Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Aku Butuh waktu.


__ADS_3

Bagai Di sambar Petir Disiang bolong, Tubuh Tiara seakan Kaku mendengar kenyataan bahwa dengan teganya suami tercintanya menukar dirinya Untuk menebus Hutang Hutangnya.


Dimana hati nurani suaminya itu, Memang dia juga tidak menampik kalau dirinya juga merasa bersalah karena tak berkata jujur sejak awal tentang massalalu kelam miliknya sebelum menikah, dan membuat sang suami murka karena tak bisa menerima massalalunya itu.


Tapi bukan berarti Suaminya tega menjualnya untuk menutupi sebuah Hutang hutangnya dan Hutang perusahaannya. suami mana yang tega menukar Istrinya demi sebuah kekuasaan dan Harta. Sungguh Suami keji dan tak berperikemanusiaan sekali. begitulah batin Tiara terus menyeruak. padahal dia sendiri tak menyadari bahwa suaminya menikahinya hanya sebagai peralat untuk menutupi hubungan gelapnya dengan sang kekasih yang tak mendapatkan restu dari kedua mertuanya.


sungguh Ironis sekali Hidup tiara, seakan tak ada hentinya badai menerpanya.


" Bagaimana,? Apa kamu Siap menikah Denganku..? " Tanya Nico seraya menatap lekat lekat wajah wanita cantik didepannya.


Entah kenapa, sejak pertemuan dimalam pesta pernikahan Tiara dan Rival. Nico merasakan sesuatu dalam hatinya ada getaran yang membuatnya ingin memiliki wanita yang kini akan dia dapatkan walau dengan Cara Licik sekalipun.


Namun Nico adalah Nico pria angkuh dan sombong yang akan terus menutupi perasaannya dan menepis sekuat mungkin untuk tidak cepat bertekuk lutut pada seorang wanita, apalagi Wanita yang berada didepannya ini.


baginya wanita seperti Boneka dan bisa kapan saja dia mainkan lalu setelah Puas maka dengan senang hati dia akan menghempaskan wanita tersebut dan berganti wanita Lagi yang bisa memuaskan permainannya.


" Aku..? --


Tiara tercekat dari Lamunannya dan kini beradu pandang dengan pemilik netra berwarna Hitam pekat tersebut.


tiara menatap gostur Wajah Nico yang memliki wajah rupawan.


Rahang yang kokoh Alis yang tebal serta Hidung mancung di sertai Kumis kumis tipis di sudut atas bibirnya dan juga jambang tipis dibeberapa sudut rahang kokohnya menambah kadar ketampanan Nico tak bisa dielak lagi.


Namun Tiara Adalah tiara, gadis cantik yang sangat sulit menerima cinta baru dan melupakan cinta yang lama dengan cepat. dia tipe wanita yang susah move one jika sudah menambatkan hatinya kepada seseorang yang sudah berhasil merebut hatinya. butuh waktu yang Lama untuk menghapus cinta dan Luka saat dia tengah disakiti seseorang.


" Pilihan semua Ada ditanganmu, aku tidak akan memaksamu.! " Tegas Nico


Tiara Hanya terdiam menimang dan memikirkan ucapan pria angkuh didepannya.


" Akuuuu, akuu.. --


Tiara kembali menelan ludahnya lagi saat sulit mengatakan sesuatu.


" Baik, Kalau kamu tidak bisa menerima tawaranku, Maka. --" Nico menjeda ucapannya netra hitamnya menatap mata Tiara yang sudah ada beberapa cairan bening yang kapan saja siap tumpah disudut kedua pipinya. " Kamu harus siap melihat suami tercintamu itu mendekam dan membusuk dibali jeruji besi SELAMANYA..!! "


" Jangan.. ---


selak tiara dengan cepat dengan Mata yang berkaca kaca.


" Ku mohon jangan Lakukan itu, !!" ujar tiara dengan tatapan sendu penuh permohonan.


Nico menyeringai dengan senyum devilnya. lalu mengangkat dagu tiara mensejajarkan wajah wanita cantik itu sehingga jarak diantara mereka sangat dekat dan terkikis.


" Kenapa aku tak boleh melakukan itu.? " tanya nico dengan senyum liciknya.

__ADS_1


sedang Tiara sudah tidak bisa lagi membendung Air matanya sehingga Lolos jatuh dikedua pipinya.


Tiara pun menggelengkan kepalanya.


" Kumohon jangan Lakukan itu. " Lirih tiara dan mendapat senyuman kecil dari sudut bibir Nico.


" Lalu...? " tanya Nico sambil meremas sedikit keras dagu Tiara


" Beri aku waktu, Aku butuh waktu untuk menerima penawaranmu. "


Nico Melepaskan cengkraman tangannya dari dagu tiara.


" Aku beri waktu 1x24 jam, dan besok kamu harus bisa memberi jawaban itu..! "


setelah mengatakan itu Nico langsung bangkit daro duduknya dan pergi meninggalkan tiara yang tengah termangu dari duduknya. Diikuti oleh langkah asisten pribadinya yang tengah mengikutinya dari belakang.


Tiara Hanya bisa memejamkan mata dan mengambil nafasnya dalam dalam lalu mengeluarkannya kembari guna menetralkan Hatinya yang sekarang campur aduk dilanda kebingungan itu..


*****


Sedang Disisi Lain Kini Rival berada disebuah kamar Hotel bersama seorang wanita.


siapa lagi kalau bukan kekasih pujaannya itu.


Rival dan freyya masih dalam posisi diatas ranjang kingsizenya dan tanpa mengenakan sehelai pakaianpun tubuh bidangnya hanya tertutupi Selimut besar yang membalaut kedua tubuh sepasang kekasih tersebut.


Rival hanya terdiam memikirkan nasib perusahaanya dan juga pernikahannya itu. entah kenapa batin Rival seakan tak mampu untuk melepaskan keduanya, dan ingin tetap mempertahankanya namun dia tidak punya pilihan lain selain harus merelakan salah satunya.


" Sayang.. ?" ucap Freyya yang sedikit kesal karena sedari tadi rival tak menghiraukannya.


" Iya.? "


Rival mengalihkan pandangan pada freyya yang sudah terlihat cemberut diwajahnya.


selepas pulang dari kantor Rival tak pulang kerumah melainkan mampir diapartemen Freyya Guna meredamkan emosi dan juga mencari ketenangan karena dia merasa belum siap untuk bertemu dengan istrinya itu.


" Kamu ada masalah apa? dari tadi kok diem aja.!! " ujar Freyya dengan mengerucutkan bibirnya.


Rival tersenyum. " Nggak apa apa sayang, aku lagi kecapekan saja sehabis tempur tadi. " Ujar Rival dengan menutupi rasa tak nyamannya.


" Ih genit ah..! " Ucap Freyya sambil mencubit pinggang rival


" beneran sayang aku gak bohong, kamu tadi mainnya liar banget aku merasa kewalahan sekali. " Ucap rival dengan suara nyelenehnya


" Serius baby..? "

__ADS_1


" Iya sayang.!! "


" Memangnya Selama ini istri kamu gak pernah puasin kamu. --? pancing Freyya


seketika mimik wajah Rivao berubah menjadi dingin.


" Jangan sebut wanita itu lagi didepanku.! "


" oke baby, Aku paham, " Freyya tertawa kecil penuh kemenangan. " Mau lanjut Lagi.? " tanya freyya dengan tatapan menggoda.


" Oke sayang kali ini aku yang akan buat kamu lemas.!! "


rival langsung menerkam tubuh Freyya lagi dengan bringasnya membuat Freyya kelimpungan mendapat sentuhan dari pria beristri tersebut sekalipun sentuhannya sedikit kasar namun freyya sangat menyukai permainan kekasihnya tersebut.


dan Akhirnya Mereka bergemul kembali.


********


Tiara terus menatap jendela kamarnya dan berdiri sambil melihati halaman rumahnya dari kamar atasnya.


Menunggu kepulangan suami tercintanya yang dia tidak tau keberadaanya dan kapan akan pulang.


"mungkinkah pernikahan kita harus berakhir seperti ini mas. "


batin tiara menyeruak beberapa kali menghela nafasnya berkali kali sorot matanya menjadi sendu entah sudah berapa lama dia menangis hingga air matanya terlihat sudah mengering ditulang pipinya.


"Aku sangat mencintaimu mas, tapi aku juga sangat membencimu mas. aku juga tak ingin melihatmu menderita tapi kenapa kau terus menggoreskan Luka dihatiku mas.? sampai kapan kamu sadar kalau cintaku ini tulus untukmu. Hanya Untukmu mas. "


seketika itu Airmata Tiara langsung mengalir lagi menggenangi kedua pipinya.


sungguh dia benar benar tak habis fikir kenapa takdir begitu kejam mempermainkan hidupnya.


Akankah tiara mendapatkan kebahagiannya lagi untuk selamanya.


ya semoga saja Tuhan mendengar segala risau dan uraian dari hati kecilnya.


.


.


.


_ bersambung. _


**Jangan Lupa Like dan komennya ya jika suka.

__ADS_1


happi reading ALL


terimakasih**.


__ADS_2