Goresan Luka Mutiara

Goresan Luka Mutiara
Bertemu Dengan Claudia.


__ADS_3

Semenjak kejadian Dimana Suaminya tengah mengigau gak jelas, Tiara menjadi Lebih pendiam, Dia menyiapkan semua kebutuhan suaminya seperti Menyiapkan Baju kantor sepatu dasi jam tangan semuanya hingga sarapan untuk semuanya dengan posisi lebih pendiam dan hanya menjawab pertanyaannya dengan Singkat. membuat Suaminya itu mengeryit karena sikap aneh Istrinya yang tiba tiba menjadi tidak banyak omong seperti biasanya Namun suaminya berfikiran positiv karena kata orang Bumil itu perasaannya lebih sensitiv jadi dia tidak terlalu ambil pusing akan hal itu.


" Mas berangkat Dulu ya.? "


Cup


seperti biasanya mencium kening istri sebelum berangkat kerja adalah prioritas utama untuk Nico sebagai penyemangat dalam aktivitas bekerjanya.


" Iya. --"


"assalamualaikum my wife. "


Ucap Nico dengan kata kata lembut entah kenapa membuat dada tiara semakin ngilu dan sesak mengingat sikap suaminya sedikit berubah meskipun sikapnya tetap lembut dan penyayang.


"Walaikumsalam. "


tiara hanya membalas salamnya itu dengan senyuman tipis, setelah itu suaminya langsung pergi dan berangkat kekantor.


**********


Dikantor.


Seorang Wanita cantik dengan pakaian kerja memakai Blose dilapisi dengan Blezzer warna biru dongker dan Rok hitam model pensil kini berdiri untuk menyapa atasannya yang akan masuk kedalam ruangannya.


Nico melirik wanita cantik dan memperhatikan Nametake bertuliskan Claudia. sejenak menghembuskan nafas kasarnya sebelum menjawab sapaan dari gadis cantik yang kini menjabat sebagai sekretaris pribadi barunya itu.


" Selamat Pagi Pak Nico. -------?" salam sapaan hangat dari seorang wanita cantik yang kini tengah berada didepan ruangannya tersebut karena memang ruangan Sekretaris pribadi direktur tepat didepan Ruangan Presdir utama.


" Pagi Juga. !"


Balasa Nico terdengar sangat Dingin bahkan terkesan Acuh tak menatap sekalipun Wajah sekretaris barunya itu, membuat Claudia mendengus kesal karena Nico tak memberikan balasan hangat untuknya.


" Oiya jangan Lupa, Nanti siang Arya suruh cepat kembali kekantor, karena akan ada rapat penting dicabang Bogor. "


Nico bicarapun masih tidak menatap dengan lawan bicaranya dan sibuk dengan ponselnya.


"Baik pak. "


Claudia menjawab dengan ekspresi kesal namun tetap dia sembunyikan dia harus bersikap profesional untuk bisa mengambil simpatik bos tampannya itu.


-------------------


Drt drt drt.


Tiba tiba ponsel tiara bergetar, Terlihat Nama Suamiku dilayar ponsel tiara sedang memanggil.


" Hallo mas assalamualaikum. ?"


" walaikumsalam sayang, kamu lagi apa, udah makan belum sama dede bayinya.? "


" Ini Habis Selesai mandi dan Sholat Dzuhur dulu mas, kamu Lagi sibuk apa.? "


" Alhamdulilah istriku memang paling sholehah cantik pula, kamu tau nggak yank aku bersyukur sekali punya istri sepertimu. "


" Makasih mas, aku juga bersyukur sekali punya suami seperti kamu, -----?"


Terdengar Suara seorang wanita yang terdengar disambungan telpon tiara.


"*permisi kak, ini saya sudah bikinkan kopinya"


" iya taruh disitu saja*.! "


setelah menjawab suara sekretaris pribadinya nico kini memanggil lagi istrinya yang masih berada disambungan telponnya.


" Hallo yank, sayang kamu masih disitu.? "


Terlihat tiara gelanggapan saat suaminya memanggil manggilnya lagi di sambungan telepon sehingga membuat lamunanannya buyar karena memikirkan suara siapa wanita yang tadi membuatkan suaminya kerja, apa suaminya punya sekretaris baru tapi kok suaranya seperti tidak asing.


" i iya Hallo.? "


" ya sudah sayang aku tutup dulu telponya ya, aku mau lanjut kerja dulu, satu jam lagi ada meeting sama client, kamu jangan lupa makan dan jaga kesehatan ya, aku sayang kamu muachh dah. "--------


tut tut tut.

__ADS_1


Tanpa mendapat jawaban darinya dan mengucapkan salam Nico langsung mematikan sambungan teleponnya.


--------------


" Sudah saya bilang Dikantor kamu harus bersikap profesional, jangan pernah memanggilku kakak, disini saya atasanmu bukan. --------?"


" Suamimu. begitu maksudmu kak.? " potong cepat Claudia sambil tersenyum simpul.


Lalu Nico melayangkan tatapan tajam kearah sekretaris pribadinya tersebut, sehingga membuat Claudia tertunduk malu dan nyalinya menciut seketika.


" Ma maaf pak, saya sudah Lancang.! "


Terdengar Ucapan Claudia sedikit bergetar karena takut akan tatapan tajam oleh Nico.


Nico pun mendekat Kearah Claudia yang kini sedang menundukan kepalanya. hingga jarak keduanya mulai terkiikis namun tak mengubah sedikit pun tatapan Nico menjadi hangat, tatapan matanya masih tajam penuh intimidasi.


perlahan Nico mengangkat dagu Claudia hingga tertarik keatas dan kini wajah mereka saling berhadapan, tatapan mereka saling bertemu, hingga claudia bisa merasakan Nafas Nico kini berhembus di wajahnya membuat detak jantungnya berdegub kencang.


Perlahan claudia memejamkan kedua matanya, entah apa yang dia fikirkan saat ini. mungkinkah Dia berfikir Nico akan mencium bibirnya hingga tanpa sengaja perlahan dia membuka bibir sensualnya sedikit sambil mata yang masih terpejam.


Lalu


" Maaf, aku nggak bisa memberikanmu lebih dari apapun, karena aku sama sekali tidak ingin menyakiti hati wanita yang aku cintai, kamu tahu itu kan, dia adalah tiara istriku. "


bisik Nico tepat didaun telinga Claudia yang kini masih memejamkan matanya


Betapa malunya Claudia saat ini, dia sudah salah mengira kalau nico akan menciumnya ternyata Nico mendekatkan wajahnya hanya untuk membisikan kata kata yang membuat dadanya sakit dan ngilu.


dengan mata terpejam Claudia perlahan menghembuskan nafasnya kasar, namub tetap pads posisi yang sama,wajah Nico masih terlihat memiring dan mendekat ke wajah Claudia, sekilas kalau dilihat orang lain dari jauh seperti Nico sedang ingin mencium Claudia yang kini tengah memejamkan kedua matanya.


.


Lalu.


Ceklek. . .


" NICO. -----?"


Terdengar Suara Nyaring dari ambang pintu, yang membuat Nico blingsatan dan gugup karena Ada sesorang yang tiba tiba memanggilnya dari Arah pintu. yang kini posisinya Dirinya membelakangi pintu ruangannya.


Nico benar benar takut, jika pemilik suara itu adalah istrinya, sampai sampai dia tidak bisa mencerna suara tersebut.


" Apa yang kalian lakukan disini.? "


pemilik suara itu terus memberondong pertanyaan pada nico yang kini posisinya masih memunggunginya.


Lalu


blassss


" Sella.? "--------


Terlihat seorang Wanita cantik dan sexy kini tengah berhadapan dengannya kala Nico sudah membalikan badanya.


" Kamu ngapain datang kesini.? "


terdengar Suara nico tak ramah dan terkesan Dingin membuat Sella menyunggingkan Bibirnya.


" Oh jadi Gadis murahan Ini yang kamu jadikan sekretaris pribadimu hem.? "


" Ehem Bukan urusanmu, dan ada kepentingan apa kamu datang kemari.? " Ujar Nico dengan diselingi berdehem untuk menetralkan suaranya yang terdengar Gugup


" Hahahaha, Aku nggak ngebayangin deh Ko, kalau sampai Istrimu tau siapa sekretaris pribadimu saat ini. " Ujar Sella dengan nada sarkasnya


" Apa maksudmu.? "-------


" Kamu tau selama ini Istrimu menaruh Curiga sama gadis ****** murahan itu. -" Sella menunjuk Claudia dengan mengangkat dagunya. ---" Kemarin aku dengar sendiri saat dia bertanya pada aliya tentang siapa gadis ****** itu, aku rasa istrimu sudah mulai curiga dengan kedekatan hubungan kalian. --!"


Sella berucap dengan sangat santai membuat Nico mengepalkan tangannya, bukan dia tak terima mendengar Sella Menghina Claudia meskipun ada sedikit kesal, namun kini Nico lebih kesal lagi karena sella akan berbuat licik dan memanfaatkan keadaan ini.


" Terus apa mau kamu datang kesini, aku sungguh tidak punya banyak waktu untuk basa basi. --------"


Sella tersenyum Licik dan mendekat kearah Nico sambil bergelayut dileher Nico, tangannya memutar mutar sambil membelai wajah Nico, namun segera Nico menepisnya tak sudi disentuh wanita agresif seperti sella.

__ADS_1


" Jadikan aku kekasihmu, malam ini aku mau kamu jadi milikku. maka akan aku pastikan rahasiamu aman ditanganku. " Bisik sella tepat didaun telinga nico dengan nada dibuat semanja mungkin.


Mata nico langsung terbelalak mendengar permintaan sella yang terdengar gila itu.


Claudia menatap mereka dengan wajah kesal dan mengepalkan tangannya erat, meskipun Claudia tidak bisa menjangkau apa yang sudah dibisikan sella kepada Nico namun melihat posisi sella dan nico terlihat sedikit intim membuatnya Geram dan panas, ingin sekali rasanya dia mencakar cakar wajah cantik sella dengan kuku kukunya dan menjambak rambut panjang ikal warna pirang milik Sella. sungguh Membuat nafaa claudia memburu menahan Amarah.


Kalau difikir fikir Kenapa ya Claudia terlihat sangat dibakar api cemburu, sebenarnya apa posisi Claudia saat ini sama Nico.?


Nico masih mengatur ritme nafasnya yang terlihat memburu karena emosi mendengar ucapan Sella yang terdengar sedikit mendesah dan manja, bukan membuatnya terpancing dan tergoda malah membuatnya semakin muak dan ingin muntah saja.


" Aku tidak akan pernah melakukan itu. -" sentak nico dengan Suara Dingin dan tegas


Sella menjauhkan lagi wajahnya dan kini posisinya sudah berdiri tegap sejajar dengan Nico yang tengah menatapnya dengan tajam


" Hahaha kalau begitu aku tidak akan pernah bisa menjamin mulutku untuk tidak membocorkan semua ini pada istri kampungan kesayanganmu itu. ---"


" Kau mengancamku.? "------


" Ya lebih tepatnya seperti itu, dan aku tidak pernah bermain main dengan ancamanku. aku harap kamu bisa memikirkan ulanh Nico, mengingat Istrimu kini menjadi wanita yang penyakitan, kamu tidak ingin kan membuat istrimu kembali Drop lagi dan Mati sia sia dengan calon bayimu.? "


"Cukup. sekarang kamu keluar dari ruanganku.? " teriak nico mengusir Sella keluar dari ruangannya.


Dengan senyem mengejek sella lalu melangkahkan kaki jenjangnya untuk keluar dari ruangan Nico.


" Bangs*at..-------------"


pyarrrr.


Nico membanting vas bunga yang terpajang di meja kerjanya membuat claudia tersentak kaget melihat Nico tampak emosi dan tak terkendali seperti itu.


" Kak tenang kak, jangan seperti ini, wanita itu hanya mengancammu saja kak.? "


" DIAM kamu.! " Nico melirik tajam kearah claudia yang kini mencoba menenangkannya.


" Kak. --------?"


" Keluar kamu dari ruanganku KELUAR.!!!!!!"


Claudia langsung beringsut dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Nico.


Kini nico benar benar sangat frustasi atas ancaman sella tadi, nampak dia memijit pelipisnya karena merasa pening. kenapa hubungan Rumah tangganya menjadi rumit seperti ini.


Lalu tiba tiba ponsel Nico bergetar terdapat notivikasi sebuah pesan yang tak lain dari istrinya.


"My Wife. : Mas, aku sekarang lagi nunggu kamu di bawah, aku bawain bekal makan siang untukmu, kamu turun ke loby ya, aku tunggu.......


" Hah.? "


Kedua bola mata nico membulat penuh kala membaca pesan dari istrinya yang kini juga datang ke kantornya dan menunggunya dilobby. entah apa yang akan terjadi selanjutnya jika Tiara berpapasan dengan sella dan bertemu dengan claudia juga.


Sumpah rasanya Nico ingin tenggelam saja didasar samudra hindia saat ini juga.


Hahaha Nico Nico makanya Jujurlah yang sebenarnya sama istrimu maka tidak akan membuatmu resah seperti ini.


semoga saja Nico punya solusi untuk menengahi semua masalahnya.


.


.


.


.


.


_bersambung_


Notes:


Author Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha.selamat berQurban kalau author bisanya korbab perasaan saja ya sambil nunggu dapat daging wkwkwkwk.


Jangan Lupa kasih dukungan buat author ya biar nambah semangat Nulisnya.

__ADS_1


kalau nanti gak malas ketik author bakal Up Lagi


terimakasih


__ADS_2