Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Bertemu kembali.


__ADS_3

Hai saya balik lagi ini ya.........!!!!!!!


Cekidot.


\=>>>>>


Nico mengalihkan pandangnya Kala Sella berusaha menggodanya. Mata elangnya melirik sella dengan tatapan dingin dan membunuh.


Sedangkan sella terus mendekatkan tubuhnya sambil meliuk liuk berjalan menghampiri Nico yang kini tengah berdiri didepanya.


" Sayang, Ayo Kita nikmati Malam panjang ini berdua. -----" desahnya. sambil menyentuh rahang kokoh Nico


Dengan kasar Nico menyentak tangan Sella dan mencengkramnya erat sambil sedikit memlintirnya hingga menggaduh kesakitan namun tetap dengan nada Desahan yang keluar dari mulut Sella.


"Euhhhhmm sakit baby, oh my good. " Rancau Sella.


" Dasar ****** murahan, aku tidak sudi disentuh wanita kotor sepertimu. ---" sentak Nico sambil menepis kasar tangan Sella.


sella pun Akhirnya terpental diatas ranjang.


" Oh baby kau kasar sekali. tapi aku suka itu. --


" Hentikan omong kosongmu itu, Cepat pakai bajumu atau kau akan malu jika aku mendobrak pintu kamarmu yang sialan ini.!! "


Suara bariton Nico membuat Nyali Sella menciut. "sial, dia benar benar tidak mudah untuk digoda, oke kali ini aku akan mengalah aku akan coba cara lain. " batin Sella lalu berlalu mengambil bajunya dan langsung mengenakannya kembali.


" Aku benar benar kecewa sama kamu sell, kamu bukan sella yang ku kenal dulu lagi. --"


Namun belum sampai Nico mendobrak pintu kamar sella tiba tiba sella sudah membuka pintunya akhirnya nico pergi dari rumah Sella.


----------------


Sudah Satu bulan dari kejadian itu membuat nico menutup rapat rapat tentang Kejadian dimana akan dijebak Oleh sella namun nico enggan menceritakan pada Tiara karena dia tidak ingin membuat tiara khaawatir dan cemas.


Pagi ini Tiara berencana akan memeriksakan kandunganya untuk mengencek apakah Rahimnya akan baik saja,sekalian Nico juga mau Tiara untuk mengikuti program Hamil.


" Gimana udah Siap.? " tanya Nico sambil mengambil kunci mobil yang terletak diatas nakasnya


" Ayo. "


Tiara dan Nico sudah memasuk mobil Nico segera membukakan pintu mobil bagian depan samping kemudi. setelah itu nico dibagian kemudi.tak lama kemudian Nico langsung melesatkan mobilnya kerumah sakit RS. WIJAYA. milik alm kakeknya.


Nico dan Tiara kini tengah menunggu Di ruang Tunggu Di poli khusus kandungan. sambil menunggu dokter Obygin untuk datang dinas.


tak lama kemudian seorang suster memanggil namanya karena kini tiba giliranya untuk masuk berkonsultasi


" Ny. Mutiara Azzalika. ----"


Nico dan tiara langsung bangkit dari duduknya.


" Saya suster.? " Ucap tiara


" Silahkan Ny tiara, sudah di tunggu didalam sama Dokter Mira. --"


Sengaja Nico memilih Dokter kandungan perempuan, karena ya begitulah Nico dia tidak akan membiarkan pria lain melihat tubuh istrinya meskipun itu seorang tenaga medis sekalipun.


Tiara ditemani Nico masuk kedalam ruangan Dokter mira. dokter mira pun langsung mempersilahkan untuk duduk dan segera memeriksa Tiara maupun nico.


setelah melakukaj beberapa test akhirnya Tiara dan Nico dinyatakan dalam kondisi baik. Hanya saja mungkin faktor kelelahan atau kecapekan yang bisa membuat tubuhnya kurag stamina atau kurang Vit. dan perlu menjaga kebuguran tubuh masing masing. bahkan Rahimnya Tiara pun dinyatakan Subur.


" Bapak dan ibu hanya perlu vitamin saja, nanti saya akan memberikan resepnya, " ujar Dokter


" Jadi Kondisi kami dalam keadaan sama sama subur dok.? "


pertanya nico mendapat cubitan kecil dari sang istri karena sedikit frontal


" Benar bapak ibu, kemungkinan besar ibu bisa mengandung, hamil Lagi, mungkin hanya faktor kelelahan saja, dan perlu istirahat yang cukup. -"


Jangan ditanya kenapa dokter berkata seperti itu, karena sebelumnya tiara sama Dokter kalau dia pernah hamil dan mengalami keguguran lalu dikiret, Nico pun tak masalah tiara mengatakan hal itu karena nico memang tau betul masalalu tiara dan tidak ada yang perlu diitutupin lagi

__ADS_1


" Ini pak resepnya, tolong ditebus di apotik ya, saya juga sudah mencantumkan Resep untuk promilnya disitu, mohon dikonsumsi secara teratur ya.? "


" Baik dok terimakasih, kalau begitu kami pamit permisi dulu. ---"


" sama sama ibu pak. "


" Mari dok?"


" Iya mari silakan bu bapak.! "


Setelah itu Tiara dan Nico keluar dari ruangan dokter tersebut, dan bergegas untuk keluar. namun langkahnya terhenti saat melihat seorang yang tak asing baginya sedang duduk diatas kursi roda dengan cairan Infus yang menggantung diatasnya sedang didorong oleh Mantan suaminya.


" Mas Rival. ----?"


" Tiara. --"


Seru mereka berbarengan membuat nico mendongakan kepalanya setelah tadi menatap layar ponselnya.


" Mama sarah. "


Seketika itu pula mama sarah langsung memalingkan mukanya kala Tiara menyerukan namanya. namun Tiara malah mendekat kearahnya diikuti oleh langkah Nico dibelekangnya.


" Akhirnya kita bisa bertemu Lagi tiara.? "


Ucapan Rival tak membuat tiara mengindahkannya, tiara hanya mengulas senyum saja lalu ganti menyapa mantan mama mertuanyaa itu.


" assalamualaikun, ma. mama sarah apa kabar.? "


Tiara ingin meraih punggung tangan wanita paruh baya itu namun mantan mama mertuanya itu langsung menyentakan tangannya dan memalingkan mukanya.


"sepertinya mama sarah masih marah dan sangat membenciku. " batin tiara


" Ma, mama jangan seperti itu dong, niat tiara kan baik bertanya kabar mama. " ujar Rival mengingatkan mamanya


" Mama tidak sudi melihatnya.! " tegas Mama sarah.


" nggak apa apa mas, Mama sarah saya minta maaf Kalau. --------?


" Saya bukan mama kamu jadi berhenti memanggilku mama saya tidak sudi mendengar ucapan mama keluar dari bibir busuk kamu itu.! "


" Cukup Tante, Anda benar benar kelewatan.! "


Kali ini Nico sudah mulai angkat bicara, dia tidak terima Wanita yang ada didepannya itu membentak istrinya...


" Sayang Udah, -----"


Ucapan Tiara terdengar ingin menenangkan suaminya, sebenarnya Nico senang mendengar tiara memanggilnya sayang tapi kalau disaat seperti ini buat nico sudah indah lagi didengar.


" Biarin Ra biar orang tua ini tau semua kebusukan Anaknya.! "


" Mas, -----?"


Kedua Netra Hitam milik Rival terlihat menajam seketika melihat orang yang dia benci mencoba membuat masalah lagi dengannya.


" Apa maksudmu mengatakan seperti itu kepada anak saya.? "


Kini perkataan mama sarah diliputi dengan hawa dingin dan tatapan menyelidik, membuat Rival semakin tidak karuan fikirannya.


" sayang aku mohon jangan Lakukan itu.? " Pinta tiara dengan mengiba.


" aku sudah tidak perduli lagi Ra, wanita tua ini sudah benar benar merendahkamu. ---


" Jaga Ucapanmu, sopan santun sedikit sama orang tua.! " Rival menyentak tak terima.


Nico menatap Rival dengan sinis dan pandangan Remeh.


"kenapa Anda takut kalau kebusukan anda bakal terbongkar, Ingan Tuan Rival, kamu sendiri dan istrimu yang tidak tau diri itu sudah berani mencari masalah denganku dan juga istriku. " Nico menarik tubuh istrinya supaya lebih mendekat kearahnya. " Maka aki tidak akan segan segan untuk membalas perbuatan kalian. ------"


Sudah demi apapun Tiara sudah mulai panik, takut suaminya akan memberitahu semua kepada mantan mertuanya itu, dia yakin jika mantan. mertuanya tahu yang sebenarya maka akan dipastikan kondisi wanita parah baya itu akan pingsan.

__ADS_1


" Nico Ayo kita pergi dari sini. ------"


" Tidak akan, !"


"Ayolah sayang aku dah laper. "


Nico tak memperdulikan ucapan istriya malah tubuhnya ini semakin berdiri didepan mama sarah sambil meletakan telapak kanannya didalam kantong celananya.


" Nyonya nyonya, seharusnya Anda bisa siapa yang Berhati busuk disini antara Istriku atau putramu. " ucapan Nico terdengar angkuh dan dingin


" Apa maksudmu.? "


Kini ucapan itu terlontar dari mama Sarah.


" Putramu Lah yang berhati busuk disini, --"


" Maksudnya,? Tolong yanh Jelas.! " Ujar mama sarah emosi.


" Sayanh Udah ayo kita pulang.? "


Tiara mencoba menyentak pelan tangan tiara lalu dia mengitari kedua ibu dan anak itu bergantian, sedang Rival kini mimik mukanya sudah pucat pasi tamatlah sudah riwayatnya.


" Ayo ma kita pergi. --" Seru rivao mengajak mamanya pergi dan perlahan mendorong kursi roda mamanya.


" Bentar dulu Val, mama ingin tau maksud dari pria yang sudah merebut istrimu.!"


" Sorry Tante Bukan saya yang merebut istri anak tante dari tangan putra anda, Namun. --"


Nico sedikit menjeda ucapanya dan melirik bergantian kearah Tiara dan juga rival yang sedikit menegang mukanya.


" Putra Anda sendiri yang menjual Istrinya kepada saya Untuk melunasi Hutang Hutangnya. "


Jedarrrrrrr.


Bagai disambar Petir disiang bolong,betapa terkejutnya mantan mama mertuanya mendengar kenyataan yang sebenarnya.


" Apa.??????? " pekik mama sarah sambil memegangi dadanya yang tiba tiba sesak. mengingat perusahaan Rival anaknya sekarang sudah bangrut dan punya hutang dimana mana.


Lalu tiba tiba Pandangannya mulai buram dan gelam, akhirnya Mama sarah jatuh pingsan diatas kursi rodanya


" Ma, mama bangun ma. --?"


Rival berusaha membangunkan mamanyak yang tengah pingsan tersebut.


Lalu kini tatapan tajamnya kembali mengarah pria yang sudah menghancurkan perusaahaannya yang hancur lebur dan telah merebut istrinya tiara tersebut. tanpa basa basi lagi Rival langsung mendaratkan pukulanya diwajah Nico hingga membuatnya kaget karena tak siap mendapat serangan dari rival.


Bug.


"BANGS*T.....!!!!"


Umpat Nico dan sudah mengambil ancang ancang untuk balik memberi pukulan pada rival namun seketika itu pula Tiara menghalau tubuh Nico.


" STOP..!!!!! "


.


.


.


_ bersambung. _


Mohon maaf ya, kalau Ceritanya terlalu berbelit belit, karena author tidak bisa meneruti keinginan para readers karena nanti bisa beda jalan ceritanya dari sudut pandang author.


mohon bersabar, Karena Author akan berusaha menyuguhkan tulisan sesuai imajinanasi author sendiri dalam imajinasi author.


Jangan Lupa kasih dukunganya ya. .biar Author tetep semangat nulisnya.


- Terimakasih .!

__ADS_1


__ADS_2