
Saat Ini Tiara sedang Menyirami Beberapa tanaman Bunga Bunga mawar yang Ada Di kebun Kecil miliknya letaknya berada disamping Rumah. Dengan Perut Yang Sudah membuncit Tiara Masih melakukan Aktivitasnya, Karena dia tidak ingin Malas malasan, karena Akan membuat Dirinya Semakin mengingat Suaminya yang tak kunjung Ada kabarnya.
Usia baby Vier kini Sudah Berjalan Satu tahun, dan sudah Bisa Berjalan meski masih tahap belajar Dan Berjalannya masih tertatih tatih.
Saat Ini Tiara tengah mengawasi baby vier sedang berlatih berjalan sama Auntynya Aliya dan Juga Anak sulungnya Cylla.
" Ayo Vier Cepat Lari kesini tangkap Aunty. " Ujar Aliya sambil melambai lambaikan tangannya supaya baby Berlari mengejarnya.
Bruuuuuuukk
Huaaaaaaa
Baby Vier pun Terjatuh dan menangis melihat baby Vier Terjatuh Tiara langsung meletakan Selang kran Air yang Tadi dia pakai untuk menyiram Tanamanya dan menghampiri Aliya bersama Cylla yang tengah menenangkan Baby Vier.
" Al kenapa vier.?! " tanya Tiara sambil berjongkok meraih tubuh Baby Vier
" Tadi Vier jatuh mbak tapi Nggak Apa ApA kok vier kan belajar Jalan, gak apa apa kan Vier.??!" Aliya sediikit takut jika kakak iparnya itu sehingga balik tanya pada baby vier yang masih menangis dalam dekapan Tiara.
" Sudah sudah nggak Apa Apa Aliya, mbak nggak marah kok sama kamu, Lagian Wajar namanya Anak kecil pasti Nangis kalau jatuh namanya juga Belajar Berjalan. " Ujar Tiara sambil menepuk nepuk bokong Vier yang mulai tenang Dalam dekapannya
" maafin Aliya ya mbak, aliya nggak Bisa Jagain baby Vier. " Ujar Aliya sambil menindukan Pandangannya karena merasa takut dan tak enak hati pada Tiara.
" Nggak Apa Apa Al, mbak tahu kamu tidak sengaja kok, lagian Vier juga sudah Tidak nangis lagi, vier kan Cowok jadi Pasti dia kuat ya kan sayang?! " Seru Tiara sambil beralih menatap Vier yang Sudah Men*tek Tiara yang sudah Tidak Bisa mengeluarkan Asi karena efek Hormon kehamilan. namun Baby Vier merasa Nyaman M*netek P*ting Milik tiara dan Memainkannya seoala olah masih ada setetes Asi disana.
Seakan mengerti Ucapan mamanya baby vier Menganggukan kepalanya.
" Ya sudah Ayo kita masuk Kedalam, Udah Mulai Sore. "
" Iya Mbak.! "
" Iya Mah.! "
Lalu mereka bertiga pun Masuk kedalam, Cylla mandi bantu oleh Aliya sedangkan Tiara Memandikan Baby Vier.
setelah Selesai mandi semuanya mereka Bertiga Melaksanakan kewajiban Sebagai seorang muslim menjalankan ibadah sholat magrib. sedangkan Aliya yang kebetulan sekarang sedang Halangan Hanya bisa Menemani baby Vier Yang sedang bermain diatas tempat tidur Tiara sedangkan Tiara dan Cylla pun Sholat tak jauh dari Mereka berdua.
Setelah mengucapkan Salam, Cylla Meraih punggung tangan milik mamanya.
" Kita mulai berdoa bersama ya Cylla. "
" Iya mah.! "
Lalu Tiara mulai menengadahkan Tanganya keatas dan memanjatkan sebuah doa dan diikuti Oleh Cylla.
*Ya Allah Yang Maha pemurah lagi maha pengasih, hamba mohon kasihanilah Hamba Yang Berlumur Dosa ini, Hamba tau Hamba bukan wanita Yang Baik bukan Wanita yang sempurna iman dan ketaqwaan hamba padamu tapi Hamba mohon dengan segala kemurahan Hati engkau, Hamba mohon pertemukan Hamba dengan Suami Hamba, ayah dari Anak anak Hamba, lindungilah beliau dimanapun dia berada selamatkanlah Dia, jika engkau menakdirkan Hamba beserta Anak Anak Hamba bertemu dengan suami hamba, maka Hamba pertemukannlah dengan Cara dan waktu yang Tepat, Hamba tau Engkau tidak akan menguji seorang Hambamu diluar batas kemumpuan Hamba, maka Hamba Mohon Kabulkan lah Hambamu ini. Amin Amin ya Robbalalamin. ~ tiara
Ya Allah Tolong selamatkan Daddy Nya Cylla vier dan Dede bayi yang Ada dikandungan mama. Cylla rindu sama daddy Ya Allah, Cylla mohon Pulangkan Daddy Cylla, Cylla janji tidak Akan Jadi Anak nakal dan bakal nurut sama daddy dan Juga mama, Cylla bener bener maksa nih ya Allah supaya Engkau mengembalikan Daddy Cylla kembali. Amin. ~ Cylla*.
Untaian Doa sudah terpanjatkan Oleh Kedua bibir Wanita Ibu dan Anak itu, semoga Doa doa mereka Terkabul dan bisa berkumpul kembali, bukankah Begit Harapab dari seorang istri Dan Anak Jika sedang kehilangan Sosok suami dan Ayah yang belum Tentu jelas keberadaanya semoga saja Ya. . ------------------->>>>>>
.
.
.
****
" Gimana sayang Kamu sudah siap.?! " Tanya Emira yang kini sedang Menatap Pantulan Diri Gilang Dibalik Cermin
Sosok Yang Rupawan dengan Tubuh Proposional dan sangat Atletis dengan Tubuh tegapnya. wajah Tampan Gilang Seakan Menyerap seluruh Tubuh Emira yang Kini masih mematung menatap punggung Gilang yang Sudah Rapi Terbalutkan Dengan Kemeja Putih dan Jas Warna Biru muda. Tubuh Gilang Terlihat Lebih kekar dan Nyaris sempurna.
Gilang Tersenyum melihat Emira yang Dibelakangnya menatap kagum dirinya lewat Pantulan Cermin didepannya.
Dengan Cepat Gilang membalikan Badannya. Hingga kini tubuhnya berhadapan Langsung dengan Emira
" Sayang Kamu tampan Sekali. " Seru Emira dengan tatapan takjub sambil mendekat kearah Nico dan Memegang Pipi Gilang.
Gilang Menggenggam Tangan Milik Emira yang Masih menempel di pipinya.
" Memang Dari dulu Kekasihmu Ini Sangat Tampan Emira, Apa kau baru sadar. " Ujar Gilang Dengan Kelakar Bercandannya.
" Ya sayang, maka Dari itu aku Tidak akan pernah membiarkan seseorang manapun merebut kekasihku yang Tampan Ini. "
" Aku mencintaimu Gilang. " Bisik Emira sambil berjinjit dan Membenamkan Bibirnya pada Gilang Lalu perlahan melum*t dan Mencium bibir Gilang Dengan Penuh Hasrar gelora yang membalas.
Gilang Memejamkan Kedua matanya, membiarkan Apa yang Dilakukan Wanita yang Kini Menjadi kekasihnya dan Sebentar Lagi akan Dia Lamar ini. tanpa membalas Ciuman Panas yang Diberikan Oleh Emira.
Hingga tiba tiba terlintas bayangan seorang Wanita Cantik berambut panjang berwarna kecoklatan tersenyum kepadanya. Nafas Gilang seakan memburu, entah karena Bayangan wanita itu atau karena Ciuaman panas yang Sedari tadi Diberikan oleh emira
Lalu.
" Sudah sayang, Kita sudah Hampir terlambat" Gilang mencoba melepaskan Tangan Emira yang Tadi mengalung Indah Dilehernya dan sedikit Mendorong Tubuh Emira untuk mengakhiri Ciuamanya.
" Kenapa sih sayang, aku masih ingin Menikmati bibirmu yang manis itu. " Gumam Mira dengan sedikit menahan kesal
Gilang Hanya meringis melihat tingkat Emira yang Begitu Napsuan Terhadapnya, entahlah wanita seperti apa Emira ini, Bahkan selama berhubung Badan pun selalu Emira yang memulai dan mengajaknya, Ya sebagai lelaki Normal, Gilang Pun tak Kuat Menahan Hasratnya Jika seorang Wanita dengan suka rela menyerahkan Tubuhnya.
" Lipstikmu Pudar Lhoh sayang, tuh Lihat nempel Dibibirku. " Kelakar Gilang sambil mengusap bibirnya yang masih tersisa bekas saliva Milik emira
__ADS_1
" Hmm iya iya, bentar Deh aku tambahain Lipsticknya. masa' Calon Suaminya tampan paripurna Sedangkan Wanitanya tampak kusut man nggak Cocok sayang. "
" Iya iya. terserah kamu deh sayang. " Timpal Gilang sambil menatap Mira yang kini berada didepan Cermin sambil. menambah warna bibir merah itu.
" Udah Yuk kita berangkat. " Ujar Mira lalu menggandeng tangan Gilang keluar dari kamarnya
Diruang tamu Mereka berdua berpamitan sama kakek Sigit.
" Kami berangkat Dulu ya kek, doakan semuanya Lancar. "
" Iya Cucuku Hati hati. !" jawab Kakek Sigit.
" Kami berangkat dulu kek. Assalamualaikum"
" walaikumsalam. "
Malam Ini Gilang yang Menyetir Mobilnya karena Memang dia sendiri yang meminta, nggak enak dilihat orang Masa yang nyetir harus ceweknya, lagian Gilang Rasa tubuhnya sudah Agak enakan, jadi dia mulai menyetir mobilnya pun pelan pelan.
Hingga Akhirnya mobil mereka sudah Tiba mendarat Dihalaman Luas Rumah milik kedua Orang Tua Emira.
" Yuk turun sayang? " ajak Emira saat melihat Gilang masih terdiam dan mengatur nafasnya entah Apa yang dia fikirkan saat ini.
" Sayang.? "
" Iya kenapa.?! " Gilang tersentak saat Emira memanggilnya kembali dan membuyarkan lamunanya
" Kok malah bengong sih, Yuk Turun. "
Gilang terlihat mengambil nafasnya dalam lalu ikut keluar Dari mobil bersama Emira.
sedari tadi tangan Gilang yang terkesan Dingin tidak lepas dari genggaman Emira
" Rileks ya sayang, gak usah gugup, Papa dan mamaku baik kok orangnya kamu nggak usah khawatir ya. " Seru mira dan Gilang pun menganggukan kepalanya
Lalu mereka pun berjalan dan Memencet bel rumah tersebut.
Ting tong ting tong
Ceklek Seorang Wanita Paruh baya pun Membuka pintu rumah tersebut yang tak lain adalak mbok ijah Pembantu rumah tangga dikeluarga Emira
" Eh non emira. "
" Malam mbok, papa sama mama ada mbok.?!"
" Ada Non, ayo masuk Non. "
" Yuk sayang " seru Emira lalu menggandeng tanga Gilang Untuk masuk kedalam Rumah dan Menuju Keruang tamu.
" Tidak usah mbok biar kami saja yang. Samperin papa sama mama, mereka ada dimana Mbok.?! "
" mereka ada Di ruang keluarga non. "
" oke baiklah kami akan kesana mbok, si mbok bisa lanjutkan "
" Baik Non simbok permisi dulu. "
" iya Mbok.! "
" Yuk sayang kita kesana, papa sama mamaku sudah menunggu kita. " Ujar Emira sambil menggandengan lengan Gilang dan mereka pun Pergi kearah Ruang keluarga dimana semua keluarga Mira berkumpul
Tap.
Tap
Tap
Suara Ketuka sepatu Heels milik Emira begitu menggema diiringi oleh suara Sepatu milik Gilang yang tidak menampilkan suara apapun mampu menyita Ketiga orang Disana Menoleh Kearahnya.
Ketiga Ekspresi Orang tersebut Terkejut Bukan Main Saat Melihat Kedatangan Emira dan Juga Gilang.
" Selamat Malam Papa mama kak Elang?! " Sapa Emira dengan Raut wajah Bahagianya
Ketiga Orang tersebut sampai Berdiri dari tempat Duduknya. sambil mata terbelalak. entah Ekspresi mereka sangat Kebingungan melihat kenyataan yang ads didepan mereka.
" Selamat Malam Om tante kak Elang. " Seru Gilang dengan menampilkan senyum ramahnya
NIKO. . . .!!!!!!
Ujar Mereka bersamaan, Senyum mengembang Dibibir Emira dan Gilang pun tiba tiba langsung menyurut saat Ketiga orang tersebut Memangiil nama Nico.
" Mira Apa maksudnya ini.?! " Ucap Papa bastian yang ternyata Papanya Mira
" Ya mira Hanya memenuhi permintaan Papa dan Mama Untuk bawa calon Suami mira datang kerumah pah mah. kalian kenapa sih kok malah tegang seperti itu.? " Tutur Emira tanpa ada rasa kecanggungan sama sekali
" APA.???!!!!! " Pekik papa bastian mama luna dan Elang bersamaan
" Ja jadi Pria yang kamu maksud Calon suami kamu ini Nak Nico Mira.?! " Ujar mama luna dengan sedikit Gugup
" Iya Ma pah, Gilang ini kekasih Mira, calon Suaminya Mira. "
__ADS_1
Plakkkkkkkk
" Pah. " Seru Mama luna saat Tiba tiba Suaminya menghampiri Putri bungsunya itu dan mendaratkan tamparan keras dipipi Mira.
" Salah mira apa Pah, kenapa papa menampar Mira. " Ujar Mira yang kini sudah Mulai menangis
" Papa tenangkan Emosimu pah, mira Anak kita pah. " Ujar Mama Luna menahan suaminya supaya tidak menampar emira lagi
" Bisa bisanya kamu mau bikin malu papa Mira, Bisa bisanya kamu menjalin Hubungan Dengan Pria beristri.? " Bentak papa bastian dengan emosi yang meletup letup
" Gilang Bukan pria beristri Pah dia masih Single. " Bantah Emira tak kalah kerasnya
" Dia Nico Mira Putra sahabat papah, kenapa kamu menutup matamu, apa kamu buta hah.?"
" Pah. "
" Tidak pah, dia gilang Bukan Nico. "
Plakkkkkkk
" Papah. " Seru Mama Luna melihat Suaminya mendaratkan tamparan lagi di pipi emira.
" Sampai matipun papa tidak akan merestui kalian, Papa tidak mau punya Anak Perusak Rumah tangga orang Mira. " Teriak Papa bastian
" Tapi Kami saling mencintai Om, dan Seperti yang Mira katakan kalau nama saya Gilang bukan Nico. "
Setelah beberapa saat Bungkam Akhirnya Gilang berani menyuarakan suaranya.
Papa bastian Menatap tajam pada pria yang menjadi Kekasih putrinys itu
" Kamu lebih pergi dari sini pulang ke rumahmu, Anak dan Istrimu jangan membuat Lelucon yang tidak tidak disini. " sentak papa Bastian menahan Amarah yang meletup letup
" Tapi om saya perlu bicara sama Anda, bahwa saya datang kesini dengan Niat baik untul melamar putri Anda Om. " Seru Gilang tak kalah menantang.
" Aku Bilang Pergi dari sini.! "
" Tapi Om. -----"
Elang yang sedari tadi sudah Mengepalkan tangannya dan menahan emosinya pun kini mulai bergerak lalu mencengkram Kerah baju Milik Gilang dan menyeretnya keluar Dari rumah
" Sini kamu ayo ikut aku. " Seru Elang sambil menyeret tubuh gilang dan mengajaknya keluar.
" Gilang. --------" teriak Emira
" Cepat bawa Emira masuk kedalam kamar mah. "
" Ayo sayang kita kekamar. " Mama Luna sedikit menarik putrinya untuk masuk kedalam kamar.
" Lepas sin mah lepas gilang, jangan tinggalin Aku. papa kejam. ".
Lalu dengan Cepat Mira dimasukan kedalam kamarnya dan dikunci dari luar oleh Mama luna dan Papa bastian.
lalu mereka menuju kedepan untuk melihat putranya dan juga Anak dari sahabatnya
BUGH.
satu bogeman Mentah mendarat Disudut Bibir gilang.
" Maksud Lo apa b*ngsat.!" Sentak Gilang yang tak terima apa yang Dilakukan elang
" Elo yang b*ngsat maksud Lo Apa, macarin Adek gua hah. mau cari mati Lo. "
BUGH
" Kini Giliran gilang yang Memukul balik Elang Hingga kedua emosi pria itu saling memanas.
" HENTIKAN.!! "
Teriakan Papa bastian mampu mengentikan pertikaian Antara Gilang Dan Elang.
" Security Cepat Usir pria ini dari rumah saya."
Titah Papa bastian Menyuruh petugas keamanannya untuk mengusir Gilang
Lalu kedua kedua Security itu menarik tubuh elang Untuk keluar Dari Gerbang rumah Papa bastian
" B*ngsat Lo semua Awas kalian Gua akan buat perhitungan Pada kalian. " Teriak Gilang saat sudah berada diluar gerbang Rumah papa bastian Sambil menendang Apapaun yang Ada disana, mulutnya tak berhenti mengumpat Keluarga papa bastian, seakan Harga dirinya kini diinjak injak oleh keluarga papa bastian Papanya Emira.
.
.
_bersambung. _
kira kira apa yang Akan terjadi selanjutnya.?
Author Update malam malam gini karena mungki selama tiga Hari kedepan Bakal jarang Update dulu ya dikarenakan Ada Urusan mendadak, tapi Insyaallah kalau ada waktu sedikit luang Author Usahain Bakal tetap Update.
Jangan Lupa dukung Author ya biar semangat Nulisnya.
__ADS_1
Happy Reading.