Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Kebohongan Rival


__ADS_3

Setelah Selesai makan siang tadi, Tiara Akhirnya pulang kerumahnya. dia sengaja tidak mengizinkan Nico untuk mampir masuk kedalam rumahnya, usai mengantarkannya didepan Gang kompleks rumahnya.


Karena bagaimana pun Tiara harua menjaga sikapnya mengingat baru saja Beberapa jam Lalu Dia resmi bercerai dari suaminya dan menyandang status baru menjadi seorang janda muda dengan Usia pernikahan yang sangat singkat itu, pasti akan menimbulkan Huru hara dilingkunganya. apa kata orang orang Jika tau dirinya diantara oleh seorang pria tampan dan bermobil mewah itu. pasti akan terjadi kasak kusuk mengenai tentang dirinya.


Dia tidak ingin membuatnya malu apa lagi membuat malu Tantenya keluarga satu satunya yang masih dimilikinya.


untuk itu dia memutuskan untuk turun didepan gang komplek rumahnya.


Untuk suasana didepan gang tidak terlalu ramai karena hari juga sudah sore pasti semua orang masih menjalankan aktivitasnya...


depan cepat dia bergegas untuk segera turun Dari mobil, sebelum segerombolan Emak emak PKK pada nongkrong ditempat biasa mereka bergunjing.


Hahahahaha maklumlah namanya tetangga mah Netijen Maha benar..!!!!


" Aku turun disini saja ya..! " Pinta Tiara


Arya segera melirik kaca sepion didepan melihat tuan muda dan calon nyonya mudanya yang duduk agak berjauhan


" Kenapa nona, Bukannya rumah nona masih agak jauh dan masuk kedalam Gang depan.? " tanya Arya dibalik kursi kemudi


" Nggak usah pak, eh om, eh tuan, eh salah gak sih aku panggilnya. "? ujar tiara yang gugup lantaran gak tau harus memanggil asisten Calon suaminya itu


Arya terkekeh dibalik kemudi, Lalu seketika terdiam saat tak sengaja mendapat lirikan tajam dari Nico dibalik kaca depannya.


" Panggil Arya saja Nona.! " Tukas Arya


Tiara pun menganggukan kepalanya. Lalu tiba tiba Nico angkat bicara yang membuat Tiara sedikit kesal. sedang Arya Hanya bisa menahan tawanya dibalik stir mobilnya.


" Manggil Asisten pribadi saya saja segugup itu, Tapi kalau manggil saya aja nggak ada canggung canggungnya Malah dengan enteng langsung panggil nama doang. " Ujar Nico tanpa mengalihkan pandangannya pada tiara yang duduk disampingnya


Dahi Tiara mengeryit kala mendengar ucapan Nico yang membuat dia memutar matanya jengah.


"Maunya apa sih nih bocah, " Gumam kecil tiara.


Namun karena kepekaan Indra pendengaran Nico Lebih tajam kali ya sontak membuat Nico beralih menatap tajam tiara.


"Ngomong apa kamu barusan.? " kata Nico dengan penuh penekanan.? " Kamu tadi bilang aku bocah.? " tanyanya dengan menyeringai.


Tiara Langsung bergidik ngeri dan beringsut dari tempat duduknya.


" Eh enggak kok enggak.? " jawab tiara.


Namun Nico Hanya diam dan menatap lekat lekat manik mata coklat tiara. " Gini gini meskipun kamu bilang aku bocah, tapi aku bisa membuatkanmu puluhan Bocah untukmu. " Goda Nico sambil tersenyum miring.


" Ngaco deh, Nglantur aja kalau ngomong. " Ketus Tiara dan kesal


" Hahahahahaha. " seketika gelak tawa Nico dan Arya saling bersautan membuat Tiara menatap malas mereka berdua.


" dasar Dua duanya Sinting..! " Cetus tiara.


Namun Tanpa disadari Nico sudah berhenti dari gelak tawanya, tapi tidak dengan Arya masih saja tertawa renyah tak sadar kalau tuan mudanya kini tengah menatap tajam kearah Arya, seketika itu juga Arya terbungkam mulutnya saat mendengar kata kata yang membuatnya bergidik ngeri dari mulut sang majikannya.


" kamu mau mati atau aku pecat.?"


suara penuh intimidasi seketika menyadarkan Arya dari gelak tawanya.


" Ampun tuan saya tidak mau dua duanya. " ujar Arya sambil menundukan kepalanya namun tetap fokus pada stirnya.


" Yang benar kalau menyetir mobil jangan cengengesan. " ujar Nico dengan dingin


" Siap Tuan.! "


Lalu tak Lama Tiara turun dari mobil Nico setelah Arya menepikan mobilnya.


" Ya sudah aku turun dulu ya kalian langsung balik saja.! " ucap Tiara sambil memegang gagang pintu mobil untuk dibukannya


" Baik nona. " Jawab Arya namun Nico hanya diam tak memberi tanggapan.


setelah itu Tiara lekas turun dari mobil dan mobil tersebut langsung pergi dari hadapan tiara. lalu tiara langsung bergegas masuk menuju rumahnya.


******

__ADS_1


" Bagaimana Ra, jadi kamu ketrima bekerja diperusahaan pak Nico.? " tanya melly tiba tiba saat Tiara masuk kedalam rumahnya


" Maksudnya.? " tanya tiara bingung dari ucapan melly.


" Iya tadi Asisten pak nico yang ganteng itu tiba tiba menghampiri aku dan juga tantw diana dia meminta ijin untuk membawamu pergi, katanya akan mengkomfirmasi ulang tentang Lamaran kerjamu beberapa waktu Lalu di perusahaanya. " Ujar Melly dengan penuh semangat.


oh jadi ini Alasan mereka berdua waktu meminta ijin tante diana dan melly, dasar pria mesum yang licik.


" Ra tiara, kamu kenapa.? kamu baik baik saja kan.? " tanya Melly bertubi tubi karena tiara hanya melamun dan diam mematung.


" Eh iya mel gimana.? "


Tiara tersentak dari lamunannya saat melly menepuk nepuk pundaknya


" kamu kenapa sih ra, gak diterima kerja disana.? " kamu ditolak kerja disana ra.? " tanya Melly dengan raut wajah sendu dan memelas.


Aduh aku harus ngomong apa ini, benar benar merepotkan sekali mereka.


Tiara berpikir keras supaya mendapat ide jawaban untuk menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


tiba tiba ponsel Tiara bergetar terdapat notifikasi pesan singkat dari nomor baru dan tidak dikenal.


/Maaf nona tadi kami lancang sudah bicara kalau nona ingin melamar diperusahaan kami, jika tante nona dan sahabat nona bertanya apa nona diterima kerja diperusahaan kami, katakan saja nona diterima bekerja diperusahaan kami, dan besok nona bisa datang kekantor untuk mulai bekerja. (Arya) /


begitulah pesan singkar dari nomor yang tidak dia kenal, yang ternyata Adalah Arya asisten pribadi Nico. sangat tepat sekali karena Tiara benar bingung butuh jawaban untuk menjawab pertanyaan melly.


" Ra. --


" Eh iya mell, kamu tenang saja, aku jadi diterima kok kerja di perusahaan itu. " Cetus Tiara seketika wajah melly menjadi sumringah karena dan senang.


" Sungguh Ra.? "


" Hu'um.!! "


Melly langsung memeluk tubuh Tiara dengan erat karena merasa bahagia akhirnya sahabatnya mendapat pekerjaan juga.


" Aku seneng banget ra kalau kamu diterima kerja diperusahaaj benefit itu, seenggaknya kamu bisa sedikit lupa oleh kesibukan kerjamu itu. " Ujar melly setelah melepaskan pelukannya.


" Udah mel udah gak usah dibahas terus.! "


" Tapi Ra. --


" Kenapa melly.? " tanya tiara


" Nanti kalau Ada Lowongan kerja disana kasih tau aku ya, siapa tau aku bisa diterima kerja disana. ?" Ujar melly


" Emm. " tiara nampak berfikir dengan diam


" Ayolah ra, aku kan juga ingin bekerja diperusahaan benefit seperti kamu, Lagian gak enak kalau kerja gak bareng sama kamu Ra pleass ya ra. " Rengek melly seperti seorang anak kecil yang meminta permen


" Iya mel iya. " serru Tiara lalu kembali merangkul pundak sahabatnya itu.


*****


Keesokan Harinya tiara sudah bersiap siap rapi lengkap dengan kemeja kerjanya. tiara memakai Kemeja polos warna navy pres body serta rok pensil warna hitam miliknya dan juga sepatu pantofel warna hitam yang tingginya 7 centi, menambah penampilan Tiara sangat sempurna dengan tubuh jenjangnya. Rambutnya dia sanggul rapi dengan menambahkan selur selur rambut hitamnya disamping kanan kiri wajah tiara, tak lupa juga dimemoles sedikit warna bibir berwarna pink nude, sehingga terkesan cantik Natural dengan menampilkan lekuk tubuh propsialnya.


" Wah kamu cantik banget ra,Pasti predir Nico bakal terpesona deh sama kamu, terus naksir deh sama kamu kayak yang ada di Tipi tipi drakor hehehe. " Celetuk Melly.


" Apaan sih mel kebanyakan nonton drakor deh kamu, jadinya kaya gini deh. -- " Cetus tiara


" Hahaha iya iya yasudah yuk berangkat, tapi sebelumnya aku kekantor dulu ya buat absen dan ijin masuk agak siangan. "


" Loh kenapa.! ?"tanya tiara heran


" Kan mau anterin kamu.! "


" Kan kamu bisa anterin aku dulu mel, baru kamu balik kekantormu. -


" Nggak bisa ra, aku harus nemenin kamu waktu interviuw, sekedar jaga jaga aja hehehe. " cengir Melly yang sebenarnya hanya alasan


" Hemm modus pasti ya kamu, palingan mau ikut karena ada yang pengen kamu lihat. " celetuk tiara.

__ADS_1


" Hehe itu tau. " saut Melly.


Lalu akhirnya Mereka berdua keluar dari kamar dan langsung menuju dapur untuk sarapan karena tante diana sudah menyiapkan sarapan mereka. setelah itu sarapan mereka langsung pamit kepada tante diana dan berangkat meluncur ke kantor Melly dulu tempat dimana dia bekerja dan bertemu dengan Rival mantan suaminya itu.


sebenarnya masih ada rasa was was dihati Tiara karena jujur sebenarnya tiara belum begitu siap untuk bertemu Rival saat inj secara status mereka juga sekarang sudah mantan suami istri. banyak sekali sepasang mata memperhatika Tiara yang kini tengah menunggu melly dilobi kantor. karena melly harus absen dulu dan meminta ijin di atasan divisinya.


samar samar terdengar beberapa selentingan membicarakan dirinya namun Tiara tetap acuh dan cuek. baginya dia tak perlu menanggapi mereka apalagi menutup mereka, karena itu tidak mungkin tiara sanggup menyumpal mulut beberapa karyawan yang sedari tadi mengguncingnya. toh dia hanya punya dua tangan yang terbatas tidak bisa menutup mulut mereka biar tuhan saja yang menutup mulut mereka toh tuhan juga tau yang sebenarnya.


Melly tergopoh gopoh menghampiri Tiara karena tepat jam10 tiara harus sampai diperusahaan Nico karena ada sesi tes wawancara interviuw.


" Udah Mel.? " tanya tiara.


"Udah Yuk..! " ajak melly pada tiara untuk keluar dari gedung kantornya.


namun Langkahnya tiba tiba berhenti kala melihat seorang pria tampan yang tak asing baginya dengan mesra menggandeng seorang wanita yang pernah dia lihat waktu didepan toilet tempat pengadilan kemaren.


seketika langsung pria itu berhenti dari langkahnya tepat didepan tiara bersama wanita yang kini tengah jadi kekasih satu satunya itu.


" Tiara......." Serru rival menatap takjub tiara dari atas sampai bawah menampilan tiara. membua wanita cantik disampingnya mendengus kesal.


Tiara hanya diam dan menatap pria yang telah menjadi mantan suaminya itu.


" Tiara, kamu kenapa ada disinj, dan--" Rival menggantungkan ucapannya lalu melirik tiara dari atas sampai bawah. " kamu mau kemana dengan berpakaian seperti ini.? " tanya rival


Dia benar benar cantik sekali.


memang seseorang akan terlihat lebih menarkk dikala kita sudah melepaskan dulu apa yang kita miliki namun semua itu terlambat karena nasi sudah berubah menjadi bubur.


" ehemm sayang, kita ngapain sih berdiri terus, kakiku pegel nih.!! " Rengek Freyya dengan manja dan bergelayutd dilengan Rival


Sontak membuat mata Tiara memerah dan memanas mendengar panggilan mesra dari wanita cantik dihadapanya terhadap mantan suami yang kini masih bertahta dihatinya itu.


tadi wanita panggil mas rival sayang, astaga kamu benar benar keterlaluan mas, tega teganya kamu membohongiku, baru saja kemarin pengadilan ketuk palu resmi perceraian kita tapi kamu dengan cepatnya menggandeng wanita lain dan secepat itu melupakanku.


Tiara tersenyum tipis menatap pria dan wanita yang sedang menunjukan sikap mesranya itu didepannya.


" Asal Lo tau ya, Gue ini kekasihnya Rival dan sebentar Lagi akan jadi Istrinya Rival menggantikan posisimu dan mengambil posisiku kembali sejak awal yang sudah kau Renggut itu. --" ujar Freyya dengan sinis


" Maksudnya.? "


tiara terperangah mendengar pengakuan Freyya barusan, bukan hanya tiara saja yang kaget rival pun kaget tak menyangka kalau freyya dengan frontal berkata seperti itu.


" Ya kami sudah berpacaran selama tiga tahun, Dan meskipun dulu Rival sempat menikah denganmu kami masih menjalin hubungan dengan baik, tentunya karena rival lebih mencintaiku dan memilihku daripada Kau. --" Ejek Freyya dengan menyeringai


" Freyya Cukup.!! " Sentak Rival. saat freyya sudah diluar batasnya


" Udah lah sayang gak perlu ada yang ditutupi lagi, lagian kan dia segara sudah jadi Mantan istri kamu, jadi dia biar dia sadar diri dan tidak cari perhatian kekamu. --


" Sudah freyy hentikan. -" potong Rival dengan cepat.


lalu Rival menatap Tiara yang kini matanya sudah berkaca kaca.


" Tiara, aku minta maaf.. -- " ujar Rival denga raut penuh penyesalan


" Tega kamu mas , Jahat banget sama aku mas. -" potong tiara lalu Lari meninggalkan Rival dan Freya yang berdiri disana.


Maafkan aku tiara maafkan aku


melly pun bergegas mengejar Tiara yang sudah berlali dilahan parkir dimana mobil melly terpakir. lalu dengan cepat Tiara masuk kedalam mobil melly. lalu melly menyusulnya dan duduk dikursi kemudi.


lalu segera pergi melesatkan mobilnya


.


.


-bersambung. _


**aku udah update panjang ya hari ini.


jangan Lupa kasih aku like dan koment serta vote nya jika suka.

__ADS_1


terimakasih**.


__ADS_2