yang tak pernah membeda bedakan dalam bergaul sama orang, Dia orangnya humble dan gampang akrab. pastinya jago memasak untuk memanjakan Lidah suami berondong dan tampannya itu. membayangkanya saja membuat pikiran tiara terkekeh geli.


Hari ini tiara akan memasak Sayur Sop Buntut kesukaan suaminya itu dan menggoreng beberapa udang tepung dan juga Ikan Gurami dan juga Sambal pastinya.


setelah selesai memasak tiara langsung menyiapkan bekal untuk suaminya itu.


Lalu segera menata makanan tadi dimeja makan dibantu bi lastri untuk makan siang adik ipar dan kedua mertuanya tersebut.


Lalu setelah itu membersihkan diri untuk siap siap datang kekantor suaminya karena Jsm dinding sudah menunjukan pukul Dua belas siang itu tandanya sudah waktunya jam istirahat untuk makan siang.


" Kamu tidak ikut makan Nak.? " Serru papa ardan disela sela makanya.


" Iya mbak makan dulu, masakan mbak itu enak enak banget, aliya suka, ----" ujar Aliya dengan penuh semangat dengan mulut yang mengunyah makananya.


" Lebay Deh, makanan kampungan kaya gini aja dipuji segitunya. " ketus Nora dan menyebikan bibirnya.


" Nora, -----" seru sang papa


" Lagian benar enak tau masakannya mbak Tiara, kakak kenapa sih sewot trus sama Tiara, lagian juga ikut makan, kenapa bawel banget sih, ----" protes Aliya.


Prangg..


Nora dengan kesal membanting Sendok garpunya diatas piring yang makananya masih tersisa banyak dan mencibikan bibirnya.


" Aku dah gak nafsu makan, huh. " Ujar nora dengan tatapan kesal bergantian menatap tajam Tiara dan Aliya. lalu pergi meninggalkan mereka semua.


" Dinasehatin malah kayak gitu dasar kepala batu.! " Celetuk Aliya kesal pada kakaknya itu.


" Aliya kamu gak boleh begitu sama Nora, bagaimanapun Dia kakakmu jadi kamu harus lebih Sopan Aliya ---" ujar Tiara dengan lembut.

__ADS_1


" Yah gitu deh, semenjak bergaul dengan Orang kampung, kelakuan Aliya jadi urakan tidak punya sopan santun dan tatakrama sekali sama kakak kandungnya sendiri. " Cibir mami Sinta dengan tatapan sinis pada tiara.


" Mih, bicara apa sih kamu, jaga ucapan mami. ----" Sentak papa Ardan tak suka.


" Papa selalu saja membela menantu kesayangan papa yang kampungan ini, gadis gak jelas asal usulnya kok dibela segitunya.! " Ucap mami sinta dengan angkuhnya.


" Mami, Tutup mulut mami.! " bentak papa ardan.


Namun bukannya mendengar ucapan suaminya mami sinta malah pergi begitu saja dengan perasaan dongkol dan membanting dengan keras sendok diatas piringnya itu.


" Mami malas ngeladenn kalian semua, bikin selera mood makan mami hilang saja huh.! "


Setelah itu Mami sinta pun pergi, sedang papa ardan menghela nafas kasarnya Tiara nampak menunduk dan merasa bersalah atas kekacauan ini, Aliya pun menepuk punggung kakak iparnya itu untuk menenangkan hati Tiara. tiarapun tersenyum kala Aliya tersenyum padanya.


-----------


Kini Tiara sudah berada didalam mobil milik keluarga wijaya karena akan pergi kekantor suaminya dengan diantar oleh Supir pribadi keluarga wijaya.


Tiara nampak resah bersandar dijendela kursi penumpang sambil melihat Luar jalanan lewat kaca jendela mobil dengan menopang dagu.


Di sisi lain nampak seorang Wanita cantik dengan body tinggi putih sexy dan ramping bak gitar Spanyol itu berjalan lenggak lenggok khas model papan atas sedang menuju sebuah ruang milik Presdir utama diperusahaan itu.


dengan Langkah cepat arya menghadang wanita cantik dan sexy itu saat akan membuka pintu ruangan milik tuan mudanya.


Wanita yang berparas cantik itu membalikan badanya untuk melihat siapa yang tengah memanggilnya dari belakang itu.


betapa terkejutnya Arya saat tau siapa wanita yang kini tengah berdiri dihadapannya. meskipun wajah Arya datar namun tampak sangat jelas raut wajah Arya terkejut.


" Nona Sella,, --------?"


" Hai Arya apakabar.? "! tanya sella dengan senyum ramah khasnya dan menampilkan gigi ginsulnya sungguh menambah kesan manis pada wajah berkulit putih pucat itu.


" Anda untuk apa datang kemari Nona.? " tanya arya dengan tatapan tak suka karena dia sangat tau hubungan tuan mudanya dengan wanita yang tengah berdiri dihadapannya itu.


" Tentu saja untuk bertemu Nico kekasihku. " Ujar Sella dengan santainya....


Arya tersenyum kecut saat sella menyebut tuan mudanya sebagai kekasihnya dia bukan pria bodoh yang gampang saja untuk ditipu.


" Bicara apa anda nona, Sungguh Anda harus menarik kata kata nona tadi yang mengklaim bahwa tuan muda adalah kekasih anda.! "


" Tau apa kamu!, jangan ikut campur. " Ketus Sella lalu memutar badanya kembali untuk meraih gagang pintu masuk ruangan Nico. namun dengan Cepat Arya menghadang Tangan sella untuk meraih gagang pintu tersebut hingga membuatnya kesal.


" Minggir..!!! ---" sentak sella dengan mata tajam


" Maaf Nona, tuan muda sedang Sibuk dan tidak bisa diganggu,! " Ujar Arya.

__ADS_1


" Aku gak perduli, aku masuk bertemu Nico sekarang, " Ujar Sella dengan meloto. " Awas minggir kamu Arya. "


Namun Disaat bersamaan ada seorang wanita yang kini tengah berdiri dibelakang Arya dan sella yang tengah melihat perdebatan Mereka berdua didepan Pintu Ruangan Suaminya itu.


" Selamat siang Arya. " sapa Tiara dikala perdebatan Asisten pribadi suaminya dengan seorang wanita asing yang ada didepanya.


Lalu Arya dan Sella menoleh kearah tiara yang tengah berdiri dibelakangnya sambil menenteng sebuah Rantang makanan.


" Nona Muda.? " Serru Arya, menatap istri Tuan mudanya tersebut, membuat dahi Sella mengeryit tentang apa yang barusan diucapkan oleh Arya.


" Nona muda, Maksud kamu.? " Tanya sella pada arya seakan menuntut sebuah penjelasan.


Tiara tersenyum getir seolah tersirat kebingungan pada wanita cantik yang terlihat asing baginya itu.


" Arya, Anda baik baik saja,? apa Nico sedang ada didalam ruanganya.? " Tanya tiara dengan polos dan wajah sedikit kebingungan.


Sella menaikan satu alisnya sekan tak suka Wanita yang ada didepannya itu menyebut nama kekasihnya, dengan dagu sedikit terangkat dan menampakan wajah judesnya dia mulai menatap Penampilan tiara dari atas sampai bawah.


Tiara yang kini hanya memakai dress casual motif full kadot dibawah lutut dan dengan mengucir rambut hitamnya dibelakang terkesan sangat sederhana karana hanya mengenakan separu Flaat shoes yang terkesan biasa biasa aja didepan wanita cantik didepannya itu.


" Huh, Kampungan banget. " Gumam Sella namun masih bisa terdengar oleh orang lain.


" Maaf Anda siapa ya.? " Dengan penuh Hati hati akhirnya Tiara memberanikan diri bertanya pada wanita cantik didepanya itu.


" Huh Kau yang siapa,? Kenapa kau menyebut nama Kekasihku,,,-------?"


Jawaban Angkuh dari wanita cantik dengan kata kata iblisnya itu membuat Arya menghembus nafasnya kasar dia yakin akan ada badai yang menyerang hubungan rumah tangga tuan mudanya itu, dan sepertinya akan ada perang dunia melihat Respon dari Nona mudanya tersebut yang tampak kaget namun dalam posisi terdiam. entah apa yang difikirkan Tiara saat ini.


.


.


Semoga Nico bisa mengambil tindakan secepatnya supaya sang istri tercinta tidak salah paham dan mengajaknya perang besar.


.


.


.


_ bersambung. _


Jangan Lupa kasih Like dan komenya ya kalau suka.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2