Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Perasaan Takut.


__ADS_3

Sejak Kejadian Tadi pagi membuat Mood Nico Rusak, Hingga sampai Malam Ini pria berusia dua puluh enam tahun itu masih saja Memberenggut kesal diatas tempat tidur sambil memangku Laptop Miliknya.


Giginya Menggerutuk saat Mengingat Kejadian tadi membuat Kepalanya seakan mau pecah.


" Shiit. Sial. " Nico berdecak kesal sambil mengusap wajahnya kasar Saat Kejadian tadi pagi melintas Lagi didalam pikirannya.


Ceklek.


" Kok Belum Tidur sih pah. " Ujar Tiara saat masuk kedalam kamarnya dan mendapati Suaminya masih duduk Ditempat tidur sambil menatap Laptopnya.


" Ayo tidur Dulu pah, sudah malam. " Lanjutnya lagi, saat tiara mendaratkan bokongnya DiTepi Ranjang


" Iya bentaran Lagi. " Jawab Nico tanpa menoleh kearah istrinya, Nampak Raut Wajah Terlihat Sedih ,Lalu Kedua tangan Tiara menangkap pipi Suaminya itu menatap kearahnya.


" Papa kenapa sih kok Cuekin mama terus, papa marah sama Mama.?! " tanya Tiara dengan Wajah sendunya membuat Nico tidak tega Karena semenjak tadi terus mendiamkan istrinya


Nico menarik tangan tiara Dari Wajahnya lalu beralih menatap istrinya itu dengan tatapan yang Sulit diartikan, kedua mata mereka saling mengunci satu sama Lain.


" Salahkah Jika seorang Suami ngerasa Takut Kehilangan istrinya saat Melihat dimata Istrinya masih Ada sosok pria lain.? "


Tiara Begitu terkesiap mendengat Ucapan Nico yang kini menatapnya dengan Tatapan penuh keseriusan.


" Maksud kamu apa sih Mas. ----?"


" Aku nggak suka jika Ada pria lain menatapmu dengan penuh mendamba, apalagi aku tau Jika istriku Menatap balik pria itu, dan Yang ku tangkap dari tatapanmu itu ternyata di kedua bola mata Istriku masih Ada orang Lain disana. " Tutur Nico meluapkan semua apa yang Dia rasaka.


" Tidak Mas, aku benar Benar Tidak mengerti maksud kamu, dan Tuduhan kamu semuanya salah itu tidak benar. " Tiara menggenggam tangan Suaminya itu dengan Erat dan Berusaha meyakinkan jika Apa yang Difikirkan Suaminya itu salah.


" Kamu Lihat ini, Coba deh pegang perut Aku, Ini bukti bahwa Tidak pernah Ada lagi Sosok Pria lain Di balik sorot mataku mas, Karena Cuma kamu satu satunya yang ada dihatiku sekarang Dan untuk selamanya. Ingat mas Ads Baby Vier Cylla dan Calon bayi kita menjadi bukti Bahwa Seutuhnya Hatiku sudah Terpatri dengan namamu mas, jadi apalagi yang kamu ragukan pada istrimu ini.? "Lanjutnya Lagi berusaha memberi pengertian supaya suaminya itu tidak mempunyai fikiran yang Aneh Aneh.


Cup


Nico mencium Sekilas Bibir Tiara lalu beralih menatapnya kembali.


" Please Jangan Pernah Kamu ulangi seperti Itu lagi Ya Ra, Aku nggak bisa Lihat kamu menatap pria lain didepanku, apalagi pria itu juga Menginginkanmu, Aku nggak bisa Ra. " Desah Nico dengan tatapan sendu dan menghangat Tangannya beralih mengelus pipi tiara dan bergantia juga mengelus perut tiara yang masih Rata.


Apa dia Sedang Cemburu. ----- Uh rasanya So sweet sekali suamiku yang Satu ini. terkadang Dia menjadi sosok yang Dewasa Dan juga tegas pikir Tiara namun ketika Suaminya sedang Ada di fase Cemburu buta ---- seperti Ini Sosok dewasa dan tegas itu hilang Seketika, suaminya berubah Total gampang marah - marah tidak Jelas ngambek --- dan Berubah Sedikit Lebih manja Jika sedang Merajuk, Benar benar amazing melihat Sisi lain Dari suami berondongnya ini.


" Maafin Aku ya sayang sudah membuatmu Cemburu. ." Seketika langsung Wajah Nico terlihat Memerah karena menahan sedikit malu ketika Istrinya dapat Menangkap dari bahasa tubuhnya jika memanh dirinya kali ini sedang terbakar Oleh api cemburu buta.


" Ehmm, Supaya juga yang Cemburu Dih G'R Sorry Ya, didalam kamus suami Gantengmu Ini tidak ada tuh Yang namanya Cemburu. " Tutur Nico sambil berdehem sejenak untuk menetralkan Suasana Hatinya supaya Tidak salting dihadapan istrinya sendiri.


Tiara yang melihat Sikap perubahan yang terkesan Sok Cuek bingits -------- itu mengulum senyum Tipisnya, dan Menggelengkan kepalanya benar Benar Deh Suaminya itu Jago Akting banget. ------- jika Suamianya itu seorang Aktor sudah pasti sangat karena Bakat kepiawaiannya memainkan peran. lucu sekali ya batin Tiara.


Nico Berdecak sebal dan Gemas Karena melihat tiara tidak merespon Ucapanya malah istrinya saat ini Bengong Sambil bibirnya Sedikit Menganga karna Membuka. tanpa basa basi lagi Nico melum*t Habis Bibir Seksi Milik Tiara yang Selalu membuatnya Candu itu.


" Eugh Emm. " Mendengar Lenguhan dan Desahan yang Keluar Dari mulut Tiara membuat Nico Menggila dan Sudah Kalah dengan Hawa nafsunya. Dia terus menghujami kecupan kecupan Kecil Di bibir Tiara sesekali memberi gigitan kecil di setiap bibir Tiara.


Tiara pun Perlahan Membalas Ciuman dari suaminya itu, sehingga bibir mereka saling bertautan saling menyecap dan Menyusuri Rongga mereka masing masing


setelah puas bermain Di bibir Tiara, kini Nico bergantian Menyusuri Leher Jenjang Putih milik istrinya, Dengan Terampil Tangan Nico sudah Berhasil membuka beberapa kancing piyama bagian Atas milik Tiara.


Lalu Tiba tiba. .

__ADS_1


Tok tok tok tok


" Dad, Mah Buka Adek Vier Ngompol popoknya Basah.. -------!"


Suara Nyaring Disertai ketukan Pintu itu mampu Membuat Aktivitas pasutri Yang Sedang mencoba merengkuh Kenikmatan Surga Duniawi ------ itu Berhenti sejenak.


" Ohhhhhh Shiiiiitttt. " Umpat Nico dalam hati Sumpah demi Apapun Seketika Hasrat tubuhnya Berhenti Begitu saja. sedangkan Tiara mendorong Tubuh suaminya pelan Hingga menjatuhkan Tubuhnya Diranjang tepat disamping istrinya yang kini Sudah bangun dengan Posisi duduk dan merapikan kancing piyamanya kembali serta mengucir Rambut panjangnya dengan Asal.


" Aku kekamar Anak Anak dulu ya sayang. --"


" Tapi Yang. -------!" Rengek Nico saat istrinya itu mulai beranjak turun Dari tepi Ranjangnya.


Tiara Mengulas Senyumnya sebentar dan berjalan Kearah Pintu kamar lalu Keluar dari kamar tersebut meninggalkan sang Suami yang Tengah Frustasi karena tidak bisa menuntaskan Hasratnya yang tadi sudah di ubun ubun malam ini. . .


" Gini Amat sih Susahnya kalau punya Anak banyak, ada aja yang ganggu, ckk mana malam ini malam jumat juga, gagal deh acara sunah Rasul gue, Sip nasib. "


Lalu nico Masuk kedalam kamar mandi, untuk meredamkan Hasratnya yang kini sudah memuncak Menggunakan Air Hangat. sungguh benar benar sangat menyiksa malam malam begini dia harus mandi dengan Air Hangat.


---------


Sebuah Foto yang menggambarkan wajah seseorang kini sudah Terpampang Dimeja Kerja seseorang yang Akan menyuruh anak buahnya untuk melancarkan sebuah Aksinya.


" Lo bikin Orang Yang Ada difoto itu Cacat Atau Bahkan Menghilang sekalian, supaya tidak muncul lagi disini. "


Suara tegas tersebut Mengintruksi seseorang Yang Akan Dia bertugas untuk membereskan seseorang Yang Ada didalam foto tersebut.


" Lo yakin Sam.?! " tanya seorang pria tersebut pada Atasan sekaligus Temannya itu. ya mereka berdua adalah Sammy dan Juga Roni.


" Tentu saja Yakin. " Seru Pria tersebut yang tak lain adalah Sammy.


" Secepatnya, dan Aku tidak mau Tau Lakukan Pekerjaan ini serapi mungkin dan jangan meninggalkan Jejak sedikit pun. " seru Sammy dengan nada perintah


" Siap. ---------"


" dan satu Lagi buat seolah olah Kecelakaan Ini murni tanpa Ada yang Mengira ads sebuah kejanggalan, aku tidak mau tau jika ada apa apa suruh Anak buahmu itu untuk tidak membawa namaku. "


" oke itu bisa diatur. " Jawab Roni dengan santainya.


" Kalau begitu Elo bisa keluar Dari ruangan Gue. " Tutur Sammy Menyuruh Asisten pribadi sekaligus sahabatnya itu untuk keluar Dari Ruangannya.


" Oke. " Roni Pun beranjak dari tempat Duduknya dan keluar dari Ruangan Sammy.


*****


Pyarrrrrr


" Astagfirullahaladzim. " Pekik tiara saat gelas yang Berisi kopi hitam milik Suaminya itu Jatuh Dari Atas Nampan dan Pecah dilantai.


" Ada Apa sayang. ---?!" Nico langsung Menghampiri Tiara yang Kini masih mematung Dan termangu.tangannya sedikit gemetar ada apa sebenarnya kenapa tiba tiba perasaanya jadi tidak Ingat.


" sayang kamu nggak apa apa.?! "tanya Nico sekali lagi saat istrinya itu masih tetap terdiam.


" Mas...?"

__ADS_1


" Ya sayang.! "


" Kok perasaanku jadi gak enak gini ya. ---"


Nico Menggandeng tangan Istrinya supaya Duduk dikursi dan mengelus pipi tiara.


" Kamu Jadi mas Pergi ke Bandung


sekarang.?" Tanya tiara, sorot matanya terpancar rasa kekhawatiran yang Cukup mendalam


Nico tersenyum. " Jadi Dong sayang, kan Hari Ini Ada rapat penting Dicabang Sana, dan papa harus ikut Hadir Untuk Mengontrol jalannya proyek baru disana. "


" Kok aku jadi khawatir Ya mas sama kamu. "


" Udah sayang kamu nggak perlu khawatir, ingat kamu sekarang Lagi Mengandung sayang, kamu nggak boleh berfikiran yang Aneh aneh aku nggak mau terjadi Apa apa sama kandunganmu.? " Tutur Nico dengan Lembut


" Tapi Aku takut Terjadi sesuatu sama kamu mas Aku takuut. " Air Mata Milik tiara tiba tiba meluncur Seketika dikedua sudut matanya dengan Cepat Nico menarik tubuh istrinya dan menenggelamkan Didalam Dada bidangnya.


" Ssstttttt, sayang Jangan nangis, tenanglah suamimu ini pasti baik baik saja, Papa juga gak Sampai nginep disana, begitu meetingnya kelar Papa akan Langsung Balik pulang, jadi kamu jangan terlalu khawatir ya. "


Nico menarik tubuh Istrinya untuk lepas dari pelukannya Dan menangkup wajah Milik tiara yang Sudah Dibanjiri oleh Airmata. mungkin Karena Efek hormon kehamilan membuat Perasaan Tiara muda sensitive dan menangis


" Doain papa ya supaya Urusannya Lancar dan Selamat sampai tujuan Hingga pulang nanti." Imbuh Nico lagi dan tiara pun menganggukan kepalanya..


" Jaga Diri papa baik baik ya, sesampai disana langsung kabarin mama. "


" Iya sayang. " Nico menoel Hidung mancung Milik istrinya dengan Gemas.


" Inget Disana gak boleh Nglirik Cewek cantik cantik. ---!"


" Bagiku Hanya Istriku Yang paling Cantik. "


Pipi Tiara bersemu merah saat mendengat Gombalan Dari suaminya itu.


" Aku serius. "


" Iya Aku juga serius Sayangku Cintaku Mamanya anak anak. " Timpal Nico semakin menggoda Suaminya sedang bibir tiara mencebik dan mengerucut membuat Nico ingin Sekali Menyecap bibir itu namun Dia harus menahannya karena Waktunya sudah terlalu mepet.


" Yaudah deh mau dibikini lagi gak pah.?! '


" nggak usah sayang, papa harus berangkat Sekarang, takut telat." Ujar Nico


Tiara mengangguk dan Meraih punggung tangan milik suaminya lalu di ciumnya.


" Hati Hati pah. "


" He. em, titip salam Anak Anak ya mah, nanti kalau sudah bangun V. --call ya mah. "


" Iya pah. "


" Assalamualaikum. "


" Walaikumsalam. "

__ADS_1


Lalu tiara pun mengantar Suaminya kedapan Dan masuk kedalam Mobil, setelah Itu Nico melajukan Kendaraannya untuk berangkat kekantor sendiri tanpa ditemani oleh Arya Asisten Pribadinya.


Ya Allah Tolong Lindungilah Suami Hamba berada Hindarkanlah suamiku dari Marabahaya. Amin.


__ADS_2