
" Apa maksudnya ini Dok.? "
Kini pertanyaan itu keluar dari mulut dendy pria yang Sudah merawat Tiara selama ini.
Lalu setelah melalu perdebatan sengit itu Akhirnya Dokter Ibra Mengajak Kedua pria itu masuk kedalam Ruangannya untuk menjelaskan Duduk Perkaranya.
Sedangkan Bayi mungil yang Sudah Di Adzani Nico tadi Diserahkan lagi oleh seorang perawat Untuk Dimandikan dan membersihkan Sisa sisa darah yang masih menempel si tubuh mungil sang bayi.
Bi Asih dan Dendy Tercengang dan membulatkan matanya kala mengetahui wanita yang sudah Enam bulan terakhir dirawatnya ini ternyata Adalah Istri dari seorang Pengusaha Muda yang terkenal Seasia ini bahkan memasuki Jajaran Orang Konglomerat Seantero Dinegara ini.
Hiiiihihihi Auhtor Ngehalu dikit nggak apa apa kan. 😊😊😊😊😊😊
Nampak Senyum Merekah dan Mengembang penuh kemenangan Dari Nico saat mendapati Pria yang kini sedang berhadapan tengah menunduk Lesu menandakan ketidak berdayaanny.sedangkan Bi Asih terlihat menepuk nepuk punggung Dendy supaya bisa menerima dengan ikhlas dan lapang dada.
" Sabar nak Dendy, kamu harus Ikhlas. "Begitulah ucapan yang keluar dari bibir wanita paruh baya itu.
Terlihat Kedua Mata dendy berair dan berkaca kaca mengetahui kenyataan pahit ini. Dia harus mau menerima Dan menelan pil pahit ini bahwa Wanita yang selama ini dia Rawat ternyata Masih berstatus istri orang, dan kali ini dia Harus menyerahkan wanita itu kembali, wanita yang sudah berhasil menaklukan Hatinya dan membuatnya jatuh cinta.
pupus sudah Harapanya untuk menjadikan Wanita yang memiliki Nama Asli mutiara itu untuk menjadi istrinya.
Sungguh Dalam hal ini Dendy harus bisa bersabar dan menerima semua ini dengan hati ikhlas dan lapang dada.
" Ja jadi apa benar Dok, kalau Pria ini suaminya indah.? " Tanya Dendy sambil menahan rasa sakit yang menjalar di Dadanya dia tetap kekeh dan lupa bahwa Wanita yang Dia panggil Dengan Nama indah itu punya Nama Asli yaitu Mutiara.
" Namanya Mutiara Bukan Indah.! " Sentak nico tak terima dan mengepalkan tangannya
" Terserah saya mau memanggilnya dengan sebutan nama apa, itu urusanku bukan urusan Anda.! "
" Jelas itu menjadi Urusanku karena Dia Istriku, jadi Kau tak berhak Mengubah Nama istriku seenak jidad anda. "
Terlihat Nico dan Dendy saling beradu mulut dan saling menatap dengan sengit satu sama lain. membuat Ketiga orang lainya disana menggelengkan kepalanya melihat Dua pria yang sedang mempeributkan satu orang wanita.
" Sabar Tuan. "
" Sabar nak dendy. "
Arya dan Juga Bi Asih berupaya untuk menenangkan kedua Pria yang kini tengah diselimuti Hati yang panas itu sedangkan Dokter Ibra kini pun sudah mulai angkat bicara.
" Bisakan Kalian berdua Bersikap Lebih dewasa dan mengesampingkan Ego kalian, karena Masih Ada hal penting yang Harus Kalian ketahui. Karena saya tidak bisa menyampaikan jika kalian masih saja bersitegang seperti ini. "
Sebuah Ultimatum dari dokter Ibra membuat kedua pria berparas tampat beda usia itu beralih menatap Dokter Ibra untuk meminta sebuah penjelasan Apa maksud dari perkataan Dokter ibra.
" Maksud Dokter.? " tanya Nico dan Dendy bersamaan. membuat Dokter Ibra tersenyum miring.
" Kalian Ini rupanya sangat kompak, Cocok Juga Kalau kalian Menjadi Adik kakak, betulkan Tuan Arya dan juga Nyonya Asih.? " Tanya Dokter Ibra menggoda Nico dan Dendy supaya mencairkan Hati mereka yang mulai memanas.
Arya terkekeh mendengar ucapan dokter Ibra sedangkan Bi Asih tersenyum tipis menanggapi Candaan dari dokter Ibra.
Lain halnya dengan Nico dan Dendy terlihat nampak tak terima dan saling melemparkan tatapan sengit pada 3 Pasang yang kini tengah menertawakan mereka berdua.
" Maaf maaf tuan muda tuan muda, saya Hanya bercanda Mohon jangan Diambil Hati. "
__ADS_1
Nico dan Dendy tetap menatap tajam kearah dokter Ibra yang kini sudah mulai menetralkan lagi suaranya.
" Ehm, Apa saya sudah bisa menyampaikan perihal penting lagi lainnya. "
Dokter Ibra berdehem dan mulai melanjutkan lagi bicaranya
" Jangan Basa basi Dok cepat Katakan, saya Tidak punya Banyak waktu untuk meladeni Pria Cecunguk ini. " Sentak Nico sambil melirik tajam kearah Dendy dengan Tatapan tajam kearah dendy.
" Cuuih, kau pikir saya akan sangat merasa senang begitu berada satu ruangan dengan Anda, jangan berharap karena Waktu saya juga sangat berharga dibanding berhadapan bocah tengik seperti anda. " Dendy Memandang Nico dengan tatapan remeh temeh membuat Nico tersulut emosinya kembali
" Apa kau bilang.? "
Nico mencengkram kerah baju Dendy dan ditepis kasar Langsung Oleh Dendy
sehingga menimbulkan Keributan lagi.
" Apa kalian akan terus bertengkar sedangkan Didalam Ruangan saya Ada seorang Wanita yang tergolek Lemas dan berjuang untuk tetap Hidup. " Ujar Ibra dengan Suara keras supaya menghentikan Aksi saling mencengkram Kerah baju Kedua Pria tampan itu masing masing.
" Tak bisakah kalian Berdua menurunkan Ego kalian Masing masing.? " Tanya ulang Dokter ibra dengan Suara lirihnya.
Nico dan Dendy akhirnya berhenti dari Aksinya dan mengalihkan pandangannya pada dokter ibra
" Apa maksud dokter.? " tanya Nico
" Nona tiara saat Ini sedang Kritis, Jadi saya Harap kalian berhenti mempeributkan yang akan membuat rugi kalian sendiri, " Dokter Ibra menghembuskan nafas kasarnya. " Saat Ini Nona tiara sangat Membutuhkan kalian supaya tetap semangat untuk bisa berjuang melawat Maut, karena penyakit tumor ganasnya semakin menjalar diseluruh Tubuhnya. "
Bagai Dihujam seribu Panah, Dada Nico terasa Sesak mendengar perkataan dokter Ibra yang menyatakan Bahwa saat ini istrinya sedang berjuang mati matian untuk tetap Hidup.
" Apa dok Kri kritis. " Ujar Nico dengan bibir bergetar Hebat karena tak kuasa menahan rasa sesak didadanya.
tok tok tok
" Ada apa sus.? "
" Ma maaf Dokter pa pasien tiba tiba kejang kejang hebat. "
Sontak membuat Semua orang yang ada diruangan itu tersentak kaget Terlebih Nico dia merasa seakan Gila jika Terjadi sesuatu pada istrinya.
" Ayo cepat kita kesana. " Seru Dokter Ibra dan langsung bergegas meninggalkan ruangannya bersama perawat tersebut sedangkan Nico dan yang lain mengekorinya dari belakang.
" Maaf Tuan tuan dan Nyonya, Harap tunggu diluar. " Seru Perawat Itu lalu segera menutup Ruang UGD Itu dan dokterpun Akhirnya memberi penanganan pada Tiara yang kini sedang berjuang Melawan Maut untuk tetap bisa melewati masa kritisnya
Nampak kedua mata Nico sayu sambil mengacak acak rambutnya karena frustasi menunggu Dokter keluar dari Ruangan istrinya tersebut.
" Ya ALLah apa salah Hamba sehingga Engkau menghukumku seperti ini, Sebegitu besarkah Dosa Hamba di masalalu sehingga engkau menghukum ku dengan Cara seperti ini, --------" Nico terus berkeluh kesah pada sang penciptanya tak lupa dia juga meminta ampun dan meminta pertolongan untuk kesembuhan wanita yang paling dicintai dan sudah menjadi Ibu dari Anaknya itu.
" Hamba Mohon ya Rabb, tolong angkat penyakit istriku Tiara ya Rabb, hamba Sungguh Rela jika harus hamba yang menggantikan Penyakitnya dan rasa sakit yang diderita istri hamba, Ampuni Hamba ya Rob tolong nangan kau ambil Nyawa istriku, tolong Ya rabb, kalau engkau mau ganti saja nyawaku sebagai gantinya, sunggu hamba sangat menyesal ya rabb, biarkan Istri hamba untuk terus tetap Hidup ditengah tengah kami. "
Begitulah Lirihan Doa Yang ada dalam batin Nico, dia bersedia Untuk menjadi Tumbal sebagai pengganti nyawa sang istri jika memang Allah berkehendak mencabut nyawa istrinya sungguh dia tidak akan sanggup melihat penderitaan Istrinya dan harus kehilangan istrinya saat ini.
Sudah Sekitar setengah Jam akhirnya Dokter ibra pun Keluar Dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Nico yang tadi menggolosor di lantai langsung berdiri dan menyambar dokter Ibra yang baru saja menutup pintu ruangan itu dan menyerang dengan rentetan pertanyaan dengan penuh tidak sabaran.
" Bagaimana Dok keadaan istri saya dok, istri saya baik baik saja kan dok? Cepat dok katakan. " Nico mencengkram Kedua Bahu Dokter Ibra dengan tatapan mata nanar nya
" Tenangkan dirimu tuan Nico. " Ujar Dokter Ibra
" Cepat katakan dok, jangan Bertele tele. " Sentak Nico tak sabaran
Akhirnya dokter Ibra menghembuskan nafas kasar nya sebelum melanjutkan ucapannya.
" Semua orang Punya batas Rasa sakit jika sudah mencapai batasannya itu. Begitupun juga Nona tiara. -----" Dokter Ibra menjeda ucapannya.
Sedangkan Nico, Arya dendy dan Juga Bi asih masih tetap setia untuk menunggu Ucapan dokter ibra kembali.
Nico yang sudah diambang bataa tidak sabaran itu kembali melayangkan pertanyaannya. " Apa maksud Dokter. ?"
" Saat ini Kita Hanya bisa Pasrah kepada yang maha kuasa, Kami sudah Sekuat Tenaga Untuk memberikan yang terbaik Untuk nona tiara, namun seperti yang sebelumnya saya bilang tadi bahwa setiap manusia punya batas Rasa sakit, mungkin saat ini Nona tiara Sedang Ingin Mengistirahatkan tubuhnya dari Rasa sakitnya. "
Kedua mata mereka semua tampak nanar dan Berkaca kaca tak terkecuali Nico Air matanya pun sudah tidak bisa dia bendung lagi hingga meleleh di pipinya.
" Apa dok maksudnya.? "
" Nona Tiara Mengalami KOMA, mungkin butuh Waktu yang panjang Atau entah berapa lama Nona tiara bisa bangun dari Tidur panjangnya. "
" KOMA dok.? "
kedua mata Nico Arya dan juga Dendy dan bi Asih tampak terbelalak mendengar pernyataan dokter ibra barusan
seketika pula tangisa mereka pecah.
" Ya Tuhan Nona indah. " Pekik Bi Asih dan mendapat tatapan tajam dari Nico membuat Bi asih seketika mengatupkan bibirnya
Sedangkan Dendy nampak Sedih dan tatapanya kosong mendengar kenyataan pahit ini.
Dokter Ibra menepuk Bahu Nico.
" Berdoalah tuan nico, meminta Kesembuhan pada Sang pemberi kehidupan pada Umatnya, semoga Tuhan menyadarkan istri anda dari komanya. " Ujar dokter Ibra sembari tersenyum memberi dukungan moril pada Nico.
Nico pun meringis dan tersenyum Getir, Tubuhnya terasa Diremuk redam, Dadanya sakit,seperti Ribuan jarum yang menghujamnya Hebat
" Bo boleh saya me melihat Istri sa saya Dok.?"
Terdengar Suara Nico terbata bata.
" Silahkan, Tuan tapi Hanya satu orang saja yang boleh masuk secara bergantian karena anda harus menyeterilkan Tubuh Anda sebelum masuk me ruangan Istri Anda. "
" Baik Dok. ------"
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.