
Setelah Mendapat kabar Dari kepolisian Tiara langsung Menghubungi Papa Ardan, Arya yang Semestinya mendapat Tugas Diluar kota karena Mendapat Proyek Dicabang Lain pun terpaksa Harus kembali ke jakarta karena mendapat kabar Bosnya mendapat musibah. itu sebabnya Nico pergi Hanya seorang Diri tanpa Ditemenani siapapun Termasuk sopir.
Hati Tiara Hancur Saat mengetahui Bahwa hingga saat Ini Tidak Ada Titik terang Tentang Penemuan Suaminya yang Dianggap jatuh kedalam sungai dan ikut terhanyut Oleh derasnya Arus sungai dan Hanya menyisakan Mobil yang Sedikit ringset bagian Depannya serta Meninggalkan sebuah Dompet dan ponsel Nico yang Tergeletak Ditepi Sungai saat Ada warga yang Menemukan Dan Menyerahkan Pada pihak yang berwajib guna untuk dijadikan Bukti.
" Bagaimana Pak, Apa Anak saya Sudah Ditemukan.?! " Tanya papa Ardan Pada seorang polisi yang berada Dilokasi kejadian.
sedangkan Tiara yang Sudah ditemani Tante Diana dan Melly pun berulangi kali jatuh Pinsan Karena tak kuasa mendengar Kabar Suaminya yang Masih belum bisa ditemukan.
" Untuk sementara kami masih Belum Dapat menemukan Korban, apakah Masih Hidup Atau Sudah meninggal, kami Dan tim SAR akan menyusuri Kawasan Sungai ini, dikar enakan Arus sungai ini sangat Deras Kami Harus Berhati hati dalam melakukan pencarian. "
Dengan Sisa tenaganya, pria paruh baya itu menarik Kerah Baju milik seorang Anggota polisi tersebut karena Merasa Geram dengan Polisi yang Terlihat Pergerakannya sangat Lambat.
" Tolong Cepat Cari Anak saya, Dan Pastikan Ketemu dalam keadaan Hidup hidup atau Sudah mati, Saya Akan membayar Berapapun Biaya operasionalnya yang Penting Anak saya bisa Segera Ditemukan.! " Seru Papa Ardan dengan Suara setengah berteriak karena Menahan Amarah.
" Sabar Tuan Sabar. " Arya mencoba menenangkan Tuan besarnya dan meminta maaf kepada pihak kepolisian Atas tindakan majikannya yang Diluar kendali.
------
Sudah Hampir Sebulan Lebih Tidak Ada kabar tentang Keadaan Nico dan keberadaanya. bahkan Tim SAR mulai perlahan menghentikan Pencariannya dan memilih Menggunakan Jalur media dengan menempelkan Beberapa Poster Poster Disetiap Jalan dan setiap Titik kejadian lokasi Tersebut, siapa tau Ada seseorang yang menemukan Nico dalam keadaan Hidup maupun tidak bernyawa Diharapkan segera menghubungi Pihak kepolisian Atau pihak keluarga.
Untuk Sementara Arya yang Mengurusi masalah perusahaan Dan Kini Nora yang Akan Dilantik untuk menggantikan posisi Nico Untuk sementara waktu.
Namun Nora sedikit menolak dan Malah melimpahkan semuanya pada Arya, sehingga kebersamaa Arya dan nora kerap kali membuat Aliya Adik bungsunya Cemburu melihat kedekatan Nora dan Arya.
" Untuk sementara waktu kamu saja Nora yang Menggantikan Posisi Nico diperusahaan Untuk Menggantikann kakakmu sementara. "
Titah papa Ardan pada anak perempuannya itu saat berada diruang kerjanya bersama Arya
" Tapi pah, kenapa mesti Nora sih, Nora masih Menikmati Pekerjaan Nora sebagai Model. "
Brakk
" Diam, papah sudah papa tidak bisa Dibantah Nora, sekali papa katakan Harus maka kamu harus menerima perintah Papah. " ucap papa Ardan dengan tegas.
sedangkan Nora memutar bola matanya jengah, ini semua gara Gara saudara kembarnya yang Hilang itu, kalau saja Nico tidak Hilang dalam kecelakaan itu pasti papanya tidak akan menyuruhnya untuk mengurus perusahaan, sungguh hal inilah yang Paling di benci Nora selama ini, dia lebih suka Berkecimpung Di dunia entertainment dari pada harus menjadi seorang wanita pembisnis.
" Selalu saja memaksakan kehendak, sama aja seperti Nico " Gerutu Nora
" Kamu bilang Apa.?! "
" Enggak papa Nora tadi Cuma bercanda. " Jawab Nora sambil meringis
Papa Ardan Melirik sekilas Kearah Arya yang sedari tadi Diam mematung Disebelah Nora
sambil berdiri
" Bagaimana? Apa sudah Ada perkembangan tentang kabar putraku.?! "
Arya beralih menatap Tuan besarnya itu dan menggelengkan kepalanya.
" Sampai saat ini masih belum ada tuan, tapi Saya sudah Mengerahkan Anak buah saya untuk tetap mencari keberadaan Tuan muda. dan Kami juga sudah Menyuruh Tim SAR untuk tetap menyusuri sungai itu, namun sampai saat ini masih belum ada titik terang Tentang keberadaan Tuan muda. "
" Ya Tuhan, Dimana Putraku, Tolong selamatkan Putraku dimanapun dia berada. " Gumam Papa Ardan diliputi wajah Kesedihannya
__ADS_1
Entah kenapa melihat wajah papanya yang Berubah penuh kesedihan itu membuat Hati Nora menjadi Ngilu, Jujur Disaat seperti ini dia merasa merindukan Saudara kembarnya Itu, meskipun Nora dan Nico tidak pernah Akur dan Karena masalah kesalahfahaman Cinta mereka berdua saling Berjauhan dan saling membenci, Nora bukannya membenci saudara kembarnya itu, namun dia merasa kesal saat Nico dengan terang terangan Menolak dan menentang pertunangannya dengan Elang hanya karena Elang sudah pernah membawa kabur istrinya, itu yang membuat Nora semakin membenci tiara dan ikut juga membenci saudara kembarnya itu.
" Ko, sebenarnya kamu kemana sih, kamu nggak kasihan sama Putramu, sama istrimu mereka mencemaskan Keberadaanmu, kembalilah ko, mereka sangat merindukanmu, begitupun Juga Aku papa dan Aliya, kami merindukanmu Nico. " Batin Nora
" Nora. -----?"
" Ya pah. "
Nora tersentak dari lamunannya dan menatap papanya dengan tatapan sendu.
" Papa ingin kamu segera menikah. "
" Apa MENIKAH. " Teriak Nora Akan keterkejutannya .
Papa Ardan mengangkat Alisnya dan sedikit menyatu. " Kenapa berteriak seperti itu.?! "
" Ya Nora kaget Saja kenapa tiba tiba Menyuruh Nora menikah, emangnya papa pikir Nikah itu gampang apa. " Cetus Nora dengan bibir mencebik.
" Ya gampang Gampang saja, kamu tinggal Menjalaninya kok Susah."
" Iya terus Masalahnya Nora harus nikah sama siapa pah sejak Nico Menentang pertunangan Nora sama Elang, Nora tidak pernah Menjalin hubungan sama siapapun pah, jadi jangan Aneh Aneh deh. " Timpal Nora dengan raut wajah kesalnya.
Papa Ardan melirik sekilas Arya.
" Papah Sudah Menemukan Sosok pria yang Tepat untuk menikahimu. "
" Hah.?! "
" Maksud papa, Papa mau jodohin Nora.?! "
" Lebih tepatnya begitu. dan papa pikir papa sudah menemukan seseorang yang Tepat Itu"
" Siapa pah.?! "
Papa Ardan Melirik Arya lewat Ekor matanya dan seketika Nora mengikuti Arah mata dari papanya itu
" Maksud papa. -------?"
" ARYA. Dia pria yang Tepat Untuk menikah denganmu. " Ucap Papa Ardan dengan Tegas
" APA. ----------?!" Pekik Nora dan Arya bersamaan
Lalu
Pyarrrr
Suara Nampan Yang Berisi Tiga cangkir Gelas Itu Tiba tiba jatuh kelantai, saat Seorang gadis Cantik yang Baru saja memasuki Ruang Kerja Papa Ardan Mendengar Pembicaraan mereka bertiga.
" Aliya kenapa Nak.?! " Seru papa Ardan dan menghampiri Putrinya yang masih Terdiam
" maaf pah, Aliya nggak sengaja, Aliya Tadi niatnya mau nganterin Minuman ke ruangan papa, tapi Aliya nggak sengaja jatuhin nampannya. " Cicit Aliya sambil menahan Air matanya supaya tidak jatuh sekarang juga
" ya sudah Tidak Apa apa biar nanti Mbok Inem yang Beresin semuanya. "
__ADS_1
" Makasih pah, Aliya balik kekamar dulu. "
" Iya nak. "
Lalu Aliya pun keluar dari Ruang kerja papa Ardan dan kembali kekamarnya dengan Isak tangis yang Sudah Dia tahan sedari tadi
kenapa papa jahat sekali, tega sekali mau Jodohin Kak nora sama kak arya, hiks hiks hiks.
----------
Disisi lain Tiara masih saja Berdiam diri dikamarnya sama sekali tidak mau menyentuh makanan itu. bahkan Susu Prenagen Khusus ibu hamil pun tidak disentuhnya juga. berulang kali Melly membujuknya namun sama sekali tiara tidak mau Memakan makanannya, Tubuhnya semakin kurus sedang Perutnya juga sudah Sedikit Agak membuncit namun tetap Samar dan belum jelas kelihatan mengingat usia kandungannya baru genap Dua bulan.
" Ra, Ayo makan Dulu, kasian Bayi yang Ada diperutmu ra, mereka butuh Asupan Gizi. " Tutur Melly Sambil membawa Sepiring makanan ditanganya membujuk tiara untuk mau makan
Tiara Hanya menggelengkan Kepalanya lagi, Air matanya begitu saja Lolos dipipi putihnya lagi. " Aku tidak Napsu makan Mel, aku hanya ingin Suamiku disini. " Lirihnya dengan Deraian Airmata
" Ra, kamu nggak bisa Begini terus ra, kalau kamu sakit, Kasian Anak Anak kamu Ra, kamu nggak kasian sama Cylla baby Vier dan juga Calon Anak kamu ra, Mereka butuh mamanya saat ini. " sebetulnya Melly Merasa khawatir Akan keadaan Tiara seperti ini takut Kondisi psikisnya terganggu lagi, namun Ternyata Tiara Cukup kuat Dia masih tetap Tahap normalnya meskipun Hatinya sedang Rapuh seperti ini
" Aku Hanya butuh Suamiku saat ini mell, aku yakin Kalau Nico masih Hidup, Aku hanya ingin suamiku Kembali pulang Mel, aku sangat merindukannya. hiks hiks hiks. kamu ngerti nggak sih maksud aku. "
Tiara kembali dengan isak tangisnya, Mengingat Hormon Ibu hamil sangat Muda Sensitive Melly mencoba memahami Ucapan Sahabatnya itu.
Melly Mendekap Tubuh tiara dan memeluknya memberi kekuatan sekaligus menenangkan sahabatnya yang sekarang sedang kacau seperti ini.
" Sabar Ra, Gue yakin Pasti Allah Melindungi suamimu berada, Lo Harus tetap kuat dan Sehat demi Anak Anak Lo, kalau Nanti Lo sakit yang Ada Lo bakal nggak bisa ikut cari Papanya Anak anak Lo." Melly Mencoba sekuat Tenaga membujuk Tiara
Tiara melepaskan pelukannya dan menatap Melly dengan tatapan Mata penuh Mengiba.
" Janji ya mel, nanti bantu Aku cari Nico kembali. "
" Iya tiara, tapi kamu sekarang Harus makan Dulu ya biar kamu Sehat dan Ada tenaga buat Cari suamimu lagi. "
" Iya mell, thanks ya Kamu memang Sahabatku yang Paling Bisa mengerti aku "
ucap Tiara dengan mata berkaca kaca
Melly pun tersenyum ." Iya Bumil cantikku, kamu harus kuat Ra, Anak dan Suamimu Butuh kamu saat ini. yuk makan dulu. "
Lalu setelah sekian lama Akhirnya Melly berhasil membujuk Bumil itu untuk makan dan Tiara pun perlahan mulai menyuapkan sendok makanannya kedalam mulutnya meskipun dia sama sekali tidak selera dan Susah untuk menelan makanan tersebut namun Dia tetap berusaha keras Untuk Memasukan Makanannya kedalam perutnya yang Sudah beberapa hari tidak makan nasi karena terus meratapi kepergian suaminya.
.
.
.
.
Semoga saja Nico tetap bisa Diselamatkan dalam keadaan Selamat. . .
_ Bersambung._
Happy Reading.
__ADS_1