Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Ingin Naik Gowes


__ADS_3

Pagi Nico sudah siap siap untuk berencana mengajak istrinya Jogging Karena ini hari wekeend.


terlihat Nico sudah memaki celana olah raga berwarna hitam dibawah lutut dan Juga Kaos olah raga berwarna biru muda ditambah lagi dengan sepatu sport yang serasi dengan celananya tak Lupa handuk kecil yang sudah bertengger Dilehernya membuat kadar ketampanan Nico semakin meningkat denga tubuh atletisnya tersebut.


Sedangkan Tiara memaki baju T-shirt pas body berwarna Hijau muda dan Celana Laging berwarna hitam dan memakai sepatu Kets berwarna putih dan mengucir rambutnya kebelakang seperti ekor kudan dan dibalut dengan topi berwarna putih.


" Udah siap belum Yank.? "


" Iya bentar ini udah mau keluar.! "


Lalu tiara bergegas menyusul suaminya yang sudah menunggunya didepan halaman rumahnya. sambil menutup pintu. karena pagi pagi begini Bi siti belum juga Datang ke rumah.


Nico memicingkan matanya kala tiara keluar dan menghampirinya. namun kali ini tatapan Nico terlihat aneh membuat Tiara mengikuti ekor mata suaminya itu yang melihatnya dari atas sampai bawah.


" Kenapa,?Ada yang aneh ya. ?"----- cicit tiara polos karena ditatap oleh suaminya itu.


" Terlalu ketat, GANTI.....!"


Tiara membelalakan kedua matanya.


" Hah ganti.? "


" Ya.! "


" Tapi--------? "


" Mau ganti sendiri atau aku yang akan menggantikan pakaianmu.! "


Glek.


Ucapan Suaminya membuat tenggorokannya tercekat. ya karena memang kaos yanh dipakai tiara begitu ketat sehingga Lekuk tubuhnya tereksplor dengan Sempurna. Lalu dengan Malas Tiara kembali masuk kedalam rumah namun saat diambang pintu tiba tiba Terdengar suara Suaminya itu Memanggilnya.


" Yank..? "


" Ya.! "


" Ganti dengan Kaos oblong punyaku jangan pakai kaos punyamu.! "


Tiara berdecak malas ketika mendengar suara Suaminya yang berarti itu perintah dan nggak bisa dibantah Lagi.


" 10 menit, nggak usah pakai Lama.! " imbuhnya Lagi.


" Iya babang sayangku. ----"


Tiara sengaja memberi penekanan pada akhir kalimat nya lalu bergegas melangkah kekamarnya lagi sedangkam Nico terkekeh melihat istrinya kesal.


Lalu tak lama kemudian tiara pun menghampirinya dengan pakaian lengkap yang dia suruh tadi. mereka segera memutuskan Untuk Joging disekitar Taman dekat area kompleks perumahan mereka.


Dan karena Ini hari weekend jadi suasananya pun sedikit ramai.


--------------


" Huh Capek. -----"


Tiara duduk selonjoran disebuah taman sambil mengatur Nafasnya yang terlihat terengah engah.


melihat Istrinya yang tiba tiba berhenti, Nico pun akhirnya memutar lagi tubuhnya untuk menghampiri istrinya yang masih tertinggal dibelakangnya.


" Kenapa Hem? Capek. Ya.? "


" Bangett..! "


Tiara mengulas senyumnya dengan terpaksa, Tampak sekali raut wajah tiara kesal karena suaminya itu tidak peka sekali menurutnya kalau dia benar benar capek.


" Mau Dipijit Di gendong Atau Di tidurin


Disini.-----?"


" Hah.? "


Tiara tidak habis fikir dengan Jalan fikiran suaminya tersebut bisa bisanya Mulutnya itu tidak bisa direm sama sekali bahkan ditempat umum seperti ini. dan sepertinya ucapan Nico yang sedikit Frontal itu membuat sepasang muda mudi yang disebelahnya itu mengalihkan pandangannyak kearah mereka berdua, membuat tiara Malu dan ingin membenamkan kepalanya seketika.


"Aduhh.! "


Nico menggaduh Saat Cubitan kecil mendara diperutnya. " Kok dicubit sih yank, ada yang salah dengan ucapanku.? " tanya nico dengan pura pura polos dan menampilkan pupy eyesnya.


" Salah banget.! " Tiara melotot kearah suaminya tersebut lalu menarik tangan Suaminya untuk mengajaknya pergi dari tempat yang membuatnya sedikit malu itu.


"Pelan dong sayang. ---"


Nico mencoba memperingati istrinya tersebut.


Lalu akhirnya mereka berhenti didepan pohon besar yang cukup rindang hingga anginnya terasa sepoi sepoi.

__ADS_1


" Lagian kamu sih bikin malu aja.! " Bibir tiara menggerucut kedepan.


" Kenapa sih yank, jadi bingung deh aku.? " Ucapnya pura pura polos.


" Bisa nggak sih bicaranya gak terlalu frontal didepan umum, malu Tauk. ------!" Bibir tiara kini menyebik.


" Lah apa salahnya, kan aku nawarin Istriku sendiri ngapain malu sih Yank.! "


" Udah ah aku capek kalau terus debat sama kamu. Yuk Lari Lagi. -" ujar tiara dan ingin melangkahkan kakinya, namun tiba tiba langkahnya berhenti kala melihat didapanya ada sebuah rental yang menyewakan Beberap bua gowes berjajar dengan rapi.


Mata tiara terlihat hingar bingar menatap satu persatu sepeda pancal tersebut.


" Kenapa berhenti.? "


pertanyaan itu terlontar dari bibir Nico kala melihat istrinya berhenti dari langkahnya lalu ekor matanya mengikuti Arah mata Istrinya saat ini.


"Ayokkkkk. -------? ajak tiara


" Kemana sih.? "


" Naik Gowes, aku ingin Naik gowes. ----"ucap tiara dengan tatapan penuh harap.


"Yakin.? " tanya Nico. dan tiara pun mengangguk mantap.


" Nggak capek Lagi.? "


" Nggak kok, mau ya Ko, aku kepengen sekali naik Gowes. ------


Kini Gantian tiara menampilkan pupy eyesnya.


" Oke, tapi pakai sepedanya satu aja ya. ----?"


" Loh kenapa.? " tanya tiara bingung


" Nanti kamu aku bonceng didepan gimana.?" Nico mengerlingkan matanya


" Kok gitu, itu namanya bukan Olah raga dong." Tiara menyebikan bibirnya


" Ya sudah kalau nggak mau nggak usah.! "


Nico pura pura merajuk.


" Ih, nyebelin deh, itu mah cuma akal akalan kamu saja. -------"


" Ya udah Ayo cepatan.! "


" Kemana.? "


" Gowes Lah.! " gerutu Tiara...


" Aku yang bonceng ya.? "


" Iya bawel.......!!!! "


Dengan Langkah cepat Tiara mendahului nico untuk berjalan kearah tempat penyewaan sepedah gowes tersebut.


setelah itu akhirnya mereka berdua menyewa satu sepeda gowes dan seperti kesepakatan sebelumnya Tiara Duduk dibonceng didepan Nico yang sedang mengayuhkan sepedahnya.


"Mas, yang bener nih bawa sepedahnya.! " Gerutu tiara karena merasa geli Nico memboncengnya didepan sambil mengendus enduskan di tengkuk leher belakang tiara.


"Hemm, Kenapa.? "


" Geli tauk.! "


" Tapi aku suka. "


" Bahaya Mas, Nanti kalau nabrak orang gimana mana banyak banget anak kecil lagi malu.... "


" Biarin, Lagian Istri istri aku kenapa juga harus malu. " jawabnya cuek sambil terus mengendus endus tengkuk leher Tiara.


" Kamu itu susah banget sih dibilangin, udah deh kalau gitu aku aja yang goes. -----"


" Udah diem gak usah bawek, Mau nih aku cium disini depan orang banyak.? "


" Huh, selalu aja ngancem.! " tiara menyebikan bibirnya lalu tak banyak bicara Lagi membuat Nico menyeringai sambil mengayuhkan sepedahnya.


---------------


" Gimana senang nggak hari ini.? " tanya nico Usai balik dari Acara Gowesnya dan kini mereka sedang berlari lari kecil menuju komplek rumahnya.


" Senang sih senang tapi kurang puas, karena gak dibolehi gowes sendiri.! "


" Yah jangan gitu dong yank, aku kan gak mau kamu kecapekan, biar Dedek bayi yang diperut cepet jadinya Hehehehe. "

__ADS_1


Namun seketika raut wajah tiara berubah masam, dan berhenti tepat dihalaman Rumahnya. Nico yang menyadari ucapanya tersebut menjadi tak enak hati karena sudah membuat istrinya berubah muram dan sedih. Nico langsung meraih tangan istrinya dan menggenggam erat lagi.


" Maaf Yank, kalau. -------?"


" Nggak Apa apa.! " Potong tiara cepat lalu segera melepaskan tangannya dari genggaman Nico dan segera melangkah untuk masuk kedalam rumah, namun belum juga membuka pintu gerbang rumahnya tiba tiba Ada suara dibelakang mereka yang menghentikan langkah Nico dan juga Tiara.


" Kak Nico. --------?"


Suara Teriakan memanggil nama suaminya membuat Langkah tiara berhenti begitupun juga Nico, lalu mereka berdua menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang telah memanggil namanya tersebut.


Mata Nico menyipit kala melihat seorang gadis Cantik berambut panjang sedang tersenyum dan melambaikan tangannya. sedang berjalan menuju mereka berdua. Lalu kemudian


Blasss


Gadis cantik tersebut langsung menubrukan badanya ke tubuh Nico suaminya tersebut. membuat kedua bola mata Tiara terbelalak dan melotot, sedangkan Nico tersentak kaget saat Gadis tersebut memeluknya.


" Aku kangen banget sama kakak, kak Nico kemana aja Sih.? --------" Ujar gadis tersebut sambil mengeretakan pelukannya.


Nico pun menjadi tak nyaman karena Mendapat delikan tajam dari kedua mata istrinya tersebut lalu segera melepaskan pelukannya dan menatap aneh pada gadis yang tengah memeluknya dan tau namanya tersebut.


" Kamu siapa.? "


" Kakak Lupa sama aku.? " tanya balik gadis tersebut..


Nico pun jadi salah tingkah pasalnya dia benar benar bingung karena tidak mengingat siapa gadis cantik tersebut.


" Jahat Ih, masak nggak ngenalin sendiri adik kesayangan kakak, ----" Gadis itu menyebikan bibirnya


" Be beneran saya nggak ngerti maksudmu. -" Kini nico jadi glagapan takut sang istri salah paham dengannya.


" Aku Clau kak, Claudia, masa' kakak Lupa sih.! "gerutu gadis itu.


seketika Stimulus otak Nico langsung bekerja dan Tentu saja dia ternyata bisa mengingat gadis yang ada didepanya.


" Clau,? "


" Heem.! "


" Claudia teman nya Aliya si gadis kecil comelnya kakak dulu.? " Tanya Nico diiringi seulas senyum karena berhasil mengingat siapa gadis tersebut.


" Iya kak masa kakak lupa sih sama aku.? " Manja claudia dan beringsut menggelayut dilengan Nico.


" Kakak ingat sekarang, kakak pangling Clau sama kamu, terakhir kan kakak ketemu kamu masih SMP masih ingusan. ----" Ucap Nico sambil diiringi Tawanya.


" Ah kakak mah gitu, Yang diinget pas jeleknya aja, tapi sekarang aku cantik kan.? "


" Iya Cantik.! " Ucap Nico sambil mengusap puncak kepala Claudia dia Lupa kalau disebelahnya ada sepasang mata yang tengah menahan api cemburu yang sudah berkobar dan siap dimuntahkan. hahaha.


Ting...


Stimulus otak Nico langsung bekerja kala dia mengingat kalau dirinya sedang tidak sendirian, Nico langsung menoleh kearah istrinya yang terlihat kedua bola mata tiara sudah berkaca kaca. belum sempat Nico mengucapkan sepatah kata untuk menjelaskan kepada tiara namun istrinya tersebut Langsung pamit untuk masuk kedalam duluan meninggalkan suaminya yang tengah meringis dengan perasaan bersalah.


"Aku masuk Duluan Kalian bisa terusin Nostalgiannya.! "


Tanpa menunggu jawaban Tiara pun langsung membuka pintu gerbangnya dan Langsung masuk kedalam Rumah.


"Aduh mati aku, pasti Tiara salah paham dan marah besar ini.!" batin Nico sampek sampek dia tidak dengan kalau dari tadi Claudia memanggilnya.


" Kak, Kak Nico.? "


"Ya.!


"Kakak kenapa.?"


" Oh nggak apa apa Clau. " jawabnya gugup


" Terus kenapa kakak dari tadi diam saja, wanita tadi itu siapa kak.? "


" Dia Istriku,Udah Ya clau kakak masuk duluan lain kali lagi aja kita ngobrol Lagi.! "


Tanpa menunggu Jawaban dari claudia yang masih tengah berdiri mematung Akhirnya nico langsung masuk kedalam untuk menyusul istrinya.


sedangkan Claudia masih bergelut dalam pikirannya dan langsung pergi dari rumah nico.


" Jadi kak nico udah Nikah, Udah punya istri. "


Terlihat raut wajah gadis itu nampak muram sebelum akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumahnya lagi


_bersambung._


Hai gauys aku dah sempetin Up nih padahal Lagi agak Sibuk nemenin my baby.


Jangan Lupa kasih dukungannya ya. tekan Like dan kasih komennya. supaya aku tetap semangat Nulisnya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2