Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Hanya ingin menolongmu


__ADS_3

Entah Kenapa Malam Ini Tiara merasa Gelisah Tidak bisa Tidur, kedua matanya yang tadi sudah terpejam kini membuka kembali, Perutnya Seakan merasakan tendangan tendangan kecil oleh malaikat kecilnya.


tiara memang sengaja tidak ingin mengetahui Jenis Kelamin calon kedua buah Hatinya, sebelum Dia benar benar bisa bertemu sama suaminya, karena dia ingin bersama suaminya bisa melihat jenis kelamin Suaminya. meski kadang beberapa orang selalu mengatakan Supaya Dirinya bisa mengikhlaskan suaminya yang telah beberapa menghilang karena tragedi kecelakaan itu. tapi dia tetap bersikukuh punya keyakinan bahwa suaminya masih Hidup dan suatu saat pasti akan kembali.


Dilihatnya Jam Dinding Sudah menunjukan Pukul 10 malam. kedua Anaknya sudah tidur Terlelap disampingnya, Selama Ini memang tiara lebih memilih Tidur Dikamarnya Cylla dan Juga Javier.


kedua posisi tidur kedua Anaknya lucu lucu.


Baby Vier yang masih batita itu Dengan polosnya kakinya Bertumpu pada perut sang kakak sedangkan Kakak Cylla posisi tidurnya Dibawah Ketek sang Adik terkadang Juga kaki baby Vier Menimpahi kepala sang kakak.


dan sesekali Tiara membenarkan posisi tidur mereka berdua.


" Kamu laper Ya Nak, kok Nendang Nendang Perut mama. " Gumam Tiara seraya mengelus perutnya yang Sudah membuncit itu.


memang Tiara merasakan Tendangan Dari calon Buah hatinya tidak seperti Saat mengandung Vier, Dia sering merasaka Tendangan itu Lebih Keras dan Melebihi tendagan saat dulu mengandung baby Vier. namun tiara Tidak mau mengira ngira, Yang penting Kondisi calon Buah hatinya sehat sehat dan selamat sampai lahiran sudah sangat bersyukur.


Tiara Segera mengangkat tubuhnya dan menyibakan selimut tebal yang tadi menyelimutinya bersama Kedua Anaknya lalu menaikan selimut itu pada Tubuh mungil kedua Anaknya supaya menyelimuti tubuh mereka.


" Mama tinggal sebentar ya nak, Dede bayi nya Laper, kalian yang nyenyak ya tidurnya. " Tiara Mendaratkan kecupan Hangat Dikedua kening masing masing kedua Anaknya lalu beranjak Meninggalkan kamat tersebut.


Tiara pelan pelan Berjalanan Anak tangga dan berjalan Kearah Dapur untuk menemukan Makanan yang bisa dia makan Malam ini.


namun ternyata sayang Tidak Ada sisa makanan sama sekali Malam ini, Dia ingin sekali Membangunkan Tante Diana Namun Sungkan karena sudah mengganggu waktu istirahat Tante Diana, meski dia ingin sekali makan malam ini.


" Yach sayang makanannya Habis, Emm mama kok pengen sekali makan Ketoprak Ya dek, masih Buka nggak ya dek malam malam begini tukang penjual ketopraknya. " Gumam Tiara sambil mengelus perutnya yang Sangat Lapar.


" Sudahlah, Di berani beraniin aja ya Dek, mama Laper kamu juga pasti Laper, kita keluar cari makan Dideket Kompleks sini ya dek mudah mudahan Penjual ketopraknya masih Ada. " Lanjut Tiara lagi seakan berbicara dengan malaikat kecil yang sedang Dia kandung.


Lalu tiara bergegas masuk kedalam kamarnya dan mengambil jaket tebal Dan juga Dompet. entah kenapa demi menuruti rasa nyidamnya dia terpaksa nekat Untuk Keluar malam malam begini Dan hanya berjalan kaki.


Terlihat Kedua Scuritynya Sedang Tidak ada pos penjagaan mungkin sedang Mengelilingi Area yang Lain, tiara menggunakan kesempatan ini untuk keluar dari rumah dengan cara mengendap endap, jika ketahuan pasti Kedua Securitynya lapor pada tantenya dan dia tidak akan diijinkan untuk keluar berjalan malam malam sendirian.


Tiara menerjang Hawa Dingin malam ini yang serasa menusuk di bagian Tulang tulangnya, meski sudah Memakai Jaket tebal namun Tiara hanya menggunakan piyama Tidurnya dan hanya dilapisi jaket tersebut berutung Celana piyamanya itu panjang jadi bisa menutupi semua seluruh Tubuhnya.

__ADS_1


" Kok sepi Ya dek, padahal kan belum terlalu malam juga. " Gumam tiara sambil terus melangkahkan kakinya.


" Aduh dek mama Capek, kita duduk dulu ditaman ya Dek, siapa tau ada tukang penjual lewat disana, makan Apa aja ya dek yang penting kita malam ini makan. "


Lalu tiara mendaratkan Bokongnya Duduk disebuah Bangku taman sambil menguap karena Rasa kantuknya mulai menyerang, namun Suara perutnya masih berbunyi Karena merasa Lapar.


" Sabar bentar ya dek, kita tunggu sampai Tukang penjual makanannya lewat. "


Lalu tiba tiba


Huwaaaaaaaa


" Akkkkkkhhhhhhhhhhh. " Teriak Tiara saat melihat Sosok Hantu Pocong Tiba tiba Muncul Dari Belakangnya seketika itu pula tubuh Tiara langsung Lemas Dan pingsan.


" Waduh Pingsan. "


Ternyata Si pocong Jadi jadian. hahaha


" Mumpung Pingsan Gua ambil ah Dompetnya lumayan siapa tau ada uangnya. "


" Buset banyak banget nih uangnya, rejeki Nomplok ini, maap ye cantik, uangnya abang Ambil, baek baek ya tidur disini dadah. " ucap pocong jadi jadian itu setelah membawa kabur uang milik tiara, dia langsung kabur dan membiarkan Tiara tergeletak Di bangku Taman dengan Dompet yang sudah kosong mlompong.


Tap


Tap


terdengar Langkah seseorang Yang tengah berjalan sambil menendang beberapa ranting pohon dan dedauanan yang Jatuh di atas tanah


" Sial Harus kemana lagi aku malam malan ini, apa mungkin Aku harus kembali Ke rumah Kakek sigit,lalu Apa yang harus aku katakan padanya jika pulang tidak membawa emira. sial kenapa harus jadi kayak gini sih, sebenarnya siapa ssbenarnya diriku, apa yang dikatakan mereka itu benar kalau Sebenarnya nama ku itu Nico, tapi kata kakek sama mira namaku itu Gilang, meski Aku belum ingat betul siapa diriku, tapi Aku juga Harus percaya apa yang dikatakan Kakek sama mira. "


Gilang terus merancau tak jelas sambil berjalan menyusuri Taman kota itu lalu tiba tiba Pandangannya Teralihkan pada sosok wanita dengan perut Membuncit sedang tergeletak di bangku Taman dengan balutan Jaket Berwarna Ungu muda.


" Siapa itu, kenapa Ada wanita tidur Dibangku taman Malam malam begini, apa jangan jangan Hantu " Gumam Gilang dengan rasa penuh penasarannya dan Tanpa sadar kakinya mulai mendekat kearah wanita yang tergeletak Dibangku Taman tersebut.

__ADS_1


Deg


Jantung Gilang seketika berdegub kencang Saat Posisinya sudah Berhadapan tepat didepan Wanita tersebut.


" Siapa wanita ini, kenapa Dia Malam malam tidur disini, lalu mana suaminya kenapa tega sekali membiarkan wanita hamil keluar sendiri malam malam begini. " Gumam gilang sambil terus mengamati setiap inci wajah Wanita yang tak lain Adalah tiara


" Mbak bangun Mbak, Tidak baik malam malam tidur disini. " Gilang mencoba membangunkan Tiara yang masih tergeletak dibangku taman tersebut.


Tak mendapat respon dari sipemilik tubuh, Gilang Berusaha Mengecek tangan pembuluh nadi tiara.


" Masih Hidup, dan bernafaas Apa mungkin wanita ini pingsan. " Gumamnya lagi


" Kasihan sekali dia, terus aku harus bagaimana Cara buat nolong dia, Aku bahkan tidak tau Rumahnya, Arghh sial kenapa aku Harus bertemu dengan wanita ini sih, kalau Aku biarkan Dia tetap disini kasihan Juga, tapi kalau aku harus menolongnya aku harus bawa dia kemana. " Gilang Terus berdebat dalam hatinya ingin menolong tapi tidak tau tempat tinggal wanita itu tapi ingin Dia tinggal disini sendirian dia juga tidak tega mengingat wanita yang kini didepannya sedang Hamil besar.


Ting


Stimulus otak Gilang langsung Berfikir dan Tepat sekali dia mendapatkan ide, Dia akan membawa wanita hamil ini ke Rumah Kakek Sigit, tidak ada pilihan lain, pasti kakek sigit bisa memakluminya dan mau membantunya mengingat kakek sigit Dengan suka rela menolongnya waktu itu, dan untuk masalah Emira Dia juga akan menjelaskan semuanya.


Perlahan Gilang mengangkat tubuh wanita hamil tersebut lalu digendongnya. berjalan meninggalkan taman kota itu dan menuju pulang ke rumah kakek sigit.


" Maafkan aku karena sudah lancang membawamu pergi, aku tidak punya pilihan lain, aku hanya ingin menolongmu. "


.


.


.


_ Bersambung. _


Untuk sementara Update segini dulu ya gaes, Nanti malam kalau Sempat Author Update lagi.


semoga syuka.

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2