Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Tidak Bisa Diselamatkan.


__ADS_3

" Bagaimana Keadaan Cucu dan Menantu saya DokteR.?! " Ucapan Itu keluar dari bibir Papa Ardan yang ikut mendampingi tiara kerumah sakit. Tante Diana Dan melly pun sudah Disana.


Nico langsung Berdiri Dari duduknya. Pria itu tadi Langsung Duduk Terkulai diatas lain Rumah sakit Dengan Wajah Frustasinya.


" Pergi Kamu dari Sini.! " Sentak papa Ardan, saat ini Tidak Ada seorang pun yang memihak dan mempercayaianya. beruntung Nico masih punya Arya Teman sekaligus Asisten Pribadinya, Hanya pria itu yang Masih bisa membesarkan Hatinya.


" Tidak pah, Nico Akan tetap Disini, Nico ingin Temani Istri Nico melahirkan pah. "


BUGH.


Satu bogeman Mentah itu mendarat Diwajah Nico lagi siapa lagi kalau bukan papa Ardan yang melakukannya.


" Pergi kamu disini, Papa Tidak mau melihat Anak kurang Ajar Sepertimu. " Sentak papa Ardan dengan Garangnya.


" Papa Stop kasian Nico pah. " Kini Giliran Nora saudara kembar Nico yang mencoba menengahi Keributan Antara Anak dan Ayah itu.


" Arya. "


" Saya Tuan.?! "


" Cepat Seret Anak Ini keluar dari Sini, sebelum Dia menyadari kesalahannya kembali jangan Biarkan Dia datang kemari. "


" Tapi Pah ,Aku mohon Pah Ijinkan Aku tetap disini. pah. " Nico terus Memohon dan mengiba Kewelasan Sang papah, Namun Papa Ardan tetap tidak mau mendengar Permohonan putranya Itu.


" Arya Cepat Kamu seret Anak ini kalau tidak saya Akan memanggil petugas keamanan untuk menyeretnya keluar dari sini. " Sentak papa Ardan Dengan Suara bariton nya sudah dipastikan Semua orang Disana pasti ikut Mengamati pertengkaran Antara Bapak dan Anak itu. Namun Dia tidak menghiraukan tatapan Mata lainnya Karena Rumah sakit ini dibawah naungan perusahaan keluarganya Jadi Tidak ada satupun Orang yang Berani Memperingatinya


Tiba tiba Ada seorang perawat yang keluar dari ruangan UGD Itu.


" Dokter Dokter. " seru perawat tersebut


" Ada Apa sus.?! " terilhat perawat itu wajahnya sangat tegang dan panik.


" Pasien Dok, pasien Tensi darahnya naik lagi dan Mengalami Kejang kejang Dok. "


Sontak membuat Beberapa pasang mata Disana Terbelalak.


" Kalau Begitu Cepat Siapkan Peralatan Oprasi besar Sekarang Juga. " Tutur sang dokter lalu beralih menatap papa Ardan dan Nico bergantian.


" Apa yang terjadi sama Istri saya.?! " Nico Terus mendesak sang dokter untuk segera memberikan Jawaban Atas pertanyaan.


" Maaf Kami tidak punya pilihan Lain, Istri Anda Harus segera melahirkan dengan cara Operasi Ceasar sekarang Juga, untuk menyelamat kedua Nyawa Ibu dan bayinya. "


Nico menghela nafas panjangnya.


" Baiklah Dok lakukan Yang terbaik Buat istri saya. " Lalu Dokter tersebut langsung kedalam Ruang Oprasi yang Sudah Disiapkan.


Hening


Hening.


Terlihat Papa Ardan masih Terdiam Mematung Duduk diruang Tunggu pasien. sesekali dia melirik Putranya yang tengah berjalan mondar mandir tidak jelas lewat kedua Ekor matanya.


" Kamu bisa Tidak Bersikap tenang sedikit, papa Pusing Lihat Kamu Mondar mandir tidak jelas seperti setrikaan." nico hanya mencebikan Bibirnya dan Mendengus kesal pada Papanya yang bersikap sok tenang sekali, Gak tau apa rasanya Nico takutnya setengah mati menunggu kabar dari Dokter.


" Papa nggak Ngarasain Di posisi Nico sih, Bagaimana Cemasnya Istri Mau lahiran apalagi Tiara punya riwayat Pernah koma sehabis melahirkan, Jujur Nico yang takut pah. " Balas Nico dengan Senyum getirnya.


" Kamu tidak Usah Menggurui Papa karena papa Lebih Jago dari kamu, Lagian setelah Tiara Usai Lahiran kamu harus siao siap menerima keputusan Tiara yang Ingin meminta Cerai darimu. " Cetus Papa Ardan dengan Senyum Kesalnya.


" Tapi pah. -------?"


Papa Ardan kembali menatap tajam Putranya itu. " Dengan Nico, kamu Anak laki laki papa satu satunya, Papa tidak ingin kamu menjadi Lelaki pengecut dan lari tanggung jawab, tolong Nak, jangan membuat Papamu Ini Malu, Tolong Kali ini jaga Nama baik papamu ini, Jangan Jadi seperti papamu yang brengsek ini yang Pernah lepas dari tanggung jawab. "

__ADS_1


" Terus apa papa pikir dengan Papa berharap Nico Bisa bercerai dari tiara,Bukan kah sama Halnya Nico tak ubahnya seorang Pengecut yang lari tanggung jawab Pah.!" Nico Merasa kesal karena papanya itu terus mendesak dirinya supaya bercerai dari tiara dan Menikahi Anak dari Sahabat karibnya itu.


" Papa Cuma tidak ingin kamu terus menerus melukai perasaan Tiara Istrimu nak.?! " Lirih Papa Ardan Kini tidak Ada tatapan Marah disana yang ada hanya tatapan mengiba dan terus Dikasihani. " Tolong nak Lepaskan Istrimu, Biarkan Dia mencari kebahagiannya sendiri, setidaknya kamu masih bisa ikut merawat anak anakmu meskipun Setelah Kalian berpisah, kasihan istrimu, Sudah banyak Luka yang kamu torehkan kepadanya, biarkan Dia meraih kebahagiannya sendiri. "


Mendengar Ucapan papanya membuat Emosi Nico semakin Membeludak.


" Papa sadar Tidak Kesalahan yang Pernah dulu Nico lakukan saat menikahi Claudia Itu juga karena papa. karena papa juga Pria pengecut yang tidak mau tanggung jawab kehamilan Claudia dan Berimbas ke Nico yang Jadi Korbanya pah. " Seru Nico dengan Lantang..


Pria Berumur Dua puluh Tujuh Tahun itu tak trima jika papanya juga ikut ikutan menyalahkannya. Dia benar benar geram akan tindakan sang papa yang dari dulu tidak pernah Adil pada Anak anaknya, .


" Dari dulu papa tidak pernah mau menghargai perasaan Nico pah, bahkan papa selalu menurut putri kesayangan papa Yang Bodoh Itu, papa selalu membeda bedakan Nico dengan Nora, dan selalu menuruti apa kata Nora yang gampang Ditipu sama Yasinta Wanita licik itu. "


" Nico tutup mulutmu. " Sentak Nora tak terima karena Namannya disebut sebut.


sedangkan Papa Ardan Hanya meringis pilu melihat Kedua Anaknya saling bertengkar.


" Apa kenapa Lo nggak trima Hah.?! Sentak Nico pada Nora Saudara kembarnya.


" Dasar Pria Angkuh Kepala batu kamu Nico. kamu sadar Nggak atas Ucapan kamu itu, itu sama saja kamu sudah melukai perasaan papa. " teriak Nora Dengan berapi api tak terima atas perlakuan Saudara kembarnya itu.


" Terserah Aku nggak peduli sampai matipun Aku tidak Akan Pernah menceraikan Tiara. titik.!!!" setelah itu Nico beranjak Pergi dari Tempat itu dia Hanya ingin menenangkan Dirinya saja saat ini.


.


.


.


" Hai sayang.?! " sapa Gadis cantik yang kini Tiba tiba sudah Ada Disampingnya.


Nico melirik Sinis pada Emira,lalu Beranjak Dari Cafe tersebur namun tangannya tiba tiba dicekal oleh Emira.


" Lepaskan Tanganmu. " Sentak Nico


dan Sialnya dia kini malah bertemu dengan wanita licik ini.


" Kamu yakin Tidak mau Kembali sama Aku dan Bertanggung jawab Atas kehamilanku.?!" Ujar Emira dengan Senyum Smirknya


" Mau kamu Apa hah, Tega teganya kamu merusak rumah tanggaku, sedangkan Aku saja tidak kenal siapa kamu. " Sentak nico tak kalah sengitnya.


" Sstttt, Santai Baby, Tidak usah Keras keras begitu Bicaranya, nanti dedek bayi kita marah lhohh. " Emira dengan Senyum Ejeknya.


" Katakan Apa mau mu Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni Wanita murahan sepertimu.! " ujar Nico dengan ketus


" Oke Aku mau Nunjukin sesuatu yang Menarik Buat kamu. " Emira langsung membuka Galeri Foto dan juga Video diponselnya. sontak membuat Nico. mendelik tajam Padanya.


" Gimana? Mau Nikahin Aku Atau mau Foto foto itu Beserta Videonya tersebar Luas Internet Hmm gak kebayangkan Gimana Hebohnya Orang orang Disana melihat kabar yang menakjubkan Ini " Ujar Emmira lalu membisikan Sesuatu tepat didaun telinga Nico. " Seorang Pengusaha Muda kaya Raya Berselingkuh dari istrinya dan Tengah terlibat menghamili Wanita lain. " Bisik Emira dengan menyeringai.


Nico tersenyum Getir pada Emira seolah tidak takut oleh Ancaman Emira.


" Lakukan Sesukamu, karena Aku tidak akan peduli, sampai kapanpun Aku tidak pernah menceraikan istriku dan menikahi Wanita murahan Sepertimu.! " ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Emira yang tengah menggeram Kesal karena tidak berhasil mempengaruhi Nico


" Sial, Sampai kapanpun Aku tidak Akan Berhenti Untuk membuatmu menjadi miliku seutuhnya Nico. Camkan Itu.! " Gumam Emira sambil menghentakan Tanganya ke meja yang Sudah mengepal dari tadi. Lalu setelah itu Dia langsung Pergi dari sana.


.


.


Langkah Kaki Nico seakan Mulai Lemas saat melihat Papa Ardan beserta yang Lainnya Berada Didepan Ruangan Istrinya itu dengan Raut Wajah Sedih. Bahkan Dokter Ibra pun menjelaskan Pada papanya itu Dengan penuh Kesedihan, perasaan Nico semakin tidak enak, dengan Cepat Dia melangkahkan kakinya lebar Lebar.


Terdengar Suara teriakan Histeris dari dalam Ruangan Istrinya menambah Detak jantungnya berpacu Lebih kencang.

__ADS_1


Lalu.


" Dok Bagaimana Keadaan Istri dan Bayi saya mereka baik baik saja kan dok, istri saya sudah Melahirkan kan Dok, bagaimana keadaanya sekarang.!?" Nico terus Menghujani pertanyaan pada Dokter Ibra yang tadi ikut menangani proses Istrinya Lahiran.


" Nico. kamu Tenang Dulu nak, Kamu harus sabar sekarang. " Tutur papa Ardan Dengan wajah sedihnya membuat Nico semakin bingung semua Wajah Orang Disana Tampak lesu.


" ada Apa sih pah ini? Dokter Ada Apa ini.?" Nico mengguncang Bahu papanya dan juga Dokter ibra Bergantian


" Maaf Nico Kali ini Kamu Harus bisa Ikhlas dan Menerimanya Dengan Lapang Dada. " Tutur dokter Ibra membuat Nico sponta Tidak sabaran


" Katakan Dok, apa yang Sebenarnya Terjadi.! " Sentaknya.


" Maaf kami tidak bisa menyelamat kedua Calon Bayimu.! "


" Apa.???????????????!" Teriak Nico tangannya kini sudah mulai gemetar Saat mendengar Ucapan dari Dokter Ibra.


" Ma maksud Dokter.?! "Ujarnya dengan gugup


" Kedua calon bayi kembar Mu tidak bisa kami selamatkan ,Mereka meninggal Dunia. "


Seketika Dunianya seakan Runtuh.Hujan Badai terus Menerjang Biduk Rumah tangganya. Bibirnya begitu kelu Jantungnya seakan Disuruh Berhenti seketika itu pula.


Air Matanya sudah Meleleh seketika. malaikat Kecilnya kini telah tiada tepat satu jam setelah dilahirkan Dari Rahim Istrinya.


Dokter Ibrahim Menupuk punggung Nico untuk memberinya Dukungan Moril supaya bisa Sabar dan tetap Tegar.


" Kamu Harus ikhlas Dan tetap Tegar Untuk menghadapi kenyataan ini, Saat ini Istrimu sedang Membutuhkan Dukungan darimu, temuilah Istrimu, Tenangkan Dia Supaya bisa ikhlas Atas kepergian Calon bayi kembar kalian. "


Dada Nico serasa Engap ,Jantungnya seakan Diujami beberapa Ribuan Batu yang menancap ke ulu hatinya. Sungguh Dosa Besar apa yang Sudah dia lakukan Hingga sang pencipta ikut murka padanya. Dia tidak menyangka Tuhan Begitu berat Menghukumnya


" sabar Nak sabar. " Papa Nico terus menepuk nepuk Punggung Putranya itu untuk memberi kekuatan.


Ya Tepat dua Jam yang Lalu Ny. Mutiara Azzalika Melahirkan bayi kembar identik Berjenis kelamin Perempuan Beratnya masing masing Hanya sebesar 2.5 gram dengan panjang Masing masing 49 cm. Dan dinyatakan Sudah tidak bernyawa setelah dilahirkan Selang Satu jam lalu. karena Terjadi Kelainan Jantung dan beberapa faktor indikaasi lainnya.


Ceklek. .


Pyarrrrrrr


Dengan Cepat Tubuh Nico menghindar Dari Hantaman Vas Bunga yang Terlempar Tepat kearahnya.


" Pergi kamu dari sini Pergi. " Teriak Tiara tatapan mata Istrinya itu Kosong terlihat Jelas Istrinya itu sangat Syok menghadapi kenyataan ini


" Sayang. -------" Desah Nico sambil terus mendekat Kearah Tiara yang terus berteriak dan tangannya sudah Dipegangi oleh Tante diana dan juga beberapa perawat disana karena tiara terus meronta Ronta tanpa memperdulikan Sakit pada Jahitan Oprasi diperutnya. sesekali wajahnya. meringis menahan Sakit diarea Perutnya yang. masih basah usai oprasi.


" Tiara tenang Sayang, tenangkan Dirimu nak, Lukamu Belum Cukup kering. " Tante Diana terus berusaha menenangkan Tiara yang Sudah menberontak seperti kesetanan


" Pergi kamu Aku tidak mau. melihat Wajah pria Ini, Gara gara dia Bayiku Mati Tante Mati." Teriak Tiara dengan penuh Emosi yang berapi Api dan kadang Diselingi dengan Gelak tawa seperti orang Yang hilang kendali.


Jleb


Hati Nico seakan Hancur melihat keadaan Istrinya yang seperti ini


Dengan Nekat Nico langsung Menerjang Tubuh istrinya itu lalu dipeluknya erat


para perawat itu sudah memperingati Nico kalau Luka Diperut Istrinya itu masih belum kering namun Nico tetap tidak peduli dan terus mendekap Tubuh tiara dalam pelukannya dan menghujani ciuman ciuman kecil di pucuk kepala Tiara yang kini sedang Meringis Kesakitan dan. memukul mukul kecil dada bidangnya itu


Maafkan Aku sayang maafkan Aku karena Sudah banyak melukaimu, maafkan Aku karena Harus membuatmu kehilangan Bayi kembar kita, maafkan Aku Istriku, maafkan Suamimu yang bodoh Ini, aku sangat Menyesal. . .


_ Bersambung. _


Aku Update malam malam Lagi ya.

__ADS_1


Semoga syuka.


Happy reading.


__ADS_2