
Hai Hai Aku balik lagi ya, Maaf updatenya malam. malam gini. semoga syuka ya.........
________________________________________
Matahari sudah menampakan sinarnya disertai kicauan burung burung dipagi Hari, Terlihat Tiara sedikit mengerang untuk segera bangun Dari alam mimpinya, Terlihat sebuah lengan kekar melingkar diperut rata tiara saat dia mencoba merentangkan tanganya keatas.
Lalu tiara segera menatap suaminya yang tengah tertidur pulas itu, tiara tersenyum perlahan mengelus pipi Nico dengan Lembut, dia pandangi lamat lamat Pria yang nyaris sempurna ini. Hidung yang mancung kulit putih Alis tebal bulu serta bibir Tipis namun terlihat ada garis kecil dibibir bawa Nico serta rahang yang kokoh membuat Wajah tampanya semakin sempurna.
Netra cokelat milik tiara seakan tidak mau Berpaling pada paras tampan suaminya yang usiannya terpaut lebih muda dua tahun darinya itu, Lalu Tiba tiba saja Kedua mata Nico terbuka lebar dan tersenyum lembut menatap tiara yang tengah kaget dan segera menurunkan tangannya dari wajah nico itu, namun dengan Sigap Nico mencekal tangan istrinya itu Lalu dikecupnya.
" Morning Dedek Manisku sayang. ---"
Tiara pun tersenyum ketika Nico tersenyum menatap dirinya.
"Pasti terpesona ya sama wajah babang tampanmu ini.? "
Tiara mencebik dan mengerucutkan bibirnya
" Percaya diri sekali sih Suami tamvanku Ini hemm, ------" ujar Tiara dengan mencubit gemas hidung mancung milik suaminya.
" Sakit Ra, kok dicubit sih, "Gerutu Nico
"Di Cium aja disini." Jari nico menujuk bibirnya, pasti aku bolehin kok. ------"
" Itu sih mau kamu aja Ko, ---" yaudah Yuk bangun aku mau kedapur dulu bantun bi lastri masak buat sarapan semuanya. "
Saat tiara akan beranjak dari tempat tidurnya tiba tiba Nico menarik tangan Tiara hingga jatuh keatas tubuh Nico dan langsung saja nico membalikan tubuh tiara hingga posisi Tiara kini tertindih oleh tubuh nico dengan menyangga satu sikunya untuk menahan tubuhnya.
" Nico, Lepasin Ini udah siang, aku mau bikin sarapan buat kalian. "
" Kamu Lupa panggil suamimu ini apa.? "
Dahi tiara langsung mengkerut lalu tersenyum getir saat mengingat apa yang dimaksud suaminya itu.
" Hehehe iya maaf babang, Adek Lupa, maaf yak. ---"Ujar Tiara sambil memohon seperti anak kecil dengan menampilkan wajah gemasnya.
" Enak aja, kamu harus mendapatkan hukuman dariku. ----"
" Hukuman.? "
" Ya, hukuman karena kau lalai dalam berucap, --
" Kok gitu sih.! "
" semakin kamu sering Lupa menggunakan panggilan sayang untukku, semakin banyak pula hukuman dari suamimu ini tiara.!! ".
" Hah, aturan dari mana itu, enggak ah jangan Aneh aneh deh nico. " Tiara mencebikan bibirnya.
tanpa basa basi Nico langsung menempelkan bibirnya ke bibir tiara dan langsung ******* bibir tiara dengan lembut, Gigitan kecil dari nico membuat Mulut Tiara sedikit terbuka, Membuat Nico semakin menyusuri Lidah tiara, dan saling menyecap. Akhirnya mereka saling mamagut Bibir mereka masing masing.******* demi ******* dari bibir Nico Ciuman lembut mereka menjadi ciuman panas. tangan Nico kembali menyelinap dibalik baju piyama tiara dan menyentuh gundukan tiara dibalik piyamanya.memberi sentuhan Lembut membuat Desahan Tiara semakin menjadi, Menambah gairah Meletup Letup Lagi, akhirnya mereka berdua kembali Melanjutkan Ritualnya seperti Tadi Malam.
********
Pagi Ini Seorang Wanita cantik sudah berdiri didepan pintu Rumah Keluarga Wijaya.
wanita itu adalah Sella Martalia Wanita berusia Dua puluh Empat tahun Itu kini tiba tiba berkunjuk dirumah Nico dan Tiara siapa lagi yang mengundangnya kalau bukan sang Mami tercinta Nico dan kedua adiknya itu.
Ceklekkkk
" Kamu.? "
Tiara terkejut tak kala seorang wanita cantik yang kemarin tengah memeluk suaminya itu tiba tiba datang kerumahnya dan kini sudah berdiri tepat didepannya.
" Kenapa,? Kaget..?"
Tanya Sella Dengan menyunggingkan Senyum mengejeknya.
" Ada keperluan apa anda datang kemari.?"
Belum sempat Sella menjawab pertanyaan tiara tiba tiba Ada langkah dari belakang dari mereka dan menyapa wanita cantik itu dengan Lembut.
" Hai sayang, ----" sapa mami sinta dengan Ramah dan Langsung memberi pelukan hangat dan cipika cipiki pada sella.
" Hai tante, gimana kabar tante,? "
" Tante baik baik saja sayang, ayo masuk.!! "
Lalu mami sinta menatap sinis pada tiara yang sedari tadi melihat percakapan hangat mereka.
__ADS_1
"Kamu ini gimana sih, ada tamu kok malah gak disuruh masuk, benar benar keterlaluan kamu.! " Gerutu mami Sinta.
" Maaf Mih, --" Cicit tiara.
" Ayo sayang kita masuk, tante udah nunggu kamu,nggak usah diladenin wanita gak guna ini......"
Setelah itu Mami sinta menggandeng Lembut Sella untuk masuk kedalam rumah mereka, sedangkan tiara hanya mengelus dadanya untuk mengingat kalau dia harus ekstra sabar menghadapi Mami mertua dan juga wanita yang mencoba mengusik rumah tangganya itu.
Lalu tiara membuatkan Minuman Jus orange Untuk sella dan mami mertuanya itu, setelah menghidangkan cemilan dan minumannya pada mami mertuanya dan sella, Tiara langsung beringsutt untuk kembali kedapur untuk melanjutkan memasak bersama bibi.
" Yang sabar ya Neng, Nyonya Sinta memang orangnya seperti itu neng, orangnya sombong dan tidak bisa ramah selalu memandang orang rendah, beda sekali sama almh nyonya Alika dulu neng tiara, Nyonya Alika Lembuh baik sopan dan Ramah, beda sekali sama nyonya Sinta, --------
" Nyonya Alika,? siapa itu bi.?? tanya Tiara dengan penuh penasaran.
" Nyonya Alika itu. ------"
Belum sempat Bi lastri melanjutkan ucapannya tiba tiba mami sinta dan juga Sella masuk kedapur dan melempar tatapan tajam pada bi lastri supaya tidak berbicara macam macam Lastri
" Lastri,Bicara apa kamu,?"ketus mami sinta.
" Ma maaf nyonya. -----
" Sekarang kamu pergi dari sini, bereskan pekerjaanmu lainya.! " Sentak Mami sinta
" Ba baik nyonya kalau begitu sa saya
permisi,----" pamit Bi lastri dengan Langkah ketakutan dan pergi dari dapur.
" Dasar pembantu sialan, Suka sekali menjelekan majikannya. " gerutu mami sinta dengan kesal, lalu beralih menatap tiara dengan Sinis. " Kamu Lagi berani beraninya ngomongin mami mertuamu dibelakang, dasar menantu durhaka menantu gak guna.!!!"
" Ma maaf ma, Tiara tidak punya maksud seperti itu.! " Ujar Tiara dengan menunduk karena takut
Sinta melirik pada masakan tiara yang sudah selasai dan sudah siap tersaji dimeja makan, dan melirik sebuah rantang yang berisi Nasi dan Beberapa lauk pauk dan sayuran yang dia yakini itu bekal makan siang Untuk Nico yang sudah disiapkan tiara untuk dia antar ke kantor Nico. seketika ide muncul dari Mami sinta untuk membuat Nico membenci Tiara dan membuat mereka berpisah.
" Ya sudah cepat sana kamu pergi, kamu sirap semua tanaman bunga mami di halaman belakang. --" Ujar Mami sinta dengan sinis
" Tapi Mih, bukannya itu pekerjaan Mang Ujang, ----"
" Nggak usah ngebantah, Lagian kamu disini itu tau diriLah, jangan Mentang mentang kamu istri anak saya kamu jadi seenaknya numpang makan dan tidur disini, Ingat sampai kapanpun saya tidak akan merestui kalian dan menganggapmu sebagai menantuku.! " Ucap mami sinta dengan tegas.
Seketika Air mata tiara Mengalir karena tidak kuat mendengar kata kata pedas menyakitkan Ulu Hatinya itu.
" Ba baik ma kalau begitu tiara permisi dulu. -"
Lalu tiara segera melangkah keluar dari dapur dan segera menuju halaman belakang Rumah.
" Tante mau apa.? " Tanya sella yang kini baru angkat bicara setelah melihat perdebatan antara menantu dan mertua itu.
" Tante Mau masukin beberap Serbuk Lada ini kedalam makanan ini. " Ujar Mami sinta sambil terus menuangkan serbuk Lada itu dengan sangat banyak Lalu mengaduknya dengan sayur.
" Untuk apa tante bukankah itu makanan untuk Nico tan.? " tanya Sella bingung.
" Aduh sayang kamu kok nggak ngerti maksud tante sih, kamu kan tau selama ini kalau Nico itu alergi Pedas, Bisa bisa nanti dia masuk kerumah sakit karena makan makannan sampah buatan wanita kampung itu, dan Siapa lagi yang bakalan disalahin disini kalau bukan wanita kampung itu. --" desis mami Sinta dengan senyum liciknya
" Tapi tante apa tidak apa apa sama Nico.? "
Ada rasa tak tenang dan khawatir dari sella karena bagaimanapun dia tidak ingin menyakiti Pria yang di cintai itu.
" Nggak apa apa percaya deh sama tante, Lagian ini bagian rencana dari tante supaya Nico membenci istrinya yang kampungan itu, supaya kamu bisa dekat dengan Nico dengan mendapatkan perhatian darimu. "
" Iya deh tante, sella percaya sama tante.! "
" Nah gitu dong itu baru calon menantu Tante yang baik, yaudah yuk kita kembali ke depan.! "
Lalu Sella dan Mami sinta kembali kedepan untuk melanjutkan kembali obrolan mereka tak lama setelah Tiara yang sudah selesai dengan Tugas Mami Sinta segera membersihkan diri dan bersiap siap untuk mengantarkan bekal makan siang Untuk suaminya.
" Semoga Nico senang dengan Masakanku, pasti dia suka ---"
Terlihat garis senyum yang mereka terukir dibibir Tiara, Lalu dia segera mengemaasi rantang yang berisi makanan tadi dan memasukan nya kedalam paper bag
dan bergegas untuk pergi kekantor suaminya.
*******
Tidak berapa lama akhirnya Tiara sudah sampai dikantor suaminya.
Ceklek.
__ADS_1
" assalamualaikum. "
Nico tersenyum kala menatap istrinya yang baru saja masuk kedalam ruangannya.
" walaikumsalam sayang, ayo sini duduk. "
Ujar Nico dan beranjak berdiri dari tempat duduknya
" Aku ganggu pekerjaanmu ya Babang Nico.? " Ucap Tiara dengan sedikit canggung memanggil suaminya dengan panggilan sayangnya.
Terlihat bibir Nico tertarik keatas dan menampilkan Senyum khas miliknya.
" Enggak kok Dedek manisku sayang, ayo sini babang udah nggak sabar nih pengen langsung makan kamu, Eh maksudnya makan masakanmu... " Goda Nico dengan Cengirnya
" Idih apa'an sih kamu Gombalin segala gak mempan tau. " Bibir tiara menyebik.
" Serius.? "
" Nggak Yakin.! "
" Hahahaha. " tawa mereka pecah seketika.
Lalu Tiara dengan cekatan dan Lihai membuka rantang makanannya dan Nico mulai manja minta diambilkan ini itu pada istrinya tersebut.
" Aku mau yang itu yang, yang ini, dan yang itu aku juga mau. " Ujar nico dengan semangat menunjuk satu persatu menu makanannya itu.
Tiara pun dengan sabar meladeni suaminya yang super duper manja itu.
" Suapin dong Yang. "Rengek Nico dengan senyum manjanya.
" Hem manja sekali sih. "
" Ayolah, kalau tidak aku akan memakanmu disini. --" Ucapnya Dengan menyeringai.
" Iya iya bawel, ayo Aaaaaak. " Seru Tiara sambil menyuapi Nico. dan Suaminya nampak bahagia dan terus menatap Tiara sehingga membuat tiara menjadi malu dan canggung karena terus di tatap oleh suaminya itu.
Lalu tiba tiba.
" sayang kamu kenapa Nico.? "
Kini tiara mulai panik saat melihat Nico yang mulai mengerang kesakitan dan dengan wajah nico yang sudah memerah seperti terbakar.
" Nico kamu kenapa, kamu jangan bikin aku takut. " Tiara terus menepuk nepuk wajah suaminya yang tampak merah padam menahan sakit
" A a a aku, Pa panas Ra sa sakit. -----" Rintih Nico terbata dengan Nafas tersengal sengal Lalu.
Brukkkkk......
" Nico, ----" Teriak Tiara sambil memapah Tubuh besar Suaminya yang kini sudah ambruk dan jatuh pingsan dipangkuanya.
" To Tolong....!!!! "
Lalu seketika Arya masuk kedalam ruangan Nico dan melihat tuan mudanya sudah tak sadarkan diri dipangkuan Nona mudanya.
" Nona kenapa,? apa yang terjadi pada tuan muda nona.? "Tanya Arya dengan khawatir.
" Hik hiks hiks, Tolong Suamiku Arya, aku nggak tau kenapa tiba tiba suamiku mengeluh kesakitan dan setelah itu jatuh pingsan. " ujar Tiara dengan isak tangisnya yang tersedu sedu.
" Kalau begitu kita bawa tuan kerumah sakit.!"
" Ayo cepat arya. "
Lalu dengan Langkah tergopoh gopoh Arya meminta dan Tiara membopong tubuh Nico untuk keluar dari ruangannya dan membawanya masuk kedalam mobil, dengan cepat Arya masuk dikursi kemudi sedang Nico tengah berbaring dibangku penumpang dengan tiara yang tengah memangkunya dam segera membawa Nico pergi kerumah sakit terdekat.
" Bertahanlah Sayang, bertahanlah Nico,.... "
.
.
.
.
_ bersambung. _
Jangan Lupa Like dan Komen ya kalau Suka
__ADS_1
Terimakasih.