Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Penasaran.


__ADS_3

Tibalah Mobil yang Dikendari Elang bersama Tiara Tiba Dipelataran Sekolahan Cylla dan Juga Javier.Bangunan Sekolahan yang Gabung Jadi satu dengan pondok Pesantren AL- Hikmah itu menyuguhkan Pemandangan Beberapa Santri maupun santriwati Berlalu lalang Disana.


" Jadi Sekolahan Anak Anakmu Disini Ra.?!" Tanya Elang yang merasa Gugup dan tak enak mengingat Dirinya kali ini Hanya Memakai Celana Jeans dan dibalut dengan Kemeja Warna Abu abu terang Dan Jas Warna Hitam.


" IYA. ." Jawab Tiara Heran karena melihat Raut wajah elang yang Sedikit tegang.


" Memangnya nggak Apa Aku ikut masuk.?" pertanyaan Elang Langsung membawa Tawa Tiara Pecah.


" Ya Allah Lang, memangnya siapa yang nggak ngebolehin? Dipesantren Ini bebas kok Siapa saja Boleh masuk kedalam asal. ----?" Tiara sengaja menjeda Bicaranya.


" Asal Apa.?! "


" Asal bukan *******. " ujar Tiara sedikit Berbisik dan Diiringi oleh sedikit Tawa jahilnya sehingga membuat Tawanya ikut menular ke elang.


" Kalau Aku Jadi ******* Cinta Dihatimu saja Ra. " Ujar Elang Yang Ditimpali Candaan Oleh Tiara.


" Udah Yuk Turun Lama lama kamu makin ngelantur. " Seru Tiara Diiringi dengan langkahnya yang keluar dari Mobil sedangkan Elang Menghela nafasnya Kasar.


"Susah sekali sih Ra, Naklukin Hati kamu. "


***


Sedang Disisi Lain, Nico dan Juga Arya masih mengobrol Bersama Kyai Hasyim pemilik Sekaligus pendiri pondok pesantren Al-Hikmah ini.


" Begini Pak kyai Maksud kedatangan Kami kesini Untuk Menyampaikan sesuatu. " Ujar Nico.


mereka bertiga Masih Berada Di Teras Masjid.


" Sebaiknya Nak Nico dan Nak Arya Bicaranya Di rumah saya Saja ya ." Tutur Kyai Hasyim


" Baik kyai. "


" Mari Silahkan.! "


Lalu mereka Berdua berjalan menuju rumah kediaman Kyai hasyim yang masih berada dilingkungan Pesantren Tersebut.


Namun Langkah Nico sempat terhenti saat melintas Tidak Jauh dari Gedung Sekolahan khusus Untuk Anak Anak Sd dan Juga Tika.


Kedua Netra Hitamnya menangkap Sosok yang Selama ini Dia Rindukan.


Terlihat Tiara yang tengah bersama Kedua Anaknya Keluar Dari Ruangan Tempat diadakannya rapat Guru bersama Wali murid. Dia pun Tersenyum Hangat Saat melihat Sosok Mantan Istri yang tengah memakai baju Syar'i Berwarna Maroon Sedang menggandeng Tangan Cylla dan Juga Javier. Cylla juga memakai kerudung Saat Bersekolah. sedangkan Javier Itu sangat Tampan Persis sekali Wajahnya seperti dia Waktu kecil.


Namun Senyumnya mulai Menyurut Saat melihat Sosok Yang Tidak ingin Dia lihat dan sangat Merusak pemandangan matanya. Terlihat Elang Juga Baru keluar Dari Ruang Administrasi.


Keningnya mengkerut Alis tebalnya pun Ikut menyatu tanda Dis tidak menyukai Pemandangan yang merusak kedua matanya.


" Untuk Apa Pria itu keluar dari Ruang Pembayaran, bukankah Selama ini, akuTidak pernah Telat Mentransfer uang sama Tiara,lalu kenapa Pria itu tiba tiba Keluar dari ruangan itu. " batin Nico terus menyeruak.


Mengetahui Langkah kakak iparnya itu terhenti Membuat Arya Menghampiri Nico yang kini masih berjalan dibelakangnya.


" Tuan, Ada Apa.?! " Arya mengedarkan Pandangannya Yang Tengah Dilihat Nico barusan Namun Nico segera mengalihkan perhatiannya dan Memilih untuk melanjutkan Langkahnya kembali mungkin setelah Urusannya dipesantren Ini selesai mungkin Akan Mengintrogasi Arya Dirumah.


" Lupakan,nanti Dirumah saja. ayo kita susul kembali Kyai Hasyim. " Tuturnya sambil mendahuli Arya yang masih dengan Wajah Bingungnya.


****


" Silahkan Duduk nak Nico nak Arya. " Tutur Kyai Hasyim mempersilahkan Duduk Nico dan Juga Arya.


" Terimakasih pak kyai. " Nico dan Arya pun segera mendaratkan bokongnya Duduk Dikursi Ruang tamu tersebut.


Lalu tak Lama Istri dari Pak kyai itupun membawakan Minuman dan beberapa cemilan.

__ADS_1


" Terimakasih Bu nyai. " Ujar Nico


" Sama sama Nak, Silahkan Diminum maaf cuma seadaanya saja. " Tutur bu nyai Masrufah


" Tidak Apa apa bu nyai, Ini semua sudah dari Cukup kami Malah tidak enak dan merepotkan Pak kyai dan Juga bu nyai. " ujar Nico dengan segala kerendahan Hati.


" Kalau begitu Saya tinggal kebelakang Dulu Ya nak. "


" Inggih Bu nyai. " Jawab Nico dan Arya bersamaan. lalu bu nyai pun kembali kebelakang.


" Silahkan Nak Nico Keinginan Apa yang Ingin Diutarakan.? " ujar Pak kyai memulai pembicaraan.


" Saya Datang Kesini bersama Adik ipar saya Ingin menyampaikan Bahwa saya ingin menyumbangkan Sebagian Harta peninggalan Alm Kedua Orang tua saya Kyai. "


Ya Memang kenyataanya Selang Beberapa Bulan Sebelum pernikahan Arya dan Juga Nora, papa Ardan Menghembuskan Nafas terakhirnya Maka dari Itu Nora terpaksa Menerima perjodohannya dengan Arya, lelaki yang bahkan sama sekali Tidak Cintainya.


Bahkan Setelah Arya dan Nora menikah Ada Dua Wanita sekaligus yang patah Hati karena pernikahan Arya dan Nora.


Aliya dan Melly Patah hati Saat melihat Arya menikah, sejujurnya Arya pun tidak sedikitpun Mempunyai Perasaan pada Nora begitupun sebaliknya Wanita Angkuh dan Sombong itu Sama sekali tidak menginginkan Pernikahannya dengan Arya, bahkan Dia sangat Membenci Arya, sedangkan Arya Hanya bersikap Cuek dan tidak Ambil pusing Akan Tindakan Nora Yang sama sekali tidak pernah menganggpnya suami selama pernikahannya yang baru seumur Jagung itu.


" Subhanallah, Mulai sekali Niatmu nak Nico. "


" Terimakasih pak kyai, tapi saya merasa Tidak pantas, apakah Harta yang Saya Berikan Dijalan Allah ini bisa Diterima dan Diridhoi Oleh Allah Atau tidak, mengingat saya Ini seorang Pendosa Besar, Di massa lalu saya.pak kyai. " Ujarnya dengan Wajah Gusar Dan terlihat jelas Banyak sekali kesedihan Dibalik wajah tampannya itu.


Dia Kembali menundukan Kepalanya sambil mengepalkan Tangannya,


" Astagfirullahaldzim, nak Nico kenapa jadi Berburuk sangka seperti itu,Allah tidak pernah membeda bedakan Umatnya karena setiap Manusia mempunyai Kekhilafan Dan kesalahah tak luput Dari Dosa karena memang Manusia tempatnya salah . Asal kita Mau memperbaiki Diri dan Bertaubat dengan Sungguh sungguh. Insyallah Allah Akan mengampuni segala kesalahan dan dosa dosa Umatnya ." Tutur pak kyai.


" Baik pak kyai. " seru Nico


" Bertaubatlah dengan taubatan nasuha Nak Nico, memohon Ampun Atas segala kekhilafan yang Disengaja maupun tidak disengaja, Insyaallah Allah pasti Mengampuni Dosa dosa yang pernah nak Nico perbuat. (bla bla bla. maaf ya author kagak bisa menirukan Cara berceramah yang baik, mohon dimaklumin ya. 🙏🙏😀😀😀)


" Inggih pak kyai, Insyallah Saya ingin Memperbaiki diri saya dan Juga memantaskan Diri saya untuk menjadi manusia yang lebih baik Lagi. " Ujar Nico


Tok tok tok.


Tiba tiba Ada Suara ketukan dari Arah Pintu Rumah. Nyai Masrufah Langsung Cepat cepat Menghampiri Pintu tumah Yang Jaraknya dekat Dengan Ruang Tamu.


Ceklek


" Assalamualaikum Bu nyai. "


" walaikumsalam. Nak Tiara. "


Mendengar Nama Tiara Disebut Jantung Nico Langsung Berdegub kencang Dia bahkan tidak berani Menoleh kebelakang Tepat posisi Pintu rumah Tersebut Sudah Ada Mantan istrinya Berdiri disana. Arya Yang Menyadari kehadiran Tiara itu berniat Untuk Menoleh kebelakang, namun Nico segera menahan Arya Untuk tidak menoleh kebelakang Dan masih tetap dalam posisi memunggungi.


" Begini Bu nyai Saya Datang kesini mau pinjam mukenah, kebetulan saya Lupa membawa Mukenah saya, dan kata santriwati tadi mukenah yang Disediakan Dimasjid barusan saja Dicuci. " Ujar Tiara dengan Lembut


" Oh ya tunggu sebentar ya nak tiara, Umi Ambilkan dulu mukenahnya, ayo silahkan Masuk Dulu. " Tutur Bu nyai, seketika langsung Membuat Tubuh Nico langsung Menegang Dan Gugup, perasaanya sangat Was was, takut kalau Harus bertemu dengan Tiara Saat ini juga, Dia masih belum Siao untuk bertemu Dengan. mantan Istrinya itu. apalagi melihat Perubahan Tiara Sejak Empat tahun Terakhir Berpisah dengannya semakin Membuatnya tidak percaya Diri, dia merasa belum pantas untuk Bertemu Dengan Tiara. karena memang Kenyataannya Dia lebih Memilih Melihat Mantan istrinya itu dari Jauh dan Memilih Memantau dari Jauh. miris sekali bukan.


" Emm Terimakasih Atas Tawarannya bu nyai, tapi Biar Saya Tunggu Diluar Sajs, sekalian ngelihatin Anak saya Yang Ada dihalaman Depan masjid bu nyai. " Jawabab Dari Tiara membuat Nico bisa Bernafas Lega, setidaknya Tiara Tidak mau masuk kedalam Rumah sehingga Dia tidak perlu Bertemu dengan Tiara saat ini.


" Baik Kalau Begitu Saya ambilkan Dulu ya nak tiara,Tunggu sebentar. ---"


" Inggih bu nyai. "


Lalu Nyai Masrufah pun masuk kedalam dan melewati Ketiga Pria beda Usia Itu untuk masuk kedalam kamarnya dan mengambil mukenahnya.


setelah Mengambil Mukenah tersebut Nyai Masrufah Keluar dari kamarnya dan menghampiri Tiara yang kini masih berada Di ambang Pintu


Pluk.

__ADS_1


Tiba Tiba Mukenah Itu jatuh Dilantai Tepat didekat Kursi yang Diduduki Nico. sontak membuat Tiara beralih menatap kedalam yang mana Diruang Tamu Itu Terlihat Ada Dua punggung Tegap milik Pria.


Tiara menatap Lekat Lekat Pemilik Punggung yang Posisinya tepat Membelakanginya.


sangat jelas terlihat karna Tubuh pria itu sangat Tinggi Dan Tegap Hingga bisa Terlihat Dibalik Kursi yang Tingginya sedikit rendah Dari Punggung Pria tersebut.


Nico yang Terlihat Gugup itu langsung Spontan memungut mukenah yang jatuh Dilantai lalu diserahkan pada Nyai Masrufah


" Terimakasih Nak. " Nyai Masrufah Mengambil Mukenah Dari tangan Nico


" Sama sama Bu nyai. "


Deg.


Jantung Tiara Tiba Tiba berdegub kencang Saat Mendengar Suara yang Begitu Familiar Baginya Dia semakin Penasaran Siapa sosok laki laki yang Kini tengah Duduk Memunggunginya itu.


"Suara itu, ?kenapa Aku Merasa Tidak Asing, Lalu punggung Pria itu kenapa Aku Juga sangat Familiar sekali, Siapa Pria itu. " batin Tiara kedua Mata Coklat Terangnya terus mengerjab Ngerjab menatapi Punggung Tegap Itu. Rasa penarannya semakin Timbul begitu saja Dia ingin Sekali Memastikannya dan perlahan Langkahnya mulai masuk kedalam sedikit demi sedikit


Lalu.


" Tiara.??" Mendengar Namanya Dipanggil tiara langsung Menghentikan Langkahnya dan menoleh Kearah belakang Sudah Ada Elang Yang sudah berjalan menghampirinya.


" Kamu sedang Apa disini Ra.? Anak Anak udah Pada Nyariin kamu tuh ?!" Tanya Elang


" Saya pinjam mukenah Sama Bu nyai Lang "


Lalu Nyai Masrufah pun Langsung menghampiri Tiara dan Elang Yang masih berada Dia Ambang pintu.


" Maaf Ya nak, Agak Lama ."


" inggih bu nyai Tidak Apa apa. " Lalu Tiara pun menerima mukenah Dari tangan Bu nyai


" Saya pinjam dulu ya bu nanti Saya kembalikan. "


" Iya Nak tiars Tidak perlu sungkan. " balas bu nyai.


" Kalau begitu kami Permisi dulu bu nyai, " ujar Tiara.


" *Assalamualaikum. "


" walaikumsalam*. "


Setelah Itu Tiara beranjak dari sana Dan pergi Kearah Masjid Bersama Elang.


Maafkan Aku Tiara aku belum siap bertemu Denganmu sekarang. . .


Kenapa Aku merasa Pemilik Punggung itu seperti Mas Nico Ya, Astagfirullah mikir Apa sih kamu Ra, sadar Mas Nico sudah menjadi Suami dari wanita Lain, maafkan Hambamu ini Ya Allah.


Dan Mereka berdua Larut dalam Pikiran Mereka masing masing Saling Menerka nerka Sendiri sesuai jalan mereka masing masing.


.


.


.


_Bersambung. _


Maaf Ya Hari ini Update Nya agak Lama soalnya Ada pekerjaan Yang Tidak bisa ditinggalkan.


Semoga syuka.

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2