Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Berjuang Untuk kembali bersama.


__ADS_3

Saat ini Nico bersama Anak Anaknya tengah berada disebuah Makam Umum untuk berziarah pada Ke empat makam yang Berjejer berdekatan sekaligus setelah.makam tersebut Adalah makam milik Ketiga orang dewasa dan satunya lagi merupakan sebuah makam Kecil yang Berjejer Tepat disebelah Makam yang Nisannya bertuliskan.


Alika Ralisya Arisman.


lalu


disusul nama


Ardan Narendra Wijaya, dan setelah itu nama


Claudia Berjejer disebelah makam papanya.


jadi makam papanya nico diapit oleh makam mamanya dan istri sirinya.


Namun Mata kedua bola mata Anaknya itu menangkap Sosok Makam mungil yang Juga Terlihat sangat Rapi terawat tepat disebelah makam Mendiang Neneknya karena Nico memang sudah menceritakan pada kedua anaknya sebelum tiba dipemakaman, bahwa Akan berkunjung dan berziarah Ke makam Nenek dan papanya vier juga Mama dan papanya Cylla.


Kedua Anak itu nampaknya tampak biasa Menatap pusaran Kecil itu yang tepat Disisi makam milik neneknya namun Rasa keinginannya kembali muncul untuk menanyakan Makam Kecil siapa yang bersebelahan dengan makam neneknya


" Pah.?! " Cicit Vier yang mulai mengungkao rasa penasarannya terlebih dulu sedangkan Cylla masih fokus pada makan mama kandung dan papa kandungnya itu


" Iya Vier kenapa.?! "


" Nanti setelah ini jadi kan Gantian Kunjungi Makam Dedek Anisa dan Dedek Azizah. " Tanya Vier pada papanya tentang kunjungan Makam. pada Kedua Alm adik kembarnya yang sudah Tiada 5 tahun Lalu.


" Iya sayang bentar lagi kita ke makam Dedek nisa dan dedek Zizah ya. "


Ujar Nico pada Putranya.


Ya Kedua Bayi kembarnya yang Meninggal usai dilahirkan oleh Mantan Istrinya itu dia beri nama Anisa dan Azizah.


Nico bahkan Sering sekali berziara ke makam Kedua putri kembar pertamanya itu tanpa sepengetahuan Tiara.


" Pah."


" Ya sayang.? "


" Boleh vier tanya lagi.?! "


" Boleh mau tanya Apa hm.!"


" Makam yang disebelah Oma Alika itu makam siapa ya pah kok kecil.?" Cicit Vier dengan Rasa penasarannya.


Nico terkekeh mendapat pertanyaan serius dari Anaknya itu.


" Itu makam Dedek Bayinya Oma alika waktu Papa sebelum lahir sayang. " Ujarnya dengan lembut


" Maksudnya pah.?! " Kening Vier Berubah Serius belum bisa mencerna ucapan sang papa


" begini Vier, Waktu Papa belum lahir dari perut Oma, Oma sempat punya dedek bayi yang Akhirnya meninggal dunia setelah dedek bayinya lahir sama seperti dede bayi Nisa dan Zizah, adiknya Bang vier dan Kakak Cylla. "


Nico dengan pelan pelan memberikan pengertian pada Kedua Anaknya itu.


" Jadi Dedek bayi itu Kakaknya papa ya pa.?! " tanya Vier


" Pintar Anak Cerdas.! " Timpal Nico sambil mengacak rambut Lebat Milik Vier yang Gennya langsung menurun dari Dirinya


" Aku juga cerdas Lo pah Bukan Vier saja. " Saut Cylla dengan Air muka Sedikit cemberut. memang Anak gadisnya ini Punya sekali sifat kecemburan Yang tinggi jika merasa Kedua mama papanya lebih memuji kepandaian adik laki laki nya itu.


Namun Tiara selalu berpesan pada Nico untuk tetap tidak. membeda beda kan Kasih sayang Diantara kedua anaknya, untuk itu Sebabnya Nico Selalu bisa Bersikap Adil pada Kedua Anak anaknya tersebut meskipun masih ada helaan nafas Panjang yang kadang Membuat Kening Nico mengkerut berlipat Lipat. Namun Dia Tetap belajar menjadi Papa yang buat Untuk Anak Anaknya, meskipun Kedua Anak anaknya tidak mendapatkan Kasih sayang Penuh Didalam Suatu Hubungan satu Keluarga namun Nico berusaha keras untuk memberi yang terbaik untuk Anak anaknya.


" Iya Dong Anak gadis nya papa juga tak kalah Cerdas dari Jagoan kecil papa ini. " Nico memeluk erat kedua Anaknya itu sesekali memberi kecupan kecupan Hangat Pada Kedua anaknya secara bergantian


" Iya Dong siapa dulu mamanya. Mama Tiara." Seru Cylla dan Vier dengan bangga. membuat Suasana Hati Nico menghangat Dan Sekaligus perih karena disatu sisi kedua Anaknya saling. membanggakan mamanya namun disatu sisi Dia tidak belum bisa kembali meraih Hati wanita yang menjadi Ibu dari Anak anaknya.


" Pinter. Yasudah yuk kita ke makam dede nisa dan dedek zizah. " Ajak Nico sambil Berdiri dari Duduknya tadi


" Oke pah. "


Lalu mereka bertiga pun Beranjak dari tempat pemakaman itu dan beralih menghampiri tempat pemakaman Sikembar yang masih Satu TPU tersebut.


.


.


"Tenang Ra, kamu harus rileks. " sesekali Elang milirik wajah Tiara yang nampak gugup dan Gusar karena Hari ini Tiara akan menyatakan perasaanya pada Nico mantan suaminya itu, bahwa dirinya selama ini masih sangat. mencintai mantan suaminya itu dan berniat Untuk menerima Ajakan Rujuk kembali.


" Aku takut Terlambat Lang. Kamu tadi pagi dengar sendiri kan Apa kata Nico tadi, aku takut Nico akan benar benar meninggalkan Hidupku. apalagi Dia sekarang Membawa Anak Anak, aku takut Terjadi sesuatu sama mereka. " Ujar Tiara dengan Gugup


" Tenang Ra, kamu harus yakin bahwa mereka Akan baik saja. " Timpal Elang yang masih tetap fokus pada kemudinya


" Semoga saja semoga Saja Allah melindungi mereka. . " Gumamnya sambil memanjatkan Doa untuk keselamatan Nico dan kedua Anaknya itu.


"Beruntung sekali Nico, mendapatkan Cinta yang sangat Luar biasa Dari Tiara, andai saja waktu berpihak padaku terlebih dulu aku pasti akan bersyukur mendapatkan wanita seperti tiara. ah sudahlah aku harus hilangkan Pikiran kotorku ini, aku akan jauh lebih bahagia jika melihat wanita yang Aku cintai ini bahagia dengan pilihannya, Aku berharap Nico tidak pernah Menyia nyiakan Tiara kembali, semoga kau bahagia Ra, biar aku bunuh rasaku ini perlahan padamu, demi Hanya ingin. melihatmu bahagia bersamanya. " batin elang dengan sejuta Unek unek nya.


"Coba deh Kamu telpon Arya Siapa tau dia mengerti posisi Nico dan Kedua Anak Anakmu. " Nasehat Elang


" iya, kenapa Aku sampai tidak kepikiran seperti Itu ya. bodoh sekali Aku. " Gumam Tiara dengan diiringi Meringis kecil karna tidak Berfikiran Sampai kesana dia malah sibuk dengan kecemasan yang dia ciptakan sendiri


" Ya Begitulah ra, kadang Cinta mampu mengalahkan Akal dan Fikirannya sendiri, Sampai sampai Kakaku yang Anggun dan Cantik ini sampek segitunya ngebucinin Mantan sahabatku yang selama ini menjadi sainganku selama ini. " Cibir Elang dengan sedikit menggoda Tiara


" Apaan sih kamu Lang, gak usah Godain Aku Gitu deh. " Seru Tiara dengan bibir mencebik


membuat Elang semakin Bersemangat untuk menggoda Tiara


" Cie yang jadi Bucin Akut tapi telat. ----" Ledek Elang membuat tiara semakin Kesal karena Elang Terus menggodanya


" Jadi nggak nih Aku telpon Arya, dari tadi Godain melulu Ih. sebel. " Ucap tiara dengan bibir mencebik


" Iya iya Gitu aja ngambek nanti Makin Tua lo kakakku tersayang yang paling Cantik. " Ujar Elang dengan Kekehanya


Tiara langsung Mendelikan Matanya saat dirasa Sambungan Teleponnya Sudah tersambung pada Asisten sekaligus Adik ipar dari mantan Suaminya itu membuat Elang Diam sejenak dan kembali fokus pada menyetirnya.


" Assalamualaikum Arya. "


[" Iya Walaikum salam Nona muda, ada yang bisa Saya bantu.?! " ]


" Emm gini aku aku aku mau tanyakl kira kira kamu Tau nggak kemana Nico membawa Anak anak pergi. " Ujar Tiara dengan gugup sudah Dipastikan Dirinya sekarang lagi menahan malu karena untuk Pertama kalinya Tiara menanyakan keberadaan Mantan Suaminya kembali setelah perceraiannya Lima tahun yang Lalu.


Elang pun mengulas senyum jahilnya membuat tiara jadi semaki salah tingkah karena tak kunjung mendapatkan jawaban sari Arya sedang Berada diseberang sana


"A Arya Gi gimana? " tanyanya dengan gugup dan mengulang pertanyaan karena Arya tak kunjung memberikan Jawaban pada tiara


[" Gimana apanya nona.?! "]


Sungguh menyebalkan Arya malah Balik tanya, membuat Tiara menggeram kesal Karena Adik ipar mantan suaminya kini terdengar ikut menggodanya dari seberang sana


" Udah Deh, nggak usah Main. main Arya, aku serius Aku hanya menghawatirkan anak anakku saja. " Timpal Tiara dengan. menggeram karena pura pura berbohong Mengatakan bahwa Khawatir pada kedua anaknya tanpa memperdulikan Mantan suaminya.

__ADS_1


Namun Tiara kembali dibuat Kesal karena Arya tiba tiba tidak membalas pertanyaanya kembali.


" Aku tidak mau peduli Pada bosmu itu, yang Aku ingin tau dimana Nico membawa pergi Kedua Anakku Arya. " Tiara. mendesak Arya supaya Segera memberi Jawaban Atas pertanyaannya.


" Bohong tuh bohong Dianya Gengsi, padahal mah Yang dikhawatirin Mah Papanya Anak anak, takut kehilangan Si doi bucin akut tapi telat dia. " Cibir Elang Yang tiba tiba menyaut ikut pembicaraan Tiara dan elang membuat tiara reflek mencubit bahu Kanan elang dengan kesal. membuat Elang menggaduh pura pura kesakitan


" Woy woy sakit tau Kak, kalau mau Cubit sama yang Bersangkutan saja nanti, jangan aku yang jadi sasaran empukmu. " Goda elang. dengan tersenyum puas menggoda Wanita yang kini. statusnya menjadi kakak tirinya itu


" Diam...! Aku marah nih. " Sentak Tiara sambil mengerucutkan Bibirnya membuat elang semakin Terkekeh meledek tiara yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


namun sayup sayup Tiara mendengar suara yang tidak Asing baginya dan beberpa Celotehan Suara Anak anak dengan cekikikan


*Bagaimana Tuan..


Lakukan Apa yang Aku perintahkan tadi*


baik Tuan


" Hallo Arya kamu lagi ngomong sama siapa sih Halo? Dimana Cylla dan Vier, cepat kasih tau dimana mereka arya. " tiara terus memberbardir pertanyaan Pada Arya dengan tidak sabaran


[" Sabar Nona, jika Anda Ingin Bertemu Tuan muda Nico kembali maka Nona Harus Datang ke bandara, sekarang juga karena mungkin Ini Akam menjadi Pertemuan Terakhir kalinya Anda bertemu Dengan Tuan muda. "]


Sontak membuat Kedua bola mata tiara membulat sempurna mendengar Ucapan Arya, Dadanya seakan Sesak Dan sakit mungkinkah Dia terlambat Menyesali semuanya


Hingga nico benar benar Memutuskan untuk Menepati kata katanya tadi pagi barusan Yang Akan Memilih pergi dari hidupnya dan juga kedua Anak anaknya


" Ja jadi Ni nico akan membawa pergi Anak Anak.? " Tanya Tiara dengan gugup


[" Bukan Nona, Tuan muda Nico Hanya akan pergi sendiri ke suatu tempat Yang tidak bisa lagi mengganggu nona dan Juga Anak anak nona, Tuan muda Akan pergi keluar Negri kembali dan menetap disana. Nona jangan khawatir Tuan Muda Kecil Vier dan dan nona muda Kecil Cylla aman disini, mereka sedang menunggu kedatangan nona kembali. "]


[" Halo mah, mama cepetan kesini Ya sebentar Lagi Papa pesawat papa Akan take off mama, buruan kesini. "]


suara itu Cuitan dari Anak perempuanya dengan Cepat tiara langsung mengiyakan Ucapan Anak perempuannya itu


" Oke sayang mama akan segera nyusul kesana, Cylla dengerin mama ya, Cylla jangan panik, mama akan segera kesana. "


" Assalamualaikum Cylla. mama tutup telponnya ya"


[" Walaikum salam."]


Tutttttt Sangking paniknya Tiara langsung mematikan telponnya dan menyuruh elang untuk segera menuju Airport sekarang juga


" Aku rasa yang panik itu bukan Anakmu Ra, tapi kamu sendiri yang Paniknya setengah mati. " Seulas senyum.jahil tersungging dari sudut Bibir Milik Elang untuk menggoda Tiara kembali


" Udah ah diem. nggak usah Bawel sekarang Juga kita ke bandara Lang. "


" Siap Ndoro Ratu. "Balas Elang dengan Senyum menggodanya membuar tiara Mengerucutkan Bibirnya karena sedari tadi Adik tirinya itu Menggodanya.


Lalu Elang pun Melesatkan kendaraannya menuju Bandara


.


.


.


.


Langkah kaki Tiara melebar saat Melihat kedua anaknya sedang melambaikan Tangannya pada Pesawat yang Sudah mulai take Off meninggalkan landasan Untuk terbang dari area parkir pesawat itu.


Ya karena karena Mobil elang sempat Terjebak macet Ketika akan Menuju ke bandara membuatnya sedikit terlambat


Tiara tidak. memperdulikan seruan Elang dan terus melangkahkan kakinya mendekat menghampiri kedua Anaknya dengan Wajah Yang terlihat sedih itu


" sayang... " Desah Tiara sambil meraih tubuh kedua Anaknya yang kini sudah tepar didepannya


" Papa sudah pergi ma, papa sudah Ninggalin kita jauh. huuuu huuuu. " Tangis Javir dan Cylla pun pecah membuat tiara semakin bersalah.


" Maafin mama Sayang, mama Terlambat maafkan.. mama." Sambil memeluk Erat Kedua Anaknya melainkan bukan hanya untuk. menenangkan Kedua anaknya melainkan menguatkan Hatinya yang Kecewa Karena kepergian mantan dari suaminya itu


" Maaf nyonya tadi tuan Nico berpesan Agar Nyonya Bisa Merawat anak anak dengan Baik, dan besar kemungkinan Tuan nico tidak akan pernah kembali Ke negara ini lagi beliau akan menetap. di London untuk selama selamanya, beliau bilang Ini semua demi kepe tingan.bersama ,namun tuan Nico tidak akan lempas tanggung jawab pada Nona dan Anak anak. " Ujar Arya


Namun Tiara masih tidak menghiraukan Ucapan Arya dan masih terisak memeluk Kedua Anaknya. hatinya saat ini Hancur lututnya seakan lemas Mendengar kenyataan Bahwa dia tidak akan bisa bertemu dengan Pria yang Menjadi pemilik hatinya sampai saat ini, pria yang senantiasa selalu dia sebut dalam Doanya dalam sepertiga malamnya dan seusai habis sholat.


Kini dia benar benar sudah Terlambat dan Harus ikhlas menerima kehilangan Nico Untul selama lamanya.


ya terkadang Kita baru terlambat menyadari jika seseorang yang sangat berarti pergi dari Hidup kita


" Tuan Nico Juga sudah mewariskan beberapa Aset pada Nona dan Juga Tuan muda Mecil javier Di perusahaanya. Rumah mobil apartemen dan beberapa anak perusahaan semua sudah Diwariskan Atas nama nona sebagai wakil Sebelum Tuan muda kecil menempati Kursi kepemimpinan pada saat Usia Matang Dan dewasa kelak. untuk itu nona nanti Harus Ikut saya kekantor untuk. menandangani Pengalihan Harta warisan itu.. "


Tiara pun berdiri dari Jongkoknya tadi lalu menatap Arya dengan tatapan penuh mengiba dan memelas dan Tidak dapat terbaca Itu


" Bisakah kau menyuruhnya kembali untuk tidak Pergi.?!" Ujar Tiara dengan Suara Lirihnya yang Hampir nyaris Tidak terdengar karena Masih dalam isakan tangisnya


" Maksud nona...?!" Alis Arya pun Menyatu Keningnya pun sudah berlipat lipat menatap Ekspresi tiara yang tidak bisa terbaca itu


" Aku tidak butuh Hartanya Arya, aku butuh Sosok kehadirannya sebagai pelengkap hidupku bersama anak anak. .!"


Arya pun menarik seulas sudut bibirnya yang nyaris tidak terlihat Itu


"Apa itu tandanya Nona menginginkan Tuan Nico kembalo nona.??!" Tanya Arya dengan mengulum senyumnya dan menahan tawanya supaya tidak pecah seketika itu pula


" Ya aku menyesal, karena terlambat menyadari Perasaanku, Jika Aku masih sangat Mencintainya, mencintai seorang Nico wijaya." Ujar Tiara dengan suara lirihnya


" Tapi sayang Nona semua sudah Terlambat, tuan Nico sudah pergi Dan tidak akan kembali lagi disini.! " Tutur Arya dengan suara penuh Keseriusan


membuat Tubuh tiara kembali Lemas, dia memejamkan matanya kembali,buliran bening kembali keluar dipelupuk kedua matanya lagi dan. membanjari Kedua pipi putih mulusnya yang terbalut dengan Hijab Berwarna Cokelat muda itu


" Maafkan Aku mas, aku masih mencintaimu, maafkan aku Nico maafkan Aku. " Gumamnya disertai suara lirihnya


lalu tiba tiba Ada Sapuan Tangan lembut Yang mengusap Airmata yang jatuh di kedua pipinya itu membuat tiara tersontak kaget dan. membelalakan matanya saat mendapati siapa sosok yang berani menyentuj pipinya dengan lembut


" Jadi mamanya Anak Anak masih mencintai Papanya Anak anak, dan Takut kehilangan Papanya Anak Anak.?! "


Suara berat itu berasal dari pria yang berhasil meluluhlantahkan Hati tiara saat ini, siapa lagi Kalau bukan Sang mantan suami berondongnya itu yang tak lain dan tak bukan Adalah NICO WIJAYA.


Pria yang masih dengan setia bertahta dihatinya saat ini.dengan memberengut kesal Tiara langsung Memukul mukul kecil dada bidang milik. mantan suaminya itu


apa lagi melihat Mimik wajah mantan Suaminya yang terkesan setengah Jahil dan Tersenyum menggoda itu membuatnya semakin kesal dan. mengerucutkan Bibirnya


" Kamu bohongin aku.?! "


" Sayang.! "


" Kamu mainini Aku.?!"


" Tiara.!"

__ADS_1


" Tega kamu ya, aku benci sama kamu Nico. "


" mamanya anak anak.! "


" Nggak Lucu, kamu bener bener tega Mainin perasaanku, aku Muak sama kamu. " Seru Tiara lalu dengan cepat membalikan badannya ,namun Dengan Cepat Nico memanggil tiara kembali yang nyaris Akan pergi dan Segera menahannya itu


membuat Tiara berbalik menghadap Nico kembali yang kini masih menahannya supaya tidak pergi


" Kamu tahu aku tidak bisa menyentuhmu lagi untukmu menahanmu lagi disini Ra, aku hanya ingin menjaga Marwahmu Supaya tidak mengotori dengan tanganku. " Seru Nico dengan menatap manik Mata Tiara sangat dalam


" Mas.??! "


" Aku tidak ingin menyentuhmu kembali jika kamu belum halal bagiku lagi untukku Ra, walaupun Menyentuhmu dengan seujung kuku pun aku tidak ingin melakukan kesalahanku kembali yang Akan membuatmu tambah semakin membenciku Ra. " Ucapnya dengan wajah sendu


" Mas Aku. ----?"


" Aku ingin menghalalkanmu lagi Ra. Maukah kamu Menikah denganku Lagi.?! "


Air mata Tiara sudah Meleleh kembali. Lalu dengan Perlahan Tiara menganggukan kepalanya. sontak semua orang disana tersenyum bahagia.


termasuk kehadiran Mama Luna Papa bastian tante Diana ,mutia, Melly, Aliya dan juga Nora Saudara kembar Nico


Tenyata Nico dan Keluarganya bersama keluarga Tiara tanpa sepengatahuan Tiara termasuk elang pun juga sudah tau Rencana Awal Nico.


" Jadi gimana Diterima nih lamaran nak Nico.?!" Goda mama Luna


" Tante. " Tiara menundukan Kepalanya karena merasa malu


" Jadi kalian semua sudah bersekongkol dengan Pria ini.?! "ujar Tiara sambil menunjuk Nico yang kini. masih berusaha. menampilkan Senyum paksanya karena maasih berharap cemas Mendapat jawaban dari tiara


" Maafkan mama ya Nak, mama jadi ikut ikutan membohongi kamu, karena ini semua memang Idenya Nak nico dan Adik tirimu elang. "sontak. membuat tiara. melototkan Kedua bola matanya pada elang yang hanya terkekeh menampilkan Wajah tidak bersalahnya.


karena waktu Pertama kali Elang syok Mengetahui Kenyataan yang sebenarnya Dia memutuskan Untuk pergi sejenak dan menenangkan pikirannya lalu memberitahu semua pada Nico tentang apa yang sedang terjadi antara dirinya dengan Tiara sebelum memutuskan Kembali Kerumah dan. melancarkan awalnya bersama Nico


" Tiara, Mulai sekarang tolong panggil tante mama ya nak.?! " Tutur Mama luna sambil membelai pipi tiara dengan lembut


" I iya tante, eh mama, maafin tiara karena tadi masih terlalu syok. mendengar kenyataan yang sebeneranya ini. " Cicit tiara dengan wajah sendunya


" Mama ngerti sayang, kalau begitu Ayo cepat Jemput kebahagianmu lagi nak. "


Tiara pun beralih menatap Nico yang kini Sudah Berlutut Dihadapan Tiara dan sambil membuka kotak beludru berwarna Merah dan memperlihat Cicin putih berlian yang sangat Mewah dengan Beberapa hiasan kecil mutiara yang sangat Elegant itu


" Aku tau Aku bukan kekasih pertamamu atau cinta pertamamu tapi Aku tulus ingin menjadi yang terakhir bagimu, wahai Ibu dari Anak anakku, mau kah kamu Menikah denganku kembali. "


Hening


" Aku sunggug sangat Mencintamu Mutiara Azzalika Menikahlah denganku kembali ku mohon. ." Lanjut Nico lagi sambil tetap berlutut membawa Kotak beludru itu


" Terima. "


" Terima "


" Terima "


Suara Teriakan Riuh itu Bukan hanya dari orang terdekat Tiara dan nico saja namun beberapa pengunjung juga mengabadikan momen langka Dan. membahagian Bagi kedua Insan yang Sedang Meraih Keberkahan Dari Allah untul menunju pada Gerbang Mahligai Pernikahan itu


dan dengan Lantang dan mantap Akhirnya Tiara menerima Lamaran kembali dari sang pujaan hatinya itu


" Ya Aku bersedia menikah denganmu lagi mas. . ."


Alhamdulilahhhhhhhhhhhhhh


" SAH. ." Ujar Elang dengan Lantang membuat Semua orang mendelik kearahnya lalu tawa mereka pun pecah bersamaan antara haru dan senang


" Heh. Mereka itu Belum nikah main bilang sah sah Aja gundulmu. " Cetus Melly Dengan Mencubit Lengan Elang Dengan Bar bar


" heh sakit tau, dasar Cewek bar bar. " Ketus Elang menatap tak suka melly


sedangkan yang lainya pun menggelengkan kepalanya dan beralih fokus pada Tiara dan Nico kembali


" Nico.? " Suara itu dari Om bastian tepatnya papa bastisn papa sambung Tiara saat ini


" Ya Om. "


Om bastian Menepuk punggung calon menantunya itu


" Kamu tau kan, kalau om ini sekarang sudah Menjadi Papanya tiara. ?"Ada hawa hawa mengintimadasi yang nico rasakan saat om bastian mulai berseru


" Om minta, Mulai sekarang kamu memanggil dengan Sebutan papa, dan Om minta secepatnya Kamu menikahi Putri Om kembali, om tidak ingin kamu Menyakiti putri putri om kembali, kamu tahu kan konsekuensinya jika itu Terjadi.?! " Ancam papa Bastian dengan diselingi nada candaanya


" Iya Om saya mengerti itu, saya bersedia menikahi putri kembali. " Tutur Nico dengan Lantang dan tegas


Lalu beralih menatap Tiara kembali


" Saya Akan menikahi Tiara kembali malam ini juga. . .! "


jawab Lantang Nico membuat Semua orang terkejut Dan.membelalakan kedua matanya


" Mutiara, mari kita berjuang kembali untuk bersama ya aku janji aku menjadikan satu satunya wanita terakhir dalam hidupku. . "


lalu Tiarapun. mengangguka kepalanya dan mengiyakan Ucapan Nico.


.


.


.


_ Bersambung. _


Puas Puasin ya ngebacanya. .


masih ada satu bab lagi untuk ending dan beberapa Ekstra part sebelum cerita tamat ya


jangan lupa mampir kekaryaku yang satunya lagi yang bakal aku lanjutin setelah


GLM(Goresan luka mutiara) ini tamat


Hadir dan Baca Cerita author yang berjudul


Si Cupu penakluk Hati


dan juga


aku bukan Anak Haram


semoga syuka

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2